Showing posts with label Spiritual. Show all posts
Showing posts with label Spiritual. Show all posts

Spiritual Alam Semesta (Tanda Pencapaian Spiritualitas Tinggi)

May 26, 2020 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang:
Spiritual Alam Semesta (Tanda Pencapaian Spiritualitas Tinggi)
Keberhasilan mengolah Guru Sejati, tatarannya akan dapat dicapai apabila kita sudah benar-benar lepas dari basyor atau raga/ tubuh. Yakni jiwa yang telah merdeka dari penjajahan jasad. 

Bukan berarti kita harus meninggalkan segala kegiatan dan aktivitas kehidupan duniawi, itu salah besar !! 

Sebaliknya, kehidupan duniawi menjadi modal atau bekal utama meraih kemuliaan baik di dunia maupun kelak setelah ajal tiba. 

Maka seluruh kegiatan dan aktivitas kehidupan duniawi sudah tidak dicemari oleh hawa nafsu. Kebaikan yang dilakukan tidak didasari pamrih; sekalipun dengan mengharap-harap iming-iming pahala-surga, atau takut ancaman dosa-neraka. 

Melainkan kesadaran makrokosmos dan mikrokosmos akan kodrat manusia sebagai makhluk Tuhan, hendaklah memposisikan diri bukan sebagai seteruNya, tetapi sebagai “sekutu-Nya”, sepadan dan merasuk ke dalam gelombang Ilahiah. 

Kesadaran spiritual bahwa kemuliaan hidup kita apabila kita dapat bermanfaat untuk kebaikan bagi sesama tanpa membeda-bedakan masalah sara. 

Orang yang memiliki kesadaran demikian, hakekat kehendaknya merupakan kehendak Tuhan. 

Apa yang dikatakan menjadi terwujud, setiap doa akan terkabul. Ucapannya diumpamakan “idu geni” (ludah api) yang diucapkan pasti terwujud. Kalimatnya menjadi “Sabda Pendita Ratu”, selalu menjadi kenyataan.

Selain itu, tataran tinggi pencapaian “ilmu batin/ spiritual” dapat ditandai apabila kita dapat menjumpai wujud “diri” kita sendiri, yang tidak lain adalah Guru Sejati kita. 

Lebih dari itu, kita dapat berdialog dengan Guru Sejati untuk mendengarkan nasehat-nasehatnya, petuah dan petunjuknya. 

Guru sejati berperan sebagai “mursyid” yang tidak akan pernah  bicara omong kosong dan sesat, sebab Guru Sejati sejatinya adalah pancaran dari gelombang Yang Maha Suci. 

Di sana lah, kita sudah dekat dengan relung ’sastra jendra hayuning rat’ yakni ilmu linuwih, “ibu” dari dari segala macam ilmu, karena mata (batin) kita akan melihat apa-apa yang menjadi rahasia alam semesta,  sekalipun tertutup oleh pandangan visual manusia maupun teknologi.

Tanda-tanda pencapaian itu antara lain, kadang seseorang diizinkan Tuhan untuk mengetahui apa yang akan terjadi di masa mendatang, melalui vision, mimpi, maupun getaran hati nurani. Semua itu dapat merupakan petunjuk Tuhan. 

Maka tidak aneh apabila di masa silam nenek moyang kita, para leluhur bumi nusantara yang memperoleh kawaskitan, kemudian menuangkannya dalam berbagai karya sastra kuno berupa; suluk, serat, dan jangka atau ramalan (prediksi). 

Jangka atau prediksi diterima oleh budaya Jawa sebagai anugerah besar dari Tuhan, terkadang dianggap sebagai peringatan Tuhan, agar supaya manusia dapat mengoreksi diri, hati-hati, selalu eling-waspadha dan melakukan langkah antisipasi.

SALAM DAMAI, SALAM RAHAYU ALAM SEMESTA
Baca Juga
  1. Spiritual Alam Semesta
  2. Spiritual Alam Semesta (ANASIR ASING)
  3. Spiritual Alam Semesta (Hakekat Guru Sejati)
  4. Spiritual Alam Semesta (Hukum Alam Semesta)
  5. Spiritual Alam Semesta (Konsep Raga Sukma)
  6. Spiritual Alam Semesta (Mengoleh Guru Sejati)
  7. Spiritual Alam Semesta (Ngaji Kitab Garing Lan Teles)
  8. Spiritual Alam Semesta (Pentingnya Guru Sejati)
  9. Spiritual Alam Semesta (Perjalanan Malam)
  10. Spiritual Alam Semesta (Tanda Pencapaian Spiritualitas Tinggi)
☆☆☆☆☆

Spiritual Alam Semesta (Ngaji Kitab Garing Lan Teles)

May 26, 2020 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Spiritual Alam Semesta (Ngaji Kitab Garing Lan Teles)
Dalam khasanah JAWA ada istilah kitab GARING (kering) yaitu membaca dan memahami apa yang tertulis di dalam Kitab Suci Al-Quran dan Hadist atau kitab-kitab karangan Ulama. 

Dan penghayatan dari Kitab Garing dengan Laku Tirakat dan apa yang ada di alam semesta serta mengenal di dalam diri manusia yang dilanjutkan dengan melaksanakan di dalam perilaku (laku tirakat) ini disebut “kitab TELES (basah) yaitu pengetahuan mengenai sifat-sifat Allah Swt di dalam diri Manusia dan di Alam semesta. 

Kalau kita memperdalam lagi, maka apa ada tulisan yang tidak merupakan kitab-kitab yang berisi sabda-sabda Tuhan di alam semesta ini. Itu sebab dikatakan bahwa semua pergelaran alam ini disebut PAPAN TANPO TULIS/ SASTRA JENDRA
Jadi kita tidak boleh hanya mengimani kertas-kertas dan mensucikan teks-teks yang dibuat di pabrik-pabrik kertas. Pemberhalaan teks yang merupakan KITAB GARING tidak boleh dilakukan oleh mereka yang mengaku orang beriman. Ini sama saja dengan kita menyembah patung, uang, jabatan, kekuasaan.

Marilah kita mengkaji apa hakikat KITAB TELES itu sesuai yang tertera di dalam Al Quran, surah Al-Ankabut 49 : 
Sebenarnya, Alquran adalah: 
AYAT-AYAT YANG NYATA DI DALAM DADA 
orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang dzalim.

Dari ayat ini, orang yang beriman diharuskan ber-Iqra tentang KITAB DI DADA. 

Kitab ini bukan hanya teks yang semata-mata dihafal saja namun dipahami maknanya dan diimplementasikan dalam sikap hidup dan bertindak. Inilah yang oleh kaum kebatinan jawa disebut dengan KITAB TELES. 

Memang, merunut ayat di atas hakikat Al-Quran hanya bisa dibaca oleh orang-orang yang diberi ilmu oleh-Nya. Diberi ilmu tidak sama dengan orang yang berilmu. Bila berilmu didapat dari proses belajar, maka diberi ilmu didapat dari proses pasrah total, sumeleh, sumarah kemudian DIA memberi kita hidayah berupa ILMU.

Memahami KITAB TELES yang berupa AYAT-AYAT YANG NYATA DI DALAM DADA, apa ini artinya? Artinya kita wajib untuk membaca pergelaran alam semesta/ MAKROKOSMOS yang ada di dalam diri manusia. 

Manusia terdiri dari berbagai unsur penyusun yang bersifat FISIK dan METAFISIK. Yang Fisik yaitu tubuh biologis kita, dan yang Metafisik yaitu tubuh eterik, CIPTA, KARSA dan RASA. 

Di dalam unsur yang METAFISIK itu ada catatan amal perbuatan BAIK DAN BURUK. Cara membaca kitab di dalam dada ini tidak lain kita perlu belajar tentang olah kebatinan/ olah rasa/ dimensi dalam/ tasawuf/ inner world/ praktik mistik agar tersingkap tirai yang menyelubungi ketidaktahuan kita.

Apakah mendalami olah rasa/ dimensi dalam/ mistik/ kebatinan ini berlebih-lebihan dan sesat, bahkan klenik?
Jelas tuduhan itu salah alamat, bahkan setiap individu harus mempelajarinya. Di agama manapun, praktik olah rasa ini pasti ada. Di Islam pun ada ilmu mistiknya yang disebut ilmu tasawuf selain ilmu fiqih, ilmu kalam, ilmu mantiq, ekonomi Islam, nahwu sharaf dan lain-lain. 

Ilmu tasawuf akan menerangi jiwa manusia agar selalu awas (untuk selalu mendengar dan membaca ayat-ayat-NYA), eling (mengingat dan berdzikir pada-Nya) dan waspada (dalam perbuatan/ tindakan).

Inti olah kebatinan tingkat lanjut adalah mengenal “MATI SAJRONING URIP LAN URIP SAJRONING MATI” Ini adalah jalan MISTIK agar kita bisa merasakan kematian pada saat tubuh fisik kita masih hidup dan merasakan KEHIDUPAN pada saat tubuh kita telah mengalami KEMATIAN. 

Di dalam dua alam baik alam dunia maupun alam kelanggengan/ alam kubur dan dua keadaan baik tubuh kita HIDUP atau tubuh kita sudah MATI, sebenarnya KESADARAN KITA TETAP HIDUP. 

Kesadaran yang merupakan pancaran diri sejati (dalam bahasa agama diebut RUH) ini tetap hidup kekal dan abadi. Tidak mengenal hilang dan lenyap. Maka, yang perlu dilakukan adalah bagaimana agar seseorang bisa memilih jalan kematian yang tidak sesat. 

Bila sesat dan tidak sempurna, maka ruh manusia akan ngelambrang ke alam gaib yang paling rendah. Memasuki alamnya setan, gendruwo, peri, wewe gombel, tuyul, buto ijo dan benar-benar kasihan.

Sekarang, tinggal apakah kita beriman atau tidak terhadap kitab- kitab-Nya. Bila kita percaya, maka ada baiknya kita meneruskan laku dengan membaca KITAB TELES di dalam dada. 

Kita perlu membuktikan apakah diri sejati memang tidak tersentuh kematian. Sebab bila kita telusuri sejarah rukun iman sebagai berikut. Beriman kepada Allah adalah beriman kepada Dzat yang baka dan abadi, yang tidak tersentuh kematian dan tetap hidup sampai kapanpun. 

Dia tidak bisa ditakar dengan ukuran benda hidup atau mati, yang menciptakan tempat dan waktu.

Selanjutnya, manusia adalah wujud kehendak-Nya, wujud penjelmaan Tuhan Yang Maha Abadi. 

Bahkan dalam ajaran Jawa perumpamaan eksistensi Tuhan dan manusia itu seperti gula dan rasa manisnya. 
"Lir gula lan manise ta kaki Murti smara batareng sujalma Jalma iku kabyangtane Allah kang maha agung"

"Seperti gula dan rasa manisnya Hakikat Tuhan ada dalam diri manusia Manusia itu perwujudan Allah yang Maha Agung"

Dira lepasira ki bayi Ya lahir ya batine Padha khaknya iku Ing jro khak jaba ya padha Dadi nora lain lahir lawan batin Iku padha kewala 

"Perwujudannya lahir dan batinnya sama-sama benar batinnya benar lahirnya juga tiada perbedaan lahir dan batin itu sama"
Namun sekarang banyak diantara manusia saat ini cenderung memahami Agama Islam khususnya dalam konteks Kitab Garing yang berupa tekstual, mengetahui sebatas hukum. Benar salah atau boleh dan tidak nya suatu perkara. 

Kecenderungan mengumpulkan banyak ayat-ayat di Al-Quran tapi tanpa penghayatan dengan LAKU TIRAKAT yang sesungguhnya, yang output nya tidak menghasilkan AKHLAK MULIA.

Ayat ayat Al Quran diambil sepotong-potong yang hanya untuk kepentingan dari golongan mereka untuk membunuh lawan saingannya. 

Semoga menjadi bahan renungan bagi kita semua, apakah kita mau merubah pola pikir kita untuk mewujudkan Bangsa yang bermartabat dan berakhlak.

☆☆☆☆☆

Spiritual Alam Semesta (Hakekat Guru Sejati)

May 17, 2020 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Spiritual Alam Semesta (Hakekat Guru Sejati)
Kembali pada pembahasan Guru Sejati. Melalui 3 langkahnya (Triwikrama) Dewa Wishnu (Yang Hidup), mengarungi empat macam zaman (kertayuga, tirtayuga, kaliyuga, dwaparayuga), lalu lahirlah manusia dengan konstruksi terdiri dari fisik dan metafisik di dunia (zaman mercapada). 

Fisik berupa jasad atau raga, sedangkan metafisiknya adalah roh beserta unsur-unsur yang lebih rumit lagi. Ilmu Jawa melihat bahwa roh manusia memiliki pamomong (pembimbing) yang disebut pancer atau guru sejati. Pamomong atau Guru Sejati berdiri sendiri menjadi pendamping dan pembimbing roh atau sukma. 

Roh atau sukma di siram “air suci” oleh guru sejati, sehingga sukma menjadi sukma sejati. Di sini tampak Guru sejati memiliki fungsi sebagai resources atau sumber “pelita” kehidupan. Guru Sejati layak dipercaya sebagai “guru” karena ia bersifat teguh dan memiliki hakekat “sifat-sifat” Tuhan (frekuensi kebaikan) yang abadi konsisten tidak berubah-ubah (kang langgeng tan owah gingsir). 

Guru Sejati adalah proyeksi dari rahsa/ rasa/ sirr yang merupakan rahsa/sirr yang sumbernya adalah kehendak Tuhan; terminologi Jawa menyebutnya sebagai Rasa Sejati. 

Dengan kata lain rasa sejati sebagai proyeksi atas “rahsaning” Tuhan (sirrullah). 

Sehingga tak diragukan lagi bila peranan Guru Sejati akan “mewarnai” energi hidup atau roh menjadi energi suci (roh suci/ruhul kuddus). 

Roh kudus/ roh al quds/ sukma sejati, telah mendapat “petunjuk” Tuhan –dalam konteks ini hakikat rasa sejati– maka peranan roh tersebut tidak lain sebagai “utusan Tuhan”. 

Jiwa, hawa atau nafs yang telah diperkuat dengan sukma sejati atau dalam terminologi Arab disebut ruh al quds. 

Disebut juga sebagai an-nafs an-natiqah, dalam terminologi Arab juga disebut sebagai an-nafs al-muthmainah, adalah sebagai “penasihat spiritual” bagi jiwa/ nafs/ hawa. 

Jiwa perlu di dampingi oleh Guru Sejati karena ia dapat dikalahkan oleh nafsu yang berasal dari jasad/ raga/ organ tubuh  manusia. Jiwa yang ditundukkan oleh nafsu hanya akan merubah karakternya menjadi jahat.

Menurut  ngelmu Kejawen, ilmu seseorang dikatakan sudah mencapai puncaknya apabila sudah bisa menemui wujud Guru Sejati. 

Guru Sejati benar-benar bisa mewujud dalam bentuk “halus”,  wujudnya mirip dengan diri kita sendiri. 

Mungkin sebagian pembaca yang budiman ada yang secara sengaja atau tidak pernah menyaksikan,   berdialog, atau sekedar melihat diri sendiri tampak menjelma menjadi dua, seperti melihat cermin. Itulah Guru Sejati anda. 

Atau bagi yang dapat meraga sukma, maka akan melihat kembarannya yang mirip sukma atau badan halusnya sendiri. Wujud kembaran (berbeda dengan konsep sedulur kembar) itu lah entitas Guru Sejati. 

Karena Guru Sejati memiliki sifat hakekat Tuhan, maka segala nasehatnya akan tepat dan benar adanya. Tidak akan menyesatkan. Oleh sebab itu bagi yang dapat bertemu Guru Sejati, saran dan nasehatnya layak diikuti. 

Bagi yang belum bisa bertemu Guru Sejati, anda jangan pesimis, sebab Guru Sejati akan selalu mengirim pesan-pesan berupa sinyal dan getaran melalui Hati Nurani anda. 

Maka anda dapat mencermati suara hati nurani anda sendiri untuk memperoleh petunjuk penting bagi permasalahan yang anda hadapi.

Namun permasalahannya, jika kita kurang mengasah ketajaman batin, sulit untuk membedakan apakah yang kita rasakan merupakan kehendak hati nurani (kareping rahsa) ataukah kemauan hati atau hawa nafsu (rahsaning karep). 

Artinya, Guru Sejatimenggerakkan suara hati nurani yang diidentifikasi pula sebagai kareping rahsa atau kehendak rasa (petunjuk Tuhan) sedangkan hawa nafsu tidak lain merupakan rahsaning karep atau rasanya keinginan.

Sarat utama kita bertemu dengan Guru Sejatikita adalah dengan laku prihatin; yakni selalu mengolah rahsa, mesu budi, maladihening, mengolah batin dengan cara membersihkan hati dari hawa nafsu, dan menjaga kesucian jiwa dan raga. 

Sebab orang yang dapat bertemu langsung dengan Guru Sejati nya sendiri, hanyalah orang-orang yang terpilih dan pinilih.

SEDULUR; PAPAT KEBLAT, LIMA PANCER
Atau Keblat Papat, Lima Pancer, di lain sisi diartikan juga sebagai kesadaran mikrokosmos. 

Dalam diri manusia (inner world) sedulur papat sebagai perlambang empat unsur badan manusia yang mengiringi seseorang sejak dilahirkan di muka bumi. 

Sebelum bayi lahir akan didahului oleh keluarnya air ketuban atau air kawah. 

Setelah bayi keluar dari rahim ibu, akan segera disusul oleh plasenta atau ari-ari. 

Sewaktu bayi lahir juga disertai keluarnya darah dan  daging. 

Maka sedulur papat terdiri dari unsur kawah sebagai kakak, ari-ari sebagai adik, dan darah-daging sebagai dulur kembarnya. 

Jika ke-empat unsur disatukan maka jadilah jasad, yang kemudian dihidupkan oleh roh sebagai unsur kelima yakni pancer. 

Konsepsi tersebut kemudian dihubungkan dengan hakekat doa; dalam pandangan Jawa doa merupakan niat atau kebulatan tekad yang harus melibatkan unsur semua unsur raga dan jiwa secara kompak. 

Maka untuk mengawali suatu pekerjaan disebut dibutuhkan sikap amateg aji (niat ingsun) atau artikulasi kemantaban niat dalam mengawali segala sesuatu kegiatan/ rencana/ usaha).  

Itulah alasan mengapa dalam tradisi Jawa untuk mengawali suatu pekerjaan berat maupun ringan diawali dengan mengucap; kakang kawah adi ari-ari, kadhangku kang lahir nunggal sedino lan kadhangku kang lahir nunggal sewengi, sedulurku papat kiblat, kelimo pancer… ewang-ewangono aku.. saperlu ono gawe ….

SALAM DAMAI, SALAM RAHAYU ALAM SEMESTA
Baca Juga
  1. Spiritual Alam Semesta
  2. Spiritual Alam Semesta (ANASIR ASING)
  3. Spiritual Alam Semesta (Hakekat Guru Sejati)
  4. Spiritual Alam Semesta (Hukum Alam Semesta)
  5. Spiritual Alam Semesta (Konsep Raga Sukma)
  6. Spiritual Alam Semesta (Mengoleh Guru Sejati)
  7. Spiritual Alam Semesta (Ngaji Kitab Garing Lan Teles)
  8. Spiritual Alam Semesta (Pentingnya Guru Sejati)
  9. Spiritual Alam Semesta (Perjalanan Malam)
  10. Spiritual Alam Semesta (Tanda Pencapaian Spiritualitas Tinggi)
 ☆☆☆☆☆

Spiritual Alam Semesta (Mengoleh Guru Sejati)

May 15, 2020 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Spiritual Alam Semesta (Mengolah Guru Sejati)
Ki Paut Anomsari
Orang-orang jawa yang masih tetap berpedoman ajaran nenek moyang pasti tidak heran sekali lagi dengan sebutan khodam. 

Di banyak daerah narasi ini sampai saat ini masih tetap begitu dipercaya baik oleh orangtua ataupun beberapa remaja. 

Akan tetapi tidak kebanyakan orang sanggup ketahui kehadiran pendamping diri yang konon selalu mengikuti kita kapanpun serta dimana saja ada. 

Cara pemula berkomunikasi dengan khodam pendamping berikut ini sedikit banyak akan mengemukakan beberapa langkah jadi usaha aktifkan daya yang dipunyai pendamping tidak kasap mata dalam kehidupan kita.

Mengenal Khodam Pendamping 
Khodam pendamping yaitu sosok halus yang diakui oleh orang-orang jawa jadi kembarin diri tiap tiap manusia. Bahkan juga semasing manusia mempunyai 4 saudara kembar yang mirip dianya sendiri, yang membedakannya yaitu mereka tidak kasap mata. 

Orang jawa zaman dulu mengatakannya dengan nama Sedulur Papat yang dipercaya terlahir dengan lahirnya kita ke dunia. 

Bagi orang pemula narasi mengenai kehadiran makhluk halus itu memanglah mengundang pro-kontra

Namun beberapa sekali lagi mempercayai kalau sedulur papat yang disebut adalah sosok jin yang bertugas menemani manusia. 

Berlainan sekali lagi dengan beberapa orang yang dipilih serta sanggup berkomunikasi dengan sedulur papat mereka menjelaskan kalau makhluk itu adalah kembaran diri yang mempunyai sifat serta sikap baik dan jelek. 

Jadi andaikata kita tidak sanggup mengatur mereka jadi kita akan memperoleh dorongan menuju keburukan, akan tetapi andaikata kita mampu untuk mengatur keempatnya jadi mereka akan menurut bahkan juga sanggup menolong kita tanpa ada batas kapabilitas. (Hal ini yang biasa umum orang sebut sebagai Suara Hati)

Jika kita lihat dengan islam, mungkin saja khodam yang disebut oleh orang-orang jawa adalah:
Jin qorin yang diberitakan dalam al-qur’an jadi sosok jin pendamping manusia mulai sejak kelahiran sampai kematiannya.
Namun, orang Jawa cenderung menganggap ini adalah Anugerah dari yang kuasa, dimana dirinya mampu mengenal jati dirinya sendiri dan mengnal sejatinya sang pencipta.

Cara Berkomunikasi 
Berkomunikasi dengan khodam dipercaya akan membuat kita jadi tambah kenal diri kita dari mulai sifat serta sikap yang kita punyai. 

Diluar itu dengan aktifkan khodam kita konon seorang sanggup memohon pertolongan beberapa pendamping dalam menekuni kehidupan didunia. 
Mengenai langkah untuk berkomunikasi sekalian aktifkan pendamping kita bisa ditunaikan dengan langkah sebagaimana berikut : 
Persiapan 
Sebelum jalankan amalan ini sebaiknya kita mejaga kesucian hati serta fikiran maka aksi kita selalu kita niatkan menuju kebaikan. 

Mempertebal keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT juga jadi prasyarat mutlak biar ke depannya tidak menjerumuskan kita pada kemusyrikan. 

Diluar itu perbanyak istighfar serta berdzikir mengingat Allah akan menolong kita untuk mempunyai kepekaan spiritual dalam mengamalkan keilmuan ini. 

Dalam melakukan amalan ke depannya sediakan terlebih dulu tempat atau kamar yang sunyi serta upayakan tak ada cahaya yang dapat masuk ke tempat itu. 

Diluar itu aroma seperti dupa, kembang, maupun minyak wangi non alkohol juga kita perlukan. 

Upayakan perlengkapan beribadah seperti sarung, peci, sajadah, dan tasbih dengan kondisi bersih serta suci.

Amalan 
Amalan dalam usaha aktifkan khodam sekalian menghadirkannya dalam kehidupan kita lewat cara berkomunikasi dengan khodam pendamping bisa ditunaikan dengan langkah tersebut : 
  1. Mensucikan tubuh dengan mandi besar. 
  2. Puasa sunah pada hari kamis dengan berbuka memakai makanan tidak bernyawa. 
  3. Pergunakan minyak wangi Non Al-Kohol atau aroma beda yang barusan sudah kita sediakan. 
  4. Melakukan sholat hajad 4 rakaat dalam 2 x salam saat malam jumatnya di atas jam 12 malam. 
Selesai salam selanjutnya kita beristighfar sejumlah 7 kali, membaca dua kalimat sahadat sejumlah 3 kali, lalu bertawasul dengan kirim Al-Fatihah semasing terhadap Nabi Muhammad, empat malaikat, yaitu:
  1. Malaikat Jibriil, 
  2. Malaikat Mikail, 
  3. Malaikat Isrofil, dan
  4. Malaikat 'izroil. 
Memberikan hadiah Al-Fatihah pada ke-4 Kholifah, ke-2 orangtua dan diri kita.

Membaca surah Al-Fatihah sekali, Al-Ikhlas 3x, Al-Falaq 1x, serta An-Nas 1x. 

Mewiridkan bacaan berikut ini sejumlah 33 kali. 

Membaca Ya Khobirul Ya Bathin sejumlah 812 kali sembari pejamkan mata. 

Tingkatan Keberhasilan
Bagian paling akhir ini semestinya kita laksanakan dengan berkonsentrasi penuh serta tidak buru-buru.

Janganlah berhenti membaca wirid sebelumnya usai. 

Pada sistem ini umumnya kita akan rasakan bulu kuduk merinding pada putaran tasbih ke-3. 

Teruskan dengan tenang serta penuh konsentrasi hingga rasakan tubuh kita seakan begitu enteng serta melayang-layang. 

Jika sukses, dalam peluang ini kita akan lihat sosok yang mempunyai fisik sama persis dengan diri kita. 

Jika kemunculannya sudah dirasa jadi selekasnya katakan salam serta mulai berkomunikasi dengan memulai mengenalkan diri Sendiri terhadap Guru Sejati.
Mengenal Sejatinya GUSTI
"GURU SEJATI"
Guru Sejati yakni rahsa sejati; meretas ke dalam sukma sejati, atau sukma suci, kira-kira sepadan dengan makna roh kudus (ruhul kudus/ ruh al quds). 

Kita mendayagunakan Guru Sejati kita dengan cara mengarahkan kekuatan metafisik sedulur papat (dalam lingkup mikrokosmos)  untuk selalu waspada dan jangan sampai tunduk oleh hawa nafsu. Bersamaan menyatukan kekuatan mikrokosmos dengan kekuatan makrokosmos yakni papat keblat alam semesta yang berupa energi alam dari empat arah mata angin, lantas melebur ke dalam kekuatan pancer yang bersifat transenden (Tuhan Yang Mahakuasa).

Setiap orang bisa bertemu Guru Sejatinya 
Syarat kita dapat menguasai:
  1. hawa nafsu negatif;
  2. nafsu lauwamah (nafsu serakah; makan, minum, dan kebutuhan ragawi), 
  3. amarah (nafsu angkara murka), 
  4. supiyah (mengejar kenikmatan duniawi) dan 
  5. mengapai nafsu positif dalam sukma sejati (al mutmainah). 
Sehingga jasad dan nafs/ hawa nafsu lah yang harus mengikuti kehendak sukma sejati untuk menyamakan frekuensinya dengan gelombang Yang Maha Suci. 

Sukma menjadi suci tatkala sukma kita sesuai dengan karakter dan sifat hakekat gelombang Dzat Yang Maha Suci, yang telah meretas ke dalam sifat hakekat Guru Sejati. 

Yakni sifat-sifat Sang Khaliq yang (minimal) meliputi 20 sifat. 

Peleburan ini dalam terminologi Jawa disebut manunggaling kawula-Gusti.

Tradisi Jawa mengajarkan tatacara membangun sukma sejati dengan cara Manunggaling Kawula Gusti atau penyatuan/ penyamaan sifat hakikat makhluk dengan Sang Pencipta (wahdatul wujud). 

Sebagaimana makna warangka manjing curiga;
Manusia masuk kedalam diri “Tuhan
Ibarat Arya Sena masuk kedalam tubuh Dewaruci. 
Atau sebaliknya, Tuhan menitis ke dalam diri manusia;
Curigo manjing warongko, 
Laksana Dewa Wishnu menitis ke dalam diri Prabu Kreshna.
Sebagai upaya manunggaling kawula gusti, segenap upaya awal dapat dilakukan seperti melalui ritual mesu budi, mala dihening, tarak brata, tapa brata, puja brata, bangun di dalam tidur, sembahyang di dalam bekerja. 

Tujuannya agar supaya mencapai tataran hakekat yakni dengan meninggalkan nafsul:
  1. lauwamah, amarah, supiyah, dan 
  2. menggapai nafsul mutmainah. 
Kejawen mengajarkan bahwa sepanjang hidup manusia hendaknya laksana berada dalam Bulan Suci Ramadhan.
Artinya,
Semangat dan kegigihan melakukan kebaikan, membelenggu setan (hawa nafsu) hendaknya dilakukan sepanjang hidupnya, jangan hanya sebulan dalam setahun. 
Selesai puasa lantas menjadi lepas kendali lagi. 

Pencapaian Hidup
Pencapaian hidup manusia pada tataran tarekat dan hakikat secara intensif akan mendapat hadiah berupa kesucian ilmu makrifat. 

Suatu saat nanti, jika Tuhan telah menetapkan kehendak-Nya, manusia dapat menyelam ke dalam tataran tertinggi yakni makna kodratullah. 

Yakni substansi dari manunggaling kawula gusti sebagai ajaran paling mendasar dalam ilmu Kejawen khususnya dalam anasir ajaran Syeh Siti Jenar. 
Manunggling Kawula Gusti
Bersatunya Dzat Pencipta ke dalam diri makhluk. 
☆☆☆☆☆

Spiritual Alam Semesta (Pentingnya Guru Sejati)

May 15, 2020 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Spiritual Alam Semesta (Pentingnya Guru Sejati)
Guru Sejati dalam kehidupan kita yang penuh ranjau ini. Perahu kehidupan kita berlabuh dalam samudra kehidupan yang penuh dengan marabahaya. 

Kita harus selalu eling dan waspadha, sebab setiap saat kemungkinan terburuk dapat menimpa siapa saja yang lengah. 

Guru Sejati akan selalu memberi peringatan kepada kita akan marabahaya yang mengancam diri kita. 

Guru Sejati akan mengarahkan kita agar terhindar dari malapetaka, dan bagaimana jalan keluar harus ditempuh. 

Karena Guru Sejati merupakan entitas zat atau energi kebaikan dari pancaran cahaya Illahi, maka Guru Sejati memiliki kewaskitaan luarbiasa. 

Guru Sejati sangat cermat mengidentifikasi masalah, dan memiliki ketepatan tinggi dalam mengambil keputusan dan jalan keluar. 

☆☆☆☆☆

Spiritual Alam Semesta (ANASIR ASING)

May 14, 2020 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang:
Spiritual Alam Semesta (ANASIR ASING)
Konsep tentang guru sejati sebagaimana ajaran Jawa, dapat ditelusuri melalui konsep sedulur papat lima pancer, dalam konsep pewayangan yang makna dan hakikatnya dapat dipelajari sebagaimana tokoh dalam Pendawa Lima (lihat dalam tulisan Pusaka Kalimasadha). 
Namun demikian, dalam perjalanannya mengalami pasang surut dan proses dialektika dengan anasir asing yakni; 
  • Hindu, 
  • Budha, 
  • Arab. 
Leluhur bangsa kita memiliki karakter selalu positif thinking, toleransi tinggi, andap asor. 

Sehingga nenek moyang kita, para leluhur yang masih peduli dengan kearifan lokal, secara arif dan bijaksana mereka tampil sebagai penyelaras sekaligus cagar kebudayaan Jawa. 

Setelah Islam masuk ke Nusantara, ajaran Kejawen mendapat anasir Arab dan terjadi sinkretisme, sedulur papat keblat kemudian diartikan pula sebagai empat macam nafsu manusia yakni nafsu lauwamah (biologis), amarah (angkara murka), supiyah (kenikmatan/ birahi/ psikologis), dan mutmainah (kemurnian dan kejujuran). 

Sedangkan ke lima yakni pancer diwujudkan dalam dimensi nafsu mulhimah (sebagai pengendali utama atau tali suh atas keempat nafsu sebelumnya. 

Konvergensi antara Kejawen dengan tradisi Arab disusunlah klasifikasi sifat-sifat nafsu jasadiah di atas dengan diaplikasikan ke dalam lambang aslinya yakni tokoh wayang; 
1. Lauwamah = Dosomuko, 
2. Amarah = Kumbokarno, 
3. Supiyah = Sarpo Kenoko, 
☆☆☆☆☆

Spiritual Alam Semesta (Konsep Raga Sukma)

May 14, 2020 1
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang:
Spiritual Alam Semesta (Konsep Raga Sukma)
Ki Paut Anomsari Dan Ns. Hengky K.S. S.Kep. di acara Gatering RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA (Selasa 20 November 2018)
Banyak orang yang ingin mengusai Ilmu Meraga Sukma. Bagaimanakah rahasia yang sebenarnya? 
Benarkah Meraga Sukma hanya bisa dilakukan dengan metode tirakat atau dengan meminta bantuan jin…?

Anda mungkin pernah mendengar cerita seseorang berilmu tinggi, yang mampu mengunjungi familinya hanya dengan berkonsentrasi. 

Atau, Anda mungkin pernah menonton film yang berkisah tentang seorang pendekar yang bertarung dari jarak jauh dengan “tubuh halus”-nya dengan pendekar yang menjadi lawannya. 

Hal semacam itu merupakan ciri dari seorang yang memiliki Ilmu Meraga Sukma, yang memang dapat dipergunakan untuk melepas sukmanya tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Ilmu Meraga Sukma, atau banyak juga orang mengiistilahkanya sebagai:
  • Proyeksi Astral, 
  • Lepas Sukma, 
  • Pangaracutan, 
  • Proyeksi Mental, 
  • Out of Body Experience, 
  • bahkan Astral Projection, 
adalah suatu proses pelepasan sukma dari raga untuk melakukan perjalanan yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. 

Proses ini bila sempurna maka semua rasa panca indera pelakunya dibawa keluar, sehingga sukmanya mampu mendengar, merasakan, melihat dan meraba lingkungan sekitarnya dengan sukma itu sendiri secara nyata.

Apakah meraga sukma diperbolehkan dalam syariat Islam? Marilah kita baca firman Allah SWT ini, 
Seluruh jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya, melainkan dengan kekuatan.
(QS. Ar Rahman:33).

Penjelasannya bahwa Allah Azza Wa Jalla telah memberikan suatu fasilitas dalam tubuh manusia untuk melakukan perjalanan ke penjuru langit dan bumi secara fisik (teknologi: ilmu pengetahuan) dan non fisik (energi: sukma) jika memang manusia itu memiliki kekuatan atau kemampuan.

Perlu diketahui, proses meraga sukma sesunggunya tidak melepas roh, tetapi hanya memproyeksikan energi pikiran yang disebut sukma. 

Kalau kita melepas roh bisa menyebabkan kematian. 

Sebab itu orang yang meraga sukma bisa menarik kembali energi pikiran yang melanglang buana sehingga dapat hidup kembali. 

Energi pikiran atau sukma ini secara otomatis akan kembali ke raga dalam kondisi tertentu, misalnya saja karena kaget, tertindih energi lain, dan sebagainya.

Sukma atau jiwa adalah kemampuan manusia yang bersifat kasat mata, gaib, atau metafisika. Sedangkan sukma atau jiwa ini sangatlah kompleks yang terdiri dari beberapa sub-sub penyusun.

Salah satu dari sub-sub tersebut adalah kemampuan Bawah Sadar atau orang ada yang menyebutnya ESP (Extra Sensory Perception), atau juga disebut Indera Keenam. 

Kemampuan Bawah Sadar inipun sebenernya kompleks juga. 

Hanya yang pasti, kesemuanya ini jelas merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT kepada setiap manusia, sejak dia lahir dengan sifatnya yang khas.

Sifat khas dari kemampuan Indera Keenam ini adalah kemampuan sensoriknya yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. 

Dengan sifat uniknya ini maka Indera Keenam mampu melakukan aktivitas antar dimensi atau Transdimensi.

Juga mungkin difahami secara sederhana, apa yang disebut sukma atau jiwa ini dapat dianalogikan sebagai perangkat lunak (software) pada komputer. 

Kita tahu bahwa software sendiri terbagi dalam beberapa klasifikasi sesuai kebutuhan penggunanya.

Jika dalam software komputer dikenal yang namanya Operating System sebagai basis kegiatan seluruh aktivitas komputer maka, dalam jiwa atau sukma kita pun ada komponen yang berfungsi sebagai basis kegiatan seluruh aktivitas hidup kita yang dalam bahasa Qur’an disebut sebagai QALBU

Jadi sebenarnya kegiatan melepas sukma bukan membuat tubuh kita menjadi kosong tanpa ada roh yang mengisinya. 
Mengapa? 
Karena sebenarnya kita bukan MELEPASKAN sukma tapi mendayagunakan kemampuan Extra Sensorik kita untuk melakukan penjelajahan antar dimensi

Proses melepas sukma hanya memanfaatkan kemanpuan otak yang kompleks. 

Tidak seperti yang diperkirakan orang yang menyangka melepas sukma adalah berupa sinar dan saudara empat lima pancer. 

Hal ini jauh dari kenyataan yang sesungguhnya.

Otak manusia adalah suatu organ tubuh yang sangat luar biasa dan teramat kompleks. 

Seperti kita ketahui otak manusia terbagi-bagi menjadi banyak sekali bagian yang masing-masing mengatur suatu fungsi sistem tubuh manusia, seperti ada yang khusus mengatur syaraf sensorik, lalu ada yang mengatur khusus untuk syaraf motorik, dan lain-lain. 

Dan salah satu fungsi penting di dalam otak, ada suatu bagian otak yang mempunyai tugas sebagai “pengawas”, yaitu mengawasi seluruh kerja tubuh kita sehingga berjalan dengan semestinya. 

Nah, bagian otak ini terus-menerus bekerja walau kita tertidur pulas. 

Buktinya adalah walau kita tidur pulas sekali, bagian tubuh seperti jantung terus memompa darah dari dan ke seluruh tubuh, atau paru-paru yang terus menghisap oksigen dan melepas CO2, dan lain-lain. 

Tanpa bagian otak ini tubuh kita akan tidak dapat berfungsi ketika kita tidur sehingga akibatnya kita bisa mati, karena kegagalan fungsi tubuh.

Salah satu bagian otak yang penting lainnya adalah suatu bagian otak yang bertugas untuk menganalisis setiap pesan sensorik yang diterima tubuh lalu dikirim dalam bentuk neurotransmitter ke otak, seperti dari mata, sehingga kita bisa melihat, dari kulit sehingga kita bisa merasai sakit ketika kita tertusuk duri, dari telinga sehingga kita bisa mendengar, dan lain sebagainya. 

Bagian otak ini sangat penting bagi manusia karena jika bagian otak ini tidak berfungsi dengan baik maka kita tidak akan bisa melihat, mendengar, merasakan, membaui, dan lain-lain. 

Walaupun mata, telinga, kulit, dan hidung kita normal tidak ada yang rusak sama sekali, namun jika bagian otak tadi rusak maka tidak akan ada artinya sama sekali.

Jika kita bisa memfungsikan dua bagian otak di atas secara maksimal, maka kita akan bisa melepas sukma. 

Caranya adalah kita harus bisa membuat kesadaran otak kita tetap terjaga, walau tubuh kita tertidur pulas sekali. Dengan menjaga kesadaran otak yang penuh ketika kita tidur, maka ketika kita tidak lagi merasakan tubuh (tidak bisa menggerakkan/ merasakan tubuh kita sama sekali tapi kita masih sadar sepenuhnya), maka pikiran kita ini bisa “melayang-layang” kemana-mana, pergi ke manapun yang kita mau dengan bebas seakan-akan kita sudah bangun.

Suatu hal penting yang perlu ditegaskan adalah kemampuan melepas sukma ini adalah murni kemampuan memanipulasikan kemampuan otak, bukan roh. 

Jadi kalau kita mengganggap melepas sukma adalah melepas nyawa atau roh, hal ini jelas sama tidak benar. Buktinya adalah kita masih bisa bebas balik lagi ke tubuh wadag kita, tanpa ada hal-hal yang aneh. 

Bayangkan, kalau roh tentu kita tidak bisa balik lagi ke tubuh wadagnya, kecuali atas izin Allah SWT dalam kasus yang yang spesifik dan langka sifatnya.

Orang yang ingin melepas sukma harus memiliki energi tubuh yang cukup besar supaya mampu melontarkan sukma ke luar raga, dan dipergunaskan untuk proses perjalanan luar tubuh. 

Orang itu harus mengetahui teknik melepas sukma untuk dilatih dengan disilpin dan kontinyu.

Seorang teman Misteri pernah mengajarkan sebuah buku petunjuk latihan metoda Chikung yang berisi berbagai teknik latihan indra ke-6 dengan pernafasan murni. 

Salah satunya metoda melepas sukma dengan metoda rileks, dibarengi pernafasan tertentu untuk melepaskan sukma yang dinamakan Meditasi Levitasi Pikiran. Metoda ini sangat aman dan efektif untuk dilakukan pemula. 

Berikut caranya:

1. Berbaring di lantai dengan nyaman. Tangan diletakkan di samping tubuh dengan jempol dan telunjuk saling bersentuhan. Pejamkan mata dan taruh lidah di langit-langit.

2. Lakukan menarik nafas dari hidung dan mengeluarkannya dari mulut dengan aturan nafas:
– Ambil nafas dan keluarkan nafas 50% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semua.
– Ambil nafas dan keluarkan nafas 90% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semua.
– Ambil nafas dan keluarkan nafas 1% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semua.
– Ambil nafas dan keluarkan 100% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semuannya.
– Ambil nafas dan keluarkan 30% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semuanya.
– Ambil nafas dan keluarkan 20% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semuanya.

3. Bernafaslah alami selama 5 menit dan akhiri dengan meditasi.

4. Membuka mata dan niatkan untuk meraga sukma. Setelah itu biarkan tubuh rilaks dan tetap berbaring sambil tidur-tiduran sampai memasuki kondisi sangat relaks atau setengah tidur. Sebab pada saat itu tubuh mengalami sensasi seperti berputar atau gerakan energi dari dalam tubuh yang ingin keluar. Apabila tubuh menjadi dua maka Tubuh Diri tinggal mengendalikan “tubuh halus” alias sukma untuk berjalan-jalan.

Teknik meraga sukma metoda Meditasi Levitasi Pikiran Chi Kung ini sangat aman dan efektif. 

Dan yang melakukan tahapan latihan dengan benar manpu melepas sukma hanya beberapa kali latihan saja. 

Apabila ingin mengembalikan “badan halus” alias sukma hanya tinggal meniatkan menarik sukma masuk tubuh dan membuka mata.

Sesungguhnya, apa yang disebut sebagai Ilmu Meraga Sukma hanya memanfaatkan pontesi otak untuk menproyeksikan dan melevitasikan pikiran untuk keluar tubuh. 

Prosesnya membutuhkan bantuan energi tubuh besar yang bisa dirangsang dengan motada pernafasan tertentu.

Jangan Bersekutu Dengan Jin
Perlu dikatahui, dalam penguasaan melepas sukma ini banyak sekali orang yang memakai metoda tirakat yang biasanya meminta bantuan jin. 

Metoda bantuan jin ini jelas tidak bisa dipertanggungjawabkan secara syariat Islam karena kita telah berkolaborasi dengan jin yang dilarang Allah untuk berhubungan dengan jin.

Selain itu, metoda tirakat kolaborasi dengan jin jelas sekali memiliki efek-efek negatif secara medis. 

Sebagai contoh, si jin hanya membantu menproyeksikan dan melevitasikan pikiran keluar tubuh dengan merekayasa sistem syaraf otak kita, sehingga potensial bisa mengganggu sistem syaraf kita jika saja kita tidak kuat dan sungguh-sungguh telah siap.

Cara Paling Aman
Metoda teraman dan terefektik adalah dengan memanfaat pontesi tubuh manusia sendiri, yakni hanya dengan meningkatkan kapasitas energi tubuh supaya mampu menlontarkan sukma keluar tubuh, dan melakukan proses perjalanan luar tubuh. 

Tentunya membutuhkan latihan yang intensif dengan jangka waktu tertentu.

Catatan:
☆☆☆☆☆