Showing posts with label Kisah Nyata. Show all posts
Showing posts with label Kisah Nyata. Show all posts

Dina Oktavia, Wanita Surabaya yang Ditinggal Suami karena Anak Lahir Cacat

December 05, 2019 1
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Kisah Dina Oktavia, Wanita Surabaya yang Ditinggal Suami karena Anak Lahir Cacat
Dina Oktavia (21) kini dapat tersenyum sumringah setelah kehidupannya kian membaik berkat mendapat bantuan dari sejumlah pihak.

Dina Oktavia menjadi sorotan warga Surabaya setelah kisahnya ditinggal suami karena anaknya mengidap penyakit hidrosefalus mencuat ke media.

Tidak hanya ditinggal suami, Dina Oktavia juga mengisahkan hidupnya yang pahit lantaran harus tidur di hunian tak layak yang banyak ditinggali tikus.

Namun, semenjak banyak diberitakan, kehidupan Dina Oktavia kini berangsur membaik.

Hal tersebut tak pelak terjadi setelah sejumlah relawan dan Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim memberikan bantuan kepada wanita berparas ayu tersebut.

Bahkan, ia kini sudah tak lagi tinggal di rumah penuh tikus, melainkan sudah pindah ke rusun yang telah disiapkan.

Lalu bagaimana kondisi Dina Oktavia terkini?
1. Kini Tampil Lebih Ceria, Dina Oktavia Tersenyum Lega
Dina Oktavia saat menerima bantuan dari Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yang diwakili Kepala DP5A, Chandra Oratmangun, Selasa (3/12/2019).

Saat dirinya dipindahkan dari hunian lamanya ke Rusun Gunungsari Surabaya, Selasa (3/12/2019), wajah Dina Oktavia diliputu senyuman bahagia.

Bersama ibunya, Dina Oktavia masuk ke mobil yang telah disiapkan Pemkot Surabaya untuk menuju tempat tinggal barunya.

Saat itu, tampak sang putra, Muhammad Pandhu Firmansyah atau Pandu digendong oleh neneknya.

Berbeda dengan Dina Oktavia yang tampak sumringah, ibunya justru tersenyum haru menerima bantuan dari pemerintah.

Sebelum pindahan, Dina Oktavia sempat berpamitan kepada tetangga sekitarnya.

Suasana haru pun pecah saat Dina berpamitan kepada tetangganya.

"Alhamdulillah, senang dan bersyukur," kata Dina.

2. Rusun Gratis untuk Dina, Fasilitas Lengkap
Di dalam Rusun tersebut, Dina beserta keluarganya mendapat fasilitas secara cuma-cuma.

Sebab, seluruh fasilitas ditanggung oleh salah seorang pejabat di Pemprov Jatim yang enggan disebut namanya. 

Kisah Dina Oktavia memang mendapat perhatian khusus dari Pemkot Surabaya bahkan Pemprov Jatim.

Pengelola Rusunawa, Anang Bintoro mengatakan, rusun beserta fasilitas lainnya diberikan secara gratis kepada kelurga Dina Oktavia (21).

"Ini gratis semua" kata Anang.

Di dalam kamar tersebut tersedia beberapa fasilitas seperti kasur dan lemari.

"Nanti insyaallah ada dermawan yang mau nyumbang kulkas sama ac," tambah Anang.

Dina pun juga mendapat bantuan pribadi dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. 

Dina pun mengaku bersyukur banyak yang peduli terhadap keadaan dirinya.

"Saya senang, bersyukur banyak yang peduli," kata Dina.

3. Dina Mulai Kehidupan Baru, Ingin Buka Usaha 
Dina Oktavia bersama keluarga kecilnya saat pindah dari rumahnya sewaanya di kawasan Jojoran menuju Rusun Gunungsari, Selasa (3/12/2019).

Meski sudah menerima bantuan dan tinggal di rusun, DIna Oktavia masih harus terus menghidupi keluarganya.

Dina menceritakan jika ia ingin membangun usaha kecil-kecilan. 

Hal tersebut ia lakukan agar ekonominya stabil dan kebutuhan keluarhanya dapat terpenuhi, terlebih lagi untuk sang anak.

DIna berharap kelak anaknya, Muhammad Pandu Firmansyah dapat tumbuh layaknya anak-anak seuisianya.

4. Anak Derita Hidrosefalus, Suami Malah Minggat karena Malu
Suasana haru saat Dina Oktavia beserta ibunya berpamitan ke tetangga sekitar rumah sewaannya di kawasan Jojoran, sebelum pindah ke Rusun Gunungsari, Surabaya, Selasa (3/12/2019). 

Sebelumnya, Dina Oktavia ramai diperbincangkan karena kisah hidupnya yang ditinggal suami karena malu memiliki anak tak sempurna.

Padahal, Dina dan suaminya dulu berjuang untuk mendapatkan restu orang tua pihak laki-laki.

Namun, usahanya tersebut justru pupus lantaran sikap sang suami yang enggan menerima anak mereka.

Diektahui putra Dina Oktavia mengidap penyakit hidrosefalus.

Penyakit tersebut membuat sebagian wajah Pandu rusak, terutama dibagian hidung, bibir dan matanya.

Bukan hanya suaminya saja yang malu dengan anak mereka, namun mertuanya pun juga bersikap demikian.

"Suami saya sudah satu bulan ini pergi, katanya malu punya anak tidak sempurna," ungkap Dina yang bercerita sambil berkaca-kaca.

"Malu gara-gara cucunya gak sempurna," terang Dina.

5. Dina Trauma dengan Tikus, 2 Kali Digigit saat Hamil
Dina Oktavia Tinggal di Rumah Banyak Tikus, Suami Minggat karena Anak Idap Hidrosefalus, Ini 5 Fakta.

Diceritakan dina, putranya sudah didianosa memiliki kelainan sejak dalam kandungan.

"Anak saya kelainan sejak dalam kandungan," kata Dina saat ditemui dirumahnya di kawasan Jojoran STAL 5B Kelurahan Airlangga, Kecamatan Gubeng, Surabaya, Minggu (1/12/2019).

Tak hanya itu, Dina juga trauma terhadap gigitan tikus, sebab, kondisi anaknya yang mengidap hidrosefalus ditengarai lantaran virus tikus.

"Saya waktu hamil dua kali digigit tikus," katanya.

Sehingga, ia pun berharap keluhannya itu didengar oleh Pemerintah Kota Surabaya bahkan Pemerintah Provinsi Jatim.

"Ingin anak saya terjamin. Agar lekas sembuh," harapnya.

Saat menuturkan kisah hidupnya tersebut air mata Dina terus meleleh.

Dina bercerita, sang anak, Pandhu baru saja keluar dari rumah sakit untuk menjalani operasi pemasangan selang untuk saluran cairan di kepalanya di RSU dr Soetomo Surabaya.

"Ini masih rawat jalan," ungkap Dina dibalik wajahnya yang nampak sendu itu.

Dengan sejumlah bantuan yang terus mengalir untuknya, diharapkan Dina Oktavia dan keluarganya kini dapat hidup lebih layak.
☆☆☆☆☆

Cecilia Theresiana: Indigo Asal Surabaya yang meramal Fenomena Indonesia di Tahun 2019

October 03, 2019 2
Memiliki keistimewaan memang bukan sebuah keinginan setiap individu.

Akan tetapi, lebih menjadi sebab pilihan yang telah menjadi takdir. 

Tidak selamanya keistimewaan dapat diterima oleh setiap individu.

Apalagi bagi anak-anak yang memiliki keistimewaan panca indera atau lebih dikenal dengan anak indigo.

Kesulitan adaptasi dengan kelebihan yang dimilikinya seringkali membuat Anda kesulitan dalam memahami mereka.

Adapula yang menyebutkan bahwa anak indigo adalah mereka yang memiliki kemampuan di luar batas anak normal lainnya.

Sehingga dalam beberapa kasus ditemukan anak yang tumbuh di keluarga dengan menggunakan bahasa indonesia justru sangat fasih dalam menggunakan bahasa asing (inggris) pada awal mulai dia bisa berbicara tanpa ada yang memberikan pengajaran khusus.

Di zaman modern seperti ini anak indigo di Indonesia beberapa kali masih bisa ditemui.

Seperti seorang anak bernama Cecilia Theresiana, asal Surabaya.

Cecil bisa melihat tahun 2018 masih relatif labil.

Maksudnya, habis ada perkara lalu tenang sejenak.

Kemudian, puncaknya 2019, bersamaan dengan pesta politik negeri ini, yakni pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres).

Hal itu kemudian membuatnya merinding.

Tapi entah itu kejadian alam atau seperti apa, Cecil tidak bisa menjelaskan secara detail.

Intinya, dia dilanda ketakutan yang amat sangat pada tahun 2019 mendatang.

Secara global, telah mendekati sesuatu yang diibaratkan naik motor itu kuncinya sudah dimasukkan ke kontak yang menunggu dinyalakan.

Tahun depan mulai masukkan kunci dan 2019 mulai dihidupkan (starter).

Ia sangat takut ibadahnya kurang dan semoga tidak sampai kejadian.

Kemampuan indigo-nya ini berawal sejak usia empat tahun, saat mengalami berbagai pengalaman yang tidak lazim.

Waktu itu, sebagai anak kecil kelas II SD ia tergolong sangat bandel dan cenderung mempunyai sikap yang hyperaktif.

Kemampuan melihat peristiwa dan hal-hal bernuansa mistis itu berawal menjelang petang.

Saat itu, Cecil, sapaan wanita cantik itu berlari-lari mengelilingi lorong di dalam rumahnya.

Ketika berlarian ia tiba-tiba terpeleset yang membuatnya terjatuh dalam posisi kedua tangannya menyangga ke arah belakang persis di tengah lorong rumah yang menghubungkan ruang tamu dan kamar tidur serta dapur.

Hal itu membuat pengelihatannya kabur. Sesaat pandangannya sangat gelap.

Sesaat kemudian kedua matanya terbelalak.

Tepat di depan wajahnya yang hanya berjarak sejengkal, muncul sesosok makhluk halus alias astral dalam kondisi membungkuk wajah berwujud tak karuan.

Wajahnya hitam, matanya hijau menyala yang melotot ke arahnya.

Ia masih ingat betul wujud sosok makhluk misterius itu.

Wujudnya lonjong, melekat kain kafan berwarna putih kotor banget dan bau tanah plus amis.

Anak sekecil dia tidak tahu harus berbuat apa saat menghadapi situasi seperti itu.

Cecil pun menangis histeris sembari memejamkan kedua matanya. Sepintas ia pun membuka mata dan situasi kembali normal.

Pasca kejadian penampakkan itu secara berlahan mulai mengubah sudut pandangnya. 

Hal itu membuat perasaan penasarannya semakin menggebu-gebu tak tertahankan.

Untuk mengobati rasa penasarannya ia meminjam ponsel milik ibunya kemudian memberanikan diri merekam ke seluruh sudut rumah.

Selintas tidak terjadi hal yang aneh.

Namun ketika rekaman video itu diputar ia menerjemahkan melalui panca inderanya kemunculan sesosok wanita seperti memakai mukena berwajah merah menyala yang menengok ke arahnya.

Secara bersamaan tiba-tiba ponselnya mati total.

Peristiwa aneh diluar logika mulai menghiasi kehidupannya.

Sudah tak terhitung lagi ia melihat kejadian aneh sosok wanita berbusana serba putih berambut panjang terurai di dalam dapurnya.

Tanpa sadar kejadian terpeleset itu telah membuka indera keenamnya yang memiliki kelebihan melihat dunia dari dimensi lain.

Tak hanya itu, insting melihat kejadian diluar nalar manusia bahkan peristiwa yang belum dialaminya mulai terasa (indigo).

Petunjuk dan tanda-tanda adanya peristiwa yang belum dialaminya itu sempat dibuktikan dengan mengutarakan suasana dan warna lemari kantor milik ayahnya.

Penjelasannya terkait seisi kantor ayahnya itu terbukti tepat meski ia belum sama sekali berada di dalam kantor ayahnya.

Singkat cerita, sepeninggal ayahnya ia pindah bersama ibunya kembali ke kampung halamannya di Kediri pada 2010.

Pindah dari Surabaya ke Kediri tak membuatanya lepas dari peristiwa yang sempat mengusik kehidupannya itu.

Di malam pertama di Kediri ia terbangun persis dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Dia merasakan sesak yang amat sangat dan berupaya membuka mata.

Betapa terkejutnya ia saat membuka mata melihat sosok wanita berbaju putih duduk di atas dadanya dengan kondisi membelakanginya.

Ia menyebut penampakan makhluk astral kala itu adalah kuntilanak.

Cecil kembali membuktikan instingnya sebelum terjadinya erupsi Gunung Kelud tahun 2014 sekira pukul 20.00 WIB, ia merasakan bakal ada terjadi sesuatu yang membuat pikirannya tidak tenang.

Sepintas dalam pikirannya itu ia melihat kondisi kamarnya sangat berantakan.

Lalu, Cicil berupaya menenangkan batinnya yang bergejolak tanpa sebab pasti.

Setelah hatinya tenang ia berinisiatif mengambil barang-barangnya yang dianggap penting dari dalam kamarnya ke tempat yang aman.

Dua jam berselang ia mendengar suara gemuruh petir yang tak henti-hentinya. 

Dari dalam ventilasi rumahnya ia menengok yang melihat sinar kemerahan.

Bersamaan dengan pengumuman perangkat desa yang mengumumkan adanya erupsi Gunung Kelud.

Dampak dari erupsi Kelud itu membuat plavon kamar Cecil hancur dan roboh.

Wanita kelahiran 7 Maret 1998 ini baru menyadari telah menjadi seorang indigo saat berusia 17 tahun.

Itupun setelah ia bercerita tentang kejadian aneh yang dialaminya ke saudara lelakinya yang juga memiliki kemampuan indigo.

Cecil baru tersadar secara keseluruhan kalau selama ini pemandangan yang dilihatnya itu tidak ada indah-indahnya.

Namun, hal itu ada hikmah dari kelebihannya itu.

Ia bisa membantu sekadar mengingatkan orang terdekat disekelilingnya apabila hendak terkena musibah.
☆☆☆☆☆

Kisah Seorang Mahasiswi Yang Membuka Pakaiannya

October 03, 2019 2
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang:
"Kisah Seorang Mahasiswi Yang Membuka Pakaiannya"
Mahasiswa/Mahasiswi adalah sebutan bagi orang yang sedang menempuh pendidikan tinggi di sebuah perguruan tinggi yang terdiri atas sekolah tinggi, akademi, dan yang paling umum adalah universitas.

Tesis sebagai pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen yang dikemukakan dalam karya tulis ilmiah oleh mahasiswa atau mahasiswi untuk mendapatkan gelar kesarjanaan pada perguruan tinggi. Tesis juga dapat berarti sebuah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa/ mahasiswi. 

Tesis merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam penelitian dan pengembangan ilmu pada salah satu bidang keilmuan dalam ilmu pendidikan sesuai ilmu yang telah dipelajari di sebuah Universitas.

Semua Mahasiswa/Mahasiswi wajib menyampaikan hasil tesisnya di hadapan dosen pembimbingnya, namun ada yang aneh dari perilaku Mahasiswi senior di Universitas membuat hadirin pada presentasi tesisnya karena pada  saat sedang presentasi, tiba-tiba dia melepas busana.

Dilansir dari salah satu majalah terkenal, mahasiswi berinisial LC membuka pakaian di hadapan dosen dan mahasiswa lain. Hal itu dilakukan oleh LC karena menurutnya, Seorang Profesor sebelumnya telah mengomentari bahwa bawahan yang dipakainya terlalu pendek.

Melalui Facebook, LC menuliskan insiden kejadian itu sesuai versinya dan LC mengatakan sebelumnya dalam presentasi percobaan dia mengenakan celana pendek jeans.

Profesornya mempertanyakan pakaiannya itu.
Hal pertama yang dikatakan profesor itu kepada saya adalah 'apakah itu benar-benar yang akan Kamu kenakan?
kata LC menirukan ucapan Dosennya kala itu.
Dia, seorang wanita berkulit putih, terus berkata: 'Celana pendek Kamu terlalu pendek,
tambah LC.
Profesor itu memberi tahu di depan seluruh kelas, bahwa pakaian saya mengundang tatapan laki-laki ke tubuh saya mengalihkan perhatian dari isi presentasi.
LC mengatakan seorang siswa internasional laki-laki di kelas kemudian setuju dengan profesor dan Alhasil LC memutuskan untuk meninggalkan ruangan.

Sang Profesor kemudian menyusul keluar dari ruangan dan bertanya apa yang akan dipikirkan ibu LC tentang pakaiannya.

LC menjawab: 
Ibuku adalah seorang feminis, profesor bidang jender. Dia tidak masalah dengan celana pendek saya.
Setelah insiden itu menyebar luas, Sang Profesor memberikan klarifikasi pada LC.
Saya tidak memberi tahu mahasiswa saya apa yang harus dikenakan, juga tidak mendefinisikan pada mereka seperti apa pakaian yang layak. Saya minta mereka merenung sendiri dan membuat keputusan sendiri.
kata Sang Profesor.

loading...
Menyusul reaksi viral terkait unggahan LC di Facebook, 11 orang dari 14 mahasiswa yang menghadiri kelas tersebut mengeluarkan pernyataan bersama.

Mereka mengatakan komentar LC tidak secara akurat mencerminkan apa yang terjadi di ruangan saat itu dan para siswa menilai Sang Prifesor mengalami kekeliruan saat memilih kata awal untuk mengutarakan maksudnya.

Padahal maksudnya adalah agar LC memperhatikan pentingnya profesionalisme dalam situasi tertentu di depan umum.

Mereka mengatakan bahwa sang profesor sudah meminta maaf berulang kali untuk pilihan kata awalnya dan setuju bahwa 'gagasan' celana pendek 'pada wanita membawa banyak muatan budaya dan politik'.
☆☆☆☆☆

Thoriq Rizki Maulidan Bukan yang Pertama, ini 4 Kasus Pendaki Hilang Misterius di Gunung Lawu, Arjuno dan Piramid

July 03, 2019 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang:
Thoriq Rizki Maulidan Bukan yang Pertama, ini 4 Kasus Pendaki Hilang Misterius di Gunung Lawu, Arjuno dan Piramid.
Pendaki Hilang di Gunung karena berbagai sebab sudah beberapa kali terjadi.

Tak dipungkiri, mendaki gunung bukanlah kegiatan jalan-jalan biasa, apalagi bagi para pemula.

Dari beberapa kasus pendaki hilang bahkan ada yang tak ditemukan hingga saat ini, ada yang dikaitkan dengan mitos namun ada pula karena benar-benar tersesat kemudian tak bisa bertahan, hingga akhirnya ditemukan beberapa tahun kemudian.

Berikut beberapa kasus yang pernah terjadi catatan dan rangkuman Bitter Coffee Park
1. Alvi Pendaki asal Magelang
Alvi pamit mendaki gunung pada Minggu (30/12/2018), namun tidak bilang bahwa akan ke Gunung Lawu.

Alvi buru-buru mengemas perlengkapan mendakinya lalu segera pamit dan mencium tangannya.

Baru saja pulang membantu saya jualan dari pasar. Sampai rumah langsung kemas-kemas pamit mau naik gunung, gitu. Saya sudah suruh dia istirahat dulu tapi katanya keburu kemalaman.
cerita Marwati ibu Alvi.

Alvi berangkat bersama enam rekannya menuju Gunung Lawu, yang terletak di Karanganyar, Jawa Tengah mengendarai sepeda motor dengan berboncengan.

Kepada saudaranya, kata Marwati, Alvi sempat memberi kabar kalau ban sepeda motornya bocor di daerah Boyolali.

Alvi SMS sepupunya kalau ban motornya bocor, dan sedang cari tambal ban. Itu kontak terakhir kami dengan Alvi.
ujar Marwati, yang didampingi adik Alvi, Rika Tri Nuraini (15).

Setelah itu Alvi tidak memberi kabar apapun, sampai pada Rabu (2/1/2019) jelang tengah malam, tim SAR yang ada di Gunung Lawu menelpon memberi kabar jika Alvi telah hilang dan mereka sedang melakukan pencarian.


Tim SAR gabungan menghentikan upaya pencarian terhadap Alvi Kurniawan, pendaki Gunung Lawu yang hilang pada 31 Desember 2018.

Pencarian yang sudah dilakukan selama 23 hari dan melibatkan ratusan relawan tersebut tidak membuahkan hasil.

Tidak ada petunjuk signifikan soal Alvi.

Marwati (42), menunjukkan foto anaknya, Alvi Kurniawan (20), pendaki asal Dusun Mejing 3, Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, yang hilang saat mendaki di Gunung Lawu beberapa waktu lalu, Jumat (4/1/2019).
Bahkan, lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat terakhir kali Alvi terlihat sudah dilakukan pencarian.

Ini termasuk kawasan yang sebelumnya terdapat bau menyengat, yang diduga jenazah Alvi. Hingga saat ini, hasilnya tetap nihil.

Proses pencarian sudah sempat dihentikan sepekan setelah Alvi dinyatakan hilang, yakni pada 8 Januari 2019.

2. Kisah Faiqus Syamsi Pendaki Hilang dan Ditemukan Meninggal di Gunung Arjuno
Banyak cerita pilu para pendaki gunung.

Diantaranya cerita hilang tanpa kembali usai mendaki namun setelah itu dikabarkan sudah meninggal.

Faiqus Syamsi, pendaki gunung Arjuno salah satunya.

Saat akan mendaki gunung, ia minta izin pada ibunya. Faiqus Syamsi mengatakan kepada ibunya bahwa ia akan membikin heboh.

Hanya, Faiqus Syamsi tidak menjelaskan kata heboh yang dimaksudkan kepada ibunya sampai ia ditemukan tinggal tulang belulang di Gunung Arjuno.


Rute pendakian Gunung Arjuno via Tretes
Kalau pamit, iya pamit liburan, mendaki juga sesuai perizinan. Hanya sebelum pergi, dia bilang ke ibunya mau membuat heboh.
kata paman korban Nanang di rumah duka Jalan Kendangsari XV Surabaya, Sabtu (6/4/2019).

Pencarian korban Faiqus Syamsi, siswa SMKN 5 Surabaya yang hilang saat mendaki Gunung Arjuno ditemukan pendaki.

Hal tersebut diungkap keluarga korban setelah tiga bulan kabar duka hilangnya remaja asal Kendangsari XV Surabaya.

Gunung Arjuno sempat ditutup karena ada badai. Dibuka, ada pendaki naik mereka juga tersesat dan menemukan tulang. Ga jadi naik, turun lapor ke pos.
kata paman korban, Nanang di rumah duka, Sabtu (6/4/2019).

3. Kisah Roy, Pendaki Hilang dan Ditemukan Selamat di Gunung Arjuno
Kisah Roy, pendaki yang ditemukan selamat oleh Tim SAR di Gunung Arjuno pada Selasa (8/1/2019) tanpa disengaja.

Tim SAR yang saat itu fokus pada pencarian hilangnya pendaki asal Surabaya bernama Faiqus Syamsi justru menemukan pendaki lain yang ditemukan dalam kondisi linglung.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu warga, Atim Santoso yang saat itu terlibat dalam pencarian.

Atim bersama tim mengatakan bertemu dengan seorang pendaki bernama Roy di Hutan Lali Jiwo, Gunung Arjuno.

Merasa curiga karena jalur pendakian waktu itu ditutup, Atim bersama tim pun menyambangi Roy yang saat itu terduduk sendirian.

Namun Atim mengalami kesulitan saat hendak melakukan komunikasi karena Roy berbicara ngelantur atau tidak nyambung.

Tak hanya itu, dirinya mengaku sempat kesulitan membawa Roy turun ke basecamp, karena yang bersangkutan tidak mau dan berusaha menghindar.

Berbekal dengan medsos Grup pendaki, akhirnya Roy berhasil dijemput keluarganya di basecamp pos pendakian Gunung Arjuno.

4. Thoriq Pendaki Hilang di Gunung Piramid Bondowoso
Gunung Piramid Bondowoso (dok pmikabbondowoso Googlemaps)
Korban mendaki gunung tersebut dengan tiga temannya, namun sebelum mencapai puncak, satu orang teman korban memutuskan untuk turun terlebih dahulu karena kelelahan.

Thoriq dan dua temannya yang lain tetap memutuskan tetap naik menuju puncak untuk melihat mata hari terbenam.

Namun belum sampai puncak, mereka mengurungkan niat dan memutuskan turun.

Saksi melihat dua orang teman korban turun dengan berlari sambil memperingatkan jalur di atas licin.
☆☆☆☆
Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul:

Fakta Hilangnya Toriq di Gunung Piramid, yang di Sembunyikan Sosok Makhluk Halus

July 03, 2019 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang:
Fakta Hilangnya Toriq di Gunung Piramid, yang di Sembunyikan Sosok Makhluk Halus
Benarkah Toriq disembunyikan Mahkluk halus di Bukit Piramida?
Diambil dari Cennel Youtobe Wawan Gunawan Putra
Misteri Gunung Piramid, Bondowoso..

Pendaki hilang di Puncak Piramid, Gunung Argopuro tepat seminggu belum ditemukan. Menurut laporan Basarnas Pos SAR Jember, pendaki bernama Thoriq Rizki Ahmad Maulidan hilang kontak dengan rekan-rekannya saat menuruni tebing curam di bukit tersebut, Minggu (23/6) sore lalu. Korban mendaki bersama tiga teman seangkatannya di SMP Negeri 4 Bondowoso. Ketiga rekan korban bernama Pungki Pranata, Riski, dan Syafril.

Pendakian dimulai Minggu pagi pukul 07.00 WIB melewati jalur Tegal Tengah demi menikmati sunset di atas bukit. Di tengah perjalanan, Syafril memilih tidak ikut mendaki ke puncak karena kelelahan dan memilih menunggu di bawah.

Menjelang sore atau sekitar pukul 17.00 WIB, kabut di Bukit Piramid semakin tebal, mereka memutuskan turun dari bukti. Dalam perjalanan, Thoriq berjalan di depan dan jauh meninggalkan Pungki dan Riski. Menurut Pungki, Thoriq berjalan sangat cepat hingga mereka berdua tertinggal jauh dan kehilangan jejaknya Thariq. Setelah dicari-cari Thariq tetap tak terlihat.

Setelah berhasil turun dari bukit, Pungki dan Syafril langsung melaporkan kejadian itu ke relawan dan warga setempat.

Proses pencarian langsung dilakukan pada keesokan harinya Senin (24/6) oleh tim SAR gabungan di sekitar Gunung Argopuro, Bondowoso. Menurut catatan Basarnas Pos Jember korban diduga tergelincir ke jurang, meski hal tersebut belum bisa dibuktikan karena hasil pencarian masih nihil hingga hari ini.