Showing posts with label Alasan. Show all posts
Showing posts with label Alasan. Show all posts

7 Kunci Kebiasaan Orang Sukses Di Pagi Hari Menurut Bitter Coffee Park

August 25, 2019 5
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
7 Kunci Kebiasaan Orang Sukses Di Pagi Hari Menurut Bitter Coffee Park
Untuk menjadi orang sukses kita perlu meniru cara orang sukses menjalani kehidupan, seperti:
  1. Bagaimana cara mereka berpikir tentang hidup, 
  2. Bagaimana mereka berbicara, 
  3. Bagaimana mereka mengambil keputusan, dan 
  4. Bagaimana mereka menjalani kehidupan di pagi, siang dan juga malam hari.
Dalam artikel ini Bitter Coffee Park akan merangkum beberapa rutinitas yang biasa orang sukses lakukan di pagi hari. Mungkin tidak semua yang disebutkan di bawah ini tidak semuanya mereka lakukan, tapi kebanyak orang sukses melakukan ini. 

Berikut 7 Hal yang Dilakukan Orang-Orang Sukses di Pagi Hari.
1. Bangun Lebih Awal
Jika rata-rata orang bangun jam 7 pagi, maka tidak dengan orang sukses. Mereka akan bangun lebih awal, jam 4 atau jam 5 mereka sudah siap untuk menyambut hari yang baru. Mereka membuka mata sebelum matahari terbit, karena tidak ada kata kesiangan untuk orang-orang sukses. Selain menghindari kesiangan maupun keterlambatan, bangun lebih pagi juga memungkinkan untuk menyelesaikan lebih banyak pekerjaan.

2. Olahraga di Pagi Hari
Kesuksesan seseorang juga ditentukan seberapa rajin mereka menjaga kesehatan, salah satunya dengan olahraga. Karena kesuksesan tidak berarti apa-apa jika jiwa dan raga kita sakit. Mungkin kebanyakan orang berpikiran olahraga di pagi hari adalah hal yang mustahil, tapi tidak untuk orang sukses. Orang sukses selalu menyempatkan untuk olahraga ringan paling tidak 15 menit. Selain untuk menunjang tubuh yang bugar dan prima, olahraga dapat menjadi media pelepasan stres.

3. Sarapan Sehat
Bagaimana orang sukses dapat bekerja maksimal jika perut mereka sedang kosong. Mengonsumsi makanan sehat dan cocok agar badan tidak mudah terkena penyakit adalah salah satu hal yang penting. Tidak perlu makan makanan yang mahal, cukup dengan memakan buah yang berkhasiat menjaga kesehatan tubuh seperti pisang, pepaya, maupun apel.

4. Membuat Jadwal Kerja
Kebiasaan yang tidak pernah terlewat adalah membuat jadwal kerja atau to do list untuk hari ini maupun hari esok. Meski memiliki pekerjaan yang banyak dan merepotkan, mereka selalu tidak kebingungan untuk melakukan hal selanjutnya. Mereka selalu tau hal apa yang harus dilakukan dan hal yang diprioritaskan pada hari ini. Hal ini menggambarkan bahwa seseorang yang berhasil mempunyai rencana jangka pendek maupun panjang, bisa merencanakan sesuatu dengan matang-matang. Kalian bisa melakukan hal ini di pagi hari sebelum berangkat kerja.

5. Meditasi
Setiap orang memiliki masalah masing-masing, yang berbeda hanya cara mereka menyelesaikan masalah masing-masing. Hal yang dapat membuat orang sukses mengontrol emosional mereka adalah dengan meditasi. Meditasi merupakan kegiatan yang mampu meningkatkan kinerja otak dan menurunkan tingkat emosional seseorang. Dari sisi kesehatan mental, meditasi dapat membantu menenangkan jiwa seseorang. Sangat sederhana namun dapat mempengaruhi perasaan dan ketenangan jiwa.

6. Membaca Berita Pagi
Memiliki kebiasaan membaca itu baik, apalagi membaca berita atapun informasi terkini jauh lebih baik. Orang sukses selalu tidak ingin ketinggalan informasi yang sedang hangat dibicarakan. Di era sekarang ini, kemudahan untuk mengakses informasi dapat dilakukan dimana pun dan kapan pun.

7. Berkumpul Dengan Keluarga
Di pagi hari yang tenang dan indah, dapat dimanfaatkan untuk berkumpul dan berbincang dengan anggota keluarga lainnya. Perbincangan sederhana yang terjadi antara keluarga yang dapat menumbuhkan kehangatan dalam komunikasi.

Tidak sukses di bidang bisnis atau usaha saja, tetapi sukses dengan keluarga. Kesuksesan akan menjadi hal yang sia-sia jika Sahabat Bitter tidak bisa sukses berkomunikasi dengan keluarga.

Jika Sahabat Bitter sedang terjatuh ataupun ingin menyerah, keluargalah yang selalu ada dan yang selalu membantu Sahabat Bitter di saat sulit maupun senang.

Kebiasaan di pagi hari dapat berpengaruh dalam menjalankan aktivitas kita sehari-hari, dan tidak heran setiap orang memiliki kebiasaan yang berbeda-beda. Namun kita bisa meniru kebiasaan orang sukses yang menurut kita cocok untuk ditiru.
☆☆☆☆☆

Kebahagiaan sejati bukan datang dari harta duniawi.

July 12, 2019 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang:
Kebahagiaan sejati bukan datang dari harta duniawi.
Kali ini Bitter Coffee Parkkata-kata lama dari Bob Sadino yang masih relevan sampai hari ini, sebagai renungan kita:
Di saat kita memakai jam tangan seharga Rp 500.000,- atau Rp 500.000.000,- kedua jam itu menunjukkan waktu yang sama. Ketika kita mengayuh sepeda seharga Rp. 100.000.000,- ataupun 1.000.000, tetap mengeluarkan keringat yang sama.

Ketika kita membawa tas atau dompet seharga Rp 500.000,- atau Rp 500.000.000,- keduanya sama-sama dapat membantumu membawa sebagian barang/ uang. 

Waktu kita tinggal di rumah seluas 50 m2 atau 5.000 m2, kesepian yang kita alami tetaplah sama. 

Ketika kita terbang dengan first class atau ekonomi class, maka saat pesawat terbang jatuh maka kita pun ikut jatuh. 

Lalu, Kebahagian sejati itu?
Jawabnya
Kebahagiaan sejati bukan datang dari harta duniawi. 

Jadi ketika kita memiliki pasangan, anak, saudara, teman dekat, teman baru dan lama.

Lalu kita ngobrol, bercanda, tertawa, bernyanyi, bercerita tentang berbagai hal, berbagi suka dan duka- itulah kebahagiaan sesungguhnya. 

Hal penting yang patut di renungkan dalam hidup: 
  1. Jangan mendidik anakmu untuk terobsesi menjadi kaya. Didiklah mereka menjadi bahagia. Sehingga saat mereka tumbuh dewasa mereka menilai segala sesuatu bukan dari harganya. 
  2. Kata-kata yang terbaik di Inggris: Makan makananmu sebagai obat. Jika tidak, kamu akan makan obat-obatan sebagai makanan.
  3. Banyak sekali perbedaan antara manusia & menjadi manusia Hanya yang bijak yang mengerti tentang itu. 
  4. Hidup itu antara “B” birth (lahir) dan “D” death (mati), diantaranya adalah ada “C” choice (pilihan) hidup yang kita jalani, keberhasilannya ditentukan oleh setiap pilihan kita. 
Sahabat Bitter
Jika Sahabat Bitter mau berjalan cepat, Jalanlah sendirian. Tetapi Jika Sahabat Bitter ingin berjalan jauh, jalanlah bersama sama.

Ada 6 dokter terbaik:
  1. Keluarga,
  2. Istirahat,
  3. Olah raga,
  4. Makan yang sehat, 
  5. Sahabat/ Teman, dan
  6. Tertawa 
Nikmati hidup dan tetap bersandar pada Tuhan yang punya kehidupan.

Semangat dalam Secangkir Kopi Pahit!! 
☆☆☆☆☆










Kehancuran dari Kesombongan Dunia

May 30, 2019 0
Orang yang sombong bisa jadi tidak menyadari kesombongannya dan mungkin menggunakan berbagai dalih lain untuk tindak tanduknya, untuk menghindari fakta bahwa ia sombong. Setiap orang hendaknya dengan saksama memeriksa dirinya dan motifnya untuk menentukan apakah ia mempunyai sifat buruk ini. 

Sikap sombong adalah memandang dirinya berada di atas kebenaran dan merasa lebih di atas orang lain. Orang yang sombong merasa dirinya sempurna dan memandang dirinya berada di atas orang lain.

Menolak kebenaran adalah dengan menolak dan berpaling darinya serta tidak mau menerimanya. Sedangkan meremehkan manusia yakni merendahkan dan meremehkan orang lain, memandang orang lain tidak ada apa-apanya dan melihat dirinya lebih dibandingkan orang lain.

Tuntutan kita sekarang ialah mengajari diri sendiri tentang betapa indahnya belajar dalam hidup, dan hidup yang selalu dalam kondisi belajar. Ilmu terkait menuntun diri ini sudah merupakan riwayat langka di zaman kita.

Orang-orang sibuk menilai, mengoreksi yang lain di luar dirinya, lalu abai pada kepandiran sendiri.

Banyak orang yang begitu cepat menguliti salah siapa saja, lantas tak pernah mau dan bisa menemukan salah dalam dirinya. Ilmu sedemikian nampak sederhana. Ya… Tapi bila mau dikaji, niscaya sampailah kita pada satu samudera di mana diri sejati menanti dalam balutan rindu purbani.

Pembelajar terbaik dalam hidup, bukanlah mereka yang punya sederet gelar lan segudang prestasi, melainkan ia yang tahu diri, berikut dengan segala batas, potensi, daya, cipta, dan karsanya. Selemah apa pun kita, masih ada lebihnya. Jika sudah tahu punya kelebihan apa, maka tutupilah kekurangan itu. Hidup nan indah tak melulu soal manfaat dan perenungan, namun yang setiap detiknya adalah kesabaran mengeja huruf tanpa aksara.

Manusia yang berusaha keluar sekuat tenaga dari cangkang keagamaan, kesukuan, ras, bangsa, sentimen negara, apalagi sekadar golongan belaka, pasti akan mengalami penghayatan baru dalam hidupnya. Ia akan maklum betapa terlampau banyak kekacauan, kekejaman dan peradaban kita yang saat ini hanya berujung sengsara, petaka, kehancuran bersama.

Manusia yang gemar melabeli dirinya dengan embel-embel apa pun, takkan pernah bisa mengerti bahwa tubuh yang ia bawa ke mana saja, sekadar bungkus belaka. Suatu saat nanti pasti rusak. Binasa. Lenyap menyedihkan dari sejarah. Digilas waktu yang terus melaju. Padahal kita lahir ke dunia dengan fakultas hidup yang sama: diberi akal, pancaindera, perasaan, dan intuisi.

Manusia yang mau mengolah dengan baik semua fakultas itu satu demi satu, kelak menemukan kesadaran bahwa dirinya tak sendirian di muka bumi.

Semua yang selain dirinya, adalah saudara seair, seudara, seapi, setanah. Semua itu dibentang dalam jagat yang sama dalam ruang-waktu. Kita bisa mengenalinya secara fisik, juga metafisik.

Curhat Adalah Awal Penyebab Perselingkuhan (Suami Istri)

February 03, 2019 0
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang: 
Curhat Adalah Awal Penyebab Perselingkuhan (Suami Istri)
Sebelum kita membedah apa saja faktor-faktor yang mendorong terjadinya perselingkuhan ada baiknya kita simak data perselingkuhan pasangan menikah di beberapa negara, hasil survey Durex berikut ini.
Penting digarisbawahi bahwa data diatas adalah angka-angka perselingkuhan yang dilakukan oleh orang yang sudah menikah. Jika dihitung perselingkungan yang terjadi antara pasangan-pasangan dalam status bertunangan atau hidup-bersama, tentu angkanya akan jauh lebih besar dari statistik di atas.

Pertanyaannya, mengapa orang yang sudah menikah masih ingin (suka) berselingkuh? 
Terlepas dari faktor-faktor demografi seseorang (etnis, agama, pendidikan, profesi, penghasilan) perselingkuhan adalah sesuatu yang sangat manusiawi karena bertemali dengan sifat-sifat normal manusia.

Apa sifat normal manusiawi yang mendorong orang berselingkuh? 
Jawabnya, Fantasi Sensual.
Hasil studi terhadap 20.000 wanita Inggris dan Amerika yang dilaporkan oleh Brett Kahr, Psychotherapist Inggris, penulis buku Who’s Been Sleeping In Your Head? Menunjukkan bahwa 90% responden memiliki fantasi sensual. Oleh sebab itu, Brett Kahr menyatakan jika Sahabat Bitter adalah wanita yang memiliki fantasi sensual tertentu, maka Sahabat Bitter adalah bagian dari 90% wanita (normal) di dunia.

Jenis-jenis fantasi sensual yang ditemukan dari beberapa studi adalah:
  1. 47 persen ingin dominan dalam berhubungan intim;
  2. 41 persen membayangkan berhubungan intim dengan pasangan orang lain;
  3. 39 persen membayangkan berhubungan intim dengan rekan kerja;
  4. 32 persen ingin melihat (mengintip) orang telanjang;
  5. 31 persen (wanita) mengangankan berhubungan intim dengan dua pria sekali gus;
  6. 25 persen (terutama pria muda) membayangkan hubungan intim dengan selebriti; dan
  7. 4 persen (pria/ wanita) berfantasi tentang pasangannya terkencing di tubuhnya.
Fantasi sensual lainnya adalah:
  1. Menginginkan sensasi anal dan oral (umum pada pria);
  2. Membayangkan hubungan intim di tempat-tempat khusus dan dengan orang tak dikenal (umum pada wanita); dan
  3. Mengangankan hubungan intim berama-ramai (group).

Untuk bisa lebih memahami apa arti dari pernyataan:
Fantasi Berhubungan Intim adalah sesuatu yang manuisiawi dan normal adalah dengan bertanya pada diri sendiri.

  • Apakah ada diantara 10 fantasi di atas yang selalu Sahabat Bitter angankan? 
  • Berapa pula yang sama sekali tidak pernah Sahabat Bitter angankan/ bayangkan?
Jika ada satu saja dari 10 macam fantasi diatas yang Sahabat Bitter bayangkan/ angankan, maka (suka atau tidak suka) Sahabat Bitter berpotensi untuk selingkuh.

Dapatkah fantasi dilenyapkan! Mustahil! Adalah bohong besar dan munafik, jika ada yang mengatakan:
Fantasi berhubungan intim itu bisa dihapuskan dengan melakukan aktivitas positif atau beribadah.

Ketahuilah, fantasi berhubungan intim itu bisa menembus semua tembok demografis seseorang (etnis, suku, bangsa, umur, gender, agama, pendidikan, profesi, jabatan, kekayaan).

Ketika fantasi Sahabat Bitter menemukan lawan (pasangan) yang cocok, maka terjadi atau tidak perselingkuhan yang diangankan, itu hanya soal waktu dan faktor teknis saja.

Di era medsos sekarang ini peluang bisa diciptakan sementara faktor teknis bisa diatur dengan rapi.
Kenapa sekarang ramai dengan perselingkuhan?
SUDAH MUSIM KALI........!!!!
Apa Penyebabnya Mereka Selingkuh???

CURHAT....

Catatan: Kalau Baca, Bacanya Pakai Imajinasimu yaa???
Curhat alias mencurahkan isi hati kepada orang lain. Suatu hal yang lumrah dilakukan seseorang terlebih kalau sedang ada masalah. Hanya saja, berawal dari curhat dengan lawan jenis, kadang kala benih-benih perselingkuhan secara tidak disadari pun tumbuh.

Contoh Kasus Sederhana
Ya, tapi lama-kelamaan Sahabat Bitter akan sering cerita sama dia. Awalnya cuma seputar masalah kerjaan karena saya merasa klop dan nyambung banget kalau ngobrol sama dia. Lama-lama, memulai cerita soal kehidupan pribadi. Saat itu, Sahabat Bitter merasa menemukan orang yang mau mendengarkan Sahabat Bitter ketika Sahabat Bitter menumpahkan apa yang Sahabat Bitter alami dan jujur saja, Sahabat Bitter akan merasa nyaman saat sama dia.

Kala itu, memang rumah tangga Sahabat Bitter sedang tidak baik. Jarang bertemu Suami/ Istri dan komunikasi yang nggak terjalin dengan baik membuat Sahabat Bitter makin merasakan kenyamanan dengan mereka yang selalu mendengarkan Kisah Sahabat Bitter.

Sahabat Bitter akan sering pergi berdua dan menghabiskan waktu bersama walaupun sekadar ngopi bareng atau jalan-jalan ke obyek wisata.

Hingga akhirnya, Sahabat Bitter merasa rumah tangganya tidak bisa dipertahankan.

Gugatan cerai pun mungkin Sahabat Bitter akan layangkan ke pengadilan negeri daerah tempat tinggal Sahabat Bitter.

Setelah bercerai Sahabat Bitter mungkin masih dekat dengan si dia ini.

Sahabat Bitter mungkin masih merasa nyaman.

Tapi, karena alasan tertentu, mungkin Sahabat Bitter bisa juga tidak lagi berhubungan sama dia.

Saat ini pun Sahabat Bitter sudah lost contact sama dia (Orang Yang Setia Dengan Sahabat Bitter). Dan pada saat itulah, Sahabat Bitter akan sadar telah kehilangan segala-galanya.

Terus Apa Yang Sahabat Bitter Dapat Lakukan????
Bicara soal perselingkuhan, didalam situasi ini memang bisa terjadi dengan curhat sebagai awal mulanya. Namun, biasanya karena seseorang merasa nyaman saat curhat dengan lawan jenis karena selama ini pasangan lebih sibuk. Sehingga, Sahabat Bitter atau pasangan Sahabat Bitter tidak bisa menceritakan masalahnya kepada sang pasangan. 

Rasa nyaman untuk berbagi dan segala macam yang tadinya hilang, terpenuhi dengan orang lain.
Nah itu yang kemudian memicu perselingkuhan. 
Kebanyakan orang berpikir perselingkuhan timbul karena ada ketertarikan secara seksual, fisik.

Tapi sebetulnya tidak selalu gitu, kebanyakan karena ada rasa nyaman.

Ketika pasangan sudah jarang berkomunikasi, memang bisa ada kebutuhan untuk didengarkan yang tidak terpenuhi.

Nah, ketika ada yang memenuhi kebutuhan tersebut, bisa saja ada rasa nyaman saat ngobrol dengan orang baru hingga timbullah rasa jatuh cinta dan sebagainya.

Apalagi, mencurahkan isi hati dilakukan dalam keadaan Sahabat Bitter sedang butuh banget teman curhat.

Supaya tidak terjerumus perselingkuhan, yang bisa dilakukan pasutri adalah selalu jaga kekompakan, jaga keterbukaan, selalu jaga love sparkling di antara kalian berdua. Ya, walaupun ini tidak mudah ya.
Baca Juga
  1. Cara Mengetahui Sikap Dan Sifat Wanita Yang Tidak Setia (Selingkuh)
  2. Curhat Adalah Awal Penyebab Perselingkuhan (Suami Istri)
  3. Dampak Dan Faktor Perceraian Terjadi
  4. Hukum Menafkaih Anak Yang Di Asuh Mantan Istri
  5. Ketika Harus Berbagi Kebutuhan Dengan Empat Gadis
  6. Nikmat Yang Lain
  7. Perselingkuhan Yang Dimulai Dari Chat
Tetap bersama dengan seseorang yang berselingkuh darimu dan berpikir bahwa itu hanyalah kesalahan kecil. Itu akan terulang kembali.
Sebuah studi dilakukan oleh para peneliti terhadap tikus jantan.
Seekor tikus jantan di taruh di dalam ruang observatorium kecil dari kaca. Tikus tersebut diberikan makanan terbaik dan lingkungan yang menyenangkan dengan rumput dan banyak benda yang dapat digunakan untuk bermain.

Suatu hari si peneliti melihat bahwa tikus tersebut tidak makan sama sekali dan tidak melakukan apapun.

Si peneliti menjadi khawatir dan memasukkan tikus betina.

Tikus jantan kembali bersemangat dan bercumbu dengan tikus betina. Mereka terus menerus bercumbu dan hidup tikus jantan kembali ceria.

Segera saja tikus jantan kehilangan ketertarikan dan kembali tidak makan.

Tikus jantan tersebut memiliki segalanya namun tikus jantan tersebut memilih untuk tidak bercumbu atau melakukan kegiatan lainnya.

Jadi peneliti menyingkirkan tikus betina tersebut. Tikus jantan nampaknya tidak peduli.

Mereka memasukkan kembali tikus betina yang lain dan segera tikus jantan tersebut kembali bersemangat.

Beberapa pria/ wanita selingkuh karena mereka menyukai petualangan, dorongan, akan kegembiraan dan rasa takut. Melihat orang asing tampan/ cantik adalah hal yang lumrah. Lebih mudah untuk pria berselingkuh dan tidak pernah ketahuan. Lebih mudah bagi wanita untuk memiliki beberapa pasangan.

Selingkuh bukanlah tindakan yang terpuji tetapi beberapa pria/ wanita tetap melakukannya karena sensasinya terasa menyenangkan.

Jika Sahabat Bitter mendapati pasanganmu selingkuh dengan orang lain jangan pernah memberikannya kesempatan kedua, karena itu tidak layak diperjuangkan oleh Sahabat Bitter.
Gempa bumi bisa saja tiba-tiba terjadi. Puting beliung bisa saja tiba-tiba terjadi. Lidahmu tidak mungkin tiba-tiba masuk ke dalam mulut perempuan lain!
Gemma Halliday
Mungkin terdengar biasa saja mengetahui bahwa suami seorang wanita ketahuan selingkuh, tapi tidak jika kamu yang di selingkuhi oleh suamimu.
Melissa Bank
Jangan pernah menyelingkuhi orang yang baik padamu. Karma is a b*tch.
Surgeo Bell
☆☆☆☆☆

Dampak Dan Faktor Perceraian Terjadi

February 03, 2019 1
Hay Sahabat Bitter, kali ini Bitter Coffee Park akan mengajak Kalian Ngobrol ala Obrolan Warung Kopi tentang:
"Dampak Dan Faktor Perceraian Terjadi"
Perceraian sering menimbulkan tekanan batin bagi tiap pasangan tersebut. Anak-anak yang terlahir dari pernikahan mereka juga bisa merasakan sedih bila orangtua mereka bercerai.

Perceraian adalah berakhirnya suatu pernikahan. Saat kedua pasangan tak ingin melanjutkan kehidupan pernikahannya, mereka bisa meminta pemerintah untuk dipisahkan. Selama perceraian, pasangan tersebut harus memutuskan bagaimana membagi harta mereka yang diperoleh selama pernikahan seperti rumah, mobil, perabotan atau kontrak), dan bagaimana mereka menerima biaya dan kewajiban merawat anak-anak mereka. Banyak negara yang memiliki hukum dan aturan tentang perceraian, dan pasangan itu dapat menyelesaikannya ke pengadilan.

Islam membimbing umatnya agar tidak memecah-belah persaudaraan di antara sesama muslim. Pernikahan adalah salah satu sunnah Rosulullah S.A.W. yang akanlah kita mendapat pahala jika melakukannya.

Perceraian sendiri adalah suatu hal yang halal untuk dilakukan. Namun halnya, jikalau sepasang suami-istri melakukan perceraian, alkisah mengatakan bahwa 'Arsy terguncang sebegitu dahsyatnya. Oleh karena hal tersebut, Allah membenci perceraian, meski telah dikatakan bahwa hal ini adalah halal.

Baca Juga
  1. Cara Mengetahui Sikap Dan Sifat Wanita Yang Tidak Setia (Selingkuh)
  2. Curhat Adalah Awal Penyebab Perselingkuhan (Suami Istri)
  3. Dampak Dan Faktor Perceraian Terjadi
  4. Hukum Menafkaih Anak Yang Di Asuh Mantan Istri
  5. Ketika Harus Berbagi Kebutuhan Dengan Empat Gadis
  6. Nikmat Yang Lain
  7. Perselingkuhan Yang Dimulai Dari Chat
Seperti kisah yang ditulis oleh Petrick Kellan dibawah ini mungkin bisa menajadikan Imajioner kita yang menjadi munculnya faktor perceraian:
☆☆☆☆☆
Ketika Syaiton Berbisik Di Telinga Istriku

Alkisah, ketika sang istri membuka Hp Suaminya dan membaca Chat WA suaminya kepada seorang wanita rekan kerjanya. Tiba-tiba sang istripun sontak terkejut dan langsung menelepon Suaminya.

"Kita cerai!" 
Terdengar teriakan di telepon. Lalu suara sambungan terputus.

Aku mengusap rambut dengan kasar. Mencoba meredakan emosi sendiri, setelah sedikit lega, lalu melangkah ke kasir toko.

"Tolong cepat ya, Mbak!" 
Aku meminta.

Wanita muda itu segera menghitung total belanjaan, lalu menyebutkan berapa yang harus kubayar. Cepat aku mengemasi semuanya dan berjalan keluar toko.

Motor melaju dengan kecepatan lumayan tinggi, membayangkan di rumah Dilla menyambutku dengan koper di tangan seperti kebiasaannya tiap kali kami bertengkar. Sampai Aku memarkir motor di teras, menyambar dua plastik hitam dan segera masuk rumah. Terlihat Rangga dan Ringga sedang asyik bermain PS. Mereka menyambutku dan akan menyambut seperti biasa. Tapi kali ini aku hanya memberikan dua plastik itu pada mereka tanpa kata.

"Mama mana?" 
tanyaku buru-buru.
"Di kamar!"
 Rangga menunjuk.

Aku segera berlalu, sementara mereka sibuk mengamati mainan yang baru saja kubelikan. Pintu kamar tertutup rapat dari dalam. Aku tahu Dilla tengah menangis sambil mengemasi pakaiannya.

"Ma!" 
Aku memanggil. Tak terdengar sahutan.

Tanpa menunggu lagi aku membuka pintu. Benar, kudapati dia setengah melempar satu demi satu pakaian yang diambil dari dalam lemari ke koper.

"Ma! Kita bicara dulu ..." 
Aku masih berusaha menahan suara agar tak terdengar oleh anak-anak di luar sana.

"Ma!" 
Aku menyentakkan tangannya yang masih tak berhenti. Dia menoleh, menatapku tajam dengan mata sembab yang memerah.

"Apa? Mau ngomong apa? Mau ngeles?!" 
Sewotnya.

"Ma, denger dulu. Kamu cuma salah paham." 
Aku berusaha menjelaskan.

"Salah paham apa? Kamu pikir aku bodoh? Jelas-jelas cewek itu chat seakrab itu sama kamu masih coba bilang salah paham!" 
Dia melepaskan tanganku.

"Ma ... dia cuma teman Papa di kantor, itu aja. Nggak lebih!"
"Nggak lebih tapi sering chat di WA. Pake nelpon-nelpon lagi! Ini malam minggu, Papa pulang terlambat karena nganterin dia pulang kaya minggu kemaren kan? Udahlah, nggak usah kebanyakan alasan. Pokoknya aku mau kita cerai. Titik!"

Seperti ada yang berdenyut nyeri di dalam hati tiap kali mendengar kata itu. Meili memang teman sekantor. Usianya masih muda. Kami lumayan sering chat di WA karena masalah kerjaan. Sabtu yang lalu tanpa sengaja aku mengantarnya pulang karena kasihan. Cuma sebatas itu. Tidak lebih. Sayangnya, Dilla berpikir yang bukan-bukan setelah membuka WA ku. Aku menangkap tangannya, agar ia berhenti mengemasi baju-baju. 

"Ma, aku terlambat karena beli maenan untuk anak-anak."

Dia menatapku sengit, 
"Alasan!"

"Ya Allah, Ma ... harus bilang gimana lagi buat jelasinnya?"

"Nggak usah jelasin apa-apa! Aku mau cerai!" 
Bentaknya.

Dia menyentakkan tanganku, lalu akan menyeret koper keluar kamar. Tapi aku menarik tubuh Dilla, dan merengkuhnya. Erat.

Karena ada luka yang kembali menganga di dalam dada. Luka yang selama puluhan tahun berusaha kusembuhkan dalam sebuah pernikahan.

"Jangan bercerai, Ma ... jangan," 
bisikku.

Dia masih sedikit berontak, tapi karena aku tak melepaskan akhirnya dia terisak di dalam dada.

Jam berdetak ke angka sepuluh malam. Anak-anak sudah tidur dengan nyaman di atas ranjang. Sementara di kamar, kami masih diliputi keheningan. Dilla masih terisak sesekali, meski sekarang dia sudah percaya dengan apa yang kuceritakan padanya.

Aku menarik kepala Dilla, agar ia tidur di atas bahuku. Semula dia akan menolak, tapi aku sedikit memaksa. Karena malam ini aku akan bercerita padanya. Cerita tentang seorang anak korban perceraian, sepertiku.

"Aku nggak pernah berniat selingkuh, Ma. Karena aku tau bagaimana rasanya ditinggalkan." 
Aku memulai pembicaraan. 

"Bercerai itu ... neraka bagi anak-anak." 
Dia terdiam.

"Akan ada banyak sayatan di masa kecil anak-anak yang masih polos, setelah orang tua bercerai."

Kudengar dia menarik napas dalam.
"Sayatan pertama, saat salah satu dari orangtua bertanya ... kamu mau ikut mama atau papa?" 

Aku berkata getir, 
"tapi ada sayatan lebih dalam dari pertanyaan itu, saat kita tidak diberi pilihan. Seperti aku."

Aku masih mengingat dengan jelas hari itu. Saat dalam isak tangis ibu menggandeng tanganku keluar dari rumah. Alin, adikku, memeluk dalam gendongannya. Tadinya kupikir kami akan pergi bersama, ternyata aku ditinggalkan di depan jalan.
Ibu naik mobil sambil melambaikan tangan, sementara aku yang belum memahami bahwa ibu tak akan kembali, hanya terdiam. Lalu kembali masuk rumah, menunggunya pulang.
Usiaku baru enam tahun saat itu. Kupikir ibu hanya pergi ke pasar untuk membeli baju seragam. Tapi sampai besok, besoknya, dan besoknya lagi, ibu tak pulang lagi.

"Pa ...?" 
Dilla menatap wajahku.

"Ya ..." 
Aku menepuk-nepuk bahunya, pelan.

"Kenapa mereka bercerai?"
"Karena ayahku menikah lagi ..."
Baru kali ini, setelah delapan tahun kami menikah, aku menceritakan semuanya. Selama ini dia hanya tahu aku memang hidup dengan ibu tiri yang semua terlihat baik-baik saja. Tapi sebaik apapun keadaan rumah, akan jauh lebih baik saat kita berada satu atap dengan orangtua yang utuh.

"Sayatan kedua, adalah saat seorang anak harus berpindah dari rumah yang semula nyaman, ke rumah yang terasa asing ..."
Setelah bebeberapa bulan diurus nenek dari pihak ibu, akhirnya aku harus merasa ditinggalkan lagi. Nenek meninggal.

Lebih menyakitkan saat di malam hari setelah kematian nenek, aku mendengar mereka membicarakan harus dengan siapa aku tinggal. Lucunya, beberapa kali aku harus mendengar penolakan.

Terlalu repot, tak ada kamar lebih, tak ada uang untuk makan, dan bermacam alasan lainnya. Saat itu, aku menangis ingin bertemu ibu. Tapi juga merasa bahwa semua orang tidak menginginkanku, termasuk ibu.
Akhirnya aku diserahkan pada ayah. Kemudian dia membawaku tinggal dengannya. Bersama dengan anak-anaknya yang lain, di rumah istri pertama.

Siang itu aku turun dari motor ayah dengan perasaan asing. Di depan sebuah rumah sederhana yang sama sekali aku belum pernah datangi. Yang kini akan jadi tempat di mana aku tinggal.

"Mau pulang ... mau sama ibu ..." 
Saat itu, hanya kata itu yang kuucapkan pelan.

Ayah sedikit membungkuk untuk memberi pengertian. Sebagai seorang ayah, dia memang baik terhadap anak-anaknya. Hanya saja aku jarang bertemu karena dia selalu pergi dan datang ke rumah sesekali. Mungkin karena ibuku memang hanya istri kedua.

Beberapa wajah melongok di pintu. Ada yang besar, beberapa hanya sedikit di atasku. Kulihat mereka ada empat orang bergaris wajah hampir serupa.

"Semua kakak nggak ada yang nakal, kan?" 
Dilla bertanya pelan, membayangkan apa yang kurasakan saat itu.

"Enggak, Ma. Mereka kaya kebanyakan anak lainnya." 
Aku tersenyum, 
"anak-anak polos ... yang hanya menganggap ada teman baru yang datang."

Tadinya aku mendengar sedikit keributan di kamar. Mungkin ibu tiriku sedikit keberatan. Tapi akhirnya saat mereka keluar, tas tempat baju-bajuku dibawa masuk ke dalam kamar. Aku diterima.

Ya, aku duduk di sofa. Asing. Sendirian. Disuruh makan, aku makan. Disuruh mandi, aku mandi. Disuruh tidur, ini yang agak susah.

Aku biasa tidur dengan ibu, atau nenek. Di sini aku tidur bersama dengan dua kakak baru. Mereka terus mengobrol seru di atas ranjang. Cekikan membicarakan entah apa. Sementara aku di ujung ranjang. Sesekali hampir terjatuh, tapi berusaha menahan.

"Tapi ... nggak dianak-tirikan kan?" 
Dilla menatapku.

"Alhamdulillah, enggak ..." 
Aku menggeleng.

Ibu tiriku tidak terlalu ramah, tapi juga tidak jahat. Dia bersikap manusiawi. Bersikap sama pada empat anak kandung dan satu anak tiri dari madunya, aku.

"Sayatan ketiga, saat kita merasa tidak punya tempat mengadu, seperti anak-anak yang lainnya ..." 
Aku merasakan sedikit denyut di dada.

Mengulang dalam ingatan situasinya. Situasi di mana aku, anak yang seharusnya menjadi bungsu, tapi dianggap lebih dewasa dari kakak-kakak lainnya.

Kulihat sesekali kakak-kakakku mengadu jika ada anak lain yang nakal, lalu ibuku menanggapi. Mereka mengadu saat bertengkar dengan teman, bercerita tentang apa yang terjadi di sekolah hari ini, atau tentang uang jajan yang kurang. Sementara aku tak berani.

"Kenapa nggak berani?" 
Dilla menatapku, ada kilat kasihan di manik matanya.

"Sebaik-baiknya ibu tiri ... seorang anak lebih nyaman bicara dengan ibu kandungnya sendiri ..." 
Suaraku mulai terdengar pelan.

Kembali kurasakan sayatan itu. Aku tinggal di tempat yang ramai, tapi merasa kesepian sepanjang waktu. Aku bicara, aku tertawa, tapi tidak bisa selepas seperti dengan ibuku. Aku tetap merasa asing.

Pernah mencoba lebih dekat, bahkan sesekali tidur sambil memeluk kaki wanita itu. Tapi tetap terasa berbeda. Tetap tertanam di ingatan bahwa dia adalah ibu dari orang lain, bukan ibuku.

"Dulu, setiap kali aku menginginkan mainan, aku harus menunggu agar yang lain membeli mainan yang sama lebih dulu. Jadi aku punya alasan untuk meminta. Tapi seringkali ... aku hanya diberi mainan bekas dari kakak. Saat semua sudah mulai memainkan mainan model yang baru, aku baru punya kesempatan memegang mainan yang lama ..." 
Aku menarik napas. Terbayang lagi masa-masa sakit itu.

Mata Dilla membesar, menyadari sesuatu. 
"Karena itu Papa sering banget beliin anak-anak mainan?"

Aku mengangguk. Jika ada yang mengatakan bahwa anak adalah balas dendam dari masa-masa kecil orangtua ingin rasakan, itu benar. Kini aku memahami itu.

"Sayatan ke empat, saat saudara-saudara merasa kesal dengan kesalahan yang dilakukan oleh orangtua, mereka mengatakan hal-hal buruk kepada si anak. Sebagai pelampiasan."

Dilla menatapku, semakin berkaca matanya.

"Heran sama si Ida, ibumu itu! pergi belasan tahun nggak pulang-pulang. Apa nggak inget sama anak dia?" 
Oceh salah satu bibi dari ayah.

"Ah dasar juga ayahnya tukang kawin!" 
Tetangga yang lain menanggapi. Sambil menuding wajahku.

Sebenarnya itu kata-kata yang mereka anggap sebagai angin lalu. Pengisi kekosongan dari percakapan keseharian. Tapi mereka lupa, bahwa seorang anak pun pasti punya hati. Mereka tidak sadar berkata yang sekilas hanya terdengar tak berarti tapi menancap layaknya duri.

Di depan mereka, seorang anak dari orangtua yang bercerai mungkin dianggap tak punya harga diri. Jadi mereka bisa bicara sesuka hati.

"Sayatan ke lima, saat anak melihat anak-anak lain begitu dilindungi dan penuh harga diri, tapi dia tak punya ..."
"Pa ..."
Aku terpejam. Merasakan mata yang mulai memanas.

Di lingkungan rumah, di sekolah, bahkan di antara teman sebaya, aku sering direndahkan. Diremehkan. Tak diperhitungkan. Karena mereka semua punya ibu sebagai tempat mengadu, dan ayah sebagai orang yang bisa diandalkan, tapi aku tidak.

"Aku ... selalu bertanya pada diri sendiri, apa salahku ... apa salahku ... apa salahku ...kenapa aku ditinggalkan ..."

Setetes air meluncur dari sudut mata.

"Sialnya ... aku terus merindukan ibu yang entah di mana ..." 
Tetes-tetes lain menyusul berjatuhan.


Berdenyut lagi. Aku merasakan lelehan darah yang sempat mengering, terbuka lagi.
"Selalu dikejar pertanyaan ... tentang kenapa ada ayah yang tega bertingkah seegois itu, juga ibu yang seperti lupa pernah melahirkan seorang anak di dunia ..."
"Pa ..."
"Karena itu sekarang aku berusaha sebaik mungkin, agar anak-anakku tidak merasakan sakit yang sama. Jangan pernah. Biarlah mereka punya tempat tinggal yang nyaman, punya ibu sebagai tempat mengadu ... dan punya ayah yang bisa diandalkan ..."

Dilla menangis terisak melihat airmataku.

"Jangan bercerai, Ma. Apalagi hanya karena masalah sepele dan keegoisan. Karena perceraian itu mungkin cuma memakan waktu sebentar, lalu kita berdua selesai ... tapi traumanya akan menggores lama di hati anak-anak kita ..." 
Aku menatap wajah Dila, dengan sorot mata penuh luka.

Dilla menggelengkan kepala, sambil menyeka airmata yang tertumpah di pipinya. Menyadari kesalahan yang tadi hampir dilakukannya.

"Karena perceraian orangtua akan membuat luka di sini ..." 

Aku menunjuk dada yang masih berdenyut pedih, 
"terlalu dalam ... bahkan sampai seumur hidup sakitnya tak akan hilang."
☆☆☆☆☆
Dari kisah diatas sudah saatnya kita untuk Stop Cemburu Buta Dan Selalu Berfikir Positif dengan Pasangan kita. Karena dampak perceraian akan selalu berimbas kepada anak-anak, ada banyak faktor lain penyebab perceraian, sebagai berikut:

KETIDAK HARMONISAN DALAM RUMAH TANGGA
Alasan tersebut di atas adalah alasan yang paling kerap dikemukakan oleh pasangan suami – istri yang akan bercerai. Ketidakharmonisan bisa disebabkan oleh berbagai hal antara lain, krisis keuangan, krisis akhlak, dan adanya orang ketiga. Dengan kata lain, istilah keharmonisan adalah terlalu umum sehingga memerlukan perincian yang lebih mendetail.

KRISIS MORAL DAN AKHLAK
Selain ketidak harmonisan dalam rumah tangga, perceraian juga sering memperoleh landasan berupa krisis moral dan akhlak, yang dapat dilalaikannya tanggung jawab baik oleh suami ataupun istri, poligami yang tidak sehat, penganiayaan, pelecehan dan keburukan perilaku lainnya yang dilakukan baik oleh suami ataupun istri, misal mabuk, berzina, terlibat tindak kriminal, bahkan utang piutang.

PERZINAAN
Di samping itu, masalah lain yang dapat mengakibatkan terjadinya perceraian adalah perzinaan, yaitu hubungan amoral di luar nikah yang dilakukan baik oleh suami maupun istri.

PERNIKAHAN TANPA CINTA
Alasan lainnya yang kerap dikemukakan oleh suami dan istri, untuk mengakhiri sebuah perkawinan adalah bahwa perkawinan mereka telah berlangsung tanpa dilandasi adanya cinta. Untuk mengatasi kesulitan akibat sebuah pernikahan tanpa cinta, pasangan harus merefleksi diri untuk memahami masalah sebenarnya, juga harus berupaya untuk mencoba menciptakan kerjasama dalam menghasilkan keputusan yang terbaik.

ADANYA MASALAH-MASALAH DALAM PERKAWINAN
Dalam sebuah perkawinan pasti tidak akan lepas dari yang namanya masalah. 
Masalah dalam perkawinan itu merupakan suatu hal yang biasa, tapi percekcokan yang berlarut-larut dan tidak dapat didamaikan lagi secara otomatis akan disusul dengan pisah ranjang seperti adanya perselingkuhan antara suami istri. 
☆☆☆☆☆
Langkah pertama dalam menanggulangi sebuah masalah perkawinan adalah :
  • Adanya keterbukaan antara suami–istri.
  • Berusaha untuk menghargai pasangan.
  • Jika dalam keluarga ada masalah, sebaiknya diselesaikan secara baik-baik.
  • Saling menyayangi antara pasangan.
Baca Juga
  1. Cara Mengetahui Sikap Dan Sifat Wanita Yang Tidak Setia (Selingkuh)
  2. Curhat Adalah Awal Penyebab Perselingkuhan (Suami Istri)
  3. Dampak Dan Faktor Perceraian Terjadi
  4. Hukum Menafkaih Anak Yang Di Asuh Mantan Istri
  5. Ketika Harus Berbagi Kebutuhan Dengan Empat Gadis
  6. Nikmat Yang Lain
  7. Perselingkuhan Yang Dimulai Dari Chat
☆☆☆☆☆