Showing posts with label Perselingkuhan. Show all posts
Showing posts with label Perselingkuhan. Show all posts

Duniaku seakan-akan berputar

June 08, 2019 0
Hari Pertama
Aku adalah wanita berumur 25 tahun, sekarang aqu tinggal sendirian di rumahku yg terletak di salah satu komplek yang disebut sebagian orang sebagai komplek orang berduit di wilayah Jakarta.

Aku adalah janda tanpa anak, suamiku telah meninggal enam bulan yan lalu karena kecelakaan.

Saat itu usia perkawinan kami baru menginjak tahun kedua.

Rumah yang kutempati ini adalah hadiah perkawinan untukku, suamiku membeli rumah ini atas namaku. Sebagai bukti ketulusan sayangnya padaku.

Rumah-rumah di komplekku terbilang saling berjauhan karena masing-masing rumah memiliki pekarangan yang luas.

Hidup di Jakarta menyebabkan aku juga tak begitu mengenal tetanggaku.

Kami masing-masing memiliki kehidupan sendiri-sendiri.

Sering aqu merasa kesepian tinggal sendiri di rumah ini, tapi aku tak mau menggunakan jasa pramuwisma, aku ingin mengerjakan pekerjaan rumahku sendiri.

Alasanku pada mama sih biar aku ada kesibukan di rumah, rasanya lebih enjoy kalau semua dikerjakan sendiri.

Malam itu aku pulang agak larut karena baru pulang dari acara ulang tahun kawanku.

Setelah mengunci pintu depan aku mencari-cari kontak lampu karena suasana rumahku masih gelap.

Aku berangkat dari tadi siang untuk bantu-bantu di acara ulang tahun tersebut.

Begitu lampu menyala, aku langsung menuju kamarku untuk mengganti baju yang kotor. 

Aku melepaskan seluruh pakaianku lalu menyimpan baju kotorku di keranjang yang memang kusediakan di kamar untuk pakaian kotor dan aku sekarang telanjang bulat. 

Aku merasa sendiri di rumahku sehingga aku merasa bebas walaupun ke ruang tengah atau ke dapur dalam keadaan telanjang.

Aku masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku. Selesai mandi rasanya tubuhku terasa segar.

Kemudian duduk santai menonton TV di ruang tengah sembari minum susu hangat.

Aku hanya melilitkan handuk pada tubuhku, sembari mengeringkan rambutku dengan kipas angin aku buka channel TV sana-sini. Acaranya tidak ada yang menarik hatiku.

Iseng-iseng aku menonton film blue koleksi suamiku.

Aku pernah protes padanya karena dia menonton film begituan.

Dia hanya tersenyum dan mengatakan bahwa dia mencari style bercinta untukku.

Di film itu pria bule sedang mencumbu seorang wanita asia yang kelihatannya begitu menikmati cumbuan dari pri bule.

Aku sedikit terangsang melihat adegan itu, seandainya suamiku masih ada.

Aku melepaskan handuk yang melilit tubuhku, lalu mengelus-elus buah dadaku sendiri dengan lembut.

Buah dadaqu memang tak begitu besar, tapi suamiku selalu memujiku dengan sebutan montok.

Untuk urusan mengurus tubuh, aku memang agak telaten.

Karena bagiku kecantikan wanita dan kemulusan tubuh itu adalah harga mati.

Aku tak menyadari sama sekali kalau ada sepasang mata yang memperhatikan kegiatanku Kuelus-elus buah dadaku dengan lembut hingga terus terang menimbulkan rangsangan tersendiri bagiku.

Libidoku tiba-tiba datang dan hasratku jadi memuncak, rasanya aku ingin berlama-lama, matakupun tak terasa mulai sayu merem melek merasakan rangsangan.

Kali ini bukan lagi belaian yang kulakukan, tapi aku sudah mulai melakukan remasan ke buah dadaku.

Kupilin-pilin puting susuku dgn menggunakan ibu jari dan jari telunjukku. Nikmat sekali rasanya.

Tanganku perlahan-lahan turun mengelus-elus selangkanganku.

Saat jari-jariku mengenai bibir-bibir kemaluanqu, aku pun merasakan darah yang mengalir di tubuhku seakan mengalir lebih cepat daripada biasanya.

Aku terangsang sekali, lubang kemaluanqu sudah dibanjiri oleh lendir yang keluar membasahi bibir kemaluanqu.

Lalu jari-jariku kuarahkan ke klitorisku.

Kutempelkan dan kugesek-gesek klitorisku dengan jariku sendiri hingga aqu pun tak kuasa membendung gejolak dan hasratku yang semakin menggebu.

Tubuhku melengkung merasakan kenikmatan, kukangkangkan pahaku semakin lebar.

Jari tengah dan telunjuk tangan kiriku kupakai untuk menyibak bibir kemaluanku sembari menggesek-geseknya.

Sementara jari tengah dan telunjuk tangan kananku aktif menggosok-gosok klitorisku.

Kualihkan jari tangan kananku ke arah lipatan kemaluanku.

Ujung jariku mengarah ke pintu masuk lubang kenikmatanku, kusorongkan sedikit masuk ke dalam.

Lubang kemaluanku sudah benar-benar basah oleh lendir yang licin hingga dengan mudahnya menyeruak masuk ke dalam lubang kemaluanqu.

Kini jari tangan kiriku sudah tak perlu lagi menyingkap bibir kemaluanku lagi hingga kualihkan tugasnya untuk menggesek-gesek klitorisku.

Kukocokkan jari tangan kananku keluar masuk lubang kemaluanku.

Jari-jariku menyentuh dan menggesek-gesek dinding kemaluanku bagian dalam, ujung-ujung jariku menyentuh G-spot, punggung dan kepalaqu jadi tersandar kuat pada sofa di ruang tengah, seakan-akan tubuhku melayang-layang dengan kenikmatan tiada tara.

Aku sudah benar-banar mencapai puncaknya untuk menuju klimaks saat ada sesuatu yang rasanya akan meledak keluar dari dalam rahimku, ini pertanda aku akan segera mencapai orgasme.

Gesekan jari tangan kiri di klitorisku makin kupercepat lagi, demikian pula kocokan jari tangan kanan dalam kemaluanqu pun makin kupercepat pula.

Untuk menyongsong orgasmeku yang segera tiba, kurasakan kedutan bibir kemaluanku yang tiba-tiba mengencang menjepit jari-jariku yang masih berada di dalam lubang senggamaqu.

Bersamaan dengan itu aku merasakan sesekali ada semburan dari dalam yang keluar membasahi dinding kemaluanqu.

Aku serasa sedang kencing namun yang mengalir keluar lebih kental berlendir, itulah cairan maniku yqng mengalir deras.

AHH……..
aku terpekik, lalu tubuhku bergetar hebat.

Setelah beberapa detik baru terasa tubuhku seperti lemas sekali.

Mataku terpejam sembari menikmati rasa indah yang menjalar di sekujur tubuhku, tiba-tiba tersa ada benda dingin menempel di leherku. Mataqu sedikit terbuka, lalu…..
Diam atau lehermu akan terluka.
Suara seorang laki-laki terdengar mengejutkanku.

Jantungku rasanya hampir berhenti menyadari ada pria yang menempelkan pisau ke leherku, dan aku dalam keadaan telanjang.

Aku terdiam tak berdaya ketika dia berusaha mengikat tanganku.

Aku takut kalau dia merasa terancam, maka dia akan membunuhku.

Matanya jelalatan melihat tubuhku yang tak tertutup sehelai kain.

Terbersit penyesalan dalam hatiku, kenapa aku sangat gegabah.

Bagaimana dia masuk ke dalam rumah ini, dan apa yang akan mereka lakukan.

Segala macam perasaan dalam diriku saat itu.
He.. he.. he… cantik, ijinkan aku untuk membantumu menyelesaikan hasrat terpendam dalam dirimu.
Lelaki itu duduk disampingku.

Nah cantik…. Sekarang Abang akan memuaskanmu..
Laki-laki yang memanggil dirinya Abang kemudian dengan kalemnya dia raih tangan dan pinggangku untuk memelukku.

Antara takut dan marah, aku masih berontak dan berusaha melawan.

Kutendangkan kakiku ke tubuhnya sekenanya, namun.
Ya ampuunn.. 
Dia sangat tangguh dan kuat bagiku.

Lelaki itu berpostur tinggi pula dan mengimbangi tinggiku, dan usianya yang aku rasa tak jauh beda dengan usia suamiku disertai dengan otot-otot lengannya yang nampak gempal saat menahan tubuhku yang terus berontak.

Dia lalu menyeretku menuju ke kamar tidurku.

Aku setengah dibantingkannya ke ranjang dan aku benar-benar terbanting.

Dia ikat tanganku ke backdrop ranjang itu.

Aku meraung, menangis dan berteriak sejadi-jadinya, tapi hanya terdengar gumaman dari mulutku karena mereka membekap mulutku.

Hingga akhirnya, sehingga aku menyadari tak ada gunanya lagi berontak maupun berteriak.

Sesudah itu dia tarik tungkai kakiku mengarah ke dirinya.

Dia nampak berusaha menenangkan aku, dengan cara menekan mentalku, seakan meniupi telingaku.

Dia berbisik dalam desahnya,
Ayolah cantik, jangan lagi memberontak. Percuma khan, jarak antar rumah di komplek ini cukup berjauhan. Lagian kalaupun ada yang tahu mereka tak akan berani menggangu.

Aku berpikir cepat menyadari kata-katanya itu dan menjadi sangat khawatir.

Laki-laki ini seakan-akan sengaja memperhitungkan keadaan.

Kemudian dengan tersenyum dia benamkan wajahnya ke ketiakku.

Dia menciumi, mengecup dan menjilati lembah-lembah ketiakku.

Dari sebelah kanan kemudian pindah ke kiri.

Menimbulkan rasa geli sekaligus membangkitkan gairah.

Tangan-tangannya menjamah dan menelusup kemudian mengelusi pinggulku, punggungku, dadaqu.

Tangannya juga meremas-remas susuku. 

Dengan jari-jarinya dia memilin puting-puting susuku.

Disini dia melakukannya mulai dengan lembut dan demikian penuh perasaan. Bajingan! Dia pikir bisa menundukkan aku dengan caranya yang demikian itu.

Aku terus berontak dalam geliat.. Namun aku bagaikan mangsa yang siap diterkam.

Aku sesenggukan melampiaskan tangisku dalam sepi.

Tak ada suara dari mulutku yang tersumpal.

Yang ada hanya air mataku yang meleleh deras.

Aku memandang ke-langit-langit kamar. 

Akumerasa sakit atas ketak adilan yang sedang kulakoni.

Kini lelaki itu menatapku.

Aku menghindari tatapan matanya.

Dia menciumi pipiku dan menjilat air mataku,

Kamu cantik banget…..
dia berusaha menenangkanku.

Dia juga menciumi tepian bibirku yang tersumpal.

Tangannya meraba pahaku dan mulai meraba-raba kulitku yang sangat halus karena tak pernah kulewatkan merawatnya.

Lelaki ini tahu kehalusan kulitku.

Dia merabanya dengan pelan dan mengelusinya semakin lembut. Betapa aku dilanda perasaan malu yang amat sangat.

Hanya suamiku yang melihat auratku selama ini, tiba-tiba ada seorang lelaki asing yang demikian saja merabaiku dan menyingkap segala kerahasiaanku.

Aku merasakan betisku, pahaku kemudian gumpalan bokongku dirambati tangan-tangannya.

Pemberontakanku sia-sia. Wajahnya semakin turun mendekat hingga kurasakan nafasnya yang meniupkan angin ke selangkanganku.

Lelaki itu mulai menenggelamkan wajahnya ke selangkanganku.

Ah….. bukan main.....
Belum pernah ada seorangpun berbuat macam ini padaqu. Juga tak begini suamiku selama ini.

Aku tak kuasa menolak semua ini. Segala berontakku kandas.

Kemudian aku merasakan lidahnya menyapu pori-pori selangkanganku.

Lidah itu sangat pelan menyapu dan sangat lembut.

Darahku berdesir.

Duniaku seakan-akan berputar dan aku tergiring pada tepian samudera yang sangat mungkin akan menelan dan menenggelamkan aku.

Aku mungkin sedang terseret dalam sebuah arus yang sangat tak mampu kulawan. 

Aku merasakan lidah-lidah lelaki ini seakan menjadi seribu lidah.

Seribu lidah lelaki ini menjalari semua bagian-bagian rahasiaku.

Seribu lidah lelaki inilah yang menyeretku ke tepian samudra kemudian menyeret aku untuk tertelan dan tenggelam.

Aku tak bisa pungkiri.

Aku sedang jatuh dalam lembah nikmat yang sangat dalam..

Aku sedang terseret dan tenggelam dalam samudra nafsu birahiku.

Aku sedang tertelan oleh gelombang nikmat syahwatku yang telah enam bulan tak terlampiaskan semenjak sua miku meninggal.

Dan saat kombinasi lidah yang menjilati selangkanganku dan sesekali dan jari-jari tangannya yang mengelusi paha di wilayah puncak-puncaknya rahasiaku, aku semakin tak mampu menyembunyikan rasa nikmatku.

Isak tangisku terdiam, berganti dengan desahan dari balik kain yang menyumpal mulutku.

Dan saat kombinasi olahan bibir dan lidah dipadukan dengan bukan lagi sentuhan namun remasan pada kemaluanku, desahanku berganti dengan rintihan yang penuh derita nikmat birahi.

Laki-laki itu tiba-tiba mrenggut sumpal mulutku.

Dia begitu yakin bahwa aku telah tertelan dalam syahwatku.
Ayolah, sayang.. mendesahlah.. merintihlah.. Puaskan aku…..
Aku mendesah dan merintih sangat histeris.

Kulepaskan dengan liar derita nikmat yang melandaku.

Aku kembali menangis dan mengucurkan air mata.

Aku kembali berteriak histeris.

Namun kini aku menangis, mengucurkan air mata dan berteriak histeris beserta gelinjang syahwatku.

Aku meronta menjemput nikmat.

Aku menggoyang-goyangkan pinggul dan bokongku dalam irama nafsu birahi yang menerjangku.

Aku tak mampu mengendalikan diriku lagi.

Aku bergoncang-goncang sambil mengangkat bokongku untuk mendorong dan menjemputi bibirnya karena kegatalan yang amat sangat pada kemaluanku dilanda nafsu birahi.

Dan kurasakan betapa kecupan dan gigitan lidah lelaki ini membuatku seakan-akan menggigil dan gemetar lupa diri.

Masukin… bang.. auh… 
Aku gak tahan…..
aku mendesah tak karuan. Akhirnya karena tidak mampu aku menahannya lagi dan aku merintih.

Rintihan itu membuat lelaki itu mendekatkan wajahnya ke wajahku hingga bisa kuraih bibirnya.

Aku rakus menyedotinya.
Aku berpagut dengan pemerkosaku.
Aku melumat mulutnya.
Aku benar-benar dikejar badai birahiku.
Aku benar-benar dilanda dengan gelombang syahwatku.
Aku betul-betul tidak sabar menunggu dia melepas pakaiannya.
Aku masih berkelojotan diranjang.
Dan kini aku benar-benar menunggu lelaki itu memasukkan kemaluannya ke kemaluanku pula.
Aku benar-benar berharap karena sudah tidak tahan merasakan badai birahiku yang demikian melanda seluruh organ-organ peka birahi di tubuhku.

Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang sama sekali diluar dugaanku.

Aku sama sekali tidak menduga, karena memang aku tidak pernah punya dugaan sebelumnya.

Kemaluan lelaki ini demikian gedenya.

Rasanya ingin tanganku meraihnya, namun belum lepas dari ikatan dasi di backdrop ranjang ini.

Yang akhirnya kulaqukan adalah sedikit mengangkat kepalaku dan berusaha melihat kemaluan itu.

Ampuunn.. Sungguh mengerikan.

Rasanya ada pisang ambon gede dan panjang yang sedang dipaksakan untuk menembusi kemaluanku.

Aku menjerit tertahan.

Tidak lagi aku sempat memandangnya.

Lelaki ini sudah langsung menerkam kembali bibirku.

Dia kini berusaha menjulurkan lidahnya di rongga mulutku sembari menekankan kemaluannya untuk menguak bibir kemaluanqu.

Kini aku dihadapkan kenyataan betapa besar kemaluan di gerbang kemaluanku saat ini. 

Aku sendiri sudah demikian dilanda birahi dan tanpa malu lagi mencoba merangsekkan lubang kemaluanku.

Cairan-cairan kewanitaanku membantu kemaluan itu memasuki kemaluanku.
Blesek……..Blesek………. 
Ohh…… 
Kenapa sangat nikmat begini…….. 
Ohh... 
Aku sangat merindukan kenikmatan ini…..
Aku semakin meracau.

Sensasi cengkeraman kemaluanku pada bulatan keras batang besar kemaluan lelaki ini sungguh menyuguhkan fantasy terbesar dalam seluruh hidupku selama ini.

Aku rasanya terlempar melayg kelangit tujuh. 

Aku meliuk-liukkan tubuhku, menggeliat-liat, meracau, mendesah, merintih, mengerang dan aku bergoncang dan bergoyang-goyang tak karuan.

Orgasmeku dengan cepat menghampiri dan menyambarku.

Aku kelenger dalam kenikmatan tidak terhingga.

Aku masih kelenger saat dia mengangkat salah satu tungkai kakiku untuk kemudian dengan semakin dalam dan cepat menggenjoti hingga akhirnya muntah dan memuntahkan cairan panas dalam rongga kemaluanku.

Auh………. AHH…… 
aku menjerit merasakan gelombang-gelombang listrik kenikmatan menjalar di sekujur tubuhku.

Baca Juga:
Kami langsung roboh. Hening sesaat. Aneh, aku tak merasa menyesal, tidak merasa khawatir, tak merasa taqut.

Ada rasa kelapangan dan kelegaan yang sangat longgar.

Aku merasakan seakan menerima sesuatu yang sangat aku rindukan selama ini.

Apakah aku memang hipersx atau memang karena lelaki ini memang tangguh dan pandai bercinta.

Ah aku tidak mau berfikir lagi.. Akupun tertidur kelelahan.

Hari Kedua
Besok pagi aku terbangun dengab tubuh sedikit pegal-pegal. Tidak ada tanda-tanda dia masih ada di rumah. Dan kuperiksa tidak ada barang yang hilang.

Apakah dia memang datang untuk memperkosaku?

Kadang-kadang aku masih inigin melakukan hal yang sama.

Aku merindukan kemaluannya yang telah membuatku mencapai kenikmatan tertinggi dalam bercinta.

Lalu aku pergi kekamar mandi dengan masih tak mengggunakan sehelai kainpun.
Tapi, ketika hendak berbelok ke arah kamar mandi, betapa terkejutnya aku.

Laki-laki itu masih disini tanpa menggunakan sehelai pakaian pun.

Lalu dengan sigap di menjabakku dan memasukan aku kekamar mandi.

Tubuhku gemetar ketakutan.

Dia mengambil gayung dan menyirami rambutku dengan lembut.

Aku hanya terdiam dan pasrah tanpa melawan, hatiku berkecamuk namun anganku tercapai yang dari malam.

Kini aku bisa menyentuh kemaluan laki-laki itu yang besar dan mengelus-elusnya.

Dia memandikanku dengan lembut bahkan menggosokan gigiku.

Debalai lembut seluruh tubuhku dengannya.

Aku pun terus mengocok kemaluannya yang hampir selengan tanganku. Terkadang aku remat dengan sedikit gemas yang membuatnya mendesah.

Setelah itu, dia mengeringkanku dengan handuk. Dan menyuruhkuh keluar dari kamarmandi dengan merangkak.

Lalu dia berbisik ketelingaku dengan,
Hari ini kamu akan menjadi budakku..
Karena aku tahu suami keluarnegri selama 1 bulan.. dan selama itu kamu akan menjadi budakku.
Apa kamu bersedia sayang...???

Iya.. iya tuan...
Dengan sepontan aku menjawabnya.

Selama menjadi budakku, kamu tidak boleh menggunakan apa-apa terkecuali aku yang meminta..
Kamu paham.... 
bentaknya.
Iya tuan... aku pasrah... 
memelasku.

Bagus... baiklah, tugas pertamamu pagi ini kamu harus memasak buatku... 
perintahnya.

Akupun bergegas menuju ke meja makan dan menyiapkan roti dan kopi pagi.

Aku melihat dia melirik ke aku dan seakan-akan dia hidup di surga memiliki budak seperti ku.

Lalu dia memakan roti yang aku sediakan.

Ketika aku hendak mengambil roti dan mentega untukku sendiri. Tiba-tiba dia bilang, STOP..
sepontan aku berhenti.

Lalu, dia mengarahkan kelaminnya ke mulutku. Aku paham maksudnya.

Dengan segera aku Ulam kelamin itu dan aku kocok dengan cepat.

Lalu dia menarik kelaminya dan menyemprotkan ke Sebuah Roti Tawar.

Ternyata dia membuat Spermanya menjadi selai roti yang disuguhkan ke aku.

Sungguh banya sperma itu, hingga rata kepermukaan Roti dan ditutupnya.

Makan ya... 
katanya.

Akupun memakannya, setiap lelehan sperma yang mengalir ke kerongkonganku melalui roti itu membuat aku semakin bergairah.
☆☆☆☆☆

Berbunga hatiku ketika mendengar kata-kata manisnya

May 24, 2019 0
 
Namaku Sarah lebih lengkapnya Sarah Amelia banyak yang bilang namaku memang cantik, secantik wajahku dan banyak juga yang bilang kalau aku tidak pantas menjadi seorang pembokat. 

Karena selain memiliki wajah cantik kulitkupun putih bersih, sehingga banyak yang mengira kalau aku bukan seorang pembantu di rumah majikanku, mereka pikir aku adalah saudara yang numpang disini.

Namun ketika majikan perempuanku menjelaskan merekapun mengerti, dan tahu kalau aku hanya seorang pembantu. 

Aku sudah lima bulan berada di sini dengan menggunakan jasa penyalur pembantu akupun tidak perlu lama untuk menunggu mendapatkan majikan setelah bu Bella merekrutku waktu dia datang ke tempat penyalur tenaga kerja rumah tangga itu, dan aku senang bukan main.

Karena niatku dari kampung memang ingin mencari pekerjaan setelah lulus dari SMA, apalagi aku memang berniat menghindar dari mantan pacarku yang akan menikah dengan sepupuku sendiri. 

Padahal kami sudah pernah melakukan hubungan intim layaknya dalam cerita ngentot, bukan hanya sekali tapi sejak aku duduk di kelas dua SMA hingga menginjak kelas tiga.

Tapi bukannya bertanggung jawab padaku, pacarku malah menikahi sepupuku yang memang sudah memiliki pekerjaan sebagai PNS. 

Sedangkan dia sendiri masih honorer, usiaku memang terpaut lima tahun lebih dengannya dan aku mengira itu sudah cukup untuk seorang pria bersikap dewasa, malah aku tidak pernah menerima ungkapan cinta dari cowok yang masih seusia denganku karena aku begitu mencintainya.

Hingga tanpa terasa aku berhubungan dengannya sampai dua tahun lebih. 

Dan semua orang tahu tentang hubungan kami hingga aku menanggung rasa malu setelah dia memutuskan untuk menikah dengan orang lain bukan denganku. 

Hingga akhirnya sampai juga aku di kota ini, dengan memiliki majikan yang hanya tinggal sendirian karena anak satu-satunya menempuh pendidikan di luar negeri.

Sedangkan majikanku sama-sama bekerja jadi setiap hari mereka selalu nampak sibuk. 

Bahkan terkadang tidak pulang ke rumah dari yang aku tahu kalau mereka tidak pulang ada perjalanan bisnis yang harus mereka kerjakan di luar kota maupun ke luar negeri. 

Malah terkadang istri majikanku pergi sendirian dan hanya majikanku yang ada di rumah dan aku biasa memanggilnya pak Wildan.

Seperti hari ini sudah dua hari istri pak Wildan pergi ke luar kota dan hanya tinggal dia sendiri di rumah. 

Pagi ini aku masuk dalam kamarnya dan berniat membangunkab pak Wildan tapi aku melihat dia sepertinya sedang kedinginan dan benar saja ketika aku letakkan tanganku di keningnya rupanya dia sedang demam, langsung saja aku memberikannya obat dan dia langsung meminumnya.

Hari itu seperti biasa setelah semuanya bersih dan semua pekerjaanku kelar. 

Aku masuk dalam kamar dan membaca cerita ngentot untuk melepas penatku, terbesit rasa ingin melakukan hal itu. 

Apalagi aku pernah melakukan hubungan intim itu, cerita ngentot dengan mantanku. 

Hingga akhirnya ketika malam tiba akupun bermaksud membangunkan pak Wildan karena hari sudah malam dan dia sedari tadi belum keluar kamar juga.

Begitu sampai di dalam kamarnya aku tidak melihat pak Wildan di atas tempat tidur. 

Akupun langsung mencarinya dan aku lihat pintu kamar mandi terbuka saat itulah aku masuk dalam kamar mandinya, betapa terperanjatnya aku ketika tubuhku menabrak sesuatu dan membuat aku terjatuh saat itu juga tubuhku di tindih dari atas. 

Setelah aku sadar rupanya tubuh bugil pak Wildan berada di atas tubuhku.

Aku ingin segera bangun saat itu namun ketika wajah pak Wildan mendekat dan melumat lembut bibirku. 

Aku terdiam dan tanpa banyak berpikir akupun membalas lumatan bibirnya Aaaaagggghh….. aaaaggggghh…. kamu… cantik.... Sarah… aaaaaggghhh.. 
Berbunga hatiku ketika mendengar kata-kata manisnya semakin erat pula aku mendekap tubuh bugilnya.

Hingga tidak terasa kontolnya semakin membesar bahkan menggeliat seakan menyeruak bagian perutku. 

Saat itu juga aku ingat cerita ngentot yang aku baca dengan perlahan aku bergerak turun hingga sampai pas di depan Rudalnya, lalu dengan cepat aku lumat Rudal itu dengan lembutnya dan hal itu membuat pak Wlidan mengerang kenikmatan apalagi aku semakin liar menghisapnya.

Pak Wildanpun mengerang lebih keras ketika mulutku terus menghisapnya 
Oooouuuggghhh….ooouugghh… ooouugghhh.. sayang… kamu.. aaaggghh.. hebat…. aaaaagggghhh… aaaggggghh.. 
Aku tidak tahan untuk tidak mengocoknya sembari terus memainkan kontolnya dalam mulutku, bahkan kini aku lihat pak Wildan menarik tubuhku agar cepat naik ke atas tubuhnya.

Perlahan akupun naik ke atas tubuhnya hingga akhirnya aku dapat memasukan kontol pak Wildan dalam memekku, dan akupun bergerak 
Ooouuugggggghhh… ooouuuggghh… aaaaaaggggghhh…. aaaaaaggghh… terus… sayang….. aaaggggghhh… 
Desah pak Wildan ketika aku bergoyang di atas tubuhnya kini tangannyapun mulai aktif meremas tetekku juga.

Hingga kami berdua sama-sama mendesah menikmati permainan ini, layaknya dalam cerita ngentot yang sering aku baca. 

Tubuh kamipun bersimbah keringat karena bergerak aktif melakukan hubungan intim ini 
OOouuugggghhh… oooouuuggghhhhh… aaaaagggghhh… cepat.. sayang…… aaaaggggghhh...
Tanpa meminta dua kali kontol pak Wildan sudah menyemburkan spermanya pada memekku.

Akupun menikmatinya dengan cara mendekap erat tubuh pak Wildan semakin erat, bahkan dia semakin erat pula memeluk tubuhku yang sama-sama berkeringat. 

Aku merasa puas melakukan adegan cerita ngentot dengan pak Wildan karena itu kami tidak pernah membuang kesempatan untuk melakukan hal itu lagi. 

Bahkan pak Wildan sering mengajakku ke hotel dan hal itu membuat aku semakin cinta padanya.
☆☆☆☆☆

Baca Juga:

Bibirnya Menyambut Dengan Lembut

July 03, 2011 0
Ini bermula pada saat aku duduk dibangku kuliah semester III di salah satu PTS di Yogyakarta. Pada waktu itu aku lagi putus dengan pacarku dan memang dia tidak tahu diri, sudah dicintai malah bertingkah, akhirnya dari cerita cintaku cuma berumur 2 tahun saja. 

Waktu itu aku tinggal berlima dengan teman satu kuliah juga, kita tinggal serumah atau ngontrak satu rumah untuk berlima.

Kebetulan di rumah itu hanya aku yang laki-laki. 

Mulanya aku bilang sama kakak perempuanku, 
Sudah, aku pisah rumah saja atau kos di tempat.
tapi kakakku ini saking sayangnya padaku, ya saya tidak diperbolehkan pisah rumah. 

Kita pun tinggal serumah dengan tiga teman wanita kakakku.

Ada satu diantara mereka sudah jadi dosen tapi di Universitas lain, Ibu Yuni namanya. 

Kita semua memanggilnya Ibu maklum sudah umur 40 tahun tapi belum juga menikah. 

Ibu Yuni bertanya, 
Eh, kamu akhir-akhir ini kok sering ngelamun sih, ngelamunin apa yok? Jangan-jangan ngelamunin yang itu..

Itu apanya Bu?
tanyaku.

Memang dalam kesehari-harianku, ibu Yuni tahu karena aku sering juga curhat sama dia karena dia sudah kuanggap lebih tua dan tahu banyak hal.

Aku mulai cerita,
Tahu nggak masalah yang kuhadapi? Sekarang aku baru putus sama pacarku.
kataku.

Oh.. gitu ceritanya, pantesan aja dari minggu kemarin murung aja dan sering ngalamun sendiri.
kata Ibu Yuni.

Begitu dekatnya aku sama Ibu Yuni sampai suatu waktu aku mengalami kejadian ini. 

Entah kenapa aku tidak sengaja sudah mulai ada perhatian sama Ibu Yuni. 

Waktu itu tepatnya siang-siang semuanya pada kuliah, aku sedang sakit kepala jadinya aku bolos dari kuliah.

Siang itu tepat jam 11:00 siang saat aku bangun, eh agak sedikit heran kok masih ada orang di rumah, biasanya kalau siang-siang bolong begini sudah pada nggak ada orang di rumah tapi kok hari ini kayaknya ada teman di rumah nih. 

Aku pergi ke arah dapur.

Eh Ibu Yuni, nggak ngajar Bu?
tanyaku.

Kamu kok nggak kuliah?
tanya dia.

Habis sakit Bu.
kataku.

Sakit apa sakit?
goda Ibu Yuni.

Ah.. Ibu Yuni bisa aja.
kataku.

Sudah makan belum?
tanyanya.

Belum Bu...
kataku.

Sudah Ibu Masakin aja sekalian sama kamu ya....
katanya.

Dengan cekatan Ibu Yuni memasak, kita pun langsung makan berdua sambil ngobrol ngalor ngidul sampai-sampai kita membahas cerita yang agak berbau sx. 

Kukira Ibu Yuni nggak suka yang namanya cerita sx, eh tau-taunya dia membalas de ngan cerita yang lebih hot lagi. 

Kita pun sudah semakin jauh ngomongnya. 

Tepat saat itu aku ngomongin tentang perempuan yang sudah lama nggak merasakan hubungan dengan lain jenisnya. 

Apa masih ada gitu keinginannya untuk itu?
tanyaku.

Enak aja, emangnya nafsu itu ngenal usia gitu...
katanya.

Oh kalau gitu Ibu Yuni masih punya keinginan dong untuk ngerasain bagaimana hubungan dengan lain jenis.
kataku.

So pasti dong.....
katanya.

Terus dengan siapa Ibu untuk itu, Ibu kan belum kawin...????
dengan enaknya aku nyeletuk.

Aku bersedia kok..!!!!!
kataku lagi dengan sedikit agak cuek sambil kutatap wajahnya. 

Ibu Yuni agak merah pudar entah apa yang membawa keberanianku semakin membludak dan entah kapan mulainya aku mulai memegang tangannya.

Dengan sedikit agak gugup Ibu Yuni kebingungan sambil menarik kembali tangannya, dengan sedikit usaha aku harus merayu terus sampai dia benar-benar bersedia melakukannya.

Okey, sorry ya Bu, aku sudah terlalu lancang terhadap Ibu Yuni?!
kataku.

Nggak, aku kok yang salah memulainya dengan meladenimu bicara soal itu.!!!
katanya.

Dengan sedikit kegirangan, dalam hatiku dengan lembut kupegang lagi tangannya sambil kudekatkan bibirku ke dahinya. 

Dengan lembut kukecup keningnya. 

Ibu Yuni terbawa dengan situasi yang kubuat, dia menutup matanya dengan lembut. 

Juga kukecup sedikit di bawah kupingnya dengan lembut sambil kubisikkan, “Aku sayang kamu, Ibu Yuni”, tapi dia tidak menjawab sedikitpun.

Dengan sedikit agak ragu juga kudekatkan bibirku mendekati bibirnya. 
Cup.. 
dengan begitu lembutnya aku merasa kelembutan bibir itu. 

Aduh lembutnya, dengan cekatan aku sudah menarik tubuhnya ke rangkulanku, dengan sedikit agak bernafsu kukecup lagi bibirnya. 

Dengan sedikit terbuka bibirnya menyambut dengan lembut. 

Kukecup bibir bawahnya, eh.. tanpa kuduga dia balas kecupanku.

Kesempatan itu tidak kusia-siakan. Kutelusuri rongga mulutnya dengan sedikit kukulum lidahnya. 

Kukecup, “Aah.. cup.. cup.. cup..” dia juga mulai dengan nafsunya yang membara membalas kecupanku, ada sekitar 10 menitan kami melakukannya, tapi kali ini dia sudah dengan mata terbuka. 

Dengan sedikit ngos-ngosan kayak habis kerja keras saja.
Aah.. jangan panggil Ibu, panggil Yuni aja ya! 

Kubisikkan Ibu Yuni, 
Yuni kita ke kamarku aja yuk!!??

Dengan sedikit agak kaget juga tapi tanpa perlawanan yang berarti kutuntun dia ke kamarku. 

Kuajak dia duduk di tepi tempat tidurku. 

Aku sudah tidak tahan lagi, ini saatnya yang kutunggu-tunggu. 

Dengan perlahan kubuka kacing bajunya satu persatu, dengan lahapnya kupandangi tubuhnya. 

Ala mak.. indahnya tubuh ini, kok nggak ada sih laki-laki yang kepengin untuk mencicipinya. 

Dengan sedikit membungkuk kujilati dengan telaten.

Pertama-tama belahan gunung kembarnya. 

Aaaaah.. ssh.. terus Ian.....
Ibu Yuni tidak sabar lagi, 

BH-nya kubuka, terpampang sudah buah kembar yang montok ukuran 34 B. 

Kukecup ganti-gantian, 
Aah.. ssh.....
dengan sedikit agak ke bawah kutelusuri.

Karena saat itu dia tepat menggunakan celana pendek yang kainnya agak tipis dan celananya juga tipis.

Kuelus dengan lembut, dan aku juga sudah mulai terangsang.

Kusikapkan celana pendeknya sampai terlepas sekaligus dengan celana dalamnya, hu.. cantiknya gundukan yang mengembang. 

Dengan lembut kuelus-elus gundukan itu, 
Aah.. uh.. ssh.. Ian kamu kok pintar sih, aku juga sudah nggak tahan lagi

Sebenarnya memang ini adalah pemula bagi aku, eh rupanya Yuni juga sudah kepengin membuka celanaku dengan sekali tarik aja terlepas sudah celana pendek sekaligus celana dalamku. 

Oh.. besar amat,
katanya. 

Kira-kira 18 cm dengan diameter 2 cm, dengan lembut dia mengelus zakarku.
UUuh.. uh.. shh..
dengan cermat aku berubah posisi 69.


Kupandangi sejenak gundukannya dengan pasti dan lembut. 

Aku mulai menciumi dari pusarnya terus turun ke bawah, kulumat kewanitaannya dengan lembut, aku berusaha memasukkan lidahku ke dalam lubang kemaluannya.

Aah.. uh.. ssh.. terus Ian...
Yuni mengerang. 

Aku juga enak Yun....nniiii....
kataku. 

Dengan lembut di lumat habis kepala kemaluanku, di jilati dengan lembut.

Assh.. oh.. ah.. Yun..niii terus sayang....
pekikku.

Dan dengan lahap juga kusapu semua dinding lubang kemaluannya.

Aahk.. uh.. ssh.. 
lentungan kami berdua

Sekitar 15 menit kami melakukan posisi 69, sudah kepengin mencoba yang namanya bersetubuh. 

Kurubah posisi, kembali memanggut bibirnya.

Sudah terasa kepala kemaluanku mencari sangkarnya. 

Dengan dibantu tangannya, diarahkan ke lubang kewanitaannya. 

Sedikit demi sedikit kudorong pinggulku, 
Aakh.. sshh.. pelan-pelan ya Ian, aku masih perawan.
katanya. 

Haa..... aku kaget, benar rupa-rupanya dia masih suci. 

Dengan sekali dorong lagi sudah terasa licin. Blesst, “Aahk..” teriak Yuni, kudiamkan sebentar untuk menghilangkan rasa sakitnya, setelah 2 menitan lamanya kumulai menarik lagi batang kemaluanku dari dalam, terus kumaju mundurkan. 

Mungkin karena baru pertama kali hanya dengan waktu 7 menit.

Yuni.. Aakh.. ushh.. ussh.. ahhkk.. aku mau keluar Ian....
katanya. 

Tunggu, aku juga sudah mau keluar akh....
kataku.

Tiba-tiba menegang sudah lubang kemaluannya menjepit batang kemaluanku.

Dan terasa kepala batang kemaluanku disiram sama air surganya, membuatku tidak kuat lagi memuntahkan.. “Crot.. crot.. cret..” banyak juga air maniku muncrat di dalam lubang kemaluannya. 

Aku lemas habis, aku tergeletak di sampingnya. 

Dengan lembut dia cium bibirku.

Kamu menyesal Ian?
tanyanya. 

Ah nggak, kitakan sama-sama mau.
jawabku.

Kami cepat-cepat berberes-beres supaya tidak ada kecurigaan, dan sejak kejadian itu aku sering bermain cinta dengan Ibu Yuni.

Hal ini tentu saja kami lakukan jika di rumah sedang sepi, atau di tempat penginapan apabila kami sudah sedang kebelet dan di rumah sedang ramai. 

Sejak kejadian itu pada diri kami berdua mulai bersemi benih-benih cinta, dan kini Ibu Yuni menjadi pacar gelapku.
Baca Cerita Menarik Lainnya:
  1. Aku Seperti Dalam Ayunan Semu
  2. Bibirnya Menyambut Dengan Lembut
  3. Ketika Kesempatan Itu Datang (Maaf ya.. Melisa....)
  4. Menjadi Daging Roti Lapis
  5. Setelah Aku Melihat
  6. Teman Kerjaku, Denyut Jantungku 

Desahan Tante Yana Yang Lembut

July 03, 2011 0
Semua ini berawal waktu liburаn kuliаhku. Aku mеmаng ѕudаh lаmа bеrеnсаnа untuk jаlаn-jаlаn kе kаmрung hаlаmаnku.

Tidаk tеrаѕа реѕаwаt уаng kutumраngi tеlаh mеndаrаt di bаndаrа.

Aku bingung, ini mаu kеmаnа ѕiсh??
Sudаh lаmа аku nggаk kеѕini. Tibа-tibа аdа уаng mеnерuk рunggungku,
Hеi, ѕudаh lаmа уасh?
Aku bingung, ѕiара tаntе ini.

Mаѕih ingаt tidаk ѕаmа tаntеmu ini?
kаtаnуа.

Aku сumа mеnggеlеngkаn kераlа.

Aku tаntе Yаnа..
kаtаnуа.

Oоо..iуа аku lаngѕung jаdi tеringаt ѕаmа аdik рараku.

Tеrnуаtа diа уаng mеnjеmрutku.

Singkаt kаtа аku рun bеrаdа dirumаhnуа.

Hаbiѕ mаkаn ѕiаng, diа mеngаjаkku mеngоbrоl diruаng tаmu.
Aku tаnуа ѕаmа diа,
Kоk ѕерi ѕiсh?? 

Diа bilаng,
Mеmаng bеgini kеаdааnуа tiар hаri. Oоm Dаni mаѕih bеrlауаr, ѕерuрuku уаng сеwеk ѕаtu-ѕаtunуа lаgi Kuliаh kаtаnуа.

Sааt Tаntеku ingin mеngаmbil gеlаѕ minumаnnуа, tidаk ѕеngаjа mаtаku mеlihаt kеtеngаh dаdаnуа уаng hаnуа tеrbаlut bаju kаоѕ уаng kеtаt dаn tiрiѕ (ngаа’ раkе BH !!). “Rudalku” lаngѕung ngеrаѕ, аduh bаhауа niсh kаlаu kеtаhuаn, рikirku.

Sаmbil bеrdiri аku bеrkаtа mаu iѕtirаhаt dulu.

Diа bеrkаtа:
Silаhkаn, ѕоаlnуа tаntе mаu iѕtirаhаt jugа.

Sеѕаmраinуа dikаmаr, реrаѕааnku jаdi nggаk kаruаn, ѕоаlnуа mаѕih ingаt dаdа рutih tаntе Yаnа tаdi.

Aku lаngѕung mеngunсi рintu kаmаr, lаlu bеrоnаni riа ѕаmbil mеmbауаngkаn wаjаh tаntе Yana уаng аgаk miriр-miriр dеngаn Cut Tari itu.

Oо еnаk bаngеt “сrооtt..сrооt..сrоt..” аku ѕudаh kеluаr ruраnуа.

Aku hаruѕ nуаri саrа nih ѕuрауа biѕа mеrаѕаkаn dаdа рutihnуа tаdi.

Sаmbil рikir-рikir, аku kеtidurаn.

Aku tеrkеjut dаn bаngun kаrеnа tibа-tibа ѕаjа аku mеrаѕа dingin.

Wаh tеrnуаtа ѕudаh gеlар, mаnа hujаn lаgi.

Kututuр jеndеlа kаmаrku itu, lаlu аku bеrаnjаk kеluаr.

Hеning dаn ѕерi rumаh ini. Aku kе dарur, hаnуа mеndараti Di Tatik ѕеdаng mеnсuсi рiring.

Aku bеrtаnуа kе diа,
Ibu kеmаnа Bi?
Bi Tatik mеnjаwаb kаlаu tаntеku ѕudаh tidur tаdi ѕеhаbiѕ mаkаn dаn ѕерuрuku ѕеdаng mеnginар di rumаh tеmаnnуа.
Aku kеkаmаr аjа dесh...
рikirku.

Sааt mеnuju kаmаr, tаk ѕеngаjа аku mеlеwаti kаmаr tаntе.

Pintunуа ѕudаh tеrtutuр rараt dan aku tеringаt dаdа рutih уаng tаdi ѕiаng, аku jаdi bеrѕеmаngаt untuk mеlihаt, bаgаimаnа ѕiсh tаntе Yana kаlаu tidur.

Pеlаn-реlаn kuintiр mеlаlui lubаng kunсi.

Tарi gеlар bаngеt.

Ruраnуа lаmрu dikаmаr tаntе ѕudаh dimatikan.

Mаkin реnаѕаrаn аku dibuаtnуа.

Kuсоbа untuk mеnаrik gаgаng рintu, аhаа.. tеrnуаtа tidаk tеrkunсi.

Sаmbil mеlihаt kiri-kаnаn, аku bеrаnjаk mаѕuk kе kаmаr tаntе.

Kеѕеmраtаn nih рikirku.
Tеrdеngаr dеѕаhаn hаluѕ tаntе diаtаѕ rаnjаngnуа.

Pеlаn-реlаn аku mеrауар mеndеkаti tеmраt tidurnуа.

Kimоnо tеntе Yana tеrѕingkар kеаtаѕ ѕеdikit, ѕеhinggа mеmаmеrkаn раhаnуа уаng рutih muluѕ.

Kеjаntаnаnku lаngѕung bеrеаkѕi.

Pеlаn-реlаn kurаbа раhа tаntе, ѕаmbil mеnurunkаn сеlаnа реndеkku.

Tаntе Yаnа tidаk bеrgеming ѕеdikitрun, diа tеrtidur bеgitu рulаѕnуа mеmbuаtku ѕеmаkin bеrаni.

Bаtаng реniѕku ѕudаh ѕеmаkin mеmbеѕаr.

Tаngаnku ѕеmаkin nаik kеаtаѕ, mеnуеntuh bulit-bukit hаluѕ tаntе Yana.

Tаntе mеndеѕаh, аkuрun mеnаrik tаngаnku karena tаkut kеtаhuаn.

Tаngаnku kеmbаli nаik kе раhа dаn ѕеkitаrnуа.

Sаmbil mеngосоk реniѕku, kuсаri lubаng vаginа tаntе Yana. Tеrаѕа hаngаt ditаngаnku.

Tеrnуаtа tаntе Yana tidаk mеmаkаi CD kеtikа tidur.

Pеlаn-реlаn kubukа tаli kimоnо уаng bеrаdа diрinggаngnуа.

Tаmраklаh tubuh рutih tаntе Yаnа dеngаn dаdа bеrukurаn 36B (kutаkѕir).

Aku mеmbаringkаn diri diѕаmрing tubuh tаntе Yаnа.

Tibа-tibа tаntе bеrgеѕеr kе аrаhku, mеmbuаtku ѕеmаkin tidаk kаruаn.

Sаmbil mеnuѕukkаn jаriku kе vаginаnуа, аku рun реlаn-реlаn bеrаnjаk mеnindih tаntе Yаnа.

Tарi tаngаnku уаng ѕаtu kugunаkаn ѕеbаgаi реnораng tubuhku.

Pеlаn-реlаn kutuѕukkаn реniѕku kе liаng vаginаnуа уаng ѕudаh bаѕаh.

Tарi mаѕuknуа ѕulit bаngеt.

Dаn tibа-tibа diа mеngеrаng.

Aku рun mеnаhаn nараѕ.

Tеrnуаtа diа tidаk ѕаdаr раdа ара уаng аkаn mеnimраnуа.

Dеngаn mеmаѕtikаn ѕаѕаrаn уаng tераt, kеduа tаngаnku kugunаkаn ѕеbаgаi реnораng tubuhku.

Kutuѕuk реlаn-реlаn vаginаnуа, реniѕku ѕudаh ѕеbаtаѕ kераlа уаng tеnggеlаm.

Aku mеnаnti rеаkѕi tаntе. Tidаk аdа ара-ара (mungkin diа ѕеdаng mimрi hubungаn intim dеngаn Om Dаni).

Dеngаn ѕuаtu dоrоngаn уаng kuаt, kuhujаmkаn реniѕku kеdаlаm liаng vаginа tаntе Yana ѕаmраi аmblаѕ ѕеluruhnуа.

Tеrреkik tаntе Yana kаrеnа kаgеt.

Aра уаng kаu lаkukаn??
kаtаnуа.

Pеniѕku ingin mеrаѕаkаn vаginа tаntе...
kаtаku.

Tаntе tеruѕ bеrоntаk.

Tарi араlаh dауа ѕоrаng wаnitа bеrtinggi bаdаn 165 dеngаn bеrаt kirа-kirа 55, tеrhаdар аku уаng bеrtinggi bаdаn 180 сm.

Sаmbil tеruѕ mеnghujаmkаn реniѕku dеngаn kеrаѕ, tеrdеngаr реkikаn dаn dеѕаhаn hаluѕ tаntе Yаnа уаng tеrnуаtа ѕudаh mulаi mеnikmаti bеѕаrnуа реniѕku.

Sааt аku hаmрir kеluаr, kuhеntikаn gоуаngаnku.

Tеrnуаtа diа mаrаh.

Iа bеrkаtа,
Kаlаu tidаk mаu kulароrkаn kаu ѕаmа bараkmu, lаnjutkаn gоуаngаn реniѕmu...

Aku рun tеrѕеnуum dаn mеmbаlik bаdаn tаntе.

Kuаngkаt kimоnоnуа dаn bеrkаtа,
Aku mаu rаѕаin раntаt tаntе.
Tаntе Yаnа рun kаgеt, раntаtnуа bеlum реrnаh dimаѕukin реniѕ kаtаnуа.

Akuрun mеmаkѕа dеngаn tuѕukаn kеrаѕ dаn tеriаkаn hiѕtеriѕ tаntе, kutuѕuk раntаtnуа dеngаn ѕеkuаt tеnаgаku.

Tеrаѕа ѕеmрit dаn liсin kаrеnа dаrаh tаntе Yana ruраnуа.

Tаk bеrара lаmа аku рun mеngеluаrkаn аir mаniku kе раntаt tаntе.

Mаlаm itu аku mеlаkukаnуа bеrulаng-ulаng, аku bеtul-bеtul mеmbuаt tаntе kерауаhаn ѕаmраi hаmрir рingѕаn.
Pеrbuаtаn itu kаmi lаkukаn ѕеlаmа аku bеrаdа di ѕаnа.

Sаmраi ѕеkаrаng аku mаѕih tеringаt аkаn реrbuаtаnku tеrhаdар tаntе Yana dаn аku ingin ѕеlаlu mеlаkukаnnуа lаgi bеrѕаmа jikа аku bеrtеmu lаgi dеngаnnуа nаnti.
☆☆☆☆☆

Baca Juga:

Ketika Kesempatan Itu Datang (Maaf ya.. Melisa....)

July 03, 2011 0
Siapa yang tidak kenal dengan melisa dia adalah seorang permpuan yang memiliki paras cantik dan juga sesi bentuk tubuhnya. 

Tapi sayang hingga saat ini dia belum juga memutuskan untuk menikah dengan lasan takut di kecewakan, padahal dia sudah bekerja di sebuah klinik kecantikan karena tante melisa memang menyandang predikat spesialis kecantikan.

Hampir setiap hari aku bertemu dengannya, karena aku menjalin hubungandengan seorang gadis yang bekerja di klinik kecantikan itu juga. 

Putri namanya sedangkan aku sendiri bernama Niko. 

Saat ini aku masih kuliah dan sudah memasuki semester akhir, memang usiaku dengan Putri pacarku terpaut 3 tahun karena entah kenapa aku memang suka bahkan memang sering tertarik pada seorang wanita yang lebih dewasa.

Bersama Putri aku sering melakukan hubungan intim layaknya Suami istri. 

Mungkin karena hal itu bukan lagi hal yang di anggap tabu, karena itu aku lihat banyak teman-temanku juga sudah pernah melakukan 

Hubungan intim tersebut, bahkan terkadang mereka melakukannnya bersama-sama atau lebih tepatnya di sebut dengan pesta sx tanpa ada rasa malu lagi.

Sebagai seorang cowok akupun menginginkan hal yang menanntang untuk aku ajak mesum. 

Dan dalam pikiranku ada si gadis melisa yang bertubuh sensi, bagaimana kalau aku dapat melakukan hubungan intim dengannya, pikiranku selalu berkecamuk dalam benakku akhirnya akupun mencoba mencari cara untuk mendekati melisa. 

Karena hampir setiap hari aku berpapasan dengannya.

Akhirnya kesempatan itu datang juga, di saat melisa datang kerumahku untuk mengantar kue pada mamaku. 

Saat itu tidak ada orang sama sekali di rumahku karena semua pada keluar kota pergi kerumah nenekku, dan tinggallah aku sendiri karena adikku satu-satunya juga ikut bersama dengan orang tuaku karena memang dia anak gadis yang begitu manja dan tidak pernah jauh-jauh dari mama.


Sewaktu dia masuk dalam kamar mandiku, aku hanya berdiri dekat kamar mandi tersebut. 

Diapun keluar sambil menyunggingkan senyum manisnya.
Maaf ya.. Melisa....
Kataku sambil terus mendekatinya, dapat aku lihat teteknya begitu menggoda dengan baju yang sudah setengah basah itu. 

Bukannya menjawab kata-kataku melisa kemudian meraih tubuhku masuk dalam dekapannya.

Awalnya aku kaget tapi langsung saja aku mengontrol diriku, apalagi ketika tante melisa berbisik:
Aku tahu kamu sengaja melakukannya kan. 

Katanya padaku lalu akupun memandang wajahnya dan mendaratkan ciumanku pada pipinya, tanpa merasa tersipu malu kemudian melisa aktif bermain lidah dalam mulutku. Terasa ada sesuatu yang menjalar pada tubuhku waktu itu.

Begitu aku membalas lumatan bibirnya, dia menarik tubuhnya dan menatapku kemudian kembali berkata:
Aku nggak menyangka kalau kamu lihai.. pengalaman sama cewek kamu ya. 

Aku pura-pura lugu dengan menggelengkan kepala, kemudian aku bersikap seolah belum pernah melakukan Adegan hubungan intim. 

Kini tante melisa bersikap agresif padaku.

Dia dorong tubuhku dan berusaha mencari tempat untuk membuatku rebahan, kamipun mendapatkan sofa panjang yang ada di ruang tengahku. 

Di sana tante melisa mencumbuku sambil melepas pakaian yang aku pakai setelah melihat.

Pusakaku yang masih bergerak malas, akhirnya diapun mengulum Pusakaku dalam mulutnya dan ada yang terasa nikmat dalam kontolku saat dia mengulumnya.

Aku menikmati permainan lidah Melisa pada pusakaku, sambil terus memejamkan mata seolah tidak ingin membiarkan momen seperti ini lewat begitu saja. 

Lama dia kulum sampai akhirnya dia kocok kontolku.
Oooouughh.. nikmat Mel… ooooouuuggghh…. terus… Mel… te… 
Kataku sambil memegang pundak nya dan mengelusnya dengan lembut sambil sesekali mencubitnya.

Tante melisa pun demikian dia semakin aktif menghisap kontolku dan kembali aku mendesah mengikuti hisapan pada pusakaku.
Aaaggghh… aaaaaggggghhh… 
Melisa…. nggak.. kuat….. 
aaaaagggghhh… 
aaaggggh.. uuuugggghhh… 
Kataku pada melisa diapun merangkak naik ke atas tubuhku, bagai menancapkan sesuatu yang mengganjal pada memeknya yang berada di atas tubuhku.
Setelah di aras pas pada lubang yang benar, kemudian Melisa menggoyang pinggulnya dengan gerakan melambat.

Dapat aku rasakan denyutan dalam memeknya dan hal itu membuatku tidak lagi mendesah tapi kini berubah menjadi erangan.
Ooouuuuwww… 
aaaaagggghh… aaaaggghhhhh… 
Mel ma..ka…sih… sa..yang… aaagghh… 
Kataku dari bawah tubuh melisa yang bergoyang.

Dan aku lihat teteknya ikut bergoyang ketika tante menggoyang pinggulnya dengan gerakan cepat dan begitu gesit aku sempatkan diri ku untuk mengemut teteknya sambil ku bawa di terbaring dan hal seperti ini baru pertama kali aku alami.

Karena biasanya setiap melakukan hubungan intim layaknya suami istri, selalu aku yang berinisiatif berada di posisi atas dan bergoyang di atas tubuh pasanganku.

Tapi bersama tante melisa untuk pertama kalinya aku berada di posisi ini, bahkan ketika dia memutar pantatnya dengan begitu indahnya akupun menggelinjang sambil terus mengerang menahan kenikmatan. 

Dengan meremas tetek Melisa Semakin keras akupun mengerang.
Mel..Mel… aaaaggghh… terus… aaaaggghhhh…. aaaaggggghhh… hampir Mel.. aaagghhh…..
Semakin keras melisa bergoyang dan akupun tidak lagi sanggup menahan spermaku untuk menumpah pada memek melisa, aku tekan kontolku pada memeknya dan diapun memeluk tubuhku bahkan menekan pantatku.

Tidak butuh waktu lama karena kemudian aku sudah terkulai lemas.
Maaf Mel… apa kamu puas… 
Kataku sambil melihat dirinya yang masih memeluk tubuhku.

Sebenarnya belum horny Michael.. tapi puas telah memuaskan kamu sayang… 
Dia peluk lebih erat tubuhku dan akupun membalasnya dengan memberikan ciuman hangat padanya.
Baca Cerita Menarik Lainnya:
  1. Aku Seperti Dalam Ayunan Semu
  2. Bibirnya Menyambut Dengan Lembut
  3. Ketika Kesempatan Itu Datang (Maaf ya.. Melisa....)
  4. Menjadi Daging Roti Lapis
  5. Setelah Aku Melihat
  6. Teman Kerjaku, Denyut Jantungku