Showing posts with label WhatsApp. Show all posts
Showing posts with label WhatsApp. Show all posts

Psikologi Seseorang Dari WhatsApp

June 22, 2019 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Psikologi Seseorang Dari WhatsApp
Perkembangan komunikasi saat ini memang berkembang pesat dari masa kemasa, kemunculan WhatsApp misalnya yang mampu menggeser Aplikasi BBM yang lebih dulu buming.

WhatsApp adalah aplikasi pesan instan untuk smartphone, jika dilihat dari fungsinya WhatsApp hampir sama dengan aplikasi SMS yang biasa Sahabat Bitter pergunakan di ponsel lama. 

Tetapi WhatsApp tidak menggunakan pulsa, melainkan data internet. 

Jadi, di aplikasi ini, tidak perlu khawatir soal panjang pendeknya karakter. 

Tidak ada batasan, selama data internet Sahabat Bitter memadai.

Meskipun merupakan aplikasi pesan instan, ada yang unik dari WhatsApp. 

Jadi, sistem pengenalan kontak, verifikasi dan pengiriman pesan tetap dilakukan melalui nomor ponsel yang sudah terlebih dahulu didaftarkan. 

Cara ini berbeda dengan BBM yang menggunakan PIN, ataupun LINE yang selain nomor ponsel juga mendukung email, dan nama pengguna.

Fitur-fitur Unggulan WhatsApp
WhatsApp mempunyai beberapa fitur:

  1. Mengirim pesan teks;
  2. Mengirim foto dari galeri ataupun dari kamera;
  3. Mengirim video;
  4. Mengirimkan berkas-berkas kantor atau yang lainnya;
  5. Menelpon melalui suara, termasuk mengirim pesan suara Sahabat Bitter yang dapat didengarkan oleh penerima setiap saat; dan
  6. Berbagi lokasi memanfaatkan GPSMengirimkan kartu kontak.

WhatsApp juga mendukung beberapa emoji, namun untuk stiker, WhatsApp tergolong minimalis. 

Berbeda dengan LINE yang lebih getol mengembangkannnya.

Sahabat Bitter dapat juga membantu teman dengan cara membayarkan biaya berlangganan tersebut atas namanya.

Namun...
Tahukah Sahabat Bitter jika aplikasi ini menyimpan karakter untuk dari pengguna Chatnya, seperti:
PSIKOLOGI GRUB CETING WHATSAPP
Grup chatting WhatsApp ini biasa dibentuk karena alasan pekerjaan, kesamaan hobi atau kegiatan, atau grup alumni sekolah demi memudahkan komunikasi. 

Namun, grup ini tidak mengikat penggunanya. Anggota bebas memutuskan untuk keluar jika dirasa grup tidak sesuai lagi dengannya. 

Namun, seringkali hanya karena perasaan tak enak atau tak ingin dicap sombong, seseorang enggan keluar dari grup percakapan. Alih-alih keluar dari grup, mereka memilih untuk tetap bertahan di grup walau hanya jadi silent reader atau tukang menyimak obrolan tanpa terlibat memberikan 'suara.' 

Jika tidak sesuai lagi, mengapa orang masih bertahan dalam suatu grup Whatsapp?
Kemungkinan mereka mengalami suatu tekanan 'fear of missing out' atau fomo. 

Rasa takut ditinggalkan, dilupakan dan tidak tahu informasi yang beredar di kalangan teman-temannya. 

Bergabung di grup Whatsapp seperti pisau bermata dua. Ketika seorang berada dalam grup dapat menimbulkan rasa memiliki grup dan suatu dorongan positif bagi seseorang karena merasa dirinya berharga.

Namun, berada di dalam grup juga bisa menggoyahkan kepercayaan diri anggotanya, meningkatkan kecemasan sosial dan bahkan memicu kecanduan terhadap media sosial.

Aplikasi ponsel pintar seperti Whatsapp masuk ke dalam kebutuhan psikologis kita untuk dimiliki secara sosial.

Bagi mereka yang meninggalkan grup kadang berkata 'Saya tidak ingin terlibat', tapi biasanya ini berbeda dari kenyataannya. 

Mereka masih tergabung di grup untuk mendapatkan link atau jaringan. Selain itu, mereka juga merasa nyaman berada dalam grup karena dapat melakukan social surveillance atau pengawasan sosial. 

Memutus diri dari grup digital, juga menimbulkan risiko memutus diri dari grup offline dan semua interaksi ke depannya.

Keluar dari grup, artinya ia akan kehilangan informasi yang yang mungkin diperlukan untuk interaksi di waktu mendatang, contohnya grup membicarakan konser One Ok Rock di Singapura. Saat berkumpul untuk 'kopi darat' membicarakan harga tiket dan rencana menonton di Singapura, mungkin mantan anggota grup Whatsapp tak begitu tahu akan hal ini. 

Bergabung di grup juga membantu anggota untuk memonitor diskusi yang terjadi.

Dalam grup, selalu ada potensi untuk bergosip dan membicarakan orang lain di luar anggota grup. Masuk ke dalam grup artinya anggota menutup kemungkinan untuk jadi bahan gosip dan rumor.

Tetap berada dalam grup bisa jadi tameng potensial untuk melawan reaksi negatif publik.

TRIK PSIKOLOGI EMOTION SESEORANG YANG DIKIRIM
Penggunaan emotion, tidak sepenuhnya mewakili perasaan seseorang bisa saja hanya formalitas.

Misal Sahabat Bitter ngelucu tapi garing, dia cuman bales stiker L.O.L itu mungkin emang cuman sekedar menghargai lawakan yang GARING itu.

Seberapa cepat respon dalam membalas chat atau seberapa panjang kata-kata yang ditulis untuk membalas chat, ini bisa menjadi indikasi seberapa antusiasnya dia membalas chat. 

Misal “ya?” atau “yaaaa?” semacam ada rasa tidak puas kalau hanya jawabannya singkat. 

Lucu sih ya kayak tidak masuk akal, tapi Bittter Coffee Parm pernàh merasakan sendiri. 

Dapat kita buktikan kalau lagi marah atau tidak suka sama orang kita maleskan bales chatnya,
Suka di lama-lama.

Jangan menyelesaikan masalah di chat, kalau bisa telepon langsung atau bertemu secara langsung. 

Karna dalam chat tidak ada intonasi jadi mudah salah paham.
Jika di akhir percakapan masi ada balasan singkat, itu menandakan dia masih segan chatingan dengan atau masi ingin berlama-lama chatingan dengan Sahabat Bitter tapi bingung tidak mempunyai topik. 

Jika seseorang membalas chat Sahabat Bitter hanya menggunakan Emotikon atau stiker tanpa kata-kata. 

Itu bisa jadi tanda ia sudah ingin mengakhiri chatingan dengan Sahabat Bitter.

PSIKKLOGI STATUS DAN PHOTO PROFILE WHATSAPP
Orang yang sering mengomentari status Sahabat Bitter menandakan ia tertarik akan kehidupan pribadi Sahabat Bitter.
Orang yang sedang tidak memakai foto profile biasanya ia sedang galau atau sedang mengalami masalah. Jadi ati-ati kalau mau chat ke orang tanpa foto profile, biasanya lebih sensi.

Jangan bertanya:
Kenapa kamu jarang pakai foto kamu sendiri?
Karena orang yang tidak pernah atau jarang sekali menggunakan foto dirinya sendiri untuk di upload atau di jadikan foto profile biasanya (tidak semua orang) mempunyai rasa percaya diri yang rendah. 
Jangan membahas soal itu.

Orang yang mempunyai beban emosional yang besar biasanya senang atau nyaman menggunakan Filter Photo Black and White atau yang terkesan gelap.

Orang yang sering mengganti Photo profilenya menandakan orang itu sedang menarik perhatian seseorang.
☆☆☆☆☆

Baca Juga:

Kisah Pelecehan Chat Whatsapp (WA)

June 22, 2019 0
Ketika Bitter Coffee Park nongkrong di warung pinggir jalan, Bitter Coffee Park melihat seorang perempuan yang begitu merah pucat dan marah ketika membuka gedgetnya dan memperhatikan Sebuah Chat WhatsApp.

Ternyata dia telah mendapatkan Chat pelecehan dari seseoranh.

Bitter Coffee Park pun teringat kembali tulisan ini, bagaimana ada cerita pelecehan Chat pada seorang gadis, berikut ceritanya:
Nana (Gadia 15th) Sebar Foto Kemaluan Untuk Sang Pacar Di Chat Whatsapp
Orang tua terkadang kerap ingin tahu prilaku anaknya lebih jauh baik di media sosial maupun caranya berpacaran. 

Bahkan beberapa orangtua sampai nekad membuka ponsel anaknya dan melihat berbagai percakapan whatsapp. 

Tapi sebuah kejadian mengerikan terjadi di Tulungagung kala orangtua membuka ponsel anaknya. 

Sang orangtua syok ketika membongkar percakapan whatsapp putrinya dengan kekasihnya. 

Dalam percakapan whatsapp itu ia justru melihat putrinya mengirimi sang kekasih foto kemaluannya. 

Orangtua itupun murka dan melaporkan kasus ini ke polisi. Yap, polisi diminta turun tangan karena isinya tak senonoh.
Isi percakapan Chat Whatsapp (WA) itu terungkap setelah diketahui oleh ibu si anak gadis. Sebut saja nama anak gadis itu Nana.

Nana masih usia 15 tahun. Ia tinggal di Kecamatan Ngantru Tulungagung.

Sementara, kekasih Nana itu diketahui berinsial AR. Usianya juga masih belasan tahun, masih 17 tahun.

Dalam laporan ke Polres Tulungagung, diketahui kalau Nana itu sudah menjalin hubungan dengan AR selama 5 tahun.

Hubungan mereka terlihat normal sampai orangtua Nana memeriksa isi percakapan Whatsapp (WA) anaknya dengan Arif.

Kata AKP Sumaji, Kasubag Humas Polres Tulungagung:
Dalam chating antara mereka, terlapor ini meminta dikirimi foto kemaluan kekasihnya.

AKP Sumaji mengatakan orang tua Nana juga menemukan gambar kemaluan Nana yang dikirim kepada Arif.

Mendapati anaknya mengirim foto kemaluan ke kekasihnya, orang tua Nana mulai curiga.

Ia kemudian menginterogasi anaknya. Nana yang masih polos mengakui, sudah berhubungan intim dengan AR.

Ternyata sepasang remaja ini sering memanfaatkan kondisi rumah orang tua Nana yang sepi.

Dari pengakuan anak pelapor, mereka sudah melakukan hubungan intim hingga lima kali.
sambung Sumaji.

Orang tua Nana kemudian menghubungi AR agar datang ke rumahnya.

Seerti Nana, AR kemudian diinterogasi. Remaja yang masih berstatus pelajar ini juga mengakui sudah lima kali berbuat tidak senonoh dengan Nana.

Mendengar pengakuan AR, orang tua Nana terpukul.

Mereka kemudian melaporkan perbuatan AR ke Polres Tulungagung pada Senin (6/5/2019).

Kami sudah menerima laporan tersebut. Kasusnya ditangai oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA).
ujar Sumaji.
☆☆☆☆☆
Waspadai Telepon Tak Senonoh
Di tempat lain, Seorang wanita membagikan pengalaman pelecehan seksual melalui video call whatsapp (WA), kisahnya inipun menjadi viral di facebook (FB).

Melalui facebook (FB), wanita ini menceritakan kalau dirinya pernah mendapat panggilan video call whatsapp (WA) dari nomor tak dikenal, dan ketika diangkat ternyata tampak seorang pria tengah menunjukkan alat vitalnya.

Disebutkan korban, penelepon tersebut juga melakukan screenshot (tangkapan layar), untuk mendapatkan foto wajah korbannya.

Foto tersebut lantas digunakan untuk memeras sang korban.

Menurut Syiifa Aulia pelaku bakal mengancam menyebarkan foto muka korban jika tak membayar sejumlah uang.

Kisah ini dibagikan korban melalui akun Facebook Syiifa Aulia, pada Sabtu (6/4/2019) lalu.
FYI Jadi udah ada beberapa kasus cewek-cewek yang diteror sama nomor-nomor gak dikenal.
Saat VC otomatis langsung kita angkat dan langsung ke muka kan?
Nah si penjahat ini langsung ss muka kita sama pas dia lagi megang alat vitalnya.
Itu modus buat meras si korban.
Jadi si korban bakal diancem disebar mukanya saat vc sama si penjahat ini.
Jadi tolong kalau ada nomor tak dikenal. Langsung arahin ke arah atas dulu (Jangan di muka) ini beneran.
Kemarin cuma baca-baca para korban saja di facebook. Eh gua beneran kena Astaghfirullah.
Nyari duit gitu amat ya orang. Dasar Binatang!!!
tulis korban dalam statusnya.

Syiifa juga membagikan screenshot nomor WhatsApp pelaku pelecehan secsual tersebut.
Ini benerannnnnnnnn. Kemarin2 cuma baca2 yang pda jadi korban. Skrg malah jadi korban.
Untung masih inget masih waspada langsung arahin kamera keatas.
Slalu waspada buat para cewek2. Jgn asal angkat vcan nomor gak dikenal ya. Kalopun mau angkat kameranya usahain jgn diarahkan kemuka.
Masih merinding yaAllah .
Kalo info ini penting gpp dishare. Supaya lebih banyak perempuan2 yg waspada.
tulis Syiifa Aulia dalam keterangan unggahan Facebooknya tersebut.

Postingan tersebut akhirnya menjadi viral dan telah dibagikan sebanyak 54 ribu kali.

Bahkan mendapatkan lebih dari 4500 komentar dari para pengguna Facebook.

Rupanya banyak pula wanita yang berkisah bahwa dirinya menjadi korban kasus serupa.

Ya ampun saya pernah kayak gini lagi ngajar disekolah trus tiba2 ada pangilan masuk vc. Kebetelan saya klau nmr2 gag knal kamera aka saya arahkan ke yg lain, dan itu si penlpon nunjukin alat vitalnya. Seketika marah dan akhir nya blokir nmr itu. Semoga teman2 wanita lainnya tidak mengalami ini yaah.
tulis akun Yesika Gulo.

Aku jg prnh kena,tp suami yg angkat.ktnya iya kyak gitu,dia say hallo langsung mau buka celana,pas liat yg angkat cowok lngsung d matikan.
komentar akun Lucya Desri Yenti.

Akun Rista Nurmalasari juga pernah mengalami hal serupa.
Sama aku juga pernah ngalamin kaya gitu ada nomor ga dikenal telpon lgsg megang alat vital.
tulisnya dalam kolom komentar. 

Sumber: Tribunnews.com (David Yohanes/ Dewangga Putra)
Di edit ulang di Blog Bitter Coffee Park pada Kamis, 9 April 2019.
☆☆☆☆☆

Baca Juga:

Apa Jawaban Menkoinfo Pembatasan Instagram (IG), WhatsApp (WA) Down atau Error Normal Kembali?

May 24, 2019 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang:
Apa Jawaban Menkoinfo Pembatasan Instagram (IG), WhatsApp (WA) Down atau Error Normal Kembali?
Teka-teki sampai kapan pembatasan Whatsapp (WA) Instagram (IG) dan Facebook (FB) gangguan, error alias down mulai terjawab pada Kamis 23 Mei 2019.

Jika sebelumnya aplikasi Whatsapp (WA) Instagram (IG) dan Facebook (FB) gangguan, error alias down hanya selama 2-3 hari, tapi sekarang sudah ada titik terang.

Dalam wawancara dengan KOMPAS TV pada Kamis 23 Mei 2019, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menjelaskan pembatasan itu tanpa batas waktu.

Dalam wawancara itu aplikasi Whatsapp (WA) Instagram (IG) dan Facebook (FB) akan terus mengalami gangguan jika situasi belum pulih.

Begitupula sebaliknya, jika situasi segera pulih maka gangguan aplikasi Whatsapp (WA) Instagram (IG) dan Facebook (FB) bisa segera berhenti.

Sekadar diketahui, gangguan Whatsapp (WA) Instagram (IG) dan Facebook (FB) itu terjadi sejak Rabu 22Mei 2019.

Gangguan tersebut bukan berarti pengguna tidak bisa mengaksesnya.

Untuk Whatsapp (WA), pengguna tidak bisa mengirim gambar, video.

Selain itu, sejumlah pengguna melaporkan tidak bisa menggunakan aplikasi web.whatsapp.
Sementara gangguan Facebook dan Instagram berupa kesulitan mengakses aplikasi tersebut.

Gangguan ini terjadi di semua provider HP baik itu Telkomsel, Indosat, XL juga jaringan internet yang lain seperti Indiehome.

Jika dicek di situs web downdetector.com, gangguan terjadi di hampir seluruh kota besar di pulau Jawa, meliputi Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Salatiga, Yogyakarta, Surabaya, Pasuruan dan Malang.

Jakarta menjadi kota terparah yang mengalami gangguan tersebut.

Menggunakan VPN
Untuk mengatasi gangguan tersebut, sebagian pengguna mencoba celah internet dengan VPN.

VPN merupakan Virtual Private Network.
Pengertian VPN adalah suatu koneksi antara satu jaringan dengan jaringan lainnya secara pribadi (private) melalui jaringan publik (internet).

Lantas:
Apakah penggunaan VPN untuk mengakali FB, IG, dan WA beroperasi normal aman?
Melansir dari laman lifehacker.co.uk peneliti dari CSIRO, UC Barkeley, UNSW Sydney, dan UCSI mengungkapkan penggunaan VPN di smartphone Anda sangat berisiko.

Terlebih lagi penelitian terbaru dari Queen Mary University of London yang dilakukan oleh Gareth Tyson, VPN berpotensi membocorkan informasi lebih dari yang Anda pikirkan.

Penelitian Tyson meneliti 14 VPN terkenal yang ada di pasaran dan menemukan 11 diantaranya berpotensi menimbulkan kebocoran informasi pribadi.

Dalam hal ini bahwa kebocoran yang paling sering terjadi ditemukan ketika menjelajahi website, jadi ketika Sahabat Bitter berinteraksi dengan situs web, tidak akan lagi seanonim yang Sahabat Bitter pikirkan.

Lebih lanjut website lifehacker.co.uk menghimbau pengguna VPN untuk sadar bahwa data pribadi Anda mungkin sudah tidak ‘pribadi’ lagi.
VPN merupakan jalur milik pihak ketiga.
Dengan VPN itu seperti dari A mau ke B, tapi lewat C. Bila C baik hati mungkin aman, karena tidak ada makan siang gratis, keamanannya tidak terjamin.

Diakui, pengguna medsos yang menggunakan VPN sebagai jalurnya, semua komunikasinya bisa terpantau VPN.

Kemudian bila "baik hatinya" sedang tidak ada, bisa memanfaatkan banyak hal.
☆☆☆☆☆

Cara Menjadi Admin Grub WhatsApp iOS Versi 2.18.70 Dan Android Versi 2.18.201.

June 10, 2018 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang:
Cara Menjadi Admin Grub WhatsApp iOS Versi 2.18.70 Dan Android Versi 2.18.201.
Di tengah-tengah tahun 2013 maraknya berita mengenai BlackBerry Messenger (BBM) untuk Android dan iOS, sekaligus dibandingkannya fitur tersebut dengan aplikasi chatting lain.

Selain BBM, banyak sekali aplikasi chatting sejenis yang tawarkan fasilitas hampir sama antara satu dengan lainnya. Salah satu yang terbesar dari semua aplikasi chatting tersebut adalah WhatsApp.

Menurut sebuah foto di account Twitter seseorang bernama Meir Taub, @Meir_Taub, ada sebuah toko pakaian dengan nama WhatsApp yang didirikan di wilayah Israel.

WhatsApp Messenger atau WhatsApp saja adalah aplikasi pesan untuk smartphone dengan basic mirip BlackBerry Messenger. 
WhatsApp Messenger merupakan aplikasi pesan lintas platform yang memungkinkan kita bertukar pesan tanpa biaya SMS, karena WhatsApp Messenger menggunakan paket data internet yang sama untuk email, browsing web, dan lain-lain. 

Aplikasi WhatsApp Messenger menggunakan koneksi internet 3G, 4G atau WiFi untuk komunikasi data. Dengan menggunakan WhatsApp, Sahabat Bitter dapat melakukan obrolan online, berbagi file, bertukar foto dan lain-lain.

Awalnya, WhatsApp dibuat untuk pengguna iPhone, kemudian seiring dengan perkembangannya, aplikasi WhatsApp tersedia juga untuk versi BlackBerry, Android,Windows Phone dan Symbian.

Sampai pada November 2010, WhatsApp menduduki posisi peringkat ke 3, aplikasi paling laris yang diunduh melalui nokia Ovi Store, setelah Swype dan NHL game center premium. 

WhatsApp ini mengandalkan koneksi internet melalui jaringan GPRS/ EDGE/ 3G atau wifi untuk menjalankannya. 

Aplikasi WhatsApp ini tidak keluar (quit) saat tidak ada koneksi internet. 

Sahabat Bitter dapat melihat kontak maupun perbincangan dengan teman Sahabat Bitter walaupun tidak ada koneksi internet. 

Seperti pada BlackBerry Messenger, apabila tidak ada koneksi internet, Sahabat Bitter tetap dapat membuka aplikasi tersebut tetapi saat Sahabat Bitter coba untuk mengirim pesan, terdapat tanda jam yang menandakan pesan Sahabat Bitter ditunda pengirimannya sampai terdapat koneksi internet.
Grup WhatsApp (WA) merupakan suatu wadah yang digunakan oleh para pengguna Whatsapp untuk berkumpul sekaligus bertukar informasi untuk kelompok tertentu.

Namun sering kali pengikut Grup WhatsApp merasa jengkel dengan obrolan grup yang kerap melebar.

Jika pengguna keluar dari grup tersebut pun, dia masih bisa dimasukkan kembali, kapan saja. 

Pasalnya, admin grup WhatsApp sudah bisa membatasi percakapan yang menjejali jendela obrolan melalui fitur terbaru WhatsApp.

Caranya adalah melalui opsi baru bernama "Only Admins" di dalam menu "Send Message" di setting aplikasi.

Dengan mengaktifkan opsi ini, hanya anggota yang terdaftar sebagai administrator saja yang bisa mengirim pesan ke sebuah grup.

Kehadiran fitur baru untuk "membungkam" celotehan para anggota grup tersebut diharapkan bisa memuluskan penggunaan grup untuk keperluan tertentu, misalnya memberikan pengumuman penting yang bersifat satu arah.

Karena hanya admin yang dibolehkan menulis pesan, pengumuman pun tak tenggelam di balik obrolan para anggota.

Salah satu skenario penggunaan grup adalah untuk menerima informasi penting, termasuk bagi para orang tua dan guru di sekolah, pusat komunitas, dan organisasi non-profit. 

WhatsApp memperkenalkan setting baru untuk memudahkan para admin dalam kasus seperti itu.

Pembaruan terkait obrolan grup ini telah tersedia di WhatsApp iOS versi 2.18.70 dan Android versi 2.18.201.

Untuk melakukan penyetelan, admin grup bisa membuka "Group Info" (info grup) lalu pilih "Group Setting" dan pilih opsi "Send Message".

Admin bisa memilih antara dua opsi yang tersedia yakni "All Participant" (semua anggota grup) atau "Only Admins" (hanya admin).

Jika opsi "hanya admin" yang dipilih, maka akan muncul notifikasi yang menyatakan bahwa admin telah mengganti setelan grup sehingga hanya mengizinkan admin untuk mengirim pesan.

Sementara di jendela anggota lain, kolom ketik pesan akan hilang, diganti dengan pemberitahuan bahwa "hanya admin yang bisa mengirim pesan".

Anggota lain bisa mengecek siapa saja admin yang diizinkan untuk mengirimkan pesan dengan mengetuk tulisan "admin" berwarna hijau.

Admin bisa mengembalikan lagi setting "Send Message" seperti sedia kala apabila diinginkan.

Anda tidak bisa menambahkan (nama orang yang diundang) karena dia belakangan sudah meninggalkan grup.
"Coba lagi di kemudian waktu,"  
bunyi pesan tersebut.

Tidak dijelaskan berapa lama waktu yang diperlukan sebelum mantan anggota grup WhatsApp bisa diundang lagi.

Selain mempersulit admin grup mengundang kembali member yang left, WhatsApp juga menambahkan sejumlah fitur baru untuk Groups.

Pertama adalah Group Description berupa informasi tentang aktivitas grup yang akan ditampilkan di layar ponsel pengguna baru.

Anggota grup kini juga bisa melakukan pencarian nama anggota grup di laman Group Info.

Lalu, ada juga tombol baru di pojok kanan bawah, yang bisa dipakai untuk langsung melihat pesan-pesan dengan mention nama pengguna di dalam obrolan grup.

Kepada TechCrunch, seorang juru bicara WhatsApp mengatakan bahwa pihaknya menambah fitur-fitur baru untuk Groups berdasarkan permintaan dari pengguna.
☆☆☆☆☆

Baca Juga: