Showing posts with label Sporter. Show all posts
Showing posts with label Sporter. Show all posts

Bonek: Sporter Maling Gorengan menuju jalan yang lebih positif

July 01, 2019 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Bonek: Sporter Maling Gorengan menuju jalan yang lebih positif
Melihat Transformasi Bonek, Suporter Identik Kerusuhan yang Kini Berubah Jadi Salah Satu Terbaik
Bukan menjadi sebuah rahasia lagi, kalau sebagai kelompok suporter pendukung tim Persebaya Surabaya, Bonek atau bisa diterjemahkan Bondo Nekad, begitu lekat dengan sitgma negatif. Perilaku tidak anarkis sampai acap melakukan penjarahan menjadi biang keladi label tersebut disematkan kepada mereka. Khusus hal penjarahan sampai-sampai membuat Bonek dijuluki suporter maling gorengan (pencuri gorengan).

Mulai muncul pada tahun 1988-an, lantaran istilah dari masyarakat. Kelompok suporter tanah air satu ini ternyata sudah identik dengan aksi tidak anarkis sejak lama. Mungkin kalau boleh bergurau sejak lahir mungkin mereka sudah tawuran. Hal ini bukanlah tanpa alasan, catatan hitam bisa dibilang menjadi penanda kiprahnya di jagad sepak bola nasional.
Seperti diungkapkan oleh PanditFootball, pada tahun 1995 mereka sudah catatan aksi bentrok antar suporter ketika away day ke Semarang (PSIS). Selain itu ujar Slamet Oerip Prihadi yang dikutip laman sama, Bonek sempat membuat media kawakan JawaPos terkena tuah dari ulah anarkis mereka. Seperti, salah satunya ketiak harus membayar uang 50 juta sebagai bahan pertanggung jawaban dari aksi anarkis kelompok suporter tersebut.
Rusuh Tambak Sari [Sumber Gambar]
Kalau kalian berpikir aksi negatif pemain kedua belasitu hanya itu, tentu anggapan tersebut sangat salah. Dalam perjalanan bahkan mereka tidak pernah tanpa celah lakukan tindakan yang buruk. Seperti salah satunya pada 26 Juli 2018 lalu, oknum Bonek terlibat aksi perusakan dan pembakaran 3 motor dan 1 mobil di luar stadion Gelora Bung Tumo. Masih terkait, hal ini tentunya laga Stadion 10 November Tambak Sari ketika Persebaya Vs Arema tahun 2006, menjadi titik nadir terkelam pernah mereka lakukan.
Pembakaran oknum Bonek [Sumber Gambar]
Dilansir Antarnews, ketika itu mereka membakar sebuah mobil milik perusahaan tivi swasta ANTV dan melakukan perusakan Stadion dengan menghancurkan kaca-kaca di pintu masuk. Gila memang, tapi seperti telah diungkapkan di awal tadi kisah tersebut kini sudah beransung menghilang. Malahan citra Bonek sekarang bisa dibilang menjadi sangat lebih baik dari pada dahulu. Bahkan rekor-rekor apic, koreografi saat mendukung tim kesayangan, dan aksi bantuan sosial menjadi hal positif identik dengan mereka. Lagu-lagu provokatif pun juga jarang terdengar keluar dari mulut mereka.
Panti Asuhan Bonek [Sumber Gambar]
Aksi Bonek dalam bidang sosial juga tidaklah bisa dipandang sebelah mata, pada Rabu (8/8/2018), mereka terlibat dalam sebuah aktivitas sosial mendirikan panti asuhan di wilayah Sidaorjo. Tidak berhenti disitu saja, hampir setiap ada saudara kita alami musibah bencana mereka juga kerap rela turun ke jalan untuk lakukan penggalan dana. Selain untuk orang lain, kecintaan pendukung ini juga besar kepada klub.
Bonek di GBT [Sumber Gambar]
Hal ini dibuktikan dengan menjadikan klub Persebaya Surabaya, menjadi tim Liga 1 yang mempunyai jumlah penonton terbanyak. Tercatat dalam 17 pertandingan dijalani tim Bajul Ijo sekurangnya ada 485.328 penonton. Fanatisme positif mereka juga ditunjukkan dengan membuat tim identik warna hijau menjadi salah satu kesebelasan tanah air dengan penjualan jersey terbanyak yakni 21 ribu.
Aksi Bonek [Sumber Gambar]
Tapi dari semua kisah tadi, keberanian Bonek dalam mengambil sikap terkait pengaturan skore yang dituduhkan kepada klub kecintaan Persebaya adalah sebuah yang luar bisa hebat. Bahkan kalau ada penghargaan suporter terbaik mungkin mereka layak mendapatkannya. Ketika nama Persebaya diseret dalam kasus Match Fixing ada banyak Bonek merelakan timnya dihukum atau rela untuk degradasi.

Salah satu buktinya adalah pernyataan pentolan suporter Bajul Ijo tersebut Andie Peci, pria berperawakan kurus itu berujar dalam media sosial sebagai beikut, Bonek sudah teruji puasa nonton bola bertahun-tahun. Penegakan hukum tak boleh pandang bulu, termasuk kepada kesebelasan yang kita cintai, ujar Cak Andi di cuitan lainnya.

Melihat kisah tadi, tentu kalian bisa menilai sendiri bagaimana Bonek itu sekarang. Dan fakta-fakta tadi adalah sebagian kecil saja bukti bagaimana salah satu basis suporter satu ini sedang alami masa hijrah ke jalan lebih baik. Kalau menurutmu bagaimana sobat Boombastis kelompok suporter tersebut?
☆☆☆☆☆

Emosi Jiwa-Jiwa Bonek Untuk Persebaya

July 01, 2019 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Emosi Jiwa-Jiwa Bonek Untuk Persebaya (Lagu Song For Pride)
Siapa yang tidak kenal Bonek di jagat persepak bolaan Indonesia. Sporter Persebaya yang terkenal sadis dan maling gorengan ini kini menjadi Sporter yang penuh kearifan.

Bonek bisa dibilang menjadi borometer perkembangan Sporter Persepak Bolaan Indonesia, stetmen negatif yang selalu disandangnya, kini telah berevolusi menjadi Sosok Sporter yang Positif dan mampu mendongkrak Perubahan Persebaya.

Salam Wani yang tersemat didada bonek memeberi siyal bahwa mereka tidak pernah takut menghadapi segala halangan hanya demi satu tujuan, Mendukung Persebaya Sak Lawase.

Gairah Emosinal Bonek inilah, yang sering diharapakan oleh para pemain Sepak Bola manapun yang pernah merumput dengan Persebaya.

Bonek, selalu punya cara untuk membakar spirit Pemain Persebaya baik dalam kekalahan maupun kemenangan.

Berikut adalah Contoh Emosional Jiw-Jiwa Bonek Untuk Perebaya
CARA UNIK BONEK MEMPERMALUKAN PERSEBAYA
Ada yang luput dari perhatian banyak orang usai pertandingan kedua perempat final Piala Indonesia, Madura United melawan Persebaya, Kamis (27/6/2019) lalu.

Persebaya memang kalah 1-2 dan gagal lolos ke semifinal dengan agregat gol 2-3. Namun ratusan Bonek menyambut kedatangan bus tim Persebaya dengan selebrasi layaknya juara.

Ada cerawat merah yang dinyalakan. Ada yel-yel penuh optisme. Ada nyanyian lagu-lagu penuh dukungan sebagaimana biasa diperdengarkan dengan lantang di stadion.

Sambutan seperti ini sebenarnya bukan yang pertama. Saat Persebaya kalah 0-1 di Malang pada Liga 1 musim 2018, Bonek menyambut kedatangan para pemain bak juara.

Namun sambutan kali ini berbeda, karena sebelumnya Bonek melakukan pitch invasion saat Persebaya bermain imbang 1-1 di Gelora Bung Tomo pada pertandingan pertama. Sebagian Bonek menyatakan, aksi turun ke lapangan sebagai bentuk terapi kejut bagi Persebaya. Mereka jengkel melihat penampilan para pemain yang kurang trengginas.

Pitch invasion ini sendiri dikecam sebagian kalangan. Mereka yang mengecam aksi itu menganggap Bonek tak menghargai proses dan hanya ingin menang tanpa melihat proses di lapangan.

Tulus Budi, dedengkot Bonek Jogja, mengatakan sambutan terhadap tim Persebaya sepulang dari Pamekasan adalah apresiasi terhadap penampilan sepenuh hati di atas lapangan. 
Hasil akhir memang kalah, tetapi proses perjuangan selama 90 menit itu yang dihargai oleh Bonek.
katanya.

Sambutan ini juga menepis tudingan bahwa Bonek hanya ingin hasil instan. 
Sambutan Bonek ini adalah gambaran bagaimana arek Suroboyo cukup adil dalam memperlakukan tim kebanggaan dan sangat mengapresiasi perjuangan tanpa henti sepanjang laga di Ratu Pamelingan kemarin.
kata Tulus.

Hasan Tiro, Bonek di tribun timur, juga mengapresiasi perjuangan Persebaya di Madura. Menurutnya, Persebaya kalah karena kesalahan wasit dalam mengambil keputusan. 
Ada hand ball dan Balde dijatuhkan di kotak penalti. Tapi tak ada tindakan dari wasit.
katanya.

Husin Ghozali, Bonek di tribun utara, menegaskan bahwa dukungan terhadap Persebaya tak akan berubah. 
Bonek ingin Persebaya mendapatkan hasil yang maksimal mulai dari awal, biar tidak tertatih-tatih mengarungi Liga 1.
katanya. [wir/but]

ANDIK VERMANSYA PUN MENANGIS
Tangis haru mewarnai stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya usai pluit tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan wasit. Beberapa pemain Persebaya seperti Oktavio Dutra, Rendi Irwan, dan Misbakus Solikin terlihat merangkul dan mengajak Andik Vermasyah masuk ke tengah lapangan untuk menyanyikan Lagu Song For Pride.

Tangis Andi Vermansyah tak terbendung. Dia meneteskan air mata ketika lagu Song For Pride dinyanyikan oleh ribuan Bonek dan seluruh pemain Persebaya secara bersamaan. Selama lima menit, mantan pemain Persebaya di era 2000-an ini tertunduk dan mengusap wajahnya dan sesekali mengangkat kepala untuk mengusap air matanya yang sudah membasahi wajahnya karena keharuan.

Terlihat usai menyanyikan lagu, tangis Andik kembali merajuk bahkan Rendi Irwan sempat memeluk sang kawan yang pernah bertahun-tahun bersama membela Persebaya. Oktavio Dutra juga terlihat merangkul mantan pemain Selangor FC ini.

Tak banyak berbicara, usai selesai, Andik berlalu karena dijemput oleh manajemen Madura United. Dengan sesenggukan, ia pun masih sempat melambaikan tangan kepada suporter setia Persebaya yang memanggil-manggil namanya di tribun. [way/but]
☆☆☆☆☆

VIDEO: Highlights Liga 1 2019, Bali United Vs Persebaya 2-1

May 17, 2019 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
VIDEO: Highlights Liga 1 2019, Bali United Vs Persebaya 2-1
 Bali United mengawali Shopee Liga 1 2019 dengan kemenangan 2-1 atas Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (16/5/2019). Stefano Lilipaly menjadi sorotan dengan dua assist yang ditorehkannya.

Bermain di depan pendukungnya, Bali United langsung menebar ancaman sejak peluit babak pertama dibunyikan. Pada menit ke-15, publik tuan rumah bergemuruh menyambut gol Ilija Spasojevic.
Oleh Okie Prabhowo pada 16 Mei 2019, 23:56 WIB
Persebaya berhasil mencetak gol penyeimbang melalui Mokhamad Syaifuddin. Berawal dari kemelut di depan gawang Bali United, Syaifuddin berhasil mengecoh kiper Wawan Hendrawan dengan tembakan yang tak terbendung. Skor imbang bertahan hingga turun minum.

Memasuki paruh kedua laga, publik tuan rumah kembali bergemuruh menyambut gol Paulo Sergio pada menit ke-49. Memanfaatkan umpan silang Lilipaly, Paulo Sergio melepaskan tembakan yang berubah arah setelah mengenai pemain Persebaya. Bola pun masuk ke dalam gawang.

Apakah Bonekmania Adalah Sporter Yang Paling Ditakuti Di Piala Presiden Indonesia 2019?

March 31, 2019 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Apakah Bonekmania Adalah Sporter Yang Paling Ditakuti Di Piala Presiden Indonesia 2019?
Siapa yang tidak kenal Bonekmania dijagat sepak bola Indonesia dan Asia. Sporter yang dulu terlihat sangar dan menakutkan dimata publik sporter lainya kini telah berevolusi menjadi sporter yang penuh kreatifitas.

Sporter yang dianggap paling royal dari para seporter lainya ini, bagaikan maghnet bagi Club Persebaya Surabaya.

Bagaimana tidak?
Ketika Dualisme terjadi, Bonekmania tetap konsisten dan setia mendukung Persebaya yang Asli dan berani melawan Kekuatan Organisasi PSSI bada waktu itu.

Pada laga Kemarin Bonekmania mendapat pijian dari UNICEF.

Organisasi PBB yang fokus membantu menangani persoalan pada anak-anak, "United Nations Children's Fund" (UNICEF) kagum terhadap aksi "hujan boneka" yang dilakukan suporter Persebaya bonek dan bonita (bonek wanita).

Dari aksi tersebur, dapat dilihat Kepedulian Sporter Persebaya ini pada para penderita kanker anak yang ditunjukan bonek-bonita bisa menjadi virus positif bagi generasi muda di Indonesia.

Puluhan ribu suporter Persebaya pada Jumat (29/3/2019) melakukan aksi "hujan boneka" dengan cara melemparnya ke sisi lapangan sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak penderita kanker di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.

Aksi tersebut dilakukan saat Persebaya melawan PS Tira Persikabo di jeda pertandingan usai babak pertama Turnamen Piala Pressiden Indonesia Tahun 2019.

UNICEF, salut dan memberikan apresiasi tinggi atas gestur cinta dan sayang anak yang ditunjukkan suporter, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa anak-anaklah yang mampu merevolusi bonek.

Bonekmania dulu sempat ditakuti, tapi sekarang menjadi disegani dan diteladani.

Hakikat dari aksi yang dilakukan para bonek-bonita menginisiasi tindakan paling memukau sepanjang sejarah persepakbolaan Indonesia.

Mereka juga memberikan harapan besar kepada anak-anak penderita kanker melalui pesan positif yang diberikan di dunia olah raga.

Arie juga menjelaskan, penyembuhan kanker tak cukup hanya dilakukan secara medis, tapi dukungan penuh dari keluarga, kawan dan tetangga bisa memberikan banyak harapan.

Termasuk dukungan Bonek yang bisa menjadi 'supporting system' bagi anak-anak penderita, palliative care, dan menjadi pemangku kepentingan kampanye peduli kanker di Indonesia.

Inilah Evolution Bonekmania, Berjingkrak Bergoyang Royalitas Tanpa Batas Dan Penuh Kreatifitas
Bonek, Suporter Persebaya, menghujani Stadion Gelora Bung Tomo dengan boneka saat Persebaya menjamu Tira Persikabo tadi, Jumat (29/3/2019) sore. Aksi di Delapan Besar Piala Presiden 2019 ini merupakan bagian dari program berbagi kebahagiaan dengan anak-anak penyandang kanker.
☆☆☆☆☆

Andik Vermansah Resmi Ke Madura United

December 23, 2018 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Andik Vermansah Resmi Ke Madura United 
Kabar mengejutkan datang dari salah satu pemain Timnas Indonesia, Andik Vermansah yang resmi berseragam Madura United musim depan. 

Sebelum bergabung dengan Madura United, harga Andik Vermansah ternyata terbilang murah bahkan lebih murah ketimbang dua pemain Persebaya.

Seperti diketahui sebelumnya, jika nama Andik Vermansah sangat erat dikaitkan dengan Persebaya Surabaya. 

Terlebih pemain berusia 27 tahun tersebut, sempat tertangkap kamera tengah berada di kota pahlawan untuk menyaksikan laga Persebaya.

Para Bonek (pendukung Persebaya Surabaya) pun sangat mengharapkan sang pemain kembali berseragam hijau-hijau musim depan, dan membawa Persebaya menancapkan tajinya di Liga Indonesia.

Namun jelang Liga 1 musim depan dimulai, kejutan datang saat sang pemain memutuskan untuk bergabung dengan laskar sapeh kerap, Madura United.

Rumor pun muncul jika manajemen Persebaya Surabaya merasa kesulitan mendatangkan Andik Vermansah lantaran harga yang terlalu mahal. Namun jika melihat dari laman seputar transfer pemain transfermarkt harga Andik justru tak terlalu mahal.

Bahkan harga mantan pemain Selangor FA tersebut lebih murah ketimbang dua punggawa Persebaya Surabaya, yakni Osvaldo Haay dan Irfan Jaya.

Titik Terang Berita Transfer Andik Vermansah
Titik terang tentang berita transfer Andik Vermansah menemui kejelasan pada Senin (24/12/2018) malam.

Andik Vermansah resmi ke Madura United setelah sontak dikabarkan akan kembali ke mantan klubnya yakni, Persebaya Surabaya.

Andik Vermansah menandatangani kontrak dengan durasi 1 musim Liga 1 2019 bersama Madura United.

Disebutkan jika Andik Vermansah memiliki nilai jual sekitar 125 ribu Euro atau setara dengan Rp2 miliar lebih.

Sementara Irfan Jaya memiliki nilai jual 200 ribu euro atau Rp3,3 miliar dan Osvaldo Haay bernilai 225 ribu euro atau sekitar Rp3,7 miliar.

Tanggapan Madura United
Dilansir dari akun Twitter Madura united @MaduraUnited, Andik Vermansah mengatakatan bahwa siang tadi ia berkomunikasi langsung dengan Bonek, Persebaya Surabaya, dan Madura United.
Andik Vermansah berkomunikasi langsung dengan Azrul, Chandra Persebaya, berbicara tentang tingkat possibility Andik di Persebaya.

Kesimpulan dari komunikasi tersebut bahwa Andik dengan Persebaya Surabaya sudah sama-sama ikhlas tentang masa depan kedua belah pihak.

Andik Vermansah gabung ke Madura United dengan durasi 1 musim kempetisi 2019.

Andik Vermansah Save The Green Force
Andik Vermansah memang gagal kembali ke Club yang membesarkannya. Tapi royalitas Andi Vermansah terhadap Ths Green Force bukan hanya hisapan jempol saja.

Peristiwa itu dapat di lihat ketika Andik Vermansah menandatangani kontrak dengan Madura United.

Pihak Madura United menghargai fanatisme Andik kepada "the green force", sehingga saat tanda tangan kontrak, Andik Vermansah meminta izin untuk menggunakan kaos hijau atribut Bonek.

Batalnya Andik Vermansah bergabung dengan Persebaya Surabaya musim ini bukan karena masalah uang atau nilai kontrak.

Madura United telah lama mengincar Andik Vermansah.
Tahun lalu, Madura United gagal mendatangkan Andik Vermansah lantaran gelandang Timnas Indonesia ini lebih memilih gabung dengan klub Malaysia, Selangor FC.

Sebelum bergabung dengan Madura United, Andik Vermansah sejak 2014 hingga 2018 bermain di Malaysia Super League.

FoxSportAsia
Dilansir dari FoxSportAsia, Madura United berhasil mendapatkan tanda tangan bintang Timnas Indonesia Andik Vermansah untuk Liga 1 musim depan.
Pindahnya Andik Vermansah ke Madura United menutup spekulasi bahwa ia akan bergabung dengan Persebaya Surabaya.

Madura United berharap kedatangan Andik Vermansah dapat meningkatkan performa tim dan mencapai puncak tertinggi di Liga 1 musim depan.

Bayu Gatra Di Gantikan Andik Vermansah
Untuk diketahui Madura United ditinggal Bayu Gatra yang memutuskan untuk hengkang.
loading...

loading...

Berseragam Madura United selama 3 musim, Bayu Gatra hengkang dengan tujuan untuk mencari pengalaman baru di klub lain.

Dari akun Instagram Bayu Gatra @bayu23gatra ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada official dan teman-teman satu timnya.
Terima kasih kepada bapak Achsanul Qosasih, bapak Haruna, jajaran manajemen dan pelatih, serta teman-teman satu tim saya.
ujar Bayu Gatra.

Bayu Gatra juga mengucapkan rasa terima kasih untuk Suporter Madura United (Kacong Mania) yang telah mendukung di saat menang ataupun kalah.

Selama 3 musim berada di Madura United, Bayu Gatra merasa senang dan bahagia.
☆☆☆☆☆

Persebaya Akhiri Musim Dengan Eforia Green Force Dan Bonek Mania Di Liga 1 Go-Jek 2018

December 09, 2018 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Persebaya Akhiri Musim Dengan Eforia Green Force Dan Bonek Mania Di Liga 1 Go-Jek 2018
Persebaya Surabaya yang sempat merubah namanya menjadi Persebaya 1927 adalah sebuah klub Sepak bola profesional di Indonesia yang berbasis di Surabaya yang berdiri pada 18 Juni 1927 dengan nama Soerabajasche Indische Voetbal Bond (SIVB) dan sudah malang melintang dikancah sepak bola Indonesia. 
Sempat di bekukan oleh PSSI dan disahkan kembali oleh PSSI sebagai anggota di Kongres Tahunan PSSI Bandung pada tanggal 8 Januari 2017.

Liga 1 2017 (juga dikenal dengan nama GO-JEK Traveloka Liga 1 2017 untuk alasan komersil), merupakan musim ke-60 dari kasta sepak bola tertinggi di Indonesia (di bawah PSSI) dan edisi perdana dengan menggunakan nama baru Liga 1 untuk menggantikan Liga Super Indonesia. Musim ini dimulai pada 15 April 2017.

Dimusim 2018, Persebaya mampu mengikuti Liga ini setelah lolos dan menjadi Juara Divisi Utama Liga 2.
loading...

Walaupun sempat mengahadapi kendala dan Akhirnya mengganti pelatih di akhir Liga 1 2018 ini, akhirnya Persebaya mampu menoreh hasil manis dengan menduduki Posisi Ke 5 kelasemen Liga 1 Indonesia ini yang di arsiteki oleh Djadjang Nurdjaman.

Persebaya Vs PSIS Semarang
Persebaya Surabaya memang hanya menang 1-0 saat menjamu PSIS Semarang, Sabtu (8/12) sore WIB di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Namun, tetap saja menjadi akhir musim yang indah karena menutup Liga 1 2018 dengan kemenangan.

Gol semata wayang Persebaya dicetak Fandi Eko Utomo pada menit ke-56.

Ini adalah laga terakhir Persebaya di Liga 1 2018.

Persebaya mendapatkan peluang emas dari peluang David da Silva pada menit kelima. Walaupun berhasil melewati bek dan kiper, namun bola melenceng di kiri gawang.

David kembali mendapat peluang pada menit keenam. Kali ini bola berhasil ditepis kiper.

Tuan rumah mendapatkan peluang emas ketiganya pada menit ke-20. Kali ini giliran Irfan Jaya yang mengancam gawang PSIS.

Sayang peluang penggawa Tim Nasional (Timnas) Indonesia berhasil digagalkan kiper Joko Ribowo.

Tendangan first time dilesakkan Fandi Eko Utomo pada menit ke-27. Lagi-lagi bola berhasil ditepis Joko Ribowo.

Kapten tim PSIS Hari Nur Yulianto juga mengancam gawang Persebaya. Namun tembakannya berhasil diamankan kiper Miswar Saputra.

PSIS memperoleh kesempatan emas dari tembakan keras Bruno Silva menit ke-42. Akan tetapi kesempatan Bruno dapat digagalkan kiper Miswar Saputra. Skor imbang tanpa gol bertahan hingga turun minum.

Persebaya membuka kesempatan pada babak kedua lewat peluang Fandi Eko Utomo menit ke-52. Akan tetapi bola melebar tipis di samping gawang. Padahal tendangan kaki kiri Fandi Eko telah gagal ditepis Joko Ribowo.

Persebaya akhirnya mencetak gol pada menit ke-56. Gol Persebaya diceploskan oleh Fandi Eko. Fandi mencatatkan namanya di papan skor setelah memaksimalkan bola pantul dari tendangan Rendi Irwan yang diblok bek PSIS.

Pertandingan sempat terhenti pada menit ke-58. Wasit menghentikan laga selama dua menit karena ada flare yang menyala di tribune. Setelah laga kembali berlangsung, Persebaya kembali menekan pertahanan PSIS.

Persebaya dibuat kesulitan untuk mencetak gol di pertandingan ini. Padahal Persebaya mendominasi pertandingan dan menciptakan banyak kesempatan. Selain lini pertahanan yang tangguh, kiper PSIS juga bermain apik di laga ini.

PSIS memperoleh kesempatan dari tendangan bebas Bruno Silva pada menit ke-76. Akan tetapi bola berhasil diblok kiper Miswar Saputra. Selepas itu, Persebaya kembali mengambil kendali pertandingan.

Sebuah umpan lambung diberikan Irfan Jaya ke arah David da Silva pada menit ke-84. Sayang kesempatan ini digagalkan kiper Joko Ribowo. David da Silva hampir mencetak gol pada menit ke-90. Sayang tendangan bebasnya belum berbuah gol.

Persebaya belum menghentikan tekanannya ke gawang PSIS pada masa injury time. Akan tetapi tekanan-tekanan itu tak membuat Persebaya untuk menambah gol. Skor 1-0 tak berubah hingga laga berakhir.

SUSUNAN PEMAIN
Persebaya Surabaya: 
Miswar Saputra, Rachmat Irianto, Otavio Dutra, Ruben Sanadi, M. Syaifuddin, Misbakhus Solikin, Fandi Eko Utomo (Ferinando Pahabol, 85’), Rendi Irwan Saputra (OK John, 70’), Irfan Jaya, Oktafianus Fernando (Andri Muliadi, 90+2), David da Silva
Pelatih: 
Djadjang Nurdjaman

PSIS Semarang: 
Joko Ribowo, Gilang Ginarsa, Haudi Abdillah, Petar Planic, Safrudin Tahar, M. Yunus (Widya Wahyu, 81’), Nerius Alom, Bayu Nugroho (Melcior Majefat, 87’), Komarudin, Hari Nur Yulianto, Bruno Silva
Pelatih: 
Jafri Sastra

Wasit: 
Yudi Nurcahya (Jawa Barat)
Penonton: 
50.000
Tempat Laga
Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya
Djadjang Nurdjaman
Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman memberikan apresiasi kepada Bonek Mania karena sangat antusias mendukung perjuangan Green Force pada laga pamungkas Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (08/12) sore.

Suporter yang identik dengan warna hijau tersebut menampilkan berbagai koreo unik sebagai bentuk dukungan. Bahkan setelah wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, para suporter berpesta dengan menyalakan flare.
Kita ucapkan terima kasih setinggi-tingginya, penghargaan setinggi-tingginya, apresiasi setinggi-tingginya kepada Bonek yang datang ke stadion untuk mendukung langsung penampilan pemain.
kata Djanur usai pertandingan.

Diakui Djanur, antusiasme yang ditunjukkan oleh Bonek Mania tidak pernah dirasakan sebelumnya ketika menukangi tim lain.

Termasuk ketika juru taktik asal Majalengka ini menjadi arsitek Persib Bandung.
Luar biasa, saya jadi merinding melihatnya begitu penuh, Bandung pernah penuh, tapi mungkin tidak sebanyak ini.
tegasnya.

Jadi Pelecut Semangat
Sehingga menurut Djanur, kondisi tersebut sangat berdampak terhadap penampilan Rendi Irwan dan kolega.

Mereka menjadi termotivasi untuk mengerahkan seluruh kemampuannya demi Persebaya.
Terima kasih sekali lagi dan ini membuat tambahan motivasi bagi pemain. Saya rasa pasti itu mereka rasakan.
lanjut Djanur.

Walaupun sedikit kelelahan tapi karena dorongan dari bonekmania saya pikir mereka tampil cukup konsisten pada sore hari ini.
mantan pelatih PSMS Medan ini mengakhiri.










☆☆☆☆☆

Misteri Penyakit Kiper Terbaik Arema FC (Kurnia Mega)

December 02, 2018 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Misteri Penyakit Kiper Terbaik Arema FC (Kurnia Mega)

Arema tertarik mengontraknya karena Kurnia adalah punggawa Timnas U-19.

Kurnia adalah adik kandung dari Achmad Kurniawan yang juga merupakan penjaga gawang dari Arema.

Diberkati dengan tinggi badan 187 cm yang proporsional dan kemampuan-refleks yang baik, sudah mendorong namanya sebagai kiper utama di Indonesia U-23 di bawah asuhan Rahmad Darmawan.

Pada Kompetisi 2008/ 2009 ia mendapatkan sanksi 12 bulan dan denda 30 juta dari Komdis PSSI, namun dipotong menjadi 5 bulan dan denda 30 juta oleh Komdis karena terkait kerusuhan saat melawan Bontang PKT.

Di Kompetisi ISL II 2009/2010, ia dinobatkan sebagai pemain terbaik menyisihkan nama-nama seperti Aldo Bareto, Christian Gonzalez, dan Ricardo Salampessy.

Pada tahun 2016, ia menjalani trial bersama klub Jepang, Gamba Osaka.

Namun setelah masa trialnya selesai, Meiga memutuskan untuk kembali bergabung dengan Arema Cronus.

Kurnia Meiga Hermansyah mulai tenggelam dan hilang dari ingar bingar persepakbolaan Indonesia sejak 2017 silam.

Awalnya, Meiga dikabarkan mengalami cedera yang cukup serius hingga harus menepi sampai akhir musim 2017.

Namun hingga kini kejelasan mengenai kondisi sebenarnya dari Bang Entong, sapaan akrabnya, belum ada titik cerah.

Meskipun Bang Entong acap kali mengunggah keadaan terkini melalui akun sosial medianya, tetapi itu tak banyak membantu.

Rumor mengenai penyakit yang menimpa Kurnia pun semakin tak terelakkan.

Yang terbaru, istri kiper dengan panggilan akrab Entong itu pun geram dengan berbagai isu yang berkembang.

Setelah mencuat rumor terkena penyakit gangguan penglihatan, kini ia dikabarkan tengah diguna-guna.

Sebelumnya, pelatih Arema FC Joko Susilo sempat mengutarakan mengenai penyakit yang menimpa kiper andalannya tersebut.

Menurut pria asal Cepu itu, Kurnia Meiga tengah diterpa penyakit tifus dan terpaksa absen dalam jangka waktu yang cukup lama.

Mengenai kabar tak sedap tersebut, istri Kurnia Meiga, Azhiera Adzka Fathir, merasa terganggu dan memutuskan untuk angkat suara.

Azhiera mengungkapkan bahwa rumor apa pun mengenai penyakit suaminya tidaklah dibenarkan.

Terlebih, sebelumnya kiper andalan Timnas Indonesia tersebut sempat dikabarkan mengalami kebutaan pada kedua matanya.
Itu semua tidak benar. Suami saya memang ada sedikit gangguan kesehatan. Namun untuk saat ini, kami belum bisa memberikan kabar secara detail.
Wanita yang resmi dipersunting Kurnia Meiga pada 12 Mei 2013 itu juga menyatakan, bahwa suaminya memang sempat mengalami tifus.
Hanya saja awalnya, suami saya mengalami sakit tifus dan demam berdarah. Jadi, biarkan suami saya fokus pada penyembuhan saja dulu.
Tidak hanya itu, Zhia, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa kini suaminya sudah dalam masa pemulihan dan berharap doa untuk kesembuhannya.
Saat ini, kondisi suami saya sudah pulih dari penyakit tifus, hanya tinggal penyembuhan saja. Sejauh ini, kondisinya sudah mencapai 75 persen.
☆☆☆☆☆
Berikut salinan isi pesannya.
Kurnia Meiga, Kiper Utama Tim Nasional Senior
BUTA TERKENA SERANGAN MISTERIUS

"mBah Coco sangat prihatin, mendengar kabar dari kota Malang, tempat bernaungnya kiper utama tim nasional Indonesia, Kurnia Meiga, yang dinyatakan mengalami buta secara misterius. Kiper Arema FC ini, sampai malam ini, sedang mencoba berobat secara supranatural."

"Peristiwa si Entonk, julukan Kurnia Meiga ini, mengalami buta, setelah tim Arema FC berlaga ke Banjarmasin, menghadapi Barito Putra, yang berkesudahan 1 - 2 untuk tim tamu Arema FC, pada tanggal 23 Agustus lalu. Dan, saat menghadapi PSM Makassar di Kanjuruhan, yang berakhir dengan skor 3 - 3, penggemar "Singo Edan" sudah bertanya-tanya, kemana Kurnia Meiga, yang sudah tidak masuk dalam lineup."

"Awalnya, sejak pulang dari Banjarmasin, Kurnia mengalami demam, dan kemudian mengalami kebutaan pelan-pelan, yang menurut desas-desus di sekitar markas Arema FC, ada gejala "serangan mendadak" secara metafisik."

"Saat menghadapi Barito, menurut para pemain Arema, Kurnia sudah mengalami gejala, tidak bisa melihat begitu banyak gerakan-gerakan teman atau lawannya. Dan, kemudian dirsakan terus menerus jadi seperti kabur samar-samar, dan kini tak bisa melihat apapun."

"Selama hampir sebulan ini, semua rumah sakit khusus mata, menyatakan bahwa penyebab kebutaan Kurnia, belum ditemukan. Sudah nyaris semua rumah sakit di Malang, tak ada yang bisa menyembuhkannya."

"mBah Coco, hanya mencoba memberi kabar, agar induk organisasi sepak bola Indonesia - PSSI, atau pun juga Menpora, bisa mencaikan jalan keluarnya, agar kiper tim nasional berusia 27 tahun ini, bisa kembali pulih kembali. Dan, bisa disembuhkan kembali, agar bisa memperkuat tim nasional Indonesia, mau pun Arema FC."

"Ayo, Kurnia jaga semangatmu, dan segera angkat penyakitmu dan buang jauh-jauh !!!"
☆☆☆☆☆

Baca Juga:

Liga 1 Indonesia 2018: Persebaya Surabaya (3) vs (0) Persija Jakarta Persib Aman Dipringkat 2 Liga 1

November 05, 2018 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Liga 1 Indonesia 2018: Persebaya Surabaya (3) vs (0) Persija Jakarta Persib Aman Dipringkat 2 Liga 1
Persebaya Surabaya tampil percaya diri saat meladeni tamunya Persija Jakarta di Gelora Bung Tomo, Surabaya, Persebaya Surabaya unggul 3-0 dan berhasil mengamankan 3 poin penuh dalam lanjutan pertandingan Go-Jek Liga 1 Bersama Bukalapak.
Laju Persija Jakarta untuk meraih lima kemenangan beruntun terhenti oleh tuan rumah Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (4/11/2018).
Persija kalah 0-3 usai gawang Shahar Ginanjar jebol oleh gol Osvaldo Haay (2), Oktafianus Fernando (30) dan ditutup oleh gol Feri Pahabol pada menit 78, di depan 50 ribu Bonek yang memadati Stadion Gelora Bung Tomo.
Bukan itu saja, akibat kekalahan tersebut, laju meraih gelar juara Persija harus tersendat dan makin berjarak empat poin dengan pemuncak klasemen PSM Makassar yang sudah mengoleksi 53 poin.
Kemenangan Persib Bandung atas Bhayangkara FC juga menambah derita tim asal ibu kota yang harus tergeser dari posisi kedua ke posisi tiga.
Kini, Persib Bandung mengantongi 49 poin dan Persija 48 poin.
Hanya saja, Persija masih memiliki satu pertandingan sisa.
Atas hasil negatif pekan ini, Pelatih Persija, Stefano Cugurra Teco menyebut:
Masih ada peluang untuk timnya bisa naik ke puncak klasemen dan akan fokus ke pertandingan terdekat menjamu PS Tira.
Di sisi lain, tambahan tiga poin untuk Persebaya membuat tim berjuluk Bajul Ijo naik dari posisi 13, ke posisi 9 dengan koleksi 38 poin.
Tiga tim di bawah Persebaya juga punya poin yang sama, yaitu Arema FC, Persipura Jayapura dan Persela Lamongan.
Dikutib dari Kompas.com

Dalam laga pekan ke-29 Liga 1, Bajul Ijo berhasil menang telak 3-0 atas Macan Kemayoran. Gol kemenangan Persebaya dicetak oleh Fandi Eko Utomo pada menit kedua, Oktafianus Fernando (30'), dan Ferinando Pahabol (79').

Djanur, sapaan Djadjang Nurdjaman, cukup senang dan bangga karena timnya sudah mengalahkan tim besar seperti Persija.
Pasti spesial karena Persija adalah kandidat juara. Kami ada di papan bawah dan menuju ke tengah. Saya pikir cukup surprise bisa mengalahkan tim besar.
ucap Djanur dalam sesi konferensi pers seusai pertandingan.

Djanur pun merasa tertantang untuk bisa mengalahkan klub-klub besar lainnya, yang secara peringkat berada di papan atas klasemen sementara Liga 1. 
Persib sudah kami kalahkan. Masih ada beberapa tim besar lagi, seperti Bhayangkara FC dan PSM Makassar, yang perlu kami kalahkan juga. Mudah-mudahan bisa.
kata Djanur.

Keberhasilan mengalahkan tim-tim besar, menurut Djanur, semakin menambah motivasi pemain untuk bisa merangkai kemenangan melawan klub-klub yang berada di papan atas klasemen.

Namun, Djanur mengaku tidak mau takabur dan memilih untuk tetap menjaga konsistensi dan laju positif timnya.
Namun, bukan percaya yang berlebihan, bukan takabur, tetapi kami akan berusaha sekuat tenaga untuk itu (menang).
ucap Djanur.

Hasil ini membuat Persebaya memutus rentetan kemenangan Persija di empat laga sebelumnya.

Tambahan tiga poin membuat Persebaya naik ke peringkat kesembilan klasemen dengan koleksi 38 poin.

Sementara itu, Persija tertahan di peringkat ketiga dengan koleksi 48 poin dari 28 laga. Persija masih menyisakan satu laga tunda melawan Persela Lamongan.
☆☆☆☆☆

Penyebab Khabib Nurmagomedov Petarung UFC asal Rusia Marah

October 10, 2018 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Penyebab Khabib Nurmagomedov Petarung UFC (Muslim) asal Rusia Marah
Apa Itu UFC????
Didalam sejarah tradisi pertarungan minim aturan mulai berkembang pada akhir abad ke-19, di daratan Amerika. 

Pada masa tersebut banyak pegulat yang bekerja pada karnival keliling. 

Di dalam karnival, sang pegulat membuat sayembara dimana siapa yang berhasil bertahan di dalam ring selama waktu yang ditentukan akan memenangkan sejumlah uang. 

Perlombaan tersebut dapat diikuti banyak peserta, meskipun demikian, karena pegulat tersebut sangat mahir, seringkali peserta tidak berhasil memenangkan sayembara. 

Seni bela diri campuran atau lebih dikenal dengan sebutan Mixed Martial Arts (MMA) adalah:
Olahraga kontak yang memperbolehkan berbagai teknik pertarungan, seperti pergumulan, tendangan, dan pukulan. 
Di dalam MMA, masing-masing praktisi didorong untuk mengkombinasikan teknik dari berbagai cabang seni bela diri untuk melumpuhkan lawan.

Pada hari Minggu 07 Oktober 2018, Petarung UFC asal Rusia, Khabib Nurmagomedov berhasil mempertahankan gelar juara dunia kelas ringan UFC setelah menang submission atas Conor McGregor pada pertarungan di T-Mobile Arena, Las Vegas.

Namun gelar juara yang kembali didapatkan petarung asal Rusia itu nyatanya kalah menarik dari aksi spontannya yang melompati pagar usai pertarungan dan menyerang salah satu orang yang menjadi bagian dari tim McGregor, Dillon Danis.

Apa yang dilakukan Khabib tersebut jelas menjadi sorotan. Selain karena melanggar aturan yang ada, apa yang pria 30 tahun lakukan itu sekan menjadi rentetan dari drama yang yang terjadi antara dirinya dengan McGregor sejak beberapa hari sebelum pertandingan berlangsung.

Namun di tengah itu semua, teka-teki menyeruak. 
  1. Apa yang sebenarnya membuat Khabib begitu terlihat emosional selepas pertarungan? 
  2. Apakah benar karena drama yang selama sebelum pertandingan terus terjadi antara dirinya dengan McGregor dan timnya?
  3. Atau, mungkinkah ada hal lain yang memantiknya sehingga bukan McGregor, tetapi sosok Dillon Danis yang malah menjadi targetnya kala itu?
Namun selepas beberapa waktu yang lalu, apa yang menjadi pemantik kemarahan Khabib Nurmagomedov usai pertarungan mulai terungkap.

Seperti yang dilaporkan oleh portal berita olahraga TMZ Sports, sosok Dillon Danis menjadi sasaran amukan Khabib lantaran dirinya merasa dihina oleh kalimat yang dilontarkan pelatih McGregor tersebut.

Bersumber dari dari salah satu penonton yang duduk di dekat perkelahian tersebut, Dillon Danis terdengar selalu memberikan hujatan selama pertarungan berlangsung ke arah Khabib, yakni kalimat bernada rasis:
Tikus Muslim Sialan
seperti dilansir dari portal berita olahraga TMZ Sports.

Sebelumnya, panggilan tikus atau 'rat' ke arah Khabib memang sudah didengung-dengungkan oleh McGregor setidaknya selama seminggu sebelum pertandingan itu akan berlangsung.

Sementara untuk hinaan rasis merujuk agama, juga cukup sering dilontarkan pria asal Irlandia itu sejak sebelum pertarungan sebenarnya benar-benar di mulai di oktagon arena.
Kini, kabar terbaru mengatakan bahwa baik Conor McGregor dan juga Khabib Nurmagomedov akan melakukan pertandingan ulang. 
Hal tersebut diungkapkan oleh bos UFC, Dana White.
McGregor telah menghubungi saya langsung, dan meminta tanding ulang. Itu yang Conor minta kepada saya.
ujar White seperti dikutip dari Bleacherreport.

Meski demikian, White belum bisa mengambil keputusan.

Ia pun masih mencoba mempertimbangkan permintaan McGregor tadi. 
Kita lihat saja apa yang terjadi ke depannya.
ungkap White.
Biodata
Khabib Abdulmanapovich Nurmagomedov (Russian: born September 20, 1988) is a Russianprofessional mixed martial artist of Avarethnicity. 
Nurmagomedov is a two-time Combat Sambo World Champion and currently holds the longest undefeated streak in MMA, with 27 wins. 
He remains undefeated in professional MMA.
The reigning undisputed UFC Lightweight Champion, he is the first Russian to win a UFC title.
As of October 8, 2018, he is ranked #2 in the official UFC pound-for-pound rankings.
☆☆☆☆☆

Cerita Lawatan Persebaya ke Markas Arema (Premanisme Dan Anarkisme)

October 07, 2018 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang:
Cerita Lawatan Persebaya ke Markas Arema (Premanisme Dan Anarkisme) 
Lawatan Persebaya Surabaya ke markas Arema FC, Sabtu sore (6/10/2018) melahirkan banyak cerita. Di atas lapangan, laga bertajuk Derbi Jatim itu berakhir dengan skor 1-0 di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Sebelum pertandingan dimulai, ketegangan dialami kedua kubu. Persebaya terlihat begitu membatasi sebaran informasi mengenai perjalanan mereka melakoni tandang kali ini.

Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman, sempat menyembunyikan informasi jam keberangkatan mereka ke Malang. Termasuk juga, hotel yang menjadi tempat menginap skuat Bajul Ijo.

Lalu, rantis jenis barracuda juga menghiasi laga ini sebagaimana pertandingan besar yang selama ini ada di Indonesia. Pemain, jajaran pelatih, serta ofisial tim Persebaya menaiki empat barracuda untuk tiba di Stadion Kanjuruhan.

Semua terlihat sangat lancar saat pemain Persebaya masuk ke lapangan untuk melakoni sesi pemanasan. Tidak ada pelemparan yang dilakukan Aremania karena Tribune VIP yang dekat pintu keluar-masuk pemain memang sepi.

Upaya menebar perdamaian juga dilakukan pemain di laga ini. Rendi Irwan dkk. memutuskan untuk menyapa Aremania sesaat setelah masuk ke lapangan untuk melakoni pemanasan.

Demikian halnya pemain Arema yang juga ingin persatuan dan kedekatan dengan pemain Persebaya. Kedua kubu melakukan sesi foto secara bersama, dan juga berdoa di lingkaran tengah lapangan.

Hanya, Aremania memilih cara yang tidak terpuji untuk membuat pertandingan jadi lebih semarak. Dengan jumlah penonton yang ternyata tak membuat stadion penuh, mereka malah beberapa kali terlibat keributan di tribune.

Mulanya, ada dua orang yang diamuk Aremania di Tribune Timur yang berhasil diamankan aparat keamanan. Berdasarkan informasi yang dihimpun Bola.com, dua orang itu adalah copet yang beraksi saat pertandingan berlangsung.
Kericuhan di Tribune
Keributan sesama Aremania juga terjadi di Tribune Kidul. Ada satu orang yang dikeroyok karena dituduh anggota Bonek (suporter Persebaya). Padahal, dia memakai kaos berwarna biru dengan tulisan 'Aremania' dan memiliki KTP dengan domisili Malang.

Tak cukup sampai di situ, Tribune VIP juga mengalami keributan saat babak pertama hendak berakhir. Di babak kedua, Aremania di tribune tersebut juga meneriaki ofisial tim Persebaya dengan ucapan yang kurang pantas.

Semua perilaku Aremania itu memperlihatkan pertandingan di atas lapangan kalah seru dengan di tribune penonton. Itu pun masih diimbuhi dengan aksi kurang pantas dirijen Aremania, Yuli Sumpil, yang masuk lapangan di jeda pertandingan dan melakukan provokasi kepada pemain Persebaya.

Belum lagi, ratusan Aremania kemudian menyodok masuk ke lapangan begitu peluit panjang dibunyikan. Situasi jadi semakin memanas ketika ada satu dari mereka merobek bendera Persebaya.

Pemain Arema yang hendak merayakan kemenangan di laga ini akhirnya ikut diamankan. Kapten Arema, Hamka Hamzah, sampai mengungkapkan kekecewaannya melihat tingkah suporternya itu.

Di luar berbagai insiden tersebut, pemain Persebaya memang terlihat merasakan ketegangan dengan aroma rivalitas Derbi Jatim. Namun, mereka berusaha untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, bahkan saat wasit beberapa kali memberikan keputusan yang dianggap nyeleneh.

Provokatif Bedes Gunung

October 07, 2018 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Provokatif Bedes Gunung
Pekan ke-24 Liga 1 2018 mempertemukan Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (06/10/18), di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Laga tersebut berjalan sengit dengan tempo cepat hingga diwarnai benturan keras. Arema FC berhasil memenangkan partai itu dengan skor tipis 1-0 lewat gol Ahmad Nur Hardianto di menit ke-70.

Sayangnya, derby Jawa Timur itu kembali diwarnai aksi nyanyian rasis dari suporter tuan rumah. Chant â€Å“di bunuh saja†masih bergema melalui tribune penonton selama pertandingan berlangsung.

Hal ini sungguh menyayangkan aksi tersebut mengingat sepak bola Indonesia baru saja dirundung duka usai meninggalnya Jakmania, Haringga Sirla, dan tengah dalam situasi berbenah ke arah yang lebih baik.

Munculnya lagu rasis dari Aremania pasca perdamaian yang diikrarkan oleh segenap pemangku kebijakan sepak bola Indonesia.

Pasca kematian Haringga seharusnya tidak perlu lagi ada lagu ‘dibunuh saja’. Kenapa muncul lagi lagu gembel-gembel?
Antitesis atas lagu itu: 
APBD Surabaya jauh lebih besar dari sana. Sayur-mayur hasil bumi sana dijual di Surabaya yang lebih penting lagi di sini piknik-piknik habiskan uangnya di sana. Mikir?

Sebelumnya, ikrar damai dari para pejabat dan manajer tim Liga 1 2018 pernah dilakukan saat laga amal Arema FC vs Madura United, Sabtu (29/09/18).

Sayangnya, pada momen itu, lagu rasis pun masih terdengar. Federasi sepak bola Indonesia yakni PSSI sempat meminta agar pertandingan dihentikan apabila lagu rasis terdengar di tengah-tengah laga.
Terkait tindakan provokatif Dirijen Aremania, Yuli Sumpil kepada pemain Persebaya Surabaya. Mereka heran ada saja hal yang membuat keruh hubungan antar-suporter.

Sebelumnya memang sempat beredar video kalau Yuli tengah melakukan tindakan provokatif dengan menyambangi skuad Persebaya yang sedang pemanasan. Tak hanya itu, dia bersama salah seorang rekannya membuang-buang uang.

Hal itu sontak membuat kiper Persebaya, Alfonsius Kelvan yang berada dekat Yuli agak geram. Dia sempat beradu argumen dengan Yuli hingga dipisahkan rekan-rekannya.

Bukan hanya itu saja, salah seorang Aremania yang mengenakan kaos hitam dan celana jeans juga terlihat buang air kecil di gawang. Sama seperti yang terjadi pada Yuli Sumpil dan rekannya, oknum suporter tersebut langsung diamankan petugas.
Dalam pertandingan, termasuk yang terlihat disiarkan di layar kaca, terlihat jelas di salah satu tribun terbentang bendera berlogo Persebaya Surabaya. Namun anehnya bendera tersebut terbentang dengan keadaan terbalik.
Besar kemungkinan bendera tersebut memang bukan dibentangkan kubu suporter lawan. Dan aksi tersebut seraya menirukan apa yang beberapa waktu lalu dilakukan salah satu pemain Timnas Malaysia U-16 ke bendera Indonesia.
Sebelum kerusuhan pecah, oknum Aremania pun masuk ke dalam lapangan sambal membawa bendera Persebaya.

Tak hanya membawa bendera sang rival, oknum tersebut bahkan melakukan tindakan kurang terpuji dengan merobeknya di tengah lapangan.

Melihat aksi tersebut, kapten Arema FC, Hamkah Hamzah langsung bergerak sigap untuk menghampiri sang oknum sembari mengusir.

Akis Hamkah kemudian juga diikuti oleh pemain-pemain Arema lainnya yang coba mengamankan dua oknum tersebut.
Saat laga derby jatim itu baru berjalan sekitar 15 menit, terjadi kericuhan pada tribun ekonomi Stadion Kanjuruhan.

Tampak ada dua orang yang di pukul oleh oknum suporter tuan rumah hingga pihak keamanan turun tangan mengamankan.

Namun, kejadian itu berjalan singkat dan kedua orang yang diduga suporter lain itu diamankan oleh pihak panpel Arema FC.

Namun, kejadian itu berjalan singkat dan kedua orang yang diduga suporter lain itu diamankan oleh pihak panpel Arema FC.
Meski begitu laga pekan ke-24 yang memang tertutup untuk suporter tim tamu tersebut tetap berjalan sebagai mana mestinya.

Setelah wasit meniup berakhirnya babak pertama antara Arema FC kontra Persebaya yang berakhir dengan skor 0-0.

Sempat terjadi friksi antara pemain tim tamu dengan suporter tuan rumah saat istirahat paruh pertama di Stadion Kanjuruhan.

Tiba-tiba masuk dua orang suporter ke dalam lapangan saat pemain cadangan Persebaya seperti Alfonsius, Robertino Pugliara dan Rishadi Fauzi melakukan pemanasan.

Alhasil, kiper Persebaya pun terpancing dan mendekati salah satu suporter yang masuk.

Akan tetapi pihak panpel dan keamanan berhasil memisah keduanya dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Apapun Alasannya kedepan, hal seperti itu tidaklah dapat dibenarkan.

Semoga PSSI Sebagai Federasi Sepak Bola Tanah air dapat mengambil keputusan yang tepat. Jangan samapai ada darah di Sepak Bola Tanah air, karena sepak bola adalah pemersatu bangsa.
Reaksi dan Ungkapan Panpel Arema FC Terkait Kejadian-kejadian di Laga Singo Edan Lawan Persebaya
Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Arema FC mengaku siap menerima sanksi dan denda Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, pada gelaran laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya, Sabtu (6/10/2018).

Pada laga yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang kemarin, terjadi banyak kejadian .

Sejak sebelum pertandingan dimulai, nyanyian rasis kerap terdengar di Stadion Kanjuruhan.

Selain itu, ada oknum Aremania memasuki lapangan pertandingan. 

Bahkan ada juga yang nyaris baku hantam dengan Alfonsius Kelvan, kiper Persebaya.

Selain itu, sering terjadi perkelahian suporter, karena ada kecurigaan ada oknum suporter lain yang masuk stadion.

Untuk itu, Panpel Arema FC mengaku siap dengan segala konsekuensi yang akan diterima klubnya.
Tentu kami harus siap ya. Sebenarnya kami beberapa kali sudah sosialisasi ke korwil, ke teman-teman aremania soal distrubusi tiket, soal Laws of the game, dan kami sesalkan apabila ada oknum yang sengaja merusak jalannya pertandingan. Saya sangat menyesalkan dan saya mohon jangan terulang lagi.
kata Abdul Haris Ketua Panpel Arema FC, Minggu (7/10/2018).

Arema FC bisa terancam dijerat sanksi oleh Komdis PSSI. Selain perkelahian, nyanyian tak pantas, dan juga ulah suporter, sampai ada penyalaan kembang api dan flare.

Manajemen dan panpel Singo Edan siap mempertanggung jawabkan hal tersebut. 

Hingga kini, Komdis masih belum memutuskan apapun terkait pasca laga Arema FC dari lawan Bajul Ijo.
Kami membuka mata dan sadar sesadar sadarnya adanya fakta pelanggaran berat yakni masuknya penonton dilapangan. Panpel Arema sangat menerima bakal berbuah sanksi berat mungkin laga tanpa penonton. Semoga sanksi yg akan diterima menjadi momentum efek jera dan kebaikan untuk semua. 
isi dari caption di instagram resmi klub Arema FC terkait kesiapan tim mendapat sanksi dari PSSI.