Showing posts with label Scary. Show all posts
Showing posts with label Scary. Show all posts

Apa Ciri-ciri Seorang Anak Indigo (Indra Keenam)?

March 10, 2019 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Apa Ciri-ciri Seorang Anak Indigo (Indra Keenam)?
Rumah horor. (Foto: DevianArt)
Pada tahun 1990-an, sejumlah Psikolog Amerika mengelompokkan anak-anak yang memiliki kekuatan psikis khusus sebagai indigo

Sejak saat itu, istilah indigo kemudian merebak luas hingga sekarang.

Istilah ini merujuk pada kemampuan seseorang yang bisa merasakan atau bahkan melihat sesuatu yang enggak bisa dilakukan oleh orang kebanyakan. 

Kalau di Indonesia, orang-orang seperti ini sering disebut memiliki Indra Keenam.

Teman-teman kita dengan kemampuan khusus ini biasanya enggak mau menonjolkan atau memamerkan kemampuannya di depan orang lain. 

Itu sebabnya, pada umumnya, mereka akan terlihat sama seperti orang kebanyakan.

Meski begitu, indigo ternyata bisa diamati, lho. Ciri-cirinya bahkan bisa kamu lihat sejak usia anak-anak. 

Lantas, apa saja ciri-ciri anak indigo? 
Berikut Bitter Coffee Park merangkum dari Thought Catalog buat Sahabat Bitter:
1. Tertarik pada topik paranormal
Ilustrasi hantu wanita (Foto: Pixabay)
Wajar memang saat anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, tetapi anak indigo enggak akan pernah puas terhadap jawaban seadanya yang biasa diberikan oleh orang tua mereka. Anak-anak indigo akan mempelajari dan mencari tahu lebih dalam dari yang mereka dapatkan dari berbagai sumber. Misalnya dengan membaca buku yang membahas hal tersebut.

2. Kurang patuh
Ilustrasi Anak Belajar (Foto: THINKSTOCK)
Anak-anak indigo biasanya kurang patuh terhadap aturan-aturan yang ada. Eits, bukan berarti mereka nakal. Hal ini terjadi karena mereka biasanya bersikap kritis. Mereka ingin tahu alasan logis di balik adanya sebuah peraturan itu. Namun, jika mereka diberi penjelasan, maka anak-anak indigo juga akan patuh, kok.

3. Lebih dewasa dari seusianya
Lebih dewasa (Foto: Thinkstock)
Mereka akan tampak lebih dewasa dibanding anak seusianya. Anak-anak indigo akan merasa enggak berada di tempatnya saat bergabung dengan anak-anak seusia mereka. Mereka akan merasa lebih mandiri, lebih pintar, dan lebih matang secara emosi dibanding teman-teman mereka yang lain.

4. Kreatif
Gambar Kreatif Gang Kebanggaan di Tambora
Semua anak memang memiliki jiwa kreativitas dalam diri mereka, tetapi anak indigo lahir dengan kreativitas yang luar biasa di satu bidang. Entah itu dalam hal melukis, memasak, atau bermain musik. Kreativitas ini juga akan konsisten hingga mereka dewasa.

5. Lebih emosional
Anak mengalami perubahan emosional. (Foto: Thinkstock)
Anak-anak indigo akan menangis saat menonton film yang sedih dan akan tertawa terbahak-bahak saat menonton film yang lucu. Apapun jenis emosinya, mereka akan total dalam mengekspresikannya. Anak-anak indigo terbiasa sendiri, karenanya mereka memiliki rasa yang lebih peka dan lebih ekspresif.
☆☆☆☆☆

Apakah Penjelasan Sains Tentang Santet, Teluh, Atau Ilmu Hitam?

March 03, 2019 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Apakah Penjelasan Sains Tentang Santet, Teluh, Atau Ilmu Hitam?
Pada saat ini sains belum dapat menjelaskan secara ilmiah fenomena santet dan pelet seperti yang Sahabat Bitter tanyakan, meskipun secara “semi-ilmiah” atau pseudo ilmiah.

Hal ini dapat dijelaskan dengan frekuensi energi manusia yang jika terdeteksi secara tepat seperti yang konon katanya somewhere di Rusia sana telah diciptakan alat yang dapat mendeteksi frekuensi getaran energi orang per orang sehingga jika frekuensinya itu diganggu orang yang bisa merasakan efek seperti orang terkena santet. 

Di tanah Nusantara yang sebagian penduduknya mendapat warisan ilmu metafisika dari para leluhurnya hal-hal seperti santet dan pelet telah dipraktikkan di mana-mana dan hanya orang terlalu keras kepalalah yang tidak mampu melihat kenyataan dari fenomena ini. 

Tetapi karena basis sains saat ini masih bersifat materialistis, maka fenomena yang bersifat non-materi ini masih luput dari jangkauan atau perhatian serius para ilmuwan, entah pada suatu hari nanti jika quantum physics sudah sedemikian majunya, mungkin saja fenomena santet dan pelet dapat dijelaskan secara ilmiah setelah melewati uji-coba yang sesama di laboratorium dan kehidupan sehari-hari. 

Who Knows?
Sepemahaman Bitter Coffee Park, penjelasan saintifik atas sebuah fenomena dapat diungkap setelah memenuhi 4 persyaratan: 
  1. Objective, 
  2. Measurable, 
  3. Empiric, 
  4. Falsifable.
Sebelum menjawab pertanyaan ini, perlu kita kritisi terlebih dahulu, 
Apakah fenomena santet, teluh, atau ilmu hitam pernah menjalani sebuah prosedur ilmiah sehingga didapatkan sebuah penjelasan saintifik? 
Jika belum, kita tidak punya penjelasan saintifik akan hal tersebut. 

Kita hanya bisa melontarkan asumsi asumsi yang tingkat keakuratannya tidak jelas.

Lalu Apa Kesimpulannya?
Tidak tahu dan pertanyaan ini tidak bisa dijawab, karena belum pernah diujikan secara saintifik untuk diungkap fenomenanya (kecuali Sahabat Bitter punya jurnal ilmiah yang menjelaskan terkait hal ini, feel free untuk membagikannya).

Namun demikian, Bitter Coffee Park punya sebuah kisah menarik.
James Randi, merupakan seorang yang cukup skeptis terhadap segala fenomena paranormal dan hal hal yang berbau mistis. 

Hingga suatu ketika, ia menawarkan uang sejumlah 1 juta dollar bagi siapapun yang bisa menunjukkan kemampuan paranormalnya di sebuah kondisi dengan pengontrolan yang cukup ketat dan terukur.

Hasilnya Apa?
Tidak ada yang berhasil.

Nah kembali lagi ke topik awal, terkait santet, teluh dan ilmu hitam, bagaimana jika kita cobakan dalam sebuah kondisi laboratorium yang terkontrol dengan ketat.
Apakah hal hal tersebut akam tetap bisa bekerja?
Jika tidak berhasi? 
Mungkin fenomena fenomena tersebut hanya bualan belaka. Yang disebarkan berdasarkan ‘katanya si A’ dan ‘katanya si B’.

Jika berhasil? 
Mari kita lihat terkait mekanisme logis bagaimana fenomena fenomena tersebut bekerja.

Catatan Kaki
Bagaimana dengan pendapat Sahabat Bitter yang lain selepas Pro dan Kontra dari Pertanyaan Diaatas?????
Nah Berikut Adalah Pendapat Lainnya Dari Sahabat Bitter Perihal 4 Pertanyaan Diatas:
Pendapat Pertama Dari Sahabat Bitter
Berbeda dengan jawaban-jawaban yang lain yang mana saya kurang sepakat (maaf), saya berpendapat bahwa fenomena seperti santet, teluh dan ilmu hitam itu nyata adanya, walau kita belum menemukan penjelasan yang ‘pas’ untuk fenomena-fenomena tersebut.

Meski begitu, saya yakin bahwa sumber dari fenomena-fenomena di atas bersumber dari kekuatan gaib. 

Kekuatan gaib oleh sains diidentifikasi sebagai gelombang elektromagnetik yang tidak wajar, sehingga bisa mempengaruhi manusia di se-kitarnya.

Saya juga tidak menyangkal bahwa memang ada makhluk lain selain manusia yang hidup di alam semesta ini. 
Lalu mengapa kita tidak melihat wujudnya dan tidak mendeteksi kehadirannya? 
Hal itu bisa dijelaskan bahwa manusia dan makhluk gaib tinggal di dimensi yang berbeda. Manusia biasa tidak bisa melakukan penyeberangan antar dimensi ini.
Walaupun berbeda dimensi, beberapa manusia yang memiliki ilmu yang lebih, bisa menyeberang antar dimensi. 

Begitu juga dengan makhluk gaib, tidak semuanya memiliki kemampuan untuk menyeberang ke dimensi manusia. Dengan kemampuan menyeberang antar dimensi ini, manusia bisa melakukan hal-hal yang baik ataupun yang buruk.

Hal yang baik yang bisa dilakukan adalah, misalnya seseorang bisa menempuh jarak yang jauh dengan waktu yang lebih singkat dengan memanfaatkan perpindahan dimensi ini. 

Sementara penggunaannya dalam sisi buruk, bisa jadi berupa santet, teluh atau ilmu hitam.

Memang zaman semakin maju, semakin kemari semakin banyak pula fenomena yang bisa dijelaskan melalui sains, namun jangan pernah meremehkan fenomena yang belum bisa kita jelaskan. 

Masih ada waktu panjang bagi umat manusia untuk menyelami lautan ilmu yang sangat luas.

Bayangkan apabila manusia mencukupkan diri dengan pengetahuan yang dia miliki sekarang ini, itu ibarat manusia dari abad pertengahan yang mencukupkan diri dengan teori bumi datar (karena hanya itu yang ia ketahui waktu itu), dan tidak belajar untuk mencari fakta dari fenomena yang dilihatnya.
Pendapat Kedua Dari Sahabat Bitter
Untuk menjawab pertanyaan ini, saya terpaksa harus mencari tahu dulu beberapa pembagian umum penjurusan ilmu hitam di Indonesia, karena konsentrasi satu pasti berbeda dengan yang lainnya.

Santet
Santet adalah mencelakai orang dari jarak jauh, utamanya tanpa sepengetahuan sang korban tanpa mengungkap identitas pelakunya yang melakukan melalui medium yang menjampi dengan diikuti gerakan jari jemarinya.
Secara sains, hal ini bukan hal yang tak masuk akal. 

Menurut penelitian, statistik di negara maju seperti Amerika Serikat menunjukkan ratusan anak muda meninggal setiap tahunnya akibat jampi-jampi tak kelihatan yang dilakukan dari jarak jauh melalui medium dengan mulut komat-kamit diikuti gerakan jari jemari. 

Bahkan di negara maju tersebut sudah dimulai gerakan anti santet.
Jangan remehkan ilmu santet, bila merasa terkena santet, segera hubungi dan ceritakan ke pihak terpercaya.

Pesugihan
Ini adalah cabang ilmu hitam yang digunakan untuk memperkaya diri sendiri tanpa harus kerja selayaknya yang lain, biasanya dengan bergadang di tengah malam sambil memanjatkan doa entah ke siapa.
Dalam kenyataannya, pada hari ini banyak sekali yang mempraktekkan ilmu ini pada zaman sekarang.
Bedanya, mungkin dalam cerita dan film mistis yang dinyalalan adalah lilin, sedangkan dalam kenyataan, yang dinyalakan adalah layar monitor.

Pelet
Inilah ilmu yang digunakan untuk memikat seseorang dari jauh secara kasat mata.
Di zaman ini, hal ini juga sangat memungkinkan untuk dilakukan. 
Pelaku hanya tinggal membuat profile yang dirasakan paling menarik untuk lawan jenis, atau sesama jenis, yang biasanya disertai binatang piaraannya atau foto setir mobilnya lalu tinggal berdoa (sekali lagi entah ke siapa) agar korban segera terpelet.
Demikian jawaban saya yang mungkin sekali tak sesuai harapan. Dan sebagai catatan, semua foto di atas hanyalah untuk kepentingan ilustrasi.
Pendapat Ketiga Dari Sahabat Bitter
Fenomena santet, teluh atau ilmu hitam dikenal di berbagai kebudayaan dunia, termasuk kebudayaan barat, dengan berbagai nama. 

Ini dipelajari secara ilmiah dalam bidang ilmu parapsikologi.

Sama seperti bidang sains lainnya, parapsikologi mendekati berbagai fenomena psikologi yang aneh melalui pendekatan ilmiah. 

Beberapa pendekatan yang biasa dipakai antara lain: 
  1. Survei, 
  2. Penelitian lapangan, 
  3. Penelitian laboratorium, 
  4. Penelitian demonstrasi, dan/ atau
  5. Penelitian proses.
Dalam semua pendekatan ini, yang ditekankan adalah objektivitas penelitian agar memenuhi syarat saintifik seperti bisa direplikasi dan bisa difalsifikasi.

Sayangnya, sama seperti bidang sains lainnya, bidang ilmu parapsikologi juga bisa terracuni oleh unsur-unsur non-ilmiah atau pseudo-sains. 

Terlebih lagi, bidang ini memang mempelajari fenomena yang tidak lazim dalam kehidupan manusia. 

Ketika menghadapi fenomena seperti ini, mudah sekali terjadi bias oleh karena subjektivitas pengalaman manusia dan keinginan bawah sadar untuk mempercayai sesuatu.

Perbedaan pendekatan antara yang objektif dan yang subjektif terlihat misalnya pada tayangan televisi yang berhubungan dengan fenomena hantu.

Ada tayangan yang berusaha menerangkan fenomena tertentu melalui pendekatan objektif melalui penempatan berbagai sensor. 

Cara pendekatan objektif ini sering malah menghasilkan keterangan logis tentang apa yang sebenarnya terjadi, misalnya suara-suara aneh yang menakutkan ternyata adalah seekor ular besar yang menempati loteng rumah. 

Di lain pihak ada tayangan yang berusaha meyakinkan penonton melalui pendapat paranormal tanpa menyajikan bukti yang meyakinkan selain pernyataan-pernyataan subjektif sang paranormal.

Apa penjelasan ilmiah tentang fenomena parapsikologi? 
Kemungkinannya antara lain:
  1. Ini adalah benar sebuah fenomena psikik yang belum bisa diterangkan. Perlu dilakukan replikasi sehingga kita bisa mempelajarinya lebih dalam.
  2. Si pelaku adalah penipu. Waspadai selalu kemungkinan ini.
  3. Trik sulap (ada orang yang jujur mengatakan bahwa ia bermain sulap, ada pula yang melangkah lebih jauh dengan memanfaatkan kebodohan orang lain)
  4. Yang mengalami atau saksi sebenarnya tidak benar-benar mengalami keajaiban tetapi ada keinginan atau motif, entah sadar atau tak disadari untuk meyakinkan orang lain tentang sesuatu yang istimewa yang telah terjadi padanya.
  5. Orang yang mengalami memiliki latar belakang kepercayaan takhayul tertentu yang berusaha ia cocokkan dengan fenomena yang sebenarnya biasa saja.
  6. Kekeliruan logika dalam menghubungkan peristiwa sebagai urutan sebab-akibat, walaupun sebenarnya tak berhubungan atau hanya suatu ko-insiden.
  7. Fenomena itu disebabkan oleh hal lain, tetapi orang yang mengalaminya berusaha menerangkannya berdasarkan logikanya sendiri. Contohnya, Dia sering merasa sesak dalam kamarnya dan ia yakin itu karena adanya hantu, setelah diteliti ternyata terdapat kebocoran gas dalam kamar tersebut yang menimbulkan rasa sesak.
  8. Fenomena psikologis biasa, misalnya self-hipnosis atau psikosis.
  9. Fenomena trance, yang sebenarnya banyak dijumpai lintas budaya, yang kadang-kadang tercapai melalui penggunaan substansi halusinogen. Pada hakekatnya ini adalah pergeseran kesadaran.
  10. Tindakan hipnosis (baik disebut hipnosis atau pun metode lain yang hakekatnya adalah sugesti diri).
  11. Penyakit jiwa, misalnya split personality atau schizophrenia. dan lain-lain.
Kesimpulannya, kita perlu menyikapi fenomena parapsikologi dengan pikiran terbuka sebagai hal yang benar-benar belum dapat kita pahami dan perlu diteliti. 

Namun perlu pula kita waspadai fenomena yang sebenarnya hanyalah hasil dari ketidaktahuan sang saksi, keinginan orang untuk menipu atau mendapatkan nama, kelainan mental, fenomena psikologi biasa, fenomena alam, bias kepercayaan, kekeliruan logika, dan lain-lain.
Catatan Kaki:
Pendapat Keempat Dari Sahabat Bitter
Jika ilmu-ilmu luar biasa itu memang benar-benar ada:
  1. Mengapa Indonesia di masa lalu pernah dilukai oleh senjata tentara Belanda dan Jepang? 
  2. Mengapa memberantas korupsi di negara ini harus melalui penyelidikan? 
  3. Mengapa harus menggunakan senjata untuk membasmi kelompok separatis seperti OPM dan teroris?
Di mana kemampuan terawang, serangan jarak jauh, kebal senjata, tak kasat mata, dan guna-gunanya?
Saya sudah banyak bertemu dan berkenalan dengan orang pintar.

Beberapa teman saya juga mengklaim sebagai indigo.

Namun, belum ada yang dapat membuktikan keilmuannya. 

Malah, salah satu kenalan saya yang mengaku memiliki jimat kebal senjata tajam meninggal dunia setelah dibegal (mohon maaf). 

Kemudian, satu lagi mengaku punya ilmu untuk memindahkan penyakit ke hewan, tetapi sering mengeluhkan penyakit diabetes dan hipertensinya. 

Ada juga yang mengklaim bisa melihat masa depan, tetapi suatu waktu mengizinkan anak gadisnya jalan dengan pacarnya dan berakhir menjadi korban pelecehan sensual (mohon maaf). 

Akhirnya, si ayah murka dan menuntut pacar anaknya agar dipenjara seumur hidup.

Really?
Suatu ilmu dapat dikatakan bagian dari sains apabila sistematis, universal, memiliki objek, memiliki metodologi yang dapat digunakan dalam penelitian mengenai fenomena yang berkaitan dengan objek ilmu itu. 

Tidak ada kriteria itu pada ilmu-ilmu ajaib di atas. 

Karena itu, ilmu-ilmu itu bukan merupakan sains. Penjelasan sains terhadap ilmu-ilmu itu sederhana: KEBOHONGAN.

Anda bisa melihat video James Randy. Dia sangat gencar mematahkan klaim-klaim ilmu ajaib seperti indigo, terawang, telekinesis, dsb.
☆☆☆☆☆
Catatan Bijak:
Bisa jadi penapsiran perihal pertanyaan di atas dan apa pendapat dari Sahabat Bitter diatas jika tidak sesuai dengan keyakinan pabaca, cukup taruk di hati dan pikiran Sahabat Bitter lainya bahwa:
Keyakinan Tidak Bisa Dipaksakan Kepada Siapapun, Keyakinan Itu Untuk Mereka Yang Metakini. Apabila tida se-keyakinan, Cukuplah Kita Bertoleransi atas perbedaan tersebut.
☆☆☆☆☆

Mengapa Manusia Dapat Mengalami Déjà-Vu?

March 03, 2019 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Mengapa Manusia Dapat Mengalami Déjà-Vu?
Sebenarnya déjà vu ini adalah sebuah fenomena yang cukup menarik. 

Jika kita lihat secara definisi, déjà vu sebenarnya merupakan sebuah istilah dari bahasa perancis yang digunakan untuk menjelaskan sebuah perasaan ketika seseorang seolah olah pernah mengalami sebuah peristiwa atau pernah pergi ke sebuah tempat, namun sebenarnya belum.

Bitter Coffee Park rasa mungkin beberapa dari kita pernah merasakannya dan tentu saja munculnya perasaan ini membuat kita merasa terkejut. 

Ketika perasaan ini muncul, kita akan mencoba untuk memanggil ingatan kita di masa lalu dan mengecek:
  1. Apakah ada yang salah dengan ingatan kita?
  2. Apakah kita juga merasa demikian?
Nah, Bitter Coffee Park sempat berdiskusi dengan beberapa Sahabat Bitter terkait fenomena déjà vu. 

Karena Bitter Coffee Park sebenarnya juga agak penasaran, Bitter Coffee Park mencoba untuk mencari jawaban ini pula melalui riset-riset dalam kajian psikologi kognitif, terutama dalam kaitannya dengan kajian seputar memori atau ingatan.

Setidaknya, sebuah kajian yang dilakukan di Jepang untuk mengungkap fenomena déjà vu ini menunjukkan bahwa munculnya perasaan déjà vu sebenarnya memiliki keterkaitan dengan fungsi kognitif yang sehat.

Artinya apa? 
Artinya, adanya perasaan déjà vu ini sebenarnya bukan diakibatkan karena adanya gangguan psikis, mental, ataupun hal yang sejenisnya. 

Besar kemungkinan bahwa fenomena déjà vu ini memiliki keterkaitan erat dengan kemampuan ingatan seseorang. 

Argumen ini sebenarnya diperkuat oleh temuan pada sebuah studi lain.

Dalam studi ini, subjek ini nantinya akan mengikuti dua blok eksperimen. 

Di kondisi blok pertama, mereka akan menggunakan teknologi realitas virtual untuk melihat sebuah ruangan yang dibuat secara digital, dan mereka pun bisa melihat kondisi sekelilingnya secara 360 derajat.
(Gambar. Kondisi desain spasial ruangan yang ditampilan pada blok pertama vs blok kedua).

Di kondisi blok kedua, mereka akan diperlihatkan beberapa ruangan digital juga melalui teknologi realitas virtual, akan tetapi akan ada beberapa kondisi ruangan digital yang akan di rancang supaya mirip dengan kondisi ruangan pada eksperimen pertama akan tetapi memiliki layout yang agak berbeda, dan ada juga yang kondisi ruangan yang benar benar berbeda (ditampilkan secara acak). Subjek kemudian akan diminta untuk memberikan penilaian akan ruangan yang mereka lihat terkait seberapa mirip dengan kondisi ruangan yang ia lihat di kondisi pertama dan seberapa kuat kondisi déjà vu yang mereka rasakan.

Lalu, bagaimana hasilnya?
Probabilitas munculnya perasaan déjà vu lebih banyak muncul ketika di blok kedua, subjek dipaparkan dengan kondisi ruangan digital yang sama tapi memiliki layout yang berbeda dengan yang ditampilakan pada blok pertama.

Jadi, apa yang dapat kita pelajari melalui hasil studi ini?
Besar kemungkinan bahwa perasaan déjà vu yang kita alami merupakan hasil dari kesalahan kognitif kita dalam memanggil sebuah ingatan spasial yang sudah tersimpan dalam otak kita. 

Perasaan déjà vu yang muncul ketika kita sedang menuju ke sebuah tempat baru itu bisa jadi muncul karena tempat baru yang kita kunjungi tersebut memiliki pola atau pattern spasial yang mirip dengan sebuah tempat yang pernah kita kunjungi sebelumnya, yang sudah terekam dalam otak kita. 

Nah, ketika kita sedang mencoba untuk memanggil ingatan tersebut, terjadilah sebuah kegagalan.

Hasil temuan tersebut pun sebenarnya juga diperkuat lagi dengan studi lain yang dilakukan menggunakan MRI menunjukkan bahwa bagian frontal di otak kita yang aktif ketika sedang mengalami déjà vu.

Padahal, bagian frontal otak kita ini sebenarnya bukanlah bagian yang bertanggungjawab terhadap kemampuan spasial ataupun ingatan, melainkan bagian yang berperan dalam proses pengambilan keputusan.

Besar kemungkinan karena adanya kegagalan dalam memanggil ingatan seperti yang Bitter Coffee Park jelaskan tadi mengakibatkan munculnya semacam konflik dalam otak kita. 

Maka dari itu, terjadilah semacam resolusi konflik yang berlangsung dalam bagian frontal cortex yang mengakibatkan munculnya perasaan déjà vu.

Singkatnya, déjà vu ini muncul sebagai bentuk resolusi konflik pada memori ketika kita melihat sebuah tempat baru yang memiliki pola atau pattern spasial dengan sebuah tempat yang sudah pernah terekam dalam otak kita.

Catatan Kaki

Why are some dogs called ankle-biters?

March 03, 2019 0
Hay Friends Of Bitter, Bitter Coffee Park this Time will invite you in the stile of the chat coffe shops on:
When I was a kid we used to have a little terrier-type rescue dog, quite similar to this one:
Cute, isn't he? Yes, he looked cute. BUT...he was THE embodiment of the term "ankle-biter". He made a sport of it. And he was an ambush predator. He lurked behind doors, walls, corners, furniture, EVERYWHERE, waiting for one of us to walk by and then, always from behind, bite our ankles. Not "nibble", no.......bite. Sometimes, when barefoot, he even could draw some blood. And although he didn't seriously injure you, it HURT.

Thus, walking through our home was quite an 'adventure' for all of us, and you would frequently hear someone scream and curse somewhere in the house. That was kind of 'normal' at home. And also the reason why he spent a good part of the day in the fenced yard. It was a large yard, with the fence facing the street at quite a distance from the house.

What we didn't know was that there was a hole in that fence within the hedge.

How we found out?
Well, we heard that there was a little black devil down our street biting passersby from behind in their ankles. Ooops! That sounded too familiar, so we decided to observe him one day. All of us, the whole family.

And what we saw was somewhere between hilarious and shocking, and resembled quite closely this picture (although 1- we saw it from behind, 2- our dog was a lot smaller and all black, 3- the sheep here was a person and 4- there was a a hedge with a -supposedly intact- fence between them two).
We watched our little darling lurking behind the fence until the person had walked by. Suddenly he disappeared in between the bushes, the person on the other side of the fence shrieked and turned around in the exact moment when our sweet furbaby appeared again inside the yard running full speed towards the house, while turning his head a couple of times to see if someone was following him. All of that within a matter of seconds.

So yes, our lovely little family pet had been entertaining himself ambushing people behind the hedge, stalking them from behind to bite their ankles and make them scream, and then running away as fast as he could.

Suffice to say that this was the last time the "little black devil" had struck in our street...the fence was fixed, and from then on his victims were limited to family members, and one or the other family friend...

Well, that was an ankle-biter. I'd say he even might have been the FATHER of all ankle-biters! RIP. We loved you regardless.
☆☆☆☆☆

Apa Yang Terjadi Jika Sahabat Bitter Dipaksa Tidak Tidur/ Terjaga Terus Menerus Walaupun Dia Sudah Mengantuk Dan Membutuhkan Istirahat?

February 17, 2019 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang:
Apa Yang Terjadi Jika Sahabat Bitter Dipaksa Tidak Tidur/ Terjaga Terus Menerus Walaupun Dia Sudah Mengantuk Dan Membutuhkan Istirahat?
Para ahli menyarankan agar kita tidur sekitar 7 hingga 9 jam setiap malam. Tubuh kita butuh tidur teratur untuk dapat melakukan fungsi fisiologis yang penting, seperti perbaikan otot atau jaringan, memori dan sintesis hormon.

Namun, bagi manusia modern setiap waktu harus selalu produktif. Terkadang mereka mengorbankan waktu tidur untuk bekerja atau bersantai sampai larut malam.

Sebenarnya berapa lama seseorang mampu secara fisik tanpa tidur?

Randy Gardner pria asal Amerika yang saat ini berusia 70 tahun adalah pemegang Rekor Dunia untuk Tidak Tidur Selama 11 Hari 25 Menit.

Untuk efek sampingnya, tercatat banyak sekali efek samping dari kekurangan tidur. 

Berikut adalah efek samping dari kekurangan tidur:
Masalah memori.
  1. Baik memori jangka pendek dan memori jangka panjang.
  2. Kesulitan berpikir dan konsentrasi 
Mood yang cepat berubah.
  1. Jadi lebih emosional, dan cepat marah.
  2. Kalau sudah terlalu lama mengalami kekurangan tidur, bisa menjadi cepat gelisah atau depresi. 
  3. Kedua hal itu juga bisa bertambah parah seiring berkurangnya waktu tidur. 
Bisa terjadi kecelakaan. 
  1. Dalam bentuk apapun, misalnya tersandung saat berjalan kaki, menabrak saat berkendara dan kecelakaan lainnya. 
Sistem kekebalan tubuh yang melemah. 
  1. Kekurangan tidur bisa melemahkan sistem imun tubuh. 
  2. Kekurangan tidur ini juga menjadi salah satu penyebab penyakit seperti pilek, batuk, dan lainnya. 
Tekanan darah tinggi. 
  1. Jika anda tidur kurang dari 5 jam, bisa menaikkan kemungkinan terkena tekanan darah tinggi. 
Diabetes. 
  1. Tidak cuma gula, kurang tidur juga bisa bikin diabetes. 
  2. Saat kita tidur, ada hormon yang namanya insulin yang dilepaskan ke seluruh tubuh. Insulin ini bekerja untuk mengurangi jumlah gula dalam darah kita. 
  3. Kalau kita kurang tidur, jumlah gula dalam darah kita juga akan naik dan kita lebih rentan terkena diabetes tipe 2. 
Tambah gemuk. 
  1. Saat kita tidur, ada bahan kimia dalam tubuh yang dikirimkan ke otak untuk memberi tahu bahwa kita sudah kenyang. 
  2. Saat kekurangan tidur, bahan kimia ini dikirim secara tidak teratur. 
  3. Hasilnya, kita lebih mungkin untuk makan berlebih walaupun sebenarnya kita sudah cukup makan. 
Lebih lesu saat mau berhubungan intim. 
  1. Kekurangan tidur juga menjadi penyebab ini. Pada pria, kelesuan ini mungkin disebabkan oleh turunnya kadar testosteron.
Risiko penyakit jantung. 
  1. Seperti yang sudah dijelaskan di poin 6, tingginya tekanan darah berperan dalam menaikkan risiko penyakit jantung.
Kurangnya keseimbangan. 
  1. Kekurangan tidur (yang pastinya membuat Sahabat Bitter ngantuk) bisa mempengaruhi keseimbangan dan koordinasi. 
Sumber: 
The Effects of Sleep Deprivation on Your Body

Selain dari yang disebutkan di atas, ada juga penelitian lain yang membandingkan 16 studi. 

Hasil dari penelitian tersebut adalah peningkatan risiko kematian dini sebanyak 12%.

Jadi, singkatnya, tidurlah 6–8 jam tiap hari agar tidak mengantuk dan tidak mendapat banyak risiko yang merusak badan seperti di atas. 

Catatan Kaki 
☆☆☆☆☆
THE RUSSIAN SLEEP EXPERIMENT
PERINGATAN jawaban pertanyaan ini BERISI KONTEN YANG SADIS. JIKA SAHABAT BITTER TIDAK SIAP MENTAL SEBAIKNYA URUNGKAN MEMBACA CERITA INI.
Ada sebuah penelitian dinegara rusia yang meneliti manusia yang dipaksa agar tidak tidur. 

Nama percobaannya adalah 
“THE RUSSIAN SLEEP EXPERIMENT” 
penelitian ini sangat populer dibahas terutama digrup depweb. 

Bitter Coffee Park sendiripun ngeri baca cerita ini.
Russian Sleep Experiment (Eksperimen Tidur Russia) russian sleep experiment creepypasta

RSE adalah salah satu Eksperimen Rusia yang paling Mengerikan,

Apa yang terjadi pada manusia jika mereka tidak tidur selama belasan hari? 

Berikut kisah yang cukup populer di kalangan orang Rusia mengenai cerita seram pada eksperimen terhadap manusia.

Pada akhir 1940an, para ilmuwan Rusia melakukan sebuah penelitian terhadap empat orang narapidana. Mereka terkurung di sebuah ruangan tertutup dan diberikan gas stimulan yang untuk menguji apa akibatnya jika kekurangan tidur terlalu lama.
The russian sleep experiment human
Para ilmuwan bisa melihat perilaku para narapidana melalui cermin dua arah. 

Dan percakapan para narapidana bisa didengar melalui speaker. 

Sebelumnya para narapidana sudah dijanjikan akan dibebaskan jika mampu tidak tidur selama 30 hari.

Beberapa hari dilewati tanpa terjadi apa-apa. Namun pada hari ke lima, subjek mulai menunjukkan gejala stres dan mengeluh kondisi mereka. 

Mereka mulai berhenti berbicara dengan sesama napi. 

Pada Hari Ke Tujuh Seorang Narapidana Kelas Berat Dimasukan Bersama dengan Mereka, Mereka mulai memilih untuk berbicara ke microphone dengan harapan bisa memenangkan hati ilmuwan. Mereka mulai paranoia.

Pada hari ke sembilan, mulai muncul pekikan. 

Pertama-tama satu orang, kemudian diikuti lainnya mulai berlari-lari di dalam kamar dan berteriak sekeras-kerasnya hampir sejam. 

Dan yang lebih membingungkan, mereka mulai merobek-robek buku mereka dan melumuri dengan kotoran mereka, dan menempelnya ke cermin sehingga kegiatan mereka tidak bisa dipantau lagi.

Teriakan pun berhenti. Demikian juga bisikan-bisikan.

Tiga hari berlalu, tidak ada suara sama sekali. Khawatir terjadi sesuatu yang buruk, ilmuwan pun berbicara dengan subjek melalui interkom. 
Kami akan memasuki kamar untuk testing mikrofon.
Harap menjauh dari pintu dan berbaring di lantai atau kami akan menembak mu.
Jika patuh, salah satu kalia boleh langsung bebas.
Sebuah suara dari balik ruangan muncul,
“Kami tidak membutuhkan kebebasan.”
Dua hari tanpa kontak dengan mereka. Ilmuwan berdebat apa yang harus dilakukan.

Mereka memutuskan mengakhiri eksperimen ini.

Pada tengah malam di hari ke lima belas, gas stimulan dikeluarkan dari ruangan, dan diganti dengan udara segar untuk mempersiapkan membebaskan subjek.

Jauh dari rasa senang, para subjek justru menunjukkan tanda-tanda ketakutan dan berteriak-teriak.

Mereka memohon supaya mengembalikan gasnya.

Namun ilmuwan tetap membuka kunci pintu kamar, mengirim pasukan tentara masuk ke ruangan untuk mengeluarkan mereka.

Tidak ada satupun pernah menduga apa yang ada di hadapan mereka ketika memasuki ruangan tersebut.

Satu subjek ditemukan tewas diatas genangan darah. Sebagian dagingnya telah dirobek dan disisipkan ke saluran pembuangan.

Semua subjek terlihat dimutilasi dengan parah. Bahkan, luka-luka ini terlihat seperti dilakukan sendiri.

Mereka merobek perut mereka sendiri dengan tangan kosong dan mengeluarkan isi usus mereka sendiri.

Bahkan beberapa memakan daging mereka sendiri.

Empat subjek lain yang masih hidup sangat takut jatuh tidur dan menolak meninggalkan ruangan.

Sekali lagi, mereka memohon ke peneliti untuk menyalakan kembali gasnya. Ketika tentara menyeret mereka keluar, mereka melawan dengan sengit.

Satu orang mengalami limpa pecah, dan habis terlalu banyak darah.

Namun dia tetap memukul selama tiga menit sebelum roboh dan mati.
Russian sleep experiment creepypasta
Subjek-subjek lainnya akhirnya berhasil ditahan, dan dibawa ke pihak medis untuk mendapat perawatan.

Yang pertama menolak untuk dianestesi sehingga merobek otot dan mematahkan tulangnya. Ketika anestesi mulai bekerja, tiba-tiba jantungnya berhenti.

Akhirnya subjek yang lain menjalani operasi tanpa bius.

Jauh dari gejala sakit, para subjek malah tertawa histeris di meja operasi.

Sedemikan histerisnya hingga dokter takut dengan kewarasan mereka sehingga memberikan obat pelumpuh ke mereka.

Setelah selesai operasi, mereka pun ditanyai mengapa ingin memutilasi diri mereka.

Dan mengapa mereka begitu ingin kembali ke kamar gas stimulan ini? 
Jawaban mereka sama.
“Saya harus tetap terjaga.” 
Ternyata mereka sengaja memutilasi mereka supaya tetap terjaga.

Para ilmuwan bermaksud untuk meng-euthanasia-kan mereka saja untuk menghapus jejak kegagalan eksperimen ini.

Tetapi mereka diperintah oleh atasan untuk melanjutkan kembali eksperimennya.

Sang atasan menyebut tiga nama ilmuwan untuk ikut test bersama dua subjek.

Salah satu ilmuwan, mendengar namanya disebutkan langsung mencabut pistolnya dan menembak sang atasan.

Kemudian mengarahkan pistol ke salah satu subjek dan menembak kepalanya.

Dokter dan ilmuwan lainnya langsung kabur dari kamar.

Sang ilmuwan itu sambil mengarahkan pistol ke subjek itu sambil bertanya.
“Kamu ini apa?!”
Sang subjek hanya tersenyum lebar, semakin lebar hingga terlihat Seringai nya.
Semudah Itu kah kau lupa? Kami adalah kamu. Kami adalah kegilaan yang muncul dari diri kalian semua, yang memohon untuk dibebaskan pada setiap waktu di dalam insting hewan terdalam di pikiran kalian. Kamilah yang sembunyi di bawah kasur kalian setiap malam. Kamilah yang kamu bius menjadi diam dan lumpuh ketika kami tidur.
Sang ilmuwanpun mengarahkan pistol ke jantung subjek.