Showing posts with label Bitter. Show all posts
Showing posts with label Bitter. Show all posts

Alasan Pria Selingkuh Setelah Menikah

July 10, 2019 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Alasan Pria Selingkuh Setelah Menikah
Ditahun 2018, Bitter Coffee Park pernah membantu masalah perselingkuhan, ada 3 khasus yang dimana Bitter Coffee Park membantu menanganinya.

Dari situlah Bitter Coffee Park menyimpulkan Alasan kenapa Pria itu Selingkuh.

Perselingkuhan merupakan hal nyata dan bisa menghantui siapa saja.

Setiap wanita pasti ingin menjadi the one and the only dan tidak ingin pria yang dicintai membagi hati dengan wanita lain. Tapi jika banyak wanita khawatir pasangan selingkuh, itu wajar. Banyak sebab yang menjadi alasan pria selingkuh.

Tulisan ini mungkin bisa menjadi koreksi diri bagi Sahabat Bitter akibat munculnya perselingkuhan yang di lakukan oleh pasangannya.

9 Alasan Pria Selingkuh Setelah Menikah
Kepuasan biologis
Meki hubungan intim bukan hal utama dalam rumah tangga, namun hal tersebut adalah pengikat dua jiwa. Kehidupan ranjang yang berjalan kurang baik bisa menjadi alasan pria selingkuh. Kehidupan ranjang yang harmonis akan membawa pasangan suami istri lebih bahagia dan menikmati pernikahannya.

Cobalah mencari variasi gaya dalam berhubungan intim agar tidak membosankan. Terlebih bagi pasangan yang telah bertahun-tahun menikah.

Jangan malu untuk menanyakan fantasi suami Sahabat Bitter. Hidupkan gairah libido suami dengan aksi-aksi nakal Sahabat Bitter, barangkali memang itu yang dia inginkan.

Tidak dihargai di rumah
Beberapa rumah tangga dengan istri yang dominan juga memiliki kecenderungan suami memiliki WIL alias wanita idaman lain. Mengapa? Karena pria merupakan pemimpin di dalam rumah tangga dan semua pemimpin selalu ingin dihargai.

Sikap domain dapat membuat suami merasa kurang berarti dibanding istri. Oleh karena itu, suami cenderung mencari wanita yang menganggap mereka spesial.

Jadi, untuk para istri yang superior, rendah hati-lah sedikit demi keutuhan rumah tangga Sahabat Bitter. Tanya pendapat suami sebelum Sahabat Bitter mengambil tindakan mengenai apa pun. Tunjukkan respec tanda terhadap suami.

Para pria tidak menyukai wanita yang terlampau mandiri karena akan merasa tersaingi. Jika suami dan istri saling berebut kekuasaan, lantas kebahagiaan mana lagi yang hendak direngkuh?

Salah Gaul
Siapa teman-teman suami Sahabat Bitter dan di mana mereka sering menghabiskan waktu, Sahabat Bitter harus tahu. Akan lebih baik jika Sahabat Bitter juga mengetahui track record teman-teman suami Sahabat Bitter.

Sahabat Bitter patut curiga jika ada hal-hal yang tidak biasa, misalnya suami lebih sering menghabiskan waktu bersama teman-temannya dibandingkan di rumah. Jauhkan segera suami Sahabat Bitter jika Sahabat Bitter yakin bahwa teman-temannya tidak baik.

Selingkuh terkadang tidak diawali dengan niat tetapi karena ikut-ikutan. Jika teman-temannya selingkuh, bisa saja suami Sahabat Bitter akan diajak juga. Pergaulan akan ikut menentukan sikap lho..

Membalas Dendam
Pengkhianatan memang sulit untuk dimaafkan dan bisa menjadi penyebab pria selingkuh. Jika Sahabat Bitter pernah serong dengan pria lain, bukan tidak mungkin suami anda juga akan membalas perbuatan tersebut. Jika hal ini terjadi, harus ada pembicaraan internal di antara Sahabat Bitter berdua.

Tidak Ada Rasa Cinta
Cinta merupakan hal mendasar yang harus dipertahankan dalam rumah tangga. Memang pada kenyataannya, tidak semua orang menikah karena alasan cinta. Meskipun sekarang bukan zaman Siti Nurbaya, pernikahan karena dijodohkan masih saja ada.

Ketiadaan rasa cinta kerap jadi alasan pria selingkuh setelah menikah. Tapi apa pun yang menjadi alasan sebuah pernikahan, saat sudah menjadi suami istri, cinta mustinya dibangun dan dijaga. Untuk itu, sebagai istri, tetaplah berusaha memberikan yang terbaik untuk suami. Tumbuhkan rasa cinta suami terhadap Sahabat Bitter. Jika dia telah mencintai Sahabat Bitter, maka ia tidak akan tega selingkuh. Misalkan sudah selingkuh, setidaknya ia akan meninggalkan selingkuhannya demi Sahabat Bitter.

Istri Tidak Perhatian
Para pria sejatinya tidak mementingkan kondisi fisik seorang wanita. Sering kita temui seorang suami berselingkuh dengan wanita yang tidak lebih cantik dari istrinya. Mengapa? Karena laki-laki membutuhkan seorang pendengar yang baik dan hangat.

Oleh sebab itu, dengarkan setiap keluh kesah suami dengan wajah yang perhatian. Jangan anda abaikan perubahan mood suami. Bisa jadi hanya dengan sikap perhatian anda, hati suami akan tetap menjadi milik Sahabat Bitter selamanya.

Istri Tidak Menarik Lagi
Saat muda, terlebih sebelum menikah wanita begitu memperhatikan penampilannya di depan suami. Bagi yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, merasa tak perlu menjaga penampilan akhirnya sehari-hari pakai daster dengan wajah tak terawat.

Mbok ya suami pulang sudah capek kerja tuh yang di rumah pengertian, lakukan perawatan sebisanya biar enak seger dipandang.

Bagaimana dengan wanita karir? Rapi dan cantik sih… Tapi kebanyakan hanya saat di kantor. Pulang ke rumah sudah kucel. Kasihan ya yang menikmati kecantikannya malah orang kantor, suami di rumah tinggal kucelnya.

Tidak merawat diri bisa dijadikan alasan kenapa pria selingkuh. So, biarpun usia tak lagi muda, tak ada salahnya sesekali tampil menggoda di kamar dengan pakai lingerie. Biar suami melotot dan tergoda gitu loh…

Sulit Memiliki Keturunan
Setiap pasangan yang menikah, pasti mendambakan kehadiran si jabang bayi. Jika Sahabat Bitter berdua sudah siap memiliki anak, segeralah mengatur programnya. Periksakan kesehatan reproduksi Sahabat Bitter untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Sulit memiliki keturunan menjadi salah satu alasan pria selingkuh ataupun poligami.

Jika memang terjadi masalah, Sahabat Bitter harus sesegera mungkin melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan. Sudah jelas banyak pria meninggalkan istri mereka karena masalah keturunan. Ada baiknya anda berdua melakukan tes kesehatan sebelum menikah.

Sifat Bawaan
Jika Sahabat Bitter adalah para istri,
Sudahkah mengetahui track record calon suami Sahabat Bitter sebelum menikah? Tipikal setia atau sebaliknya? 
Jika waktu pacaran dia sering main belakang dengan wanita lain, anda patut hati-hati. Ada baiknya Sahabat Bitter mempertimbangkannya kembali.
Bisa jadi kebiasaan lama kambuh lagi bukan?

Iseng
Ini sangat mengesalkan. Beberapa pria bisa selingkuh hanya karena iseng dan merasa tertantang. Untuk alasan ini, bisa jadi ia tak ada masalah. Istri masih menarik, kehidupan rumah tangga baik-baik saja, suami juga sangat mencintai istri, lalu kenapa bisa selingkuh? Bisa jadi ia hanya tertantang mencoba hal baru. Tapi tetap saja perselingkuhan adalah tindakan buruk.
Perselingkuhan merupakan musibah yang dapat melanda rumah tangga siapa saja. Bersikap saling terbuka merupakan kunci keberhasilan sebuah hubungan. Demikian 9 alasan pria selingkuh memberikan manfaat.
☆☆☆☆☆

Alasan pentingnya memiliki seorang sahabat di dalam hidup Bitter

June 30, 2019 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Alasan pentingnya memiliki seorang sahabat di dalam hidup Bitter
Sahabat adalah manusia yang diciptakan oleh Tuhan untuk menemani kita dalam keadaan susah maupun senang. Saling bertukar cerita dan pemikiran tentunya sudah menjadi rutinitas di setiap persahabatan yang ada.

Bisa Sahabat Bitter bayangkan, jika Sahabat Bitter tidak memiliki sahabat setidaknya satu saja di dalam hidup Sahabat Bitter, pasti hidup rasanya akan hampa sekali tanpa canda tawa seorang sahabat.

Di sini Bitter Coffee Park akan menjelaskan ke Sahabat Bitter Alasan pentingnya memiliki seorang sahabat di dalam hidup Bitter.

Berikut Alasannya:
Kejujuran seorang sahabat sangat berharga bagi Bitter
Sebagian besar orang akan mengatakan tentang hal baik kepada Biiter walaupun itu sebenarnya sama sekali tidak dan lain halnya dengan sahabat.

Seorang sahabat akan mengatakan sesuatu kepada Bitter sesuai apa yang mereka pikirkan tentang Bitter sekaligus memberikan semangat kepada Bitter dalam keadaan susah maupun senang.

Memiliki rasa empati yang tinggi terhadap masalah pribadi Bitter
Masalah pribadi adalah sesuatu yang tidak perlu diceritakan kepada orang lain. Namun, jika perlu untuk diceritakan, Bitter selalu berbagi cerita tentang masalah pribadi Bitter kepada sahabat. Selain menjadi pendengar yang baik, sahabat juga memiliki rasa empati yang tinggi sehingga ia mengerti akan keadaan Bitter dan selalu mendukung apapun keputusan yang Bitter anggap baik.

Pengamat Style Bitter yang andal
Ketika Bitter ingin pergi ke acara-acara penting, pastinya tidak lupa untuk meminta pendapat sahabat akan pakaian dan gaya rambut yang Bitter terapkan.

Seorang sahabat sejati tentunya dengan senang hati akan memberikan pendapat mereka tentang style Bitter sehingga Bitter bisa memperbaiki ketika ada kekurangan pada diri Bitter.

Penasehat keuangan Bitter
Tidak hanya sebagai pengamat style Bitter, sahabat juga bisa merangkap sebagai penasehat keuangan Bitter lho!

Ia akan memberikan nasehat jika Bitter akan membeli sesuatu, apakah barang tersebut diperlukan atau tidak.

Sahabat Bitter punya cara tersendiri untuk mengobati patah hati Bitter
Patah hati karena putus cinta memang sakit rasanya. Untuk mengurangi kesedihan dan beban yang ada, pastinya banyak diantara kita memilih untuk mencurahkan isi hati dan kegundahan kepada seorang sahabat.

Ketika Bitter sedang patah hati dan bersedih, sahabat punya cara sendiri agar Bitter melupakan rasa sakit itu dan bisa gembira kembali seperti semula.
☆☆☆☆☆

Alasan Bitter Coffee Park Bercermin Pada Anak-Anak Bitter Coffee Park

June 29, 2019 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang:
Alasan Bitter Coffee Park Bercermin Pada Anak-Anak Bitter Coffee Park
OJO WANI-WANI KARO ANAK, NDAK KUWALAT. PANDANGAN GUS BAHA' TENTANG MENDIDIK ANAK 
Harta benda dan anak adalah (mengandung) fitnah. 
Begitu kata Alquran. 
Lantas fitnah yang bagaimana? 
Secara sederhana, fitnah di sini mempunyai arti cobaan dan ujian. 

Orang yang mempunyai harta cenderung sulit stabil dalam hal ibadah, begitu pula orang yang mempunyai anak. 

Ketika belum punya anak ia sangat gemar sedekah, lalu ketika punya anak, merasa eman-eman dengan sedekah, sebab ia merasa harus memenuhi kebutuhan anak. 
Begitu kira-kira. 

Berbicara soal anak, Bitter Coffee Park teringat ketika mengikuti pengajian dengan Gus Baha' di Bedukan Wonokromo. 

Kira-kira di tahun 2017. 

Gus Baha' punya cara pandang tentang anak yang tidak lazim bagi kebanyakan orang. 
"Ojo wani-wani karo anak, ndak kuwalat."
Jangan berani sama anak, nanti kalian bisa celaka. 
Bagi saya, yang selalu mendengar Jangan berani sama orang tua, nanti celaka. 

Gus Baha' membalik kalimat tersebut, bahwa anak harus dihormati

Anak selamanya adalah anak.

Gus Baha' menjelaskan bahwa 
Anak, mempunyai ikatan yang tidak akan putus. 

Berbeda dengan istri, ketika cerai maka hak dan kewajiban yang pernah melekat akan gugur seketika. 

Ikatan yang tidak akan putus tersebut, meskipun jika anak mempunyai kelakuan yang nakal, mbedugal dan ndableg, mereka akan tetap menjadi anak.

Bahkan jika anak dan orang tua saling berjanji tidak mau mengakui hubungan mereka, maka tetap saja secara syariat mereka tetap mempunyai hubungan.

Jika salah satu di antara mereka yang meninggal dunia, maka warisan tetap berlaku. 

Jika perempuan, maka walinya tetap saja adalah ayahnya. 

Begitulah anak, statusnya akan selalu melekat tanpa sekat. 

Anak adalah Penerus Kalimat Tauhid,
Gus Baha' memberikan poin penting tentang kalimat tauhid. 

Baginya, kalimat tauhid adalah 
Kalimat kebenaran yang universal dan absolut. 

Sehingga jika kalimat tersebut diucapkan oleh orang gila sekalipun, kalimat tersebut akan selalu benar. 

Kebenaran kalimat tauhid tidak bisa dimonopoli oleh siapapun. 

Meskipun diucapkan oleh seorang pendosa sekalipun kalimat tauhid tidak menjadi hina, begitu pula jika diucapkan oleh orang saleh sekalipun kalimat tersebut juga tidak akan bertambah mulia. 

Siapapun orang yang mengucapkan kalimat tauhid akan menjadi mulia, siapapun orangnya. 

Sebab itulah Gus Baha' menghormati anaknya, sebab anaknya-lah yang kelak akan meneruskan kalimat tauhid tersebut. 

Sebab inilah, Gus Baha' mengaku tidak pernah memukul anaknya, 
Bagaimana bisa mukul ketika saya selalu ingat bahwa ia adalah umatnya Nabi Muhammad yang kelak akan menjadi penerus agama Islam.
begitu kira-kira kalimat Gus Baha'. 

Jangan sampai anak merasa kecewa dengan Bapaknya, Kekecewaan anak terhadap orang tua, agaknya sebanding dengan kekecewaan orang tua terhadap anak. 

Sebagai orang tua kita merasa yang paling berhak atas masa depan anak kita. 

Padahal, sebagai anak, kita justru yang paling berhak kelak mau menjadi apa. 

Wajar, sebab zaman yang dialami oleh orang tua dan anak sama sekali berbeda. 

Gus Baha' selalu mewanti-wanti bagaimana anaknya harus bangga kepada bapaknya, ini bukan persoalan sombong-sombongan, tapi ini mendidik kepada anak agar ia tidak kecewa kepada orang tuanya dengan membanding-bandingkan orang tuanya dengan orang tua temannya

Gus Baha' mempunyai pola hidup yang sederhana, beliau punya televisi hanya karena, jangan sampai anaknya pergi dari rumah hanya ingin menonton televisi di tetangga. 

Bagi Bitter Coffee Park ini persoalan yang sulit. 
Bagaimana agar anak bisa bangga mempunyai orang tua seperti kita. 

Gus Baha', ketika memberikan uang saku untuk sekolah kepada anaknya yang masih sekolah setingkat SD: 
Mas Hasan selalu lebih dari teman-temannya. 
Kata istrinya.

Apakah itu tidak boros jika anak seusia itu dengan uang 5.000 sedangkan teman-temannya hanya diberi uang saku 2.000.

Kata Gus Baha:
Tidak, Sama sekali tidak boros. 

Gus Baha ingin mengajarkan kepada anaknnya untuk selalu jajan kepada penjual-penjual jajanan di sekolah, persoalan tidak sehat dan atau tidak enak lalu dibuang silahkan, buang saja. 

Persoalan dibuang berarti itu adalah rejekinya hewan-hewan seperti semut, cacing dan lain-lain. 

Gus Baha' ingin mengajarkan bahwa:
Kita harus mempunyai kontribusi kepada orang yang mencari nafkah dengan cara yang halal; berjualan jajanan di sekolah-sekolah. 

Tidak ada yang mubazir.
bagi Gus Baha'. 

Cara pandang seperti ini tentunya tidak lazim, dan tergantung pada niatnya. 

Meskipun tidak lazim, minimal bisa memberikan kita pemahaman yang lain, bahwa mendidik anak adalah pilihan orang tua

Nasehat Gus Baha' kepada para orang tua adalah 
Jangan mengira bahwa anak nakal itu tidak ada hubungannya dengan orang tua, sangat berhubungan. 
Jika kalian ingin melihat dirimu, maka lihatlah anakmu. 

Cerminan seperti ini sering mengingatkan Bitter Coffee Park kepada teman-teman Bitter Coffee Park yang merasa menyesal hingga menangis setelah memarahi anaknya. 

Jika kita marah-marah bahkan memukul anak kita, pada hakikatnya kita sedang memarahi diri sendiri dan memukul diri kita sendiri. 

Kita sedang menyakiti diri kita sendiri.
☆☆☆☆☆




























Alasan Bitter Coffee Park mencintai seseorang (Renungan Spiritual Yang Hilang)

June 22, 2019 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Alasan Bitter Coffee Park mencintai seseorang (Renungan Spiritual Yang Hilang)
Sebelum kita bicara mengenai Alasan Bitter Coffee Park Mencintai Seseorang, pertanyaan yang harus dijawab terlebih dahulu itu adalah: 
Apa itu cinta?
Di dari dulu, ambisi terpendam Bitter Coffee Park adalah memahami apa itu cinta. 

Didalam hati Bitter Park Terdahulu selalu muncul pertanyaan:
  1. Apa ya cinta itu? 
  2. Kenapa banyak produk kultural seringkali mengangkat fenomena yang namanya cinta ini? 
  3. Kenapa orang seringkali mengejar cinta, mengharapkan bahagia namun cinta seakan mengingkari janji kebahagiaan tersebut?
Faktanya, literatur psikologi dan filsafat sudah menginvestigasi fenomena yang kita sebut cinta. 

Namun sepengtahuan Bitter Coffee Park, belum ada kesepakatan bersama mengenai apa yang kita maksud dengan C-I-N-T-A.

Dari berbagai investigasi yang Bitter Coffee Park lakukan, Bitter Coffee Park menimpulkan bahwa fenomena cinta ini sangat tergantung bagaimana kita mendefinisisasikan cinta itu sendiri. 
  • Apakah cinta itu sebuah tindakan? 
  • Apakah cinta itu sebuah perasaan? 
  • Apakah cinta itu sebuah sikap? 
  • Apakah cinta itu sebuah evaluasi terhadap suatu hal?
Terlepas dari berbagai pendapat para pemikir besar terdahulu, Bitter Coffee Park tergolong orang yang berpendapat bahwa yang umumnya orang sebut cinta adalah suatu emosi.

Emosi sendiri adalah suatu perasaan dalam kesadaran kita (conscious experience) yang memiliki elemen positif atau negatif dan kualitas tertentu yang spesifik. 

Karakteristik dari emosi yang lain adalah perasaan tersebut cenderung untuk mendorong seseorang untuk melakukan suatu tindakan.

Berdasarkan diatas, secara sangat sederhana kita bisa menganggap emosi sebagai:
  1. Suatu perasan di kesadaran (consciousness);
  2. Memiliki elemen positif atau negatif (disukasi atau tidak disukai oleh organisme);
  3. Cenderung mendorong seseorang melakukan suatu tindakan; dan
  4. Memiliki kualitas tertentu.
Sebagai contoh, emosi takut itu itu memiliki elemen negatif (manusia cenderung tidak menyukainya), mendorong orang untuk melakukan tindakan tertentu (misalnya kabur ketika terjadi kebakaran). 

Selain itu, emosi takut memiliki kualitas yang berbeda dengan emosi marah. 

Atau gampangnya rasa takut berbeda dengan rasa marah sebagaimana dalam indra pengecap kita membedakan rasa jeruk dan rasa buah mangga.

Berdasarkan konseptualisasi kita diatas, lantas apa itu cinta?
Bitter Coffee Park mengutip penjabaran cinta dari Simon May bahwa cinta adalah:
Love, I will argue, is the rapture we feel for people and things that inspire in us the hope of an indestructible grounding for our life. It is a rapture that sets us off on – and sustains – the long search for a secure relationship between our being and theirs.

Apa yang dimaksud indestructible grounding? 
Simon May melanjutkan:
If we all have a need to love, it is because we all need to feel at home in the world: 
  • to root our life in the here and now; 
  • to give our existence solidity and validity; 
  • to deepen the sensation of being; and
  • to enable us to experience the reality of our life as indestructible.
(even if we also accept that our life is temporary and will end in death).

Hmm semakin sulit ya???

Kalau Bitter Coffee Park secara pribadi mencoba mengartikan lebih lanjut mengenai konsepsi cinta berdasarkan Simon May, maka Bitter Coffee Park akan menyimpulkan bahwa cinta adalah:
Cinta ada perasaan dimana kita merasa merenung dan mengakar.
(Nicolo Pisano - An Idyll: Daphnis and Chloe, c. 1500)
Kalau ada orang yang bertanya lagi dengan Bitter Coffee Paek bagaimana MERENUNG ini, maka Bitter Coffee Park tidak mampu lagi menjawab. 

Sama seperti orang yang bertanya bagaimana rasa jeruk itu seperti apa, maka Bitter Coffee Park hanya bisa menjawab: 
Rasa jeruk adalah manis dan sedikit kecut.

Itu adalah kualitas subjektif dari cinta, sebuah perasaan merenung. 

Perasaan dimana kata terbaik lain yang menggambarkannya adalah suatu hal yang membuat kita bisa teguh dan mengakar di dunia yang penuh dengan kerancuan dan chaos. 

Perasaan merenung ini memiliki elemen positif kita menyukai perasaan ini. 

Ketika kita merasakan cinta, kita terdorong untuk melakukan berbagai hal demi objek kita tersebut.

Menggunakan konsepsi cinta ini maka semua jadi jelas, mengapa seseorang bisa mencintai uang, mencintai orang lain yang memperlakukan orang lain yang memperlakukannya dengan semena-mena, dan berbagai realita yang kita lihat dimana cinta berujung pada penderitaan.

This is the feeling that I call ‘ontological rootedness’–ontology being that branch of philosophy that deals with the nature and experience of existence. 
My suggestion is that we will love only those (very rare) people or things or ideas or disciplines or landscapes that can inspire in us a promise of ontological rootedness. 
  • If they can, we will love them regardless of their other qualities: 
  • regardless of how beautiful or good they are; 
  • of how (in the case of people we love) generous or altruistic or compassionate; and
  • of how interested in our life and projects. 
And regardless, even, of whether they value us. 
For love’s overriding concern is to find a home for our life and being.

Jadi kita tidak memilih alasan cinta!
Emosi muncul begitu saja apabila kita menemukan seseorang (atau objek lain) dimana perasaan merenung tersebut muncul.

Jika ingin sedikit bermain psikoanalisis, Bitter Coffee Park menduga kalau karakteristik objek cinta kita itu sangat bergantung dari di lingkungan seperti apa kita tumbuh dan merasa aman. 

Sebagai contoh, barangkali sewaktu kecil kamu sering mendengar musik The Beatles karena itu musik favorit ibumu. 

Sedangkan ayahmu, senang sekali ngulik sepeda motor di garasi rumah.

Bertahun-tahun kemudian Sahabat Bitter bertemu seseorang yang menyukai musik The Beatles dan kalian sedang berbicara tentang motor. 

Sahabat Bitter ternyata menemukan kalau dia sangat mengerti tentang motor tua. 

Tak lama kemudian timbul perasaan yang berbeda setiap kali bertemu dengan orang tersebut. 

Sahabat Bitter merasa nyaman dan setiap kali bersamanya, Sahabat Bitter merasa tentang seperti merenung. 

Ketika Sahabat Bitter bersama orang tersebut, Sahabat Bitter yakin Sahabat Bitter bisa menghadapi terpaan masalah karena Sahabat Bitter merasa mengakar dengannya.

Tentunya ketika Sahabat Bitter coba menggali lebih jauh alasan mengapa Sahabat Bitter mencintai orang tersebut, kausalitasnya sudah terlalu kompleks dan tidak mampu lagi Sahabat Bitter gali. 

Beginilah penyebab kenapa alasan cinta menjadi misterius. 

Penyebabnya sudah terlalu kompleks dan tidak bisa lagi Sahabat Bitter akses. 

Semua sudah terpendam di alam bawah sadar Sahabat Bitter.

Adakah seseorang dalam hidup dimana dengannya akan merasa Merenung?
Dari apa yang Bitter Coffee Park alami, ada beberapa catatan pribadi yang Bitter Coffee Park dapati di Buku Diary Bitter Coffee Park (Renungan Spiritual Yang Hilang) yang sudah mulai tampak usang. 

Bitter Coffee Park ringkaskan kurang lebih seperti ini:
Cinta datang tidak diundang. 
Pada awalnya Bitter Coffee Park menuliskan bahwa perasaan itu datang tidak di duga. 
Tapi belakangan Bitter Coffee Park menuliskan bahwa hal ini dikarenakan kesalahan Bitter Coffee Park juga. 
Tidak menjaga pandangan mata. 
Terus-terusan memandangnya sehingga akhirnya muncullah ketertarikan sampai terobsesi.

Dia yang terindah. 
Saat ketertarikan ala JATUH CINTA ini dimulai, maka tampaknya seluruh locus otak menutup jalur image lainnya selain image perempuan yang di idamkan itu. 
Padahal, sejatinya yang lebih cantik dan menarik daripada dirinya sangat banyak. 
Yang tidak cantik tapi lebih mengagumkan pun ada. 
Yang sintal, menarik secara sensual pun bertaburan seperti bintang.

Tidur tidak nyenyak. 
Benar-benar yang dipikirkan (tepatnya di khayalkan) cuma dia. 
Seperti tidak ada hal lain saja. 
Apa maksudnya ini?

Lupa pada sang Pencipta. 
Kalau dia yang merupakan ciptaan Allah yang cuma secuil itu saja sudah mampu membuat dunia terasa indah sekaligus menyiksa. 
Padalah diluar dia banyak pula. 
Bagaimana pula Allah, sang Pencipta. 
Disitu Bitter Coffee Park mulai berpikir dan berusaha untuk melupakan cinta.

Semakin dilupakan semakin mendalam. 
Selama usaha untuk melupakan cinta, malah yang terjadi sebaliknya. 
Perasaan kian tertekan dan merana. 
Frustasi dilematis antara menginginkan dan melupakan. 
Belakangan Bitter Coffee Park menuliskan:
Berusaha melupakan sebenarnya makin mengingat-ingat. 
Jadi tidak usah berusaha untuk itu, perbanyak saja kegiatan lain tanpa perlu menyatakan diri berusaha melupakan.

Kesibukan dan waktu adalah obat alami. 
Untuk penyakit jiwa yang bernama jatuh cinta, ternyata obat alaminya adalah waktu dan kegiatan lain. 
Kesendirian harus dicegah, perbanyak aktivitas fisik diluar rumah. 
Tidak memutar lagu-lagu percintaan, membaca roman percintaan (jikapun roman percintaan, bacalah tentang pengkhianatan dan sad ending)

Kekosongan Hati. 
Sebuah gelas akan terisi manakala dia kosong, dan akan sulit diisi saat telah terisi sesuatu.

Carilah Allah tempatmu bersujud, sebelum mencari tempatmu bersandar. 
Walaupun dia yang kita idamkan dapat kita persunting.
Tapi...
Bisakah dia menjamin akhir bahagia?

Kesadaranlah yang membangunkan dari mimpi basah. 
Selama terpapar oleh virus merah jambu, penyakit jatuh cinta ini, rasanya bagaikan mimpi basah. Terbangun dengan segala kerikuhan dan rasa malu disela-sela aroma zat biologis yang begitu menyengat.

Setelah berumah tangga, waktunya tertawa atas itu semua.
☆☆☆☆☆

Alasan Kenapa Anak Kita Berbohong

June 19, 2019 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Alasan Kenapa Anak Kita Berbohong
Dik, nanti kalo Tante Nani telfon, bilang Mama lagi pergi ya?
Pesan si Ibu kepada anaknya.

Memangnya Mama mau kemana?
tanya anak itu.

Nggak sih, Mama males saja terima telfonnya.
alasan si Ibu.

Kenapa, Ma? 
tanya anak itu.

Mama belum punya uang kalau tante itu nagih sekarang. Tolong sayang ya …
kilah sang si Ibu.

Mengapa Anak Kita Berbohong?
Mungkin ini bisa menjadi koreksi diri pribadi Bitter Coffee Park dalam menjalani hidup sebagai Orang Tua.

Tanpa sadar, berapa banyak dari kita sebagai orang tua yang mengajarkan anak kita berbohong.

Si anak yang mungkin belum paham maksud sang Ibu melaksanakan saja perintah tersebut, namun lambat laun ia akan paham bahwa sang ibu sedang mencari dalih.

Anak juga tidak akan paham maksud di balik dalih sang Ibu, namun pada suatu saat ia akan mengimitasi pencarian dalih tersebut untuk kepentingannya sendiri.

Menurut definisi, berbohong adalah pernyataan yang tidak benar dengan tujuan menipu, seringkali dengan maksud untuk menjaga rahasia atau reputasi, perasaan orang lain, atau untuk menghindarkan diri dari hukuman.

Dengan demikian, berbohong adalah menyatakan sesuatu yang tidak benar dengan niat dianggap benar oleh orang lain.

Kapasitas untuk berbohong hampir didapati hampir secara universal dalam perkembangan manusia, dan sudah ada sejak dulu.

Anak-anak umumnya punya fantasi yang menarik ketika masih kecil, dan ingin ceritanya diperhatikan oleh orang dewasa.

Bagi si anak, imajinasi tersebut seolah-olah dunia yang berada di sebelah dunia nyata mereka.

Imajinasi mereka terhadap pahlawan super, figur ideal ala Barbie, membuat mereka lebih hidup dalam bermain peran. Pada anak-anak dengan perkembangan mental yang normal, dunia nyata dan fantasi punya batasan dan mereka selalu bisa diajak kembali ke dunia nyata.

Mereka bisa menghentikan bermain boneka atau Play Station, keluar rumah dan bermain petak umpet dengan teman-teman lainnya.

Beberapa anak sengaja membesar-besarkan cerita untuk mencari perhatian orang tua atau teman sepermainan.

Misalnya, mereka bilang:
Papaku punya pistol dan pedang, dulu ada orang mau maling, ditembak.
Bagian yang pertama mungkin benar, karena ayahnya memang perwira militer yang punya pistol dan pedang upacara, tapi bagian kedua pengakuannya jelas tidak benar.

Ada pula yang secara meyakinkan punya teman imajinatif, yang seolah-olah hidup dan bisa diajak bicara.

Dunia imajinatif anak memang memungkinkan mereka membuat rekaan kejadian, dan seringkali kita menganggapnya lucu.

Selain berimajinasi untuk mencari perhatian, yang sering terjadi adalah anak mengarang cerita bohong atau alasan untuk melepaskan diri dari hukuman, sekalipun semua bukti menunjukkan dirinya bersalah.

Dorongan untuk berbohong terjadi bila anak merasa terancam, karena hukuman menyebabkan perasaan tidak nyaman.

Seorang Anak akan terus belajar berbohong dan mempelajari cara berbohong yang lebih baik dari orang-orang yang ada di sekitarnya, orang tua, kakak, atau teman bermain.

Mereka ini (Anak-anak kita) adalah role model atau kelompok referensi yang menentukan sikap dan pola berpikir anak.

Berapa banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa mereka turut berperan membuat anak suka berbohong? 
Kalaupun kita sebagai orang tua tidak mengajari anak berbohong, bahkan dengan keras melarang anak berbohong, pola komunikasi di dalam keluarga bisa menjadi pendorong anak untuk berbohong.

Ketika anak melakukan kekeliruan,
Orang tua cenderung segera melakukan hukuman dan meyakini bahwa satu-satunya cara agar anak tidak berbuat kekeliruan adalah dengan cara menghukum.

Apalagi bila orang tua sudah punya konsep anak-anak tentu nakal dan mau enaknya sendiri, kemungkinan si anak didengarkan niscaya lebih jauh lagi.

Hal ini yang akan membuat kepercayaan anak pada orang tua yang menipis membuat anak jauh lebih suka tidak berkata jujur dikarenakan perasaan terancam.

Idealnya, gini...
Jika anak Sahabat Bitter melakukan kesalahan atau kekeliruan. Jangan langsung memarahi atau memberi hukuman.

Tapi....
Kita rangkul mereka untuk jujur dan memperbaiki kesalahan dan kekeliruan bersama.

Peran orang tua akan sangat membantu dalam menyelesaikan masalah anak.

Jangan paksakan anak dengan pola pikir kita, tetapi sebagai orang tua seharusnya kita lebih memahami pola pikir anak. Dengan demikian, kita sebagai orang tua memberi peluang untuk mengembangkan bakat dan kecerdasan anak.

Ajarkan anak dengan alasan yang jujur dan Klasikal Bahasa yang dipahami anak dengan cara berdiskusi dengan anak. Dengarkan pendapat mereka, karena itu adalah emosional anak untuk mengapresiasikan angan dan keinginannya.

Membentuk Kejujuran Pada Anak
Idaman orang tua adalah anak saleh yang senantiasa menjaga lidahnya dari dusta dan ketidak jujuran.

Sebagaimana difirmankan oleh Allah Ta’ala:
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.
(At-Tahrim : 6).

Sayangnya, hal itu tidak mudah bahkan sering kita dapati anak-anak ulama yang hidup tidak dalam jalur agama yang benar.

Sebaliknya, kita juga sering melihat anak-anak orang biasa yang justru mampu membangun diri mereka menjadi insan yang utama.

Sebagai Muslim, kita harus selalu yakin bahwa anak (sebagaiaman harta benda lainnya) adalah titipan dari Allah Swt, dan mereka adalah ujian bagi orang tua.

Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.

Terlalu mencintai mereka atau membuat mereka tidak berguna hanya akan mendatangkan kemudharatan.

Oleh karena itu harta dan anak adalah amanah yang harus diarahkan di jalan yang benar.

Banyak sekali peringatan Allah tentang makna harta dan anak-anak yang akan menjadi cobaan bagi mukmin.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membangun kejujuran anak adalah sbb:
Kejujuran merupakan permata yang berharga.

Konsep ini harus ditanamkan oleh orang tua pada anak dan sama-sama diyakini sebagai kebenaran.

Sekalipun sulit, orang tua juga harus belajar untuk tidak berbohong di depan anak.

Sebagai role model sekaligus referensi anak, orang tua harus mendorong anak untuk tidak berbohong.

Diperlukan kejelian untuk membedakan kebohongan dengan imajinas.

Imajinasi perlu dibiarkan berkembang sementara kebohongan harus dikikis.

Bangun pola komunikasi yang demokratis, dan orang tua perlu belajar untuk “mendengarkan” anak.

Akhiran “kan” harus menjadi penekanan dengan pengertian orang tua harus aktif menggali permasalahan yang dihadapi oleh anak.

Menganggap anak sebagai individu yang tidak signifikan, meremehkan atau menganggap sepele mereka, bisa jadi merupakan cikal bakal terbentuknya kepribadian diri yang tidak utuh.

Kita sebagai orang tua tidak akan banyak memahami mereka karena saat anak bercerita tentang teman-teman dan aktivitas sehari-hari telinga kita tidak aktif.

Wajar bila suatu saat anak melakukan tindakan yang salah orang tua bingung harus mulai mengoreksi dari mana, dan akhirnya hukuman lah yang jadi senjata.

Hargai prestasi dan kejujuran dengan ganjaran, sekecil apapun itu, bahkan sekedar rasa terima kasih dan ciuman hangat pada anak. Itu disebut dengan positive reinforcement.

Anak selalu suka dengan reinforcement ini karena membuat mereka merasa nyaman dan bangga.

Ketika anak melakukan kekeliruan, atau berkata tidak jujur, ambil kenyamanan itu tanpa memberikan hukuman secara langsung.

Ketidak nyamanan perasaan memang menjadi semacam hukuman, tapi tidak menyakiti fisik maupun ego mereka. Ini disebut dengannegative reinforcement.

Pandangan mata yang menegur, teguran pendek seperti “… Nak, Mama tidak suka!”, atau bahkan sekedar hilangnya senyum seorang Ibu bisa menjadi contoh praktis.

Ada sebuah teori NLP (neuro linguistic programming) yang meminta kita orang tua untuk lebih banyak menggunakan kalimat positif daripada negatif saat menekankan pentingnya kejujuran dan perbuatan baik.

Kata tidak boleh atau jangan ternyata menghambat masuknya pesan ke ingatan bawah sadar, berbeda dengan pesan positif.

Hal ini tentunya berkebalikan dengan asumsi kuno yang menganggap bahwa kata jangan atau tidak boleh adalah senjata sakti untuk menekan perilaku negatif anak.

Hukuman adalah cara terakhir dalam mendisiplinkan anak, karena efek negatifnya yang membekas pada ego anak.

Kalaupun hukuman harus diterapkan, syaratnya ada 2: segera dan terkait langsung dengan kesalahan yang baru dilakukan.

Anak-anak kita adalah bagian dari masa depan kita, karena titipan Allah yang ini bisa mendoakan kita saat kita sudah tidak ada lagi di dunia fana ini.

Sayangnya, orang tua masih seringkali memperlakukan mereka secara tidak serius.

Kalaupun menyekolahkan mereka di sekolah favorit yang full-day, yang jaraknya jauh dari rumah, lebih karena faktor gengsi dan trend.

Kalaupun memasukkan anak ke bimbingan sempoa atau jarimatika bukan karena anak menunjukkan minat dengan hal tersebut tapi alasan yang lain.

Komputer disediakan di rumah bukan untuk mengasah wawasan anak, tapi agar kelihatan modern dan tidak mengganggu orang tua, dsb.

Bila sesekali kita temani anak belajar, dengan Televisi dimatikan, atmosfer kehangatan akan segera terbentuk.

Sekalipun di depan kita ada majalah atau buku, anak cukup punya waktu untuk bercerita tentang teman-temannya, dan berbagai sedih-gembira mereka di sekolah.

Terlebih bila kita mau menanggapi topik mereka, sekalipun kita tidak paham, anak akan bersemangat untuk bercerita lebih panjang.

Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang:

Orang Tua Harus Saling Terbuka Dan Membantu Dalam Membimbing Anak
Bitter Coffee Park teringat salah satu acara impor di televisi (Metro TV) yang paling saya gemari adalah Nanny 911. Sekelompok Nanny (pengasuh anak) berpengalaman yang dikoordinasi oleh seorang Nanny asal Inggris mantan pengasuh keluarga kerajaan, memberikan bantuan kepada keluarga di Amerika yang membutuhkan. Dari 3 atau 4 orang Nanny yang tergabung dalam Nanny Central, dalam tiap episode dipilih seorang yang memiliki kemampuan dan karakter yang bisa menyelesaikan dalam rumah klien. Sesuai dengan profesi Nanny, kasus pada reality show ini difokuskan pada permasalahan di seputar anak-anak, umumnya agresivitas anak-anak yang berlebihan dan sulit dikendalikan.

Selama seminggu, Nanny yang terpilih bertugas di tempat tinggal klien. Biasanya, ia akan menggunakan hari pertama (dan kadangkala hingga hari kedua) untuk observasi. Ia akan mencatat semua kebiasaaan dan kejadian sehari-hari yang terjadi di rumah, baik ketika figur ayah sedang berada di rumah maupun tidak. Barulah pada hari kedua atau ketiga sang Nanny mengumpulkan semua anggota rumah sebagai kick-off meeting dimulainya treatment keluarga.

Sebuah pelajaran yang sangat berharga dari acara made inAmerika ini adalah penyelesaian masalah dengan komunikasi, sama sekali tanpa kekerasan fisik. Sekalipun si anak mulai memukul orang tua, tidak dibenarkan tindakan balasan berupa kekerasan fisik. Cara dan pola komunikasi yang benar akan membentuk hubungan yang lebih baik. Dalam budaya Amerika, kekerasan kepada anak bisa jadi masalah hukum dan Nanny memperkenalkan cara pengendalian anak dengan sistem dan komunikasi yang terarah.

Akar masalah yang hampir selalu menjadi landasan lepasnya pengendalian orang tua kepada anak-anak adalah lepasnya tali komunikasi. Bukan masalah orang tua tersebut pendiam atau talkative, melainkan cara penyampaian gagasan kepada anak dan menerima gagasan yang ada di kepala anak.

Agresivitas anak di rumah, kepada barang maupun manusia, pada dasarnya adalah ekses dari terjadinya hambatan komunikasi. Ketika anak tidak memahami kehendak orang tua, dan segala yang dikerjakannya keliru, kemudian memperoleh hukuman, anak mungkin diam ketika pertama kali memperoleh hukuman. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu, ketika anak tidak bisa melihat lagi perbedaan sikap orang tua terhadap perilaku yang benar dan salah yang mereka kerja, mereka akan melakukan yang menurut mereka paling mudah dan enak dilakukan.

Di sisi orang tua, perilaku anak yang agresif pada awalnya dianggap sebagai kelucuan belaka, sebagai bentuk protes hukuman yang mereka terima. Seiring dengan berjalannya waktu, tiba-tiba saja agresivitas anak sudah berada di luar kendali mereka. Orang tua semakin tidak memahami anak-anak mereka, sebagaimana anak-anak yang skeptis pada orang tua.

Nanny yang diutus oleh Nanny Central punya tugas untuk menyambung tali komunikasi yang putus, mengembalikan jalur komunikasi tersebut pada tempat yang semestinya, dan meletakkan dasar pendidikan anak yang benar.

Beberapa 5 hal yang Bitter Coffee Park catat dari proses ini adalah:
1. Anak-anak bisa berpikir.
Jadi jangan menganggap mereka bodoh. Ajak mereka berbicara secara terbuka, dan sampaikan pesan dengan sederhana.
Kesalahan yang sering terjadi:
Orang tua memperlakukan anak seperti manusia yang tidak bisa berpikir dan tanpa emosi.
Anak dianggap hanya boleh menerima putusan orang tua tanpa boleh berkeberatan.
Dengan sikap seperti ini, anak akan cenderung menjadi pelengkap dalam sebuah keluarga, bukan asset masa depan yang menjadi generasi lanjutan keluarga tersebut.

2. Terapkan Reward–Punishment pada tempatnya.
Agar anak tahu benar apa yang benar dan salah, apa yang menjadi harapan orang tua dan yang tidak mereka kehendaki.
Kesalahan yang sering terjadi:
Kadangkala orang tua tidak konsisten dalam reward–punishment, sehingga anak jadi rancu.
Delayed reward dan punishment (khususnya punishment) juga membuat anak sulit menghubungkan hukuman yang diterima dengan perilaku yang salah.
Orang tua harus punya ketegasan dalam memberikan reward bila anak melakukan tindakan baik (apapun bentuk reward tsb) dan hukuman ketika anak berlaku keliru (sesegera mungkin).

3. Immediate Action. 
Tindakan yang segera adalah kunci dalam menangani masalah di rumah.
Seorang Ibu harus memiliki otoritas dalam mengambil keputusan di rumah, khususnya saat sang ayah tidak ada.
Ayah harus memberikan ruang bagi Ibu untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai pemegang kendali agar berbagai masalah kecil tidak perlu menunggu dirinya pulang.
Bila ayah sedang berada di rumah, baik ayah maupun ibu harus sepakat untuk saling menghormati keputusan yang lain.
Kesenjangan dalam komando akan membuka celah lepasnya kendali orang tua terhadap anak.
Kesalahan yang sering terjadi: 
Dalam sebuah episode ditampakkan Ayah yang tanpa sadar meremehkan sang Ibu, dan perlahan menurunkan wibawa sang Ibu di mata anak.
Bila ada Ayah, anak-anak mudah menjadi anak manis, tetapi sangat liar ketika Ayah tidak ada.
Sang Ibu menjadi segan mengambil sikap dan tindakan karena sang Ayah bisa menganulir apapun yang dilakukan sang Ibu saat ia pulang kerja sore harinya.
Anak-anak melihat dan memanfaatkan celah ini untuk keuntungan mereka.

4. Be fair. 
 Fair (adil) dalam bersikap dan memperlakukan anak, baik salah seorang dari anak atau antara seorang anak dengan anak yang lain.
Kesalahan yang sering terjadi: 
Ini yang seringkali sulit. 
Tanpa sadar orang tua melakukan keberpihakan pada salah seorang anak, atau tidak pernah meminta maaf bila salah sementara menuntut anak bila mereka keliru, tidak pernah mengucapkan kata tolong sementara mereka menuntut hal serupa pada anak.
Orang tua selalu dituntut memberikan contoh dengan perbuatan mereka.

5. Berkomunikasi secara verbal maupun emosional. 
Kadangkala, anak membutuhkan ucapan dan kata-kata, namun ada kalanya mereka lebih mementingkan keberadaan dan kedekatan sosok orang tua sekalipun tidak ada kata-kata.
Kesalahan yang sering terjadi: 
Dalam sebuah episode, ada seorang anak yang emosinya tidak terkendali karena sang Ibu tanpa sadar bertindak pilih kasih dan lebih sering memenangkan sang adik.
Emosinya menjadi lebih stabil dan lebih terkendali ketika sang Ibu memutuskan untuk menghabiskan waktu beberapa jam sepanjang sore berdua dengan dia sendiri di taman.
Hanya terjadi pembicaraan biasa, tapi si anak benar-benar merasakan dirinya menjadi bagian dari sang Ibu.
Dampaknya, emosinya terkendali dan ia jadi lebih toleran kepada sang adik.

Kesimpulan Bitter Coffee Park
Nanny dari Nanny Central
Ada sebuah konsep penting yang perlu Bitter Coffee Park garis bawahi di sini, bahwa apa yang dialami dan rasakan oleh anak ketika mereka masih kecil akan menjadi kerangka acuan mereka ketika dewasa kelak.

Bila di masa anak-anak mereka memperoleh pengalaman batin yang positif, kelak mereka akan berusaha menciptakan hal yang sama pada keluarga yang mereka bentuk sendiri. 

Ketika keluarga tersebut mampu menempatkan diri dalam peran masing-masing dan menjalankan peran tersebut secara bertanggung jawab.

Orang tua harus saling terbuka dan membantu dalam membimbing anak-anak, memegang kendali atas apapun yang terjadi di rumah, dan tidak membiarkan anak tumbuh tanpa kendali tersebut.

Anak-anak harus menemukan rumah sebagai sarang yang nyaman, belajar ketrampilan sosial dengan benar, agar kelak bisa menjadi manusia yang mampu bertanggung jawab atas dirinya sendiri.
☆☆☆☆☆