Showing posts with label Perbudakan. Show all posts
Showing posts with label Perbudakan. Show all posts

The Rocking Bad Novi at the naughty bitch a virgin bitch, i’m fucking love it!

June 08, 2019 0
Hari inilah Novi berjanjian dengan cowok yang dikenalnya di chatting, mungkin itu juga jantung novi berdetak kencang meskipun dalam keadaan santai berendam di kamar mandi, nama cowok yang dikenalnya juga belum tau nama aslinya yang menarik dari nicknamenya adalah dahlan si penjahat kelamin yang mengaku namanya dengan robert.

Ahhhhh… 
Novi mengurut-ngurut vaginanya yang sambil membayangkan percakapannya kemaren semalaman. 

Dia sangat dominan, tegas tapi adil, dan tahu apa yang diinginkannya dan membawanya, sama seperti bagaimana penguasa seharusnya.

Terasa vaginanya berdenyut-denyut, yah vagina Novi memang berbeda dengan vagina kebanyakan gadis, dinding vaginanya sangat tebal sehingga memungkinkan cengkraman yang erat bagi setiap penis yang masuk ke dalamnya, namun belum seorangpun yang pernah memangsa vagina mulusnya.

Mungkin ini disebabkan karena Novi yang merupakan siswi tercerdas di sekolahnya. 

Sehingga selalu mendapatkan kelas unggulan dan akibatnya selama ia 3 kali pacaran semuanya cowok-cowok kutu buku, jangankan menyentuh vaginanya, mencium bibirnya saja mantan pacarnya tidak berani.

Ia merasa bosan dengan kehidupan sehari-harinya yang menuntutnya harus bertindak bagaimana layaknya gadis golongan atas, terlebih kedua orang tuanya sering tidak di rumah sibuk dengan bisnis mereka.

Seringkali Novi hanya melampiaskan nafsunya yang menggebu-gebu dengan bermasturbasi sambil menonton video-video porno baik jenis western maupun JAV di kamarnya.

Ia merasa beruntung berkenalan dengan Robert, teman cybersx yang sangat agresif.
Meonggg…meong…meongg….
(ringtone ponsel Novi)
Novi segera tersadar dari lamunannya di kamar mandi setelah mendengar polselnya yang berbunyi tiba-tiba, namun ia tidak segera mengambil ponselnya di kamar, karena ia masih mengeringkan tubuhnya terlebih dahulu lalu mengambil handuk. Sementara itu polselnya terus berbunyi. 

Akhirnya setelah membalut tubuhnya dengan handuk ia segera mengangkat polselnya.

Haloo,,selamat pagi ini siapa ya ?

Mendadak muka Novi berubah pucat rupanya yang menelpon adalah “Robert si Penjahat Kelamin”. 
Ia membentak-bentak Novi karena keterlambatannya. Novi harus segera menemuinya di alamat targer, Jalan tris kurang lebih 60 KM dari tempat tinggalnya sekarang.

Sebagai hukumannya dilarang menggunakan celana dalam dan BH saat pertemuannya nanti. 
DEG...
Jantung Novi kemudian berdetak dengan kencang nafsunya segera menguasainya membayangkan apa yang akan terjadi padanya nanti.

Baik Tuan Robert, hamba segera menuju lokasi..
jawabnya sedikit gugup

Segera ia memacu mobilnya menuju alamat tersebut kurang lebih 1 jam ia sampai ke lokasi tersebut. 
Ternyata alamat yang diberikan Robert berada di pondok yang berlokasi di sebuah bukit dengan pemandangan sangat bagus namun berada di pinggiran hutan yang jauh dari pemukiman penduduk. 

Novi segera memarkir mobilnya kemudian menelpon Robert.
Tuan hamba sudah disini, tuan dimana?

Masuk saja ke kamar nomor 2 di lantai atas tunggu saya disana, Pelacur !!
bentak Robert.

Novi sebenarnya tersinggung direndahkan seperti itu ia lalu terdiam sejenak ia mulai berpikir untuk mengurungkan niatnya bertemu, namun nafsunya yang menggebu telah menguasainya benar-benar tidak sabar untuk disetubuhi oleh Dahlan si Penjahat Kelamin.

Kenapa diam, pelacur ayo masuk !!.
bentak Robert lagi.

Ya tuan.. saya Pelacur.. Setubuhi saya.. Hamili saya tuan..
seolah ia tidak sadar berkata seperti itu

Vaginanya yang terus berdenyut membuat ia kehilangan kontrol atas tubuhnya mendapat perlakuan selayaknya pelacur, membuat vaginanya tidak sabar untuk segera diperawani tuannya. 

Sambil berjalan memasuki rumah ia membayangkan adegan video-video bondage kesukaannya.

Novi kemudian sampai ke depan kamar nomor 2 ia kemudian perlahan membuka pintu dan masuk ke dalam. 

Namun tidak seorangpun ada di dalam kamar tersebut yang ada hanyalah ranjang empuk berukuran besar, meja rias cermin dan kerangkeng besar dalam kamar berukuran 4×4 m itu. Ia kemudian duduk di tepian ranjang. Kemudian teleponnya berbunyi

Pelacur.. buka seluruh pakaianmu lalu buang jauh-jauh keluar jendela, kalau tidak aku cincang tubuhmu disini...
sahut suara disana

Novi yang ketakutan segera menanggalkan semua pakaiannya dan membuangnya lewat celah kecil di jeruji jendela sesuai dengan yang diperintahkan. Ia benar benar seperti kerbau yang telah dicolok hidungnya.

Tubuhnya yang bugil dengan bulu yang lebat di vaginanya benar-benar mengundang gairah setiap pria yang pasti bernafsu untuk menidurinya. 

Lalu perlahan ia mendengar suara langkah kami berat yang menuju kamar tersebut.

Jantung Novi berdetak dengan kencang, vaginanya semakin basah. 

Pintu kamarnya dibuka perlahan, Novi yang gugup dan mukanya merah membenamkan wajahnya ke bantal. Ia merasakan ada seseorang masuk ke kamar itu lalu mengunci kamar itu dan mendekat ke tubuhnya.

Novi belum berani untuk memalingkan tubuhnya dari bantal. 

Tiba-tiba ada tangan besar memegang bokongnya dan tanpa sungkan-sungkan langsung mencolok lubang anusnya dengan jari tengahnya. 
Aaaahh.. 
Novi kesakitan tapi vaginanya yang berdenyut membuat ia membiarkan pelaku untuk melanjutkan mengobok anusnya.

Ahhhhhh… ahhhhh…. Sakittt…..Tuan…!!
rintihnya

Novi kemudian memalingkan wajahnya untuk melihat seperti apa gerangan manusia yang akan menjadi pejantannya itu. 

Mendadak lemas tubuh Novi karena pejantan yang ia bayangkan yaitu lelaki tampan yang berotot tidak menjadi kenyataan.

Yang ada di hadapannya justru adalah pria bule sangat melebiha atas bayanganya.

Kakinya lemas tidak bisa digerakkan ingin rasanya ia segera segera menikmati kenikmatan dari tempat itu. 

Namun rasanya tidak mungkin sebuah jari tengah kini telah terlanjur menancap di lubang pantatnya.

Ahhhh.. ahhh… Sakitt lepaskan..
Novi meronta-ronta berusaha lepas, tidak terasa air matanya pun menetes.

Pria itu, Robert, adalah seorang ekspatriat yang bekerja di sebuah perusahaan di Indonesia. 

Seorang pengidap kelainan sensual yang suka menerapkan sado masochist terhadap pasangan sensnya. 

Para wanita lokal yang pernah ia kencani banyak yang tidak tahan dengan siksaan-siksaannya ketika berhubungan intim.

Bosan dengan para wanita yang biasa ia temui di kafe dan tempat dugem, ia mencari pasangan lain melalui fasilitas internet. 

Novi lah yang menjadi korbannya dan Robert sendiri memang ingin mencicipi anak sekolah Indonesia.

Setiap kali chatting mereka tanpa ragu mengeluarkan kata-kata jorok dan cabul, sisi liar dalam diri Novi membuatnya menikmati semua ini hingga akhirnya pertemuan pertama mereka ini.

Novi kini tidak ada pilihan lain lagi selain melayani bule gendut ini, pintu telah tertutup rapat, yang ada kini adalah ia mesti pasrah melayani tuannya di kamar yang sempit ini.

Robert segera membenamkan wajah Novi di dadanya yang berbulu membuat gadis itu kehabisan nafas hingga ia meronta-ronta. 

Sungguh tubuh Novi yang mungil memang bukan tandingan badan besar dan kekar si Robert. 

Kemudian jari tengah Robert dengan kasar menusuk vagina Novi lalu mengobok-oboknya.

Rasakan ini pelacur, hahaha!
tawanya penuh kemenangan

Aaahhhhhh… ampunnn … ahh,,, oohh…
Tuan tolong hentikan!
erang Novi mengiba

Badan gadis itu mengejang, vaginanya terasa sakit, namun ia bergetar menerima kenikmatan yang luar biasa tidak bisa ia tahan. 

Tiba-tiba, ia melihat kelamin besar si bule mulai menegang. 

Luar biasa besarnya benda itu, kira-kira 20 cm tidak seperti bayangannya karena kelamin orang bule tersebut sangatlah besar.

Novi pun bergidik ngeri membayangkan sebentar lagi penis itu yang akan mengairi rahimnya namun ada gejolak nafsu yang membuatnya ingin segera disetubuhi.

Hei, nikmat ya pelacur. Mulai sekarang kamu adalah budak saya!
kata Robert, 
Apapun yang saya perintahkan you harus ikuti. kamu tidak bisa keluar dari sini selamanya. 
Understand?!

Mengerti tuan… ahhh!
erang Novi lagi ketika jari tengah Robert masuk semakin dalam hampir merobek selaput daranya.

Mulai sekarang, Kamu cuma boleh minum air sperma saya dan air ludah saya. Karena kamu budak saya mengerti. Jadi minum sebanyak-banyaknya agar kamu tidak mati kehausan.. Mengeti Budak !!!
bentak Robert.

Aahhh….iya, mengerti Tuan.. saya budak tuan… siap jadi memuaskan tuan selamanya.. setubuhi saya tuan!

Robert mendorong tubuh Novi hingga ia terbanting di kasur yang sangat empuk. 

Segera tubuh besar Robert menindih tubuh munggil Novi. 

Badan Novi terasa remuk semuanya, beruntung ia tidur di atas kasur yang sangat empuk jika tidak mungkin ia sudah pingsan kehabisan nafas.

Kelamin besar Robert masuk perlahan di vagina Novi. Gadis itu pun berkelojotan, badannya kembali menegang menahan rasa nyeri vaginanya diterjang penis gemuk itu.

Aaahh…pelan-pelan tuan…sakit!!
Dengan kasar Robert menekan-nekan kelaminnya ke vagina mungil di hadapannya namun ia kesulitan memasukannya. 

Bule kekar itu pun semakin buas, baru kali ini ia dapat menikmati tubuh perawan secantik Novi. Seperti binatang lapar, Robert kembali menghujamkan penisnya sekuat tenaga.

Aahhhhhhhh..sakitt tuaann!!
jerit Novi

Penis besar itu berhasil masuk merobek selaput perawannya. 

Robert menikmati jepitan dinding kemaluan gadis itu beserta selaput keperawanannya dan ia terus bertahan di situ tanpa melakukan satu gerakan apapun terlebih dahulu.

Ia masih belum rela melepaskan kenikmatannya yang tak terlukiskan oleh kata-kata tatkala dinding keperawanan gadis korbannya itu sangat memberi kelembutan serta kehangatan yang tiada terkira untuknya.

Sebab ia tahu apabila begitu batang pelir yang telah terbenam seluruhnya kini ke dalam dasar kemaluan dara itu ia tarik ataupun dicabut, maka kesuciannya akan terenggut sudah. 

Rasanya tak ada satu kenikmatan apapun di belahan bumi ini yang mampu menandingi merenggut keperawanan seorang gadis muda.

Ia juga ingin memberi kesempatan kepada gadis belia yang dinodainya itu agar menyesuaikan diri terlebih dahulu dengan ukuran penisnya yang begitu besar.

Bibir kemaluan Novi nampak ikut melesak masuk ke dalam pula tatkala dipaksa harus menelan batang kelamin lelaki itu yang kini sudah menancap pada vaginanya disela-sela kedua belah pahanya yang terbuka.

Kenikmatan demi kenikmatan yang dirasakan oleh Robert ternyata sangat bertolak belakang sekali dengan apa yang dirasakan gadis muda belia itu kini. 

Ia yang baru kali ini disetubuhi oleh seorang lelaki begitu merasakan kesakitan yang amat tak terperikan.

Erangannya seolah mengiringi kemenangan bule bejat itu yang berhasil menaklukkannya dan membuat gadis itu dengan terpaksa merelakan keperawanannya tanpa ampun di bawah dekapan lelaki bajingan yang menjadikannya budaknya.

Sementara rambut hitam panjang sebahu Novi terlecut-lecut mengikuti arah kepalanya yang terus terbanting-banting di atas kasur. 

Tak terasa air mata membasahi kedua pipi mulusnya karena menahan rasa sakit pada vaginanya.

Robert mendekap tubuh telanjang dari Novi yang kini berada di bawahnya dan dada bidang perkasa nan sarat dengan bulu-bule lebatnya itu menekan kedua belah payudara korbannya. 

Wajah lelaki itu menelusuri leher jenjang kanan yang begitu halusnya dari si gadis sehingga membuat kepala Novi tak lagi dapat bergerak kesana kemari.

Dijilatinya leher jenjang sang perawan itu dengan rakusnya dari pangkal telinga sampai pundak kanannya, melumuri area itu dengan air liur kemenangannya. 

Puting susu sebelah kiri gadis itu yang semakin mekar ranum memerah dipilin oleh pertemuan ibu jari dan telunjuk tangan kanannya yang kasar, dengan gencar diremas-remasnya bongkahan daging susu yang masih mencuat indah keatas dan sama sekali belum kelihatan turun sama sekali serta masih berbentuk bulat kenyal dan memadat indah mempesona nan menghiasi bagian dadanya yang jatuh dalam dekapan si bule jahanam itu.

Celana dalam yang tersumpal di belahan mulut mungilnya ditarik lepas dan langsung tergantikan oleh ciuman ganas penuh birahi yang luar biasa buas dari sang durjana kepada korbannya sebelum gadis itu sempat mengeluarkan erangan dan rintihannya kembali.

Kedua bibir dari insan berlainan jenis ini bertemu seketika dalam peraduan adegan indah persetubuhan nan terlarang itu. 

Lidah lelaki itu telah memasukki rongga mulut mungil sang dara yang terpejam erat dan menari-nari di dalamnya berusaha mengait-ngait lidah wanita yang masih belia tersebut nan telah dicicipi kehangatan dan kelembutannya saat tadi mengulum batang penisnya.

Terus didera bertubi-tubi ciuman si bule bejat, kini Novi hanya bisa pasrah merelakan lidahnya yang telah dikaitkan oleh tarian lidah lelaki tersebut yang elastis, kadang bisa dibuat tegang kaku saat waktu lalu digunakan menyodok-nyodok celah lubang duburnya, kadang pula lemas seperti tali yang meliuk-liuk maupun mengait lidah mungilnya kini.

Setelah dirasanya telah puas mencicipi keperawanan sang dara, kini penis yang cukup lama terbenam di dasar vagina gadis itu kini ditariknya perlahan dan kelamin mereka yang tadinya melekat erat seakan telah menjadi satu itu mulai terpisah.

Psshh…! sleph!
suara yang ditimbulkan dari pelepasan batang kelamin yang tertancap pada kemaluan sang perawan itu begitu sangat khas sekali di telinga dan proses terenggutnya kesucian gadis itu dimulai.

Kini seiring dengan pergerakan kelamin Robert yang telah keluar sepertiga dari ukuran batangnya dari dalam belahan intim kemaluan gadis itu yang merekah membuat bibir-bibir vagina korbannya menjadi ikut tertarik sampai monyong ke depan.

Bersamaan itu pula dari sela-sela lubang vaginanya dimana kulit-kulit kelamin bajingan itu bersarang didalamnya, kini tampak berkilat-kilat basah oleh lendir vaginanya yang melumasi jajaran tonggak daging pelirnya mulai menetes darah segar kesuciannya yang pada akhirnya berhasil direnggut paksa jua dari tubuhnya.

Mmpphff! Ugh! Ughff!!..
itulah suara rintihan Novi yang terdengar saat keperawannya telah terenggut seutuhnya oleh si bule jahanam ini, sementara sela-sela vaginanya yang telah diluluh lantakkan itu masih berdesis-desis tatkala melepaskan batang penis lelaki tersebut dari vaginanya diiringi senyum kemenangan Robert.

Betapa Novi merasa dirinya benar-benar rendah karena telah jatuh dalam pelukan pria asing yang sama sekali tak dikenal apalagi dicintainya, namun tubuhnya telah dinodai olehnya dan semua yang ada di ketelanjangannya berbaur sudah.

Tak ubahnya tubuh gadis itu adalah tubuh lelaki itu, demikian pula sebaliknya, tubuh lelaki itu adalah merupakan bagian dari tubuhnya kini. 


Namun parahnya ia malah menikmati semua ini, tubuhnya tidak bisa berbohong, rangsangan-rangsangan itu telah membuatnya menggeliat-geliat nikmat.

Novi bahkan berkhayal andaikata saja tiada norma-norma atau apapun yang mengaturnya bagaimana harusnya pria dan wanita, maka ia akan meminta jatah birahi padanya setiap malam, dan aku akan melakukan apapun untuk meraih kepuasan.

Ia akan rela pria gemuk ini mengenjot terus tubuh telanjang mudanya yang aduhai begitu sempurna keindahannya sampai sang pagi datang menjelang.

Mulut lelaki itu kini melahap belahan payudara kanannya dan menelan puting susunya sekaligus, lalu disedot-sedot dengan buas penuh dengan nafsu hewaniah.

Tubuh telanjang Novi sampai menggeliat-liat dibuatnya seiring dengan dimulainya hentakkan pinggul lelaki itu di antara kedua kaki indah itu. 

Ikatan tambang yang mengikat erat kedua kakinya ini kini dilepaskan oleh Robert karena ia telah yakin bahwa kini korbannya telah takluk pada kejantanannya.

Derai-derai air mata di pipi mulusnya itu telah dibersihkan pula oleh telapak tangannya yang besar. 

Sepasang betisnya yang masih mulus terbentang kencang itu kini dikepitnya di antara kedua ketiak dari lengan perkasanya kiri dan kanan. 

Kaki-kaki indah yang terjepit ketiak itu tampak bergerak-gerak seiring hujaman lelaki bajingan itu pada lubang vaginanya dan tubuhnya yang sudah bermandikan oleh peluh persebadanannya itu terhempas-hempas dibuatnya.

Oh.... 
Seperti inikah yang dinamakan kenikmatan diperkosa? 
Tak mau tapi mau juga akhirnya?
tanya Novi dalam hati.

Dengan posisi setengah jongkok Robert terus menggenjot tubuh Novi yang masih begitu kencang dan padat di usia mudanya. 

Kedua tungkai paha gadis itu kini ditekan oleh kedua tangannya sehingga kangkangannya semakin jelas dan lebar dengan kedua tumit kaki indahnya bertumpu pada kedua belah pundak lebar si bule bejat tersebut.

Wajah cantiknya yang tergerai rambut hitam panjangnya semakin menengadah ke langit-langit. 

Kedua kakinya semakin tertarik ke atas bertopang pada pundak kiri dan kanan sang lelaki jahanam yang telah leluasa menikmati kehangatan tubuh mudanya itu.

Robert terus menahan penisku di dalam vagina Novi, menikmati sensasinya, menikmati setiap erangan dari mulut gadis itu. 

Ia lalu mulai bergerak lagi, memperkosa dia pelan-pelan, lalu brutal dan menyakitkan, merasakan kenikmatan yang makin memuncak,

Merasakan orgasmeku yang kian dekat, pria itu tahu sebentar lagi akan keluar, maka ia pun mengeluarkan semua spermanya di dalam vagina Novi.

Mulut Robert makin keras menyedot leher jenjang Novi dan mulai mengigitnya.

Robert pun akan meledak sebentar lagi, ia mendengus bagaikan banteng, otot pahanya menegang ketika penisnya berdenyut-denyut tak terkendali di dalam vagina gadis itu, menyemburkan sperma demi sperma ke rahimnya yang baru saja ia perawani, kenikmatan yang amat sangat seakan-akan menyakitkan tubuh Novi, membuat nafasnya tersengal-sengal.

Novi sangat sadar bahwa ia sudah mengalami orgasme dan Robert merasa sangat nikmat karena dengan begitu dia tahu bahwa ia sudah menaklukan gadis itu dan telah menyetubuhi dan meyemburkan spermanya ke dalam tubuhnya.

Tubuh kekar Robert terbaring selama beberapa saat, lemas karena kenikmatan yang bertubi-tubi. 

Robert lalu mengangkat tubuhnya dari atas tubuh Novi, kelaminnya masih keras dan tegang waktu ditarik dari vagina Novi.

Ia berdiri dan memperhatikan Novi, tubuh indah yang baru saja ia nikmati, dipandanginya kaki Novi yang ramping, yang sekarang tertekuk tak berdaya, pinggulnya yang bulat, perutnya yang rata, buah dadanya yang masih bergerak naik turun, pada wajahnya yang imut yang semakin cantik dengan rasa sakit dan air mata.

Hehehee…you enjoyed it ha?
tanyanya sambil tersenyum mengejek.

Novi mengangguk lemah ke arah Robert yang tersenyum dan mengangkat tubuhnya dengan tangannya. 

Novi sempoyongan dipegangi oleh Robert di lengannya. 

Ia menyeretnya ke meja di sudut ruangan.

Novi pasrah ketika pria itu membungkukan tubuhnya ke meja, hingga sekarang mulai pinggang hingga kepala ia terbaring menelungkup di atas meja, semetara kakinya masih di lantai.

Wait a moment, pelacur hehehe!
katanya sambil mengambil pita perekat dari laci meja itu dan mengikat kedua pergelangan tangan Novi jadi satu.

Setelah selesai ditariknya tangan gadis itu hingga tergantung di sisi lain meja, sekarang kepala Novi tergantung di pinggir meja, buah dadanya menjadi bantalan bagi tubuhnya di meja, menempel pada meja kayu jati itu.

Nice ass…pantatnya yang hebat!
kata Robert sambil meraba dua bulatan pantat Novi.

Novi memang punya pantat yang sempurna, apalagi kalau dibandingkan dengan tubuhnya yang ramping, bentuknya sempurna, penuh, lembut, halus dan tanpa noda.

Robert meraba, meremas dan menarik pantat Novi, membuat Novi melonjak di meja. 

Kelamin Robert telah mengeras lagi dan ia siap memasukkan benda itu ke tubuh Novi. 

Ia jambak rambut panjang Novi sehingga gadis itu merintih, tangan pria itu yang satunya mendorong masuk kelaminnya ke vagina Novi.

Gadis itu merasakan sakit yang luar biasa waktu penis si bule bejat itu masuk ke tubuhnya, walaupun vaginanya telah basah dengan sperma dan darah perawannya. Wajah Novi mengerenyit dan gemetar, erangan keluar dari mulutnya pada saat bersamaan.

Robert juga mengerang, setelah itu terdengar suara daging bergesekan dengan daging. 

Ia mulai memperkosa Novi dengan brutal dari belakang, seperti seekor anjing, sementara tangannya terus menarik rambut panjang gadis itu.

Rasa sakit dan sengsara terlukis bergantian di wajah Novi, matanya terbelalak karena sakit dan shock, mata yang bulat hitam dan berkilat karena air mata, bibirnya membentuk huruf ‘O’ sambil menjerit kesakitan.

Robert memang sudah tidak menjambak rambutnya, sebagai gantinya ikat pinggangnya ia ayunkan ke punggung atau pantat gadis itu. Robert mendengus dan mendengus lagi, dia baru saja ejakulasi di vagina Novi, dan Novi juga menyadarinya, dan ia lalu memejamkan matanya yang berlelehan air mata dan kembali menangis tersedu-sedu, dan setiap pecutan Robert mengayun, tangis kesakitan kembali terdengar dari mulut gadis itu.

Ini benar-benar asyik…great!!
kata Robert sambil masih melihat ke pantat Novi.

Robert menarik Novi dengan menjambak rambutnya, membuat kepala gadis itu terangkat dan kemudian dadanya, membuat dada yang tadi tertindih menyembul tegak lagi.

Aaaahhh…sakittt!!
jeritnya

Dengan kasar pria itu mendorong tubuhnya ke lantai. Rambut Novi menutupi wajahnya sementara tangannya yang masih terikat menumpu tubuhnya yang terbaring miring, dan kakinya yang indah menekuk di lutut.

Robert berjalan memutar dan mendorong kursi besar dari kulit dari balik meja itu ke depan Novi. 

Kemudian ia duduk di kursi itu, merosot sedikit, dan memegang kelaminnya hingga mengacung ke atas.

Coba kamu ke sini Novi...
katanya, mata pria itu sangat penuh birahi, 
dan kulum ini kontol!

Novi pun termanggu, antara menurut dan menolak. 

Ia terisak sekali dan kemudian mulai bergerak, merangkak dengan lututnya, menuju ke arah bule bejat itu, rambutnya yang panjang menempel di wajah, buah dada dan punggungnya.

Ketika ia sampai di dekat Robert dan ia meraih kelaminnya di pangkalnya dengan tangannya yang terikat, setelah itu membuka bibirnya lalu mendorong mulutnya ke kelamin itu. 

Dalam posisi berlutut, kepalanya mengangguk-angguk ketika ia mengoral Robert, pipinya kembung kempes menghisap dan mengulum penis itu, sebagian rambut jatuh di wajahnya.

You don’t know how to suck cock ha?
kata Robert, sambil memandang gadis itu, tangannya meremas rambut Novi, ia merasa kurang puas dengan teknik oral Novi yang masih amatir.

Saya akan ajar you cara muasin saya hehehehe…
Novi merintih mendengar perkataan pria itu karena jambakannya makin keras, matanya mengikuti pandangan Robert yang sedang melihat ke ikat pinggang yang tergeletak di lantai.

Pria itu mengambil ikat pinggang tersebut, melihat tubuh Novi gemetar lagi seakan tahu apa yang akan terjadi sebentar lagi, kepalanya bergerak makin cepat di kelamin Robert, hampir putus asa, ia tidak ingin dipecuti lagi.

Tangan Robert mengayunkan ikat pinggang ke punggung dan pantatnya, ctar….ctar…. tubuh Novi pun melonjak kesakitan sementara lolongan kesakitan terdengar dari tenggorokannya, diredam oleh penis pria itu yang masih ada di mulut Novi.

Bekas memar kemerahan pun menodai kulitnya yang putih mulus. Ketika menjerit kedua kalinya, dan yang ketiga ketika ikat pinggang itu mendarat ke pahanya, kepala Novi terlonjak sedikit ketika pria itu menekan kepalanya turun ke pangkal penisynya.

Jeritan Novi berubah menjadi batuk dan suara tersedak, kelamin itu rupanya masuk hingga tenggorokannya. Benjolan kepala kelamin Robert di tenggorokan Novi terlihat, mata gadis itu membeliak-beliak, tubuhnya meronta-ronta karena rasa sakit, panik dan kekurangan udara, tangannya menggapai-gapai, terlalu takut untuk mendorong tubuh Robert yang dengan tangannya menahan kepalanya agar tetap di pangkal kelaminnya.

Robert mengayunkan ikat pinggangnya lagi, membuat suara jeritan terdengar lagi ketika ujung ikat pinggang itu menghajar punggungnya yang mulus. Robert menyeringai menikmati korbannya menderita di bawah siksaannya.

Robert memang masochist tulen yang menyukai permainan kasar dalam hal ini. Dengan kedua tangan di sisi kepala Novi, ia remasi rambut gadis itu dan menggerakkan kepalanya di kelaminnya, menghunjamkan wajahnya ke selangkangannya ketika ia memasukkan seluruh kelaminnya hingga ke tenggorokan si gadis.

Tubuh gadis itu pun gemetar, mengejang dan berkeringat, pantat dan paha Novi sudah bilur-bilur kebiruan karena terus dipukuli. Robert terus menghunjamkan wajah Novi ke pangkal kelaminnya dan sekarang menahannya di situ

Aaahhhh…
Fucking cummm…eat this bitch!!
erang Robert yang ternyata sedang ber-ejakulasi di tenggorokan Novi, ia menggeram ketika ia terus menahan kepala Novi.

Robert memberi jeda waktu pada Novi untuk batuk-batuk dan mengambil nafas setelah memuntahkan lahar putihnya di mulut gadis itu.

You suka itu kan?
ejek bule bejat itu.

Novi tidak menjawab, nafasnya naik turun tak teratur. 

Siksaan tadi benar-benar membuatnya menderita, namun entah mengapa dalam hati kecilnya ia diam-diam menikmatinya juga.

Jenuh terus dipandang tinggi di sekolah sebagai siswi berprestasi dan di rumah sebagai gadis baik, ia menikmati sensasi baru direndahkan sebagai budak.

Now you naik ke kelamin saya pelacur!!
Robert menarik tubuh lemas Novi kembali ke ranjang lalu ia menjatuhkan diri telentang dan gadis itu di atasnya.

Tanpa disuruh lagi Novi meraih kelamin pria itu dan mengarahkannya ke vaginanya.

Eeemmmhhh…!!
desahnya ketika penis itu melesak masuk ke liang senggamanya.

Robert memulai dengan menyentakkan pinggul ke atas sehingga kelaminnya menancap dalam ke vagina gadis itu.

Tak lama Novi pun mulai memacu tubuhnya naik turun di tubuh berotot pria itu.

Robert mendekap punggungnya dan mendekatkan payudara gadis itu ke mulutnya sehingga ia dapat melumat bongkahan gunung kembar itu.

Dalam posisi yang sebegitu rupa ini membuat bongkahan dari pantat gadis yang berkulit putih mulus licin itu semakin mencuat keatas mempertontonkan aksi lonjakan-lonjakan kejantanan Robert yang masih terlihat seret keluar masuk pada vaginanya.

Kedua biji pelir lelaki itu yang menabrak-nabrak jalan masuk lobang pantatnya semakin nyata mengiringi lelehan lendir kewanitaannya yang telah bercampur aduk dengan darah keperawanannya nan terus menggenangi mulut vaginanya dan dijadikan bulan-bulanan oleh pria itu.

Novi terus mengerang menahan nikmat dan tubuhnya bergetar akhirnya nafsunya selama sekian lama dapat ia tumpahkan.

Robert meremas dan mengenyoti payudara itu dengan kasar membuat gadis itu meringis kesakitan, namun kenikmatan di vaginanya membuat ia bergetar membusungkan dadanya ke atas seolah pasrah untuk diremas dan diremukkan tuannya.

Robert kemudian menggeser tubuh gendutnya hingga duduk bersandar pada kepala ranjang lalu mengangkat kedua lengan Novi ke atas lalu mencengkramnya membuat ketiak gadis itu terpampang dengan indahnya dengan bulu-bulu halus yang menggairahkan.

Mulut Robert terbuka lebar, siap melubat bibir lembut Novi.

Aahh… 
Novi semula pasrah untuk menyerahkan bibirnya untuk di lumat, namun begitu Robert membuka bibirnya, tercium bau nafas yang menyengat seperti bau telur busuk.

Novipun menggelengkan kepalanya berusaha menghindar dari lumatan bibir tebal Robert.

Cuma itu yang bisa ia terus lakukan karena tangannya telah dikunci dengan rapat oleh tangan Robert.

Robert menjadi kesetanan mengamuk, dengan menghujamkan kelaminnya dalam dalam vagina Novi.

Ahh… ahh,… noo!
Novipun mengerang membuka mulut hingga ia akhirnya menyambut bibir tebal Robert seperti beruang yang memakan mangsanya, lidah merekapun berpangutan

Novi sudah tidak peduli lagi dengan bau telor busuk yang membuat nya ingin muntah, yang ia inginkan sekarang adalah menyerahkan bibirnya kepada tuannya.

Tubuhnya mengejang untuk kesekian kalinya.

Ia orgasme berkali-kali membuatnya semakin bernafsu, semakin haus untuk disetubuhi.

Namun Robert belum menunjukkan tanda-tanda ingin menyudahi permainannya.

Ia terus menggenjot tubuh mungil Novi yang telah banjir keringat.

Baru sepuluh menit kemudian, tiba-tiba Robert berhenti menggenjot membuat Novi jadi seperti cacing kepanasan.

Aahh tuan… terus entot saya ..tuan saya mohon… fuck me please!
Novi memohon sambil menggoyangkan pinggulnya.

Eh Pelacur… 
Kalau you mau difuck.. 
Buka mulut you..
bentak Robert.

Novi segera membuka mulutnya lebar-lebar,

Telan ludah saya sebanyak-banyaknya, mengerti?!
Perintah Robert.

Robert kemudian mengeluarkan ludahnya dari tenggorokannya yang berwarna kuning kehijau-hijauan di mulut Novi.

Novi menelannya namun baunya yang busuk membuatnya ingin muntah, tapi tusukan di vaginanya membuat ia kembali membuka mulutnya..

Gimana pelacur, love it?
tanya Robert sambil memilin kasar puting kiri Novi

So much Tuan..
Aaaaahhhhhhhh…
Novi begitu gembira karena vaginanya kembali digenjot dengan kasar hingga ke rahimnya.

Mau lagi pelacur.. ??
Tanya Robert.

Saya minta lagi tuan ludahnya.. ahhh.. ahh…
erang Novi yang vaginanya makin berkedut nikmat karena digenjot habis-habisan.

Dadanya yang dibusungkan ke atas diremas dengan sekuat tenaga lagi.

Kalau mau minta.. ya harus mohon!! 
Beg it bitch!!
Perintah Robert.

Mohon tuan ludahi bibir saya lagi..
rengek Novi.

Enak saja bitch, 
Maunya gratisan.. 
Hahahha…. 
Ledek Robert.

Novi seperti terhipnotis menangis sambil memohon
Mohon… Tuan.. Ludahi saya lagi.. 
Saya haus… saya mohon huuhu.. 
Saya rela melakukan apa saja.. 
Tapi saya mohon ludahi bibir saya lagi tuan…

Robert menjadi sedikit iba, kemudian akhirnya meludahi mulut Novi berkali-kali dengan ludah yang kekuning-kuningan.

Novi segera menelannya, vaginanya kembali berkedut kedut dengan dasyat.

Ahhhh tuaaann…..
Novi membusungkan dadanya ke atas membuat Robert menjadi sangat bernafsu.

Bule bejat itu seperti kesetanan, ia menyentakkan penisnya ke atas hingga membentur dinding rahim Novi dan mengoyangkan pinggulnya dengan dahsyat.

Novipun kesetanan memeluk tubuh berlemak Robert dengan erat seolah tak ingin berhenti disetubuhi.

Tuan.. Hamili saya tuan.. ahh,…. Keluarkan sperma di dalam saya mohon....
erangnya tanpa malu-malu

Robert menggigit leher Novi sambil meremas kedua belah payudaranya sekuat tenaga sehingga membuat tubuh gadis itu menggelinjang.

Gelombang orgasme yang dahsyat membuat tubuh gadis itu terbanting-banting,

Novi segera menjilati ketiak tuannya yang berbulu lebat.

Kelamin Robert semakin keras dan
Aaahhhh…ahhh…yesss….
Cumm again bitch!

Keduanya mengejang seperti kesetrum.

Robert menusuk sekuat tenaga menuju rahim Novi yang paling dalam.
Crrooottt…Crootttt… 
Croooottt…Croottt..Crooot.. 
menyemburlah lahar panas Robert..

Membanjiri tubuh mungil Novi.

Diiringi dengan Tubuh Novi yang bergetar mengeluarkan cairan klimaksnya

Keduanya akhirnya lemas dan berpelukan erat, mulut mereka berciuman dengan ganasnya selama 5 menit.

Kemudian…

Hahahaha…
ou memang naughty bitch…
A virgin bitch, i’m fucking love it!
sahut Robert melihat vagina Novi yang mengeluarkan banyak darah bercampur sperma yang banyak sekali.

Robert tidak memberikan Novi yang kepayahan istirahat.

Pelacur ayo sekarang bersihkan Kelamin saya!
perintahnya

Baik tuan..
Novi pun segera menjilati kelamin tuannya seperti mengemut es krim.

Leleran sperma yang bercampur cairan kewanitaannya itu ia jilati sambil menahan jijik.

Setelah bersih, Robert memasukkan Novi kedalam kerangkeng berukuran kubus 1×1 M lalu menggemboknya.

Tunggu disini pelacur, mulai sekarang kamu cuman anjing betina haus Rocking bad. 

Saya akan beli makan dulu buat kita dan panggil teman-teman saya. 

Sebentar lagi teman-teman saya dari club bondage akan datang layani dengan baik. It will be more crazy…huahahahaha...
tawanya seperti peran-peran antagonis di fillm

Iya tuan… 
Saya akan tunggu...
jawab Novi pasrah, tidak terasa air mata menetes dari pipinya, baru pernah ia direndahkan sedemikian rupa seumur hidupnya, tapi mengapa justru ia malah ingin meneruskan kegilaan ini?

Anjing itu tidak bisa berbicara..
Anjing goblok!
sambil menepuk keras pantat Novi hingga merah

Guk.... Gukk… 
gonggong Novi menirukan suara anjing sambil menggangguk lemah pasrah air matanya kembali menetes

Hahhaaha… bagus.. kamu mesti banyak belajar
tawa Robert sambil keluar kamar dan mengunci pintunya.

Tak begitu lama terdengar suara mobil meninggalkan pondok itu meninggalkan Novi yang cuman bisa meringkuk menahan rasa sakit sekujur tubuhnya yang terasa remuk seperti terlindas buldoser.

Kini ia hanya anjing yang akan menuruti apapun perintah tuannya. Ini baru awal, ia belum bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
☆☆☆☆☆

Baca Juga:

Kisah malam pertama pengantin baru Danny Dan Lia

June 08, 2019 1
Malam ini merupakan malam pertama Danny dan Lia sebagai suami istri. Di kamar, Danny dan Lia mengganti pakaiannya dengan piyama tidur yang nyaman dan santai dipakainya.

Begitu rebah ke ranjang, keduanya langsung saling berpagut.

Saat itu Danny merasakan adanya hal yang aneh pada dirinya.

Sepertinya jantungnya berdegup lebih cepat dan lebih keras.

Semangat libidonya menjadi sangat menyala-nyala.

Nafsu birahinya menjadi demikian membara.

Malam itu mata Danny yang nampak menjadi merah seakan terbakar menyaksikan Lia istrinya yang teramat sangat cantik.

Saat menyaksikan pengantinnya tergolek di ranjang, dia ingin secepatnya menyetubuhinya.

Kemudian dengan serta merta tanpa menunjukkan kelembutan atau sentuhan-sentuhan awal, bahkan dengan cara agak kasar, dilucutinya pakaian tidur istrinya Lia, kemudian juga pakaiannya sendiri.

Perasaan yang menggebu-gebu ini ternyata juga melanda Lia sendiri.

Saat Danny melucuti pakaiannya, dengan desahan yang keras Lia juga menunjukkan ketidaksabarannya.

Diraihnya tonjolan besar pada selangkangan Danny yang nampak menggunung.

Sebelum sempat Danny menelanjangi dirinya sendiri, di betotnya Danny dari sarangnya. Langsung di kulumnya.

Mereka, para pengantin ini nampak dikuasai nafsu birahi yang sudah tidak dapat mereka kendalikan sendiri.

Mereka saling merangsek, saling mencengkeram dan meremas, saling menjilat dan menyedoti, saling melampiaskan dendam birahinya.

Suasana riuh rendah oleh desah dan rintih pasangan ini sungguh sangat esotis bagi siapapun yang mendengarnya.

Mungkinkah hal itu disebabkan oleh suasana romantis villa mewah ini.

Suasana romantis yang memilik kekuatan untuk mendongkrak libido mereka dengan tajam sehingga nafsu birahi mereka sepertinya begitu terbakar.

Nampak Lia yang telah telanjang bulat menunjukkan buah dadanya yang sangat ranum mengencang.

Putingnya yang memerah mencuat keras tegak di bukit ranum kencang itu, seakan menanti siapapun yang bersedia mengulum dan menyedotinya.

Sementara itu kelamin Danny demikian pula.

Darahnya telah penuh terpompa pada urat-urat batangnya.

Kelamin Danny ngaceng dengan keras sekali.


Urat-uratnya bertonjolan di sekeliling batang itu.

Kepalanya yang cukup besar berkilatan yang disebabkan darahnya menekan keluar hingga membuat kulitnya tegang dan mengkilat.

Kelamin itu terus mengaduk-aduk wilayah selangkangan istrinya. Dia mencari lubang vagina Lia yang juga sudah merekah kehausan menunggu kelamin Danny untuk menembusnya.

Pagutan, ciuman, gigitan yang disertai erangan, desahan dan rintihan dari Danny dan Lia saling bersambut. Keduanya benar-benar tenggelam dalam nafsu birahi yang sangat tinggi.

Ayyooo Dannyyy, masukkan tongkolmuuuu.. ayyooo Dann...
Lia memohon.

Mana memiawmu sayangggg… tongkolku sudah tidak dapat tahan nihhh. ingin secepatnya memasuki lubang surganmuuuu… LIAAAAAA!
pekik Danny.

Tak pelak lagi, dengan penuh ketidak sabaran, mereka, Danny dan Lia ini sepertinya telah dirasuki kegilaan birahi.

Mereka nyaris seperti hewan, yang melampiaskan nafsunya berdasarkan naluri hewaniahnya.

Berbagai obsesi sensual yang sesungguhnya bersifat sangat pribadi dan tersimpan dalam-dalam di sanubari masing-masing, tidak dapat tersembunyikan lagi tumpah di malam pertama bulan madu mereka di Villa Forest Green yang sangat romantis ini.

Ujung kelamin Danny sudah tepat di bibir lubang vagina Lia ketika tiba-tiba dengan sangat mengejutkan terdengar pintu kamar digedor-gedor dengan sangat kasar dan keras.

Haaiiiii, yang di dalam kamarrr! Bukaa! Buka pintunyaa! Atau aku yang akan buka dengan paksa! Ayyyooooo bukkaa!
Amukan birahi sensual Danny dan Lia yang sedang memuncak langsung runtuh.

Dengan geragapan mereka langsung diserang kecemasan dan ketakutan hebat.

Mereka sama sekali tidak pernah memperhitungkan adanya kemungkinan seperti ini.

Di villa mewah yang sejuk dan penuh kesan tenang dan aman ini sama sekali tidak menyiratkan kemungkinan-kemungkinan seperti ini.

Danny langsung mendekap istrinya yang nampak langsung gagap histeris penuh ketakutan.

Kemudian menyusul gedoran lagi dan gedoran yang semakin kasar lagi.

Dengan gemetar dan ketakutan yang hebat kedua pengantin pria dan wanita itu serta merta menarik selimut seakan dapat bersembunyi sambil menutupi ketelanjangannya.

Dan akhirnya terdengar tendangan-tendangan yang sangat kuat dan akhirnya pintu kamar tidur itu jebol.

Daun pintunya terbanting ke lantai dengan mengeluarkan suara yang sangat keras. Danny dan Lia menggigil.

Mata mereka terpaku tajam ke arah lubang pintu yang telah jebol tebuka itu.

Mereka melihat ada 2 orang bertopeng setengah telanjang kecuali cawat-cawat mereka yang menutupi aurat mengayun-ayunkan kapak di tangannya.

Danny dan Lia semakin ketakutan, menggigil gemetar.

Kedua orang itu menutupi kepalanya dengan semacam rajutan kaos gelap, persis seperti yang terjadi di film-film kriminal atau peristiwa-peristiwa teror di TV.

Yang nampak hanya mata mereka yang beringas dan suara mereka yang terdengar keras, kasar dan brutal.

Ho, ho, ho, ha, ha, ha…,
Rupanya sepasang pengantin cantik dan tampan ini sedang bercumbu… uhhhh… 
Uhhh nikmatnya nihhh…
Kemudian salah satu dari mereka mendekat ke ranjang.

Dengan kekuatan tangannya dia renggut selimut yang menutupi Danny dan Lia.

Dengan sekali renggut selimut itu langsung terbuka dan tampaklah Danny dan Lia yang bugil saling berpelukan histeris. Langsung dilemparkannya selimut itu ke lantai.

Ampuuunnnnnnn Paakk… 
Jangan diapa-apakan kamiii… 
Ampunnnn.. a.. mpuunn …
Lia menangis dan gagap karena didera ketakutan yang amat sangat.

Seolah-olah tidak mendengar suara-suara iba tersebut, ketakutan maupun sikap protes dari Danny dan Lia, kedua orang itu langsung membuka kedoknya.

Dan betapa terperanjatnya Danny dan Lia ketika melihat siapa kedua begundal itu.

Mereka adalah Tory dan Pedro yang sebelumnya dianggap sangat santun dan menyenangkan oleh pasangan Danny dan Lia ini.

Tanpa dapat dicegah lagi Danny yang dalam keadaan bugil langsung bangkit hendak mengamuk dan melawan kedua orang itu.

Tapi dari penglihatan sepintas sudah jelas, Danny bukanlah lawan mereka berdua.

Tubuh Tory dan Pedro yang kekar dan penuh otot bukan lawan Danny.

Dengan mudah dia dilumpuhkan, tangan-tangan kuat Pedro meringkusnya kemudian kedua tangan dan kaki Danny diikat dan tubuhnya dibiarkan tergeletak di lantai.

Mereka tidak mengacuhkan segala protes, hujatan dan caci maki Danny.

Dengan tertawa penuh kemenangan mereka merasa puas dengan lancarnya perbuatan keji mereka.

Selanjutnya Tory dan Pedro lebih tertarik untuk memusatkan perhatian pada pengantinnya yang cantik, yang juga bugil dan tanpa daya tergolek di ranjangnya.

Permohonan ampun dan tangisan ketakutan penuh pilu dari bibir mungil Lia sama sekali tidak menggetarkan hati para begundal itu. Mungkin hati mereka memang telah mereka buang jauh-jauh.

Tangan-tangan Tory dan Pedro tidak sabar lagi untuk menjamah tubuh cantik mulus Lia itu.

Tapi saat Pedro mendekat untuk meraih pahanya, tanpa dia duga kaki Lia menendang matanya.

Gelagapan dan kepedihan pada matanya membuat Pedro terduduk sambil menutup mukanya.

Melihat hal itu dengan sigap Tory langsung merangkul Lia.

Pengantin yang berontak dan berteriak-teriak histeris ketakutan itu ditindihnya.

Tubuh putih mulus telanjang itu dipeluk dan diringkusnya tanpa banyak kesulitan, bahkan nampaknya Tory ini sangat menikmati apa yang harus dia lakukan.

Tangan kanan Lia direnggutnya.

Dia keluarkan tali dari kantongnya.

Tangan itu diikatnya kuat-kuat ke tiang bagian atas ranjang itu.

Dan tangan kirinya kembali direnggut untuk diikatkan ke tiang ranjang di bagian sebelah atas yang lain.

Tentu saja Lia yang dilanda ketakutan yang amat sangat langsung berontak dan meronta seperti kuda betina yang liar.

Kaki-kakinya menendang-nendang apa saja yang ada di dekatnya. Tapi semua perlawanan itu hanya sia-sia.

Kaki-kaki itu, oleh Pedro yang sudah baik matanya direnggut dan diikatkannya ke kaki ranjang bagian bawah kanan dan kiri.

Peristiwa itu sungguh menjadi penampakkan yang sangat erotis baginya.

Lia, sang pengantin, bidadari yang mulus, dewi berkulit kuning putih tanpa cacat, perempuan jelita yang mengamuk dengan liar, melawan dua begundal setengah telanjang dengan tubuh hitamnya yang berkilat karena keringatnya.

Para begundal brutal itu nampak kewalahan saat meringkus Lia.

Dengan cara merangkulkan tangan-tangannya serta menekankan wajah-wajah mereka sekenanya pada tubuh yang sangat merangsang birahi milik si jelita, Tory dan Pedro memerlukan kerja keras sambil menikmati sensual tubuh Lia.

Akhirnya sang korban yang jelita itu benar-benar tak berdaya.

Dan kini, kaki dan tangan Lia telah terikat kuat-kuat pada ranjang pengantinnya.

Dan untuk keberhasilannya, para pendatang brutal itu langsung disuguhi pemandangan yang sangat spektakuler, merangsang dan erotis sekali.

Tangan Lia yang terikat ke bagian atas kanan dan kiri ranjang membuat ketiaknya yang indah nampak terbuka.

Uuhhh… Akan kubenamkan hidungku ke lembah ketiakmu yang indah itu.. lidahku, bibirku akan menjilati dan menyedotmu Liaaa…
begitu begitu pikir begundal-begundal tersebut.

Dan paha Lia yang kini telah mengangkang terbuka, memamerkan memiawnya yang ranum menggunung yang langsung mendongkrak nafsu birahi kedua serigala lapar dan brutal itu.

Keduanya tercekat menyaksikan dengan penuh takjub kemaluan Lia yang ditutupi bulu-bulu tipis merekah yang seakan menunggu jamahan tangan-tangan kasar mereka atau jilatan lidah dan sedotan bibir tebal mereka atau bahkan tusukan kelamin-kelamin kedua begundal brutal itu.

Tak tahan menyaksikan tindakan brutal yang dilakukan Pedro dan Tory pada istrinya, Danny berteriak-teriak dengan harapan ada orang lain yang mendengarkannya di tengah hutan sepi itu.

Ulah itu hanya jadi tertawaan para begundal. Tory menyuruh Pedro untuk menyumpal mulut Danny dan menyeretnya ke kamar sebelah.

Pedro langsung bertelanjang melepas cawatnya sendiri yang dekil dan pesing untuk di sumpalkan pada mulut Danny.

Tentu saja Danny jadi gelagapan panik menerima perlakuan kotor Pedro itu.

Tetapi mana dapat ia melawan dengan kaki dan tangannya yang masih terikat erat-erat.

Dan Tory juga langsung bertelanjang melepas cawatnya. Dia sumpalkan cawatnya yang sama dekilnya ke mulut Lia yang langsung berkelojotan karena jijik dan ingin muntah. Tetapi sia-sia pula.

Dan akhirnya tanpa daya pasangan D & L ini menjadi tawanan Pedro dan Tory.

Dan tanpa terhindarkan, Danny maupun Lia dihadapkan pada pemandangan yang selama ini dianggapnya sangat tabu.

Kedua orang ini menyaksikan kelamin lelaki lain, kelamin Pedro dan Tory yang telah ngaceng berat.

Kelamin-kelamin mereka yang nampak tegak dan kaku itu sungguh luar biasa.

Mengingatkan pada pisang tanduk di sepanjang jalan Bogor.

Besar dan panjangnya tak kurang dari 20 cm dengan garis tengah sekitar 4,5 cm.

Bagi seorang wanita semacam Lia, kelamin sebesar itu membuat khayalannya langsung melayang.

Lia membayangkan bagaimana rasa pedih dan sakitnya apabila kelamin itu dipaksakan menembus memiawnya yang masih perawan.

Akankah hal itu akan terjadi pada dirinya yang hingga kini bahkan suaminya pun belum pernah benar-benar menjamah memiawnya itu? 
Akankah Pedro dan Tory mendahului Danny sebagai pemilik yang sah atas vaginanya secara bergiliran memaksakan kelamin-kelamin mereka itu menembus memiawnya? 
Lia sangat takut dan merasa ngeri dengan pikirannya yang mengkhayal sejauh itu. Dia menggigil kemudian menutup matanya.

Sementara itu bagi Danny, melihat Pedro dan Tory yang memiliki kelmain sebesar dan sepanjang itu rasa percaya dirinya langsung runtuh.

Dia bayangkan apabila istrinya sempat mereka paksa untuk menerima kelamin mereka, dan pada akhirnya Lia mendapatkan kenikmatan serta kepuasan dengan kelamin-kelmain sebesar itu, dapat dipastikan dia tidak mungkin mampu mengungguli Pedro maupun Tory.

Dan di belakang hari dapat dipastikan Lia tidak akan pernah puas berhubungan intim dengan dirinya.

Lia akan dengan sebelah mata saja melayani dia sebagai suaminya.

Danny sangat terpukul.

Membayangkan istrinya Lia mendesah serta merintih mendapatkan kenikmatan birahi dari Tory dan Pedro.

Hatinya langsung ciut.

Yo, ambil minuman itu lagi. Kita buat mereka lebih galak lagi...
terdengar Tory menyuruh Pedro.

Kata-kata Tory itu menjadi pikiran Danny maupun Lia.
Minuman apa itu? Bikin galak lagi!!
Apakah hal itu yang membuat mereka demikian panas birahinya saat memasuki peraduan setelah makan malam tadi? 
Mungkinkah Pedro dan Tory memasukkan obat perangsang pada makan malam mereka tadi?

Tak lama kemudian Pedro balik dengan sebotol cairan berwarna kuning bening.

Pertama-tama pada Danny.

Tangan Tory memegangi kepala dan membuka sumpal mulut Danny yang langsung panik ketakutan.

Kemudian Pedro menjejalkan mulut botol ke mulut Danny dan memaksakan untuk minum.

Ketika Danny berusaha menolak dengan cara memalingkan wajahnya, Tory memeganginya dan membekap hidungnya.

Karena tersedak Danny terpaksa menelan cairan dari botol itu.

Dia merasakan asin dan pesing. Jangan-jangan air kencing mereka ini.

Dengan cara yang sama cairan itu juga dijejalkan pula pada mulut Lia.

Nahhhh, bapak dan ibu, jangan khawatir… Itu adalah minuman demi kesehatan pak Danny yang tampan dan bu Lia yang jelita…, sebentar lagi bapak dan ibu pasti akan semakin segar, ha, ha, ha…

Beberapa saat kemudian, pasangan Danny dan Lia merasakan dunia seakan berputar-putar.

Pandangan matanya mengabur.

Jantungnya berdegup lebih kencang.

Lia merasakan darahnya memanas.

Dan gambaran kelamin-kelamin Pedro serta Tory yang luar biasa itu mendekat.

Dia merasakan seakan-akan ujung-ujung kelamin mereka menyentuh gerbang bibir vaginanya.

Dia merasakan rangsangan birahi yang hebat, seperti halnya saat Kelamin Danny suaminya menyentuh vaginanya.

Sementara itu Danny juga merasakan darahnya yang memanas.

Nafsu birahinya meledak-ledak.

Ingin rasanya menjilati selangkangan Lia istrinya yang saat ini terbuka memamerkan nonoknya di atas ranjang pengantinnya.

Ingin rasanya dapat secepatnya terbebas dari para begundal itu untuk kemudian melanjutkan apa yang tadi telah hampir dilakukannya, tongkolnya menembus memiaw istrinya.

Lemparkan Danny ke kamar sebelah
Si Pedro kembali melaksanakan perintah Tory.

Dengan mulutnya yang kembali tersumpal cawat Pedro dan perasaannya yang mabuk dan ingin muntah akibat minuman yang dijejalkan tadi, Danny diseret ke kamar sebelah.

Kemudian pintunya dikunci.

Danny sangat penasaran, kesal dan marah. Semula dia berharap dapat tetap sekamar dengan istrinya.

Setidak-tidaknya matanya masih dapat menikmati tubuh bugil istrinya yang terikat di ranjang, sehingga ledakan birahinya yang kini melanda nafsunya dapat sedikit tersalurkan.

Di lain pihak Lia yang ditinggalkan suaminya tak dapat menghindarkan pandangannya pada kelamin Pedro dan Tory yang nampak sedemikian besar dan panjangnya.

Batang kelamin-kelamin yang dikelilingi urat-urat itu semakin nampak perkasa.

Kepala helmnya yang yang tumpul membulat berkilatan kena cahaya lampu kamar.

Lia sendiri belum pernah menyaksikan secara langsung kelamin lelaki dewasa seperti yang dilihatnya sekarang ini.

Dia hanya ingat bahwa pernah melihat kelamin-kelamin sebesar itu dari VCD HOT yang disaksikan ramai-ramai bersama teman-temannya pada saat jam istirahat di kantor.

Sewaktu vaginanya siap ditembus Kelamin Danny dia hanya merasakan ujung kelamin yang hangat merangsang bibir-bibir vaginanya.

Dia ingat betapa nikmatnya saat birahinya menjadi demikian memuncak yang disebabkan ujung kelamin Danny itu.

Dia merasakan keinginannya yang sangat kuat agar Danny secepatnya menembus kemaluannya.

Bibir vaginanya sangat kehausan untuk melahap batang kelamin Danny.

Tapi kini Danny tidak lagi berada di kamar ini. Yang nampak kini adalah Pedro dan Tory yang sama-sama telah berbugil ria.

Dan kelamin mereka itu, kenapa mata Lia dibuatnya sangat terpesona kelamin-kelamin itu tegak ngaceng dengan kokoh dan tegarnya.

Lia berpikir akankah mereka juga akan seperti Danny? 
Menempelkan atau menusukkan kelamin-kelamin yang luar biasa itu ke bibir vaginanya? 
Akankah dia akan membiarkan dan menerima kehadiran kelamin-kelamin yang bukan milik suaminya itu? 
Akankah dia mampu menerima serangan badai nafsu serigala para brutal itu? 
Dari celah matanya yang basah karena air mata, Lia melirik ke kelamin para brutal tersebut.

Tiba-tiba perasaan seperti yang terjadi pada saat bersama Danny memasuki kamar usai makan malam tadi melintas.

Rasa ingin, ingin, ingin, ingin, keinginan yang kuat, keinginan yang meledak-ledak, ingin Danny melanjutkan tusukan tongkolnya ke lubang kemaluannya, melanjutkan kenikmatan birahi yang mulai memuncak. 
Mungkinkah itu....
Bagaimana mungkin.....

Yang nampak jelas siap melakukan itu justru Tory dan Pedro yang telah telanjang bulat dengan kelamin-kelamin keras besar panjang mereka itu.

Mereka sangat siap dan sangat mungkin memperkosanya.
Ooohh…, alangkah ngerinyaaa… Lia berusaha menepis perasaan yang sangat menakutkan itu.

Dipalingkan wajahnya dari kelamin-kelamin itu. Sungguh ngeri membayangkan kelamin sebesar dan sepanjang milik para brutal itu menembus memiawnya. Apabila hal itu terjadi pasti akan merobek-robek vaginanya.

Tetapi darah dan jantung ini
Mengapa darah dan jantung Lia terus berdegup kencang sejak makan malam tadi seakan ada yang terus merangsangnya. Dan kini bahkan semakin kencang serta kuat memacu darahnya, setelah Tory dan Pedro mencekoki cairan kuning bening tadi. Apakah itu obat perangsang seksual yang membuat dirinya tidak dapat melepaskan pandangannya atau memalingkan wajahnya dari kelamin-kelamin Pedro dan Tory itu? Ah, sangat mungkin…! Bukankah Pedro dan Tory nampak jelas telah mempersiapkan semua rencana jahatnya ini. Topeng itu, kampak itu, gedoran di pintu itu. Semua merupakan bagian rencana jahatnya. Dengan memberikan obat perangsang birahi sensual, korbannya akan cepat takluk dan mengikuti kemauan bejat seksualnya. Korbannya akan patuh untuk menjadi budak sensualnya.

Lia akan cepat menyerah dan sangat kehausan untuk secepatnya menikmati kelamin-kelamin para pejantan itu. Ahhh…, degup jantung ini…, kenapa jadi sulit sekali, membuang keinginannya untuk tidak kembali melirik kelamin-kelamin pejantan itu.

Oohh.., jangannnn… jangannnn…!
Lia memejamkan matanya untuk menghapus semua lintasan pikirannya, wajahnya memucat, kemudian memerah, kemudian kembali memucat, kembali memerah. Bayangan akan kelamin-kelamin besar itu jadi berbalik sangat menggairahkannya.

Perasaan ngeri, takut, cemas tetapi tidak sepenuhnya ingin benar-benar menghindar, rasa birahi yang terus mengejarnyaa, dirasuki dengan penuh kebimbangan dan keraguan, semuanya serba bercampur aduk.

Lia dilanda kebingungan yang amat sangat. Khayalan-khayalan liarnya yang terus memburu tidak dapat dilenyapkan dari kepalanya.

Detak dan degup jantungnya juga tak dapat dikendalikannya.

Akankah…, Ohhh…, 
Ampuni aku Danny…, Dannyyyyyyy…, ampuni akuuuu…, 
Aku tidak mampu mengambil keputusan…, 
Tolongggg…, 
Aku membutuhkan kk… kkaamuuu… uuuu.. uuuhhhh…
Dan memang, keputusan akhirnya bukanlah di tangan Lia.

Begitu terlempar ke kamar buangannya, pertama-tama yang dicari Danny adalah lubang.

Lubang atau celah di dinding, dimana dia dapat mengintip istrinya yang telanjang.

Pengaruh minuman yang dijejalkan Pedro dan Tory tadi membuat libido Danny terangsang dengan hebat, saat ini yang diperlukan Danny adalah dapat mengintip istrinya telanjang, dia ingin melakukan mastubasi.

Ternyata dia dapatkan, kamar villa yang seluruhnya dibuat dari kayu dan balok itu memberikan celah di antara dua baloknya. Celah itu cukup longgar.

Danny serta merta beringsut ke celah itu. Tetapi ternyata celah itu terlampau tinggi di atas kepala Danny.

Dengan ikatan tali pada tangan dan kakinya Danny kesulitan untuk berdiri maupun sekedar jongkok.

Sementara celah itu dapat dia raih setidak-tidaknya dengan berjongkok. Dia mengamati sekeliling kamar itu.

Dari kamar sebelah terdengar suara riuh. Terdengar

Huh, huh, hah, huh…
suara istrinya yang mulutnya terbungkam celana dalam dekil milik Tory.

Danny jadi panik, dia memastikan sesuatu telah terjadi pada istrinya.

Dia gulingkan tubuhnya ke sebuah kotak kayu di pojok kamar itu.

Dia coba menendang kotak itu dengan kaki terikat agar dapat didekatkan ke dinding.

Berhasil.

Danny kembali berguling. Memerlukan perjuangan cukup panjang untuk dapat memanjat kotak itu dengan kaki dan tangan yang terikat.

Sementara itu suara istrinya sudah terdengar berbeda, dalam waktu singkat suara itu telah berubah menjadi desahan dan rintihan, disamping juga terdengar suara Tory atau Pedro atau kedua-duanya. Mereka terdengar berbicara dalam bahasa daerah mereka yang Danny sama sekali tidak memahami artinya, tetapi Danny memastikan mereka sedang melakukan sesuatu hal yang tidak senonoh pada Lia istrinya yang kini terikat dan telanjang bulat di depan mereka.

Akhirnya setelah berjuang keras untuk memanjat kotak kayu itu, dalam keadaan terikat tangan dan kakinya mata Danny kini dapat menyaksikan Tory sedang memeluk dan menciumi kedua payudara istrinya. Dan Pedro dari arah lain sedang memeluk paha Lia serta wajahnya tenggelam dalam selangkangannya. Nampak kepala Pedro naik turun menjilati arah kemaluan Lia.

Seketika itu juga seolah-olah ada sejuta petir menghantam kesadaran Danny.

Dia langsung terjungkal ke lantai.

Danny kehilangan kesadarannya.

Tetapi hanya sesaat, dalam keadaan terkapar di lantai nampak kelopak mata Danny yang lelah pelan-pelan terbuka.

Dan kemudian dengan cepat dia bangkit dan kembali berusaha merangkak ke kotak itu untuk mengintip celah di dinding itu.

Bermenit-menit dia lalui untuk mampu kembali pada posisi dimana dia dapat mengintip kamar istrinya yang saat ini sedang digarap oleh Tory dan Pedro.

Suara erangan yang telah berganti menjadi suara desahan dan rintihan istrinya terus terdengar, juga pembicaraan antara Tory dan Pedro yang tidak diketahui maknanya oleh Danny terdengar semakin cepat bersahut-sahutan.

Sementara itu telah terjadi hal yang aneh pada diri Danny, mungkin pengaruh dari makanan dan minuman yang dicekokkan oleh para begundal itu ke mulutnya atau setelah menyaksikan istrinya dikerjai secara brutal oleh dua begundal itu sehingga membuatnya terjungkal ke lantai, atau mungkin juga campuran dari keduanya.

Saat dia kembali menaiki kotak itu, dorongan keinginannya sudah berganti.

Dia tidak lagi ingin mengintip untuk melihat istrinya yang telanjang atau untuk menyaksikan bagaimana istrinya dengan gigih melawan kedua brutal itu.

Yang diinginkannya sekarang adalah menyaksikan bagaimana kedua brutal itu yang dengan kelamin besar dan panjangnya dapat memberikan kenikmatan erotik dan sensasional kepada istrinya.

Sekarang dia ingin menikmati pemandangan bagaimana istrinya di arak oleh para begundal itu. Danny kembali ngaceng berat.

Lebih sensasional daripada sebelumnya.

Dia ingin secepatnya menyalurkan syahwatnya.

Dia ingin melakukan masturbasi sambil menonton istrinya dient*t para berandal-berandal di kamar sebelah itu.

Inikah yang disebut shock terapy.
Sebuah peristiwa yang sangat luar biasa yang mampu dengan seketika mengubah mental, selera, cara pandang ataupun keyakinan seseorang. Yang mampu mengubah Danny, dari ketakutan serta kekhawatiran yang mencekam, menjadi sesuatu yang justru dia harapkan untuk terjadi.
Dari yang awalnya berkeinginan untuk menolong menjadi keinginan untuk ikut menikmati.

Dan itulah yang terjadi.

Saat matanya kembali di lubang ingintipan tersebut, kini dia menyaksikan bahwa telah terjadi perkembangan.

Nampak sumpal pada mulut istrinya sudah dilepas, walaupun pada tangan dan kakinya masih terikat pada ranjang itu. Nampak istrinya menggeliat-geliat tetapi tidak berteriak menolak.

Yang terdengar justru desahan dan rintihan dari mulut Lia yang terdengar penuh kenikmatan, bahkan mata Lia nampak memandang Tory dengan tongkolnya yang sangat besar, sedang memompa kemaluannya.

Danny melihat bagaimana pinggul istrinya sedemikian bergairahnya menjemput keluar masuknya kelamin Tory yang kelewat besar itu.
Adakah Lia juga telah diterkam obat perangsang itu, sehingga membuatnya kini menyerah dalam jarahan seksual para begundal itu?

Ah masa bodohlah, aku sendiri punya kebutuhan pula, birahiku ooohhhhh, menyaksikan istriku arak para begundal itu.
demikian pikir Danny.

Jarak lubang dengan posisi istrinya yang terikat ini tidak lebih dari 1 meter di kamar yang relatif sempit itu. Danny dapat dengan nyata menyaksikan mengkilatnya batang kelamin Tory yang keluar masuk menembus memiaw Lia istrinya.

Tanpa dapat dicegah, air liur Danny menetes saat melihat kelamin Tory yang luar biasa itu. Telinganya yang menangkap suara desahan dan rintihan istrinya yang tidak lagi terbungkam itu sebagai pertanda kenikmatan yang sedang melanda istrinya.

Danny tersenyum.

tongkolnya yang ngaceng dipepetkannya ke dinding.

Pelan-pelan digosok-gosokkannya. Duhh…, nikmatnyaaaa…

Dari lubang ingintipan itu, Danny melihat Tory semakin cepat memompa. Makin cepat, makin cepat, cepat, cepat… Dan,
AACCHH…
terdengar teriakan Tory.

Dan sperma Danny muncrat berbarengan dengan air mani Tory yang tumpah-ruah di kemaluan dan tubuh istrinya Lia.

Itulah kepuasan seksual pertama sejak perkawinannya dengan Lia istrinya, pada hari-hari yang seharusnya penuh bahagia, pada hari-hari bulan madunya.

Kemudian Danny lemah terduduk. Tetapi tidak lama.

Dia mendengar kembali suara-suara desahan dan rintihan dari kamar sebelah, Danny kembali mengintip.

Kini dia melihat Pedro menindih tubuh istrinya.

Dia melumat leher, ketiak dan dada Lia. Sementara tangan kanannya memegang tongkolnya yang bukan main indahnya di mata Danny kini, dan tangan kirinya memeluk pinggul Lia untuk menempatkan lubang kemaluannya persis di ujung tongkolnya.

Dan yang menjadi sasaran birahi Danny sekarang adalah menyaksikan istrinya Lia menggeliat-geliatkan pinggulnya menahan kenikmatan pada saat vaginanya melahap ujung kelamin Pedro.

Tubuhnya dicekal oleh otot-otot lengan Pedro.

Dan vagina Lia dengan penuh kepasrahan menerima tembusan dan tusukan nikmat dari begundal brutal itu.

Mata Danny melotot melihat adegan-adegan itu. tongkolnya kembali bangkit ngaceng.

Obat perangsang yang dicekokkan padanya membuat tongkolnya tidak dapat tidur.

Dan kembali dinding kamarnya menerima gosokan kelamin Danny.

Dan keadaan Lia sendiri, tak terhindarkan lagi, kebrutalan para begundal itu mulai menjadi, Lia menyaksikan wajah Tory langsung tenggelam, dia rasakan sedotan bibir tebal dan jilatan-jialatan lidah kasarnya yang merambahi ketiak, leher, dadanya

Dia rasakan bagaimana bibir Tory mencaplok kedua payudaranya.

Lidahnya menari-nari pada putingnya.

Gigitan kecil tetapi terasa sangat kasar membuat putingnya menjadi perih.

Tetapi yang dia rasakan sangat aneh adalah, perasaan ngeri, takut dan cemas itu, mengapa pupus, ternyata pupus, mengapa yang hadir kini justru rasa haus yang amat sangat.

Dia diserang rasa kehausan yang amat sangat.

Ingin sekali dia mendapatkan air untuk tenggorokannya.

Ingin sekali, ingin sekali. Dia sangat menantikan Tory mengangkat celana pesingnya yang membungkam mulutnya.

Dia sangat menantikan bibir tebal Tory melumat bibirnya.

Dia ingin sekali meminum ludah Tory langsung dari mulutnya.

Oohhhh Toryi tolooong… 
Akuuu hauss…, tolong Toryii, tolongggg…

Dan kehausan itu semakin menjadi ketika dilihatnya Pedro menyusul menenggelamkan wajahnya ke selangkangannya.

Lidah Pedro yang juga kuat dan kasar itu langsung menjilat seluruh bibir kemaluannya. Langsung membor lubang vaginanya.

Untung saja Tory tahu…, Tory yang telah 55 tahun itu tahu reaksi perempuan yang kehausan saat menerima jilatan, sedotan, sentuhan lidah maupun bibir atau sodokan kelamin.

Dia tahu bagaimana desakan birahi akan membuat tenggorokannya mengering dan seorang perempuan akan meminta agar secepatnya dilumat bibirnya untuk dapat menyedot ludah lelaki yang menyetubuhinya dan secepatnya kemaluannya ditembus kelamin besarnya.

Tory yang sangat berpengalaman itu serta merta meraih celana dalamnya yang sejak tadi disumpalkan pada mulut Lia.

Kemudian secepat kilat bibirnya melumat bibir sensual pengantin cantik itu.

Dan serta merta, Lia langsung menyambutnya dengan penuh kelahapan birahinya.

Dia dengan histeris menyedot ludah Tory. Bahkan dari bibirnya juga keluar bisikan-bisikan kehausannya.

Pak Toryi, ayyooo, Lia udah tidakk tahannn…, ayyooo Pak Toryi…, Lia udah pengin kelamin Pak Tory ituu…, ayoooo Pak Toryiii …

Tory tahu bahwa Lia sedang dalam keadaan tersiksa oleh deraan nafsu birahinya sendiri, dia tolak Pedro dari keasyikannya melumati kemaluan Lia, kemudian dirabanya kemaluan indah itu.

Cairan birahinya sudah membanjir.

Dan Tory dengan cepat mengambil posisi.

Dia kangkangkan selangkangan Lia, untuk kemudian dia menempatkan tongkolnya di antara selangkangan Lia itu.

Diarahkannya kelamin itu langsung ke lubang vagina Lia, yang telah sangat kehausan menunggunya.

Karena Lia masih perawan, sejago-jagonya Tory tetap saja segalanya masih harus diusahakan dengan keras.

Kelamin itu setiap kali meleset dari targetnya. Mungkin licin. Beberapa kali Tory merasa tongkolnya sudah tepat berada di mulut vagina Lia, meleset lagi.

Dan saat berhasil tembus, Lia berteriak kesakitan, dan Tory melihat darah keperawanan Lia mengalir dari bibir vaginanya.

Selaput perawan Lia telah robek.

Kemaluan Lia sudah berhasil ditembus kemaluan Tory.

Kemudian Tory mulai memompa.

Pelan…, pelan…, pelan…, tetapi Lia sendiri yang sudah sangat kegatalan ingin lebih cepat…
Dan Tory menurut untuk mempercepat…

Dari balik kamar, Danny ternyata ikut menyaksikan saat-saat itu.

Hingga dia saksikan bagaimana Tory memuntahkan bermili-mililiter air maninya ke dalam memiaw istrinya Lia itu.

Dan dalam kesempatan itu, Danny juga menyalurkan birahinya hingga spermanya menyemprot dinding tempatnya mengintip istrinya menikmati genjotan Tory.

Sungguh suatu pengalaman yang sangat dahsyat bagi perawan seperti Lia ini.

Seumur-umur baru kali inilah dia merasakan nikmatnya senggama.

Saat Tory melepas spermanya tumpah di dalam vaginanya, Lia pun mendapatkan orgasme pertamanya.

Kelamin Tory masih berada di dalam lubang vaginanya saat Pedro datang.

Dia menepuk punggung Tory, mengisyaratkan meminta jatahnya.

Lia menatap kehadiran Pedro dengan pandangan penuh gairah dan birahi.

Orgasme yang baru saja diraihnya bersama Tory belum menghabiskan semangat libidonya.

Kegatalan birahi pada kemaluannya masih menuntut gesekan batang-batang penuh kejantanan dari para pecundang ini.

Dan begitu Pedro datang serta langsung menembakkan rudalnya pada memiaw Lia, ditariknya tubuh Pedro.

Dia ingin Pedro kelamin nonoknya dengan bibir tebal Pedro tetap melumat bibirnya.

Dia ingin menguras ludah dari mulut Pedro.

Dia ingin mendengarkan desah dan rintih Pedro yang merasa kelimpungan oleh jepitan vaginanya langsung di telinganya.

Dia ingin hidungnya mengendus seluruh keringat yang keluar dari tubuh Pedro.

Dia ingin Pedro melumat ketiaknya, payudara dan putingnya. Kini Lia telah menjadi kuda betina yang binal. Dia tidak lagi memikirkan Danny.

Dia hanya ingin Danny bergabung dalam kenikmatan bersama ini.

Dia ingin Danny menerima kenyataan dunia ini.

Dia ingin Danny untuk tetap setia dan menurut saja pada dewa-dewa jantan yang begundal dan brutal ini.


Lia berkeyakinan kedua brandal begundal brutal ini adalah dewa-dewa jantan yang membawa sejuta kenikmatan. Danny harus patuh dan tunduk pada mereka.

Sementara itu di kamar lain… Danny kini menyadari bahwa Pedro dan Tory telah memberikan kenikmatan tak terhingga pada Lia istrinya.

Dia berfikir sederhana, kalau kelamin-kelamin Pedro dan Tory itu nikmat bagi Lia yang dicintainya, tentunya akan nikmat pula bagi Danny yang mencintainya khan?

Suatu logika yang sangat rasional.
Kalau Lia meminum dengan rasa segar ludah Pedro maupun Tory, tentunya ludah itu juga akan menyegarkan bagi Danny khan? 
Dan pada akhirnya semua bagian tubuh Pedro maupun Tory mestinya nikmat dan layak untuk dinikmati semuanya khan?

Kini ganti Danny yang diserang rasa haus.

Tiba-tiba terdengar kunci kamar itu dibuka oleh seseorang.

Nampak Pedro dan Tory masuk dan memeriksa wajah Danny. Kemudian dia periksa pula tongkolnya.

Mereka tersenyum.

Kemudian Pedro dan Tory memeriksa dinding di dekat kotak kayu dimana Danny tadi mengintip.

Diamatinya dinding itu.

Dan saat ditemukannya sperma Danny yang masih meleleh pada dinding, kembali Pedro dan Tory tersenyum puas.

Danny berharap sumpal mulutnya dilepaskan seperti halnya Lia istrinya.

Tapi ternyata tidak.

Kedua begundal itu kini menyodorkan kelamin mereka ke wajahnya.

Ooohh…, mereka hendak membuang air kencingnya ke wajahku...
pikir Danny.

Danny menunggunya dengan perasaan penuh birahi.

Dia amati kelamin Tory yang ujungnya bulat seperti jamur merang.

Lubang kencingnya menganga lebar.

Dan Ujung kelamin Pedro nampak agak belang. Kulupnya masih membungkus, tanda bahwa dia belum ngaceng sempurna.

Dan akhirnya, seerrr… dan seeerrrrr…, kencing Tory dan Pedro langsung mengguyur wajah Danny.

Celana dalam Pedro itu ternyata langsung menyerap cairan kuning itu.

Di dalam mulutnya, Danny merasakan hangat air kencing mereka berdua.

Dia berusaha menelannya sebanyak mungkin.

Inilah obat haus bagi Danny.

Sedemikian banyaknya kencing Pedro dan Tory sehingga membuat Danny tampak seperti mandi. Seluruh tubuhnya basah kuyup oleh air kencing mereka. Bau pesing air kencing itu seakan-akan menjadi bau sedap bagi Danny yang sedang horny.

Setelah selesai, Pedro mengambil celana dalam yang menyumpal pada mulut Danny.

Danny lega.

Akhirnya rahangnya dapat beristirahat setelah sekitar 4 jam menganga.


Tetapi ternya urusan masih belum selesai.

Pedro memerintahkan Danny untuk membuka mulutnya lagi.

Diperasnya air kencing Pedro dan Tory yang terserap dalam celana dalam Pedro itu ke mulut Danny.

Dan tanpa disuruh lagi Danny langsung menjilatinya.

Kemudian Tory berbicara.

Kamu sekarang jadi budakku. Tahu...
Danny seakan mendengar berita gembira.

Dia mengangguk angguk senang. Kemudian Pedro menuntun menuju kamar dimana Lia masih terikat di ranjangnya.

Hai, pelayanku, budakku, anjingku… Bersihkan nonok istrimu dari peju-peju (sperma) kami yang tertinggal di dalamnya. Kamu sedot dengan mulutmu sampai bersih. Cepat.

Ternyata Tory dan Pedro ini benar-benar seorang ahli kejiwaan yang hebat.

Mereka pakar sekali dalam hal mengubah, merusak dab menghancurkan mental orang lain.

Dan tampak sekarang, Danny telah tercuci otaknya menjadi budak yang penurut dan kelamin yang siap menunggu perintah tuannya.

Dia siap untuk melakukan apapun, termasuk minum air kencing mereka atau bahkan lebih dari itu.

Tidak ada lagi rasa tabu, jijik, jorok bagi para budak mereka.

Lia juga telah diubah sebagai budaknya.

Pasangan itu akhirnya kembali seperti halnya yang diharapkan oleh para tamu dalam acara pesta kemarin siang,

Semoga Danny dan Lia selalu saling melengkapi.
Dengan karakter baru setelah melalui garapan Tory dan Pedro, pasangan Danny dan Lia tetap saling melengkapi.

Setidak-tidaknya di depan para berandal brutal itu.

Dan kini Danny merangkak di lantai menuju tepian ranjang.

Dia datangi nonok Lia yang masih basah penuh sperma yang meleleh dari lubang vaginanya.

Danny harus membersihkan dengan lidahnya.

Dia dekatkan bibirnya menuju vagina yang penuh lelehan sperma Pedro dan Tory itu.

Lidahnya menjilati dan bibirnya langsung menyedotnya hingga nonok Lia kembali kosong.

Sejak kehadiran Danny kembali ke kamarnya dan kemudian menjilati kemaluannya dari sisa-sisa sperma yang dibuang Tory dan Pedro ke dalam vaginanya, Lia hanya dapat menyaksikan dengan diam.

Pandangannya pada Danny sudah hambar.

Bukannya karena Danny tidak dapat menyelamatkan dia saat-saat menderita.

Tetapi Lia kini yakin bahwa Danny tidak mungkin dapat memberikan kenikmatan ranjang macam Pedro dan Tory.


Danny tidak akan mampu merangsang birahinya untuk meraih orgasmenya.

Dan di mata Lia kini, Danny memang hanya pantas menjadi budak atau pelayan yang menjilati sperma buangan tuannya.

Semua yang dilakukan Danny sepenuhnya berada dalam pengawasan Pedro dan Tory.

Mereka puas melihat Danny.

Mereka juga puas melihat Lia. Kini tali-tali mereka akan dilepaskan.

Pedro dan Tory yakin bahwa Danny dan Lia sekarang bukan lagi Danny dan Lia pada 4 jam yang lalu.

Tadi saat kalian datang, kami sepenuhnya melayani kalian. 
Sekarang kamu menjadi pelayan-pelayan kami, menjadi budak-budak kami, menjadi pelayan-pelayan yang setia pada kami. 
Dengar, kami akan bermurah hati melepaskan tali kalian. Agar kalian selalu siap menjalankan perintah kami berdua.

Kemudian tali-tali mereka dilepaskan.

Tory memerintahkan keduanya untuk mandi dan berganti pakaian.

Pedro dan Tory akan menunggu mereka untuk makan malam di teras kebun.

Tempat itu sengaja dipilih karena malam ini adalah malam purnama.

Danny dan Lia akan disuguhi pemandangan malam yang sangat indah.

Tory membisikkan kepada Danny dan Lia, bahwa dia telah memasak makanan kesukaan mereka.

Sebelum meninggalkan pasangan itu, Pedro dan Tory menyampaikan selamat malam dengan sangat santun.
☆☆☆☆☆☆

Baca Juga: