Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang:
Perjalanan Siddhayatra
![]() |
Candi Borobudur |
☆☆☆☆☆
Kemaharajaan Sriwijaya telah ada sejak 671 sesuai dengan catatan I Tsing.Dari prasasti Kedukan Bukit pada tahun 682 di diketahui imperium ini di bawah kepemimpinan Dapunta Hyang.
Bahwa beliau berangkat dalam perjalanan suci siddhayatra untuk "mengalap berkah”, dan memimpin 20.000 tentara dan 312 orang di kapal dengan 1.312 prajurit berjalan kaki dari Minanga Tamwan menuju Jambi dan Palembang.
Diketahui, prasasti Kedukan Bukit adalah prasasti tertua yang ditulis dalam bahasa Melayu. Para ahli berpendapat bahwa prasasti ini mengadaptasi ortografi India untuk menulis prasasti ini.
Pada abad ke-7 ini, orang Tionghoa mencatat bahwa terdapat dua kerajaan yaitu Malayudan Kedah menjadi bagian kemaharajaan Sriwijaya.
Berdasarkan prasasti Kota Kapur yang berangka tahun 686 ditemukan di pulau Bangka, kemaharajaan ini telah menguasai bagian selatan Sumatera, pulau Bangka dan Belitung, hingga Lampung.
Prasasti ini juga menyebutkan bahwa Sri Jayanasa telah melancarkan ekspedisi militer untuk menghukum Bhumi Jawa yang tidak berbakti kepada Sriwijaya, peristiwa ini bersamaan dengan runtuhnya Tarumanagara di Jawa Barat dan Holing (Kalingga) di Jawa Tengah yang kemungkinan besar akibat serangan Sriwijaya.
Kemungkinan yang dimaksud dengan Bhumi Jawa adalah Tarumanegara.
Sriwijaya tumbuh dan berhasil mengendalikan jalur perdagangan maritim di Selat Malaka, Selat Sunda, Laut China Selatan, Laut Jawa, dan Selat Karimata.
Baca Juga
Prasasti ini juga menyebutkan bahwa Sri Jayanasa telah melancarkan ekspedisi militer untuk menghukum Bhumi Jawa yang tidak berbakti kepada Sriwijaya, peristiwa ini bersamaan dengan runtuhnya Tarumanagara di Jawa Barat dan Holing (Kalingga) di Jawa Tengah yang kemungkinan besar akibat serangan Sriwijaya.
Kemungkinan yang dimaksud dengan Bhumi Jawa adalah Tarumanegara.
Sriwijaya tumbuh dan berhasil mengendalikan jalur perdagangan maritim di Selat Malaka, Selat Sunda, Laut China Selatan, Laut Jawa, dan Selat Karimata.
Baca Juga
- Prasasti Canggal
- Prasasti Mantyasih
- Prasasti Wanua Tengah III
- Serat Pararaton: Kitab Raja-Raja atau Cerita Mengenai Ken Arok
- Moksa Keturunan Raja Jawa Hingga Lahirnya Satria Piningit
- Pengejaran Seumur Hidup: Menentang Kekerasan Dan Membantu Yang Lemah
- Munculnya Sejarah Kesenian Reog Ponorogo (Pertarungan dengan Ki Ageng Kutu)
- Anis Gading: Burung Piaraan Brawijaya V
- Sanepanan Ramalan Jangka Jayabaya (Satrio Piningit)
- Kerajaan Sriwijaya
- Dinasti Syailendra (Candi Borobudur)
- Kedatuan Sriwijaya (Kerajaan Sumatera)
- Runtuhnya Wangsa Syailendra
- Era Kerajaan Medang
- Perjalanan Siddhayatra (Kemaharajaan Sriwijaya)
- Dibalik Kisah Legenda Dinasti Sanjaya Dan Dinasti Syailendra
- Peristiwa Mahapralaya (Pesetruan Jawa Dan Sumatera Selama 11-Abad)
- Misteri Kematian Gajah Mada, Panglima Perang Majapahit
- Jawa Sebelum Masehi: Lobadiou Nama Lain Pulau Jawa Dan Argyre Nama Negara Di Pulau Jawa
- Kerajaan Medang
- Dinasti Sanjaya (Candi Prambanan)
No comments:
Post a Comment
Obrolan yang baik bukan hanya sebuah obrolan yang mengkritik saja, tetapi juga memberi saran dan dimana saran dan kritik tersebut terulas kekurangan dan kelebihan dari saran dan kritik.
BERIKAN OPINI SAHABAT BITTER TENTANG TULISAN TERSEBUT